Selasa, 20 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji & Umroh » “Hati Suci, Oleh-oleh Kurma & Janji untuk Gak Kumat Lagi”

“Hati Suci, Oleh-oleh Kurma & Janji untuk Gak Kumat Lagi”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
  • visibility 715
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALAU pulang dari pasar bawa belanjaan, pulang dari kantor bawa capek, maka pulang dari Tanah Suci mestinya bawa yang suci-suci juga, hati yang baru, niat yang segar, dan semangat hidup yang tidak hanya bergantung pada saldo rekening dan suhu kompor tetangga.

Dan begitulah, jemaah haji Indonesia gelombang II telah resmi menutup rangkaian panjang penyelenggaraan ibadah haji 1446 H. Kloter KJT28 dari Majalengka dan Cimahi jadi rombongan penutup, take-off dari Bandara Madinah pukul 23.27 WAS. Lebih cepat dari jadwal. Luar biasa. Biasanya orang Indonesia dikenal karena “jam karet”, ini malah jam pesawatnya lebih gesit dari niat mantan ngajak balikan.

Tapi jangan cuma lihat dari sisi keberangkatan dan pemulangan. Mari kita ulas sisi lain dari perjalanan spiritual ini. Karena haji bukan sekadar soal naik pesawat, pakai kain ihram, atau nyetatus di medsos dengan caption “Labbaik Allahumma Labbaik” lalu nambah hastag #MabrurPlease.

Lebih dari itu, ini adalah perjalanan mengaduk-aduk batin, menggugah kesadaran, dan  kalau berhasil  bisa bikin seseorang pulang dengan paket lengkap jiwa bersih, hati bening, dan mulut lebih sedikit nyinyir.

Pulang dari Tanah Suci itu ibarat habis servis besar dalaman diganti, oli diganti, ban dicek, dan rem diperbarui. Tapi apa gunanya servis kalau mobilnya tetap ugal-ugalan di jalanan kampung?

Maka tantangan terbesar bukan saat sa’i bolak-balik Safa-Marwah. Bukan juga saat wukuf di Arafah, walau suhu panasnya bisa mengelupas niat. Tantangan sesungguhnya justru datang saat kembali ke rutinitas. Saat kaki sudah mendarat di Bandara Soetta, tapi hati masih di pinggir Kakbah.

Mereka yang pulang dari haji tidak sekadar menyandang status “Pak Haji” atau “Bu Hajjah”,  meskipun di kampung biasanya langsung diundang jadi penceramah dadakan dan diminta doa biar panen durian lancar. Tapi seharusnya pulang haji itu berarti pulang dengan perubahan. Minimal kalau dulu suka marah, sekarang belajar sabar. Kalau dulu suka hutang dan lupa bayar, sekarang jangan lupa doakan si penagih juga masuk surga.

Di tengah euforia kepulangan, ada catatan haru yang tak bisa dilupakan. Sebanyak 446 jemaah wafat di Tanah Suci mereka tidak sempat menjejak kembali Tanah Air. Tapi yakinlah, mereka pulang ke rumah yang lebih kekal. Kalau haji itu panggilan, maka pulang di sana adalah undangan istimewa dari Tuhan langsung, tanpa antrean visa.

Kita yang masih bisa pulang harus belajar dari mereka. Karena umur itu kayak sinyal WiFi di masjid kita gak tahu kapan putusnya. Maka selama masih hidup, manfaatkan waktu buat yang baik-baik. Minimal berhenti ngomentarin orang di TikTok pakai akun anonim.

Layanan untuk jemaah haji tahun ini terbilang top cer. Akomodasi, transportasi, konsumsi, bahkan bimbingan ibadah disiapkan semaksimal mungkin. Meskipun ya, selalu ada dinamika  kadang kamar sempit, AC ngadat, atau ayam gorengnya kalah renyah dari harapan.

Tapi hidup memang begitu gak semua bisa sesuai ekspektasi. Seperti jodoh, pekerjaan, dan hasil panen cabe. Yang penting niat baiknya dijaga, dan syukur tetap ditanam.

Pernah ada satu jemaah cerita waktu melempar jumrah, batu yang ia bawa malah nyasar ke sandal sendiri. Alih-alih marah, ia malah tertawa dan bilang, “Yah, ini berarti dosaku masih numpang di kaki”. Humor semacam itu justru yang bikin ibadah terasa lebih manusiawi. Tidak kaku, tidak tegang. Karena agama itu bukan buat bikin kita stres, tapi buat bikin kita waras.

Maka dari itu, mari kita rayakan kepulangan para jemaah bukan dengan pesta makan kambing semata, tapi dengan doa dan tekad agar kita semua jadi lebih baik meski belum sempat berangkat haji.

Karena sejatinya, setiap orang bisa jadi “haji” dalam kehidupannya sendiri. Haji dalam menjaga sabar. Haji dalam menolong sesama. Haji dalam membersihkan niat dan menjauhi drama.

“Kalau tubuhmu belum sampai ke Kakbah, pastikan hatimu tetap menghadap-Nya. Karena yang paling penting dari ibadah adalah niat yang lurus, hati yang bersih, dan hidup yang bermanfaat”.

Salam hangat untuk para jemaah yang baru pulang. Semoga hajimu mabrur, sikapmu makmur, dan hidupmu tidak cuma sibuk update status tapi juga upgrade akhlak. Aamiin.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ajak Pengurus KADIN Maksimal Andil Pulihkan Ekonomi Sumsel

    Ajak Pengurus KADIN Maksimal Andil Pulihkan Ekonomi Sumsel

    • calendar_month Senin, 7 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.310
    • 0Komentar

    RATUSAN pengurus dan Ketua Kamar Dagang Industri (KADIN) periode 2020-2025 dari 10 Kabupaten/Kota di Sumatera Selatan, Minggu (6/12/2020) malam secara resmi dilantik secara langsung oleh Ketua Umum KADIN Sumsel Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA di Hotel Santika Premiere Bandara Palembang. Adapun pengurus dan Ketua KADIN 10 Kabupaten/Kota periode 2020-2025 yang dilantik yakni […]

  • Partisipasi Dalam Politik Indonesia Sudah Maju, Komite Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Apresiasi Pemerintah RI atas Capaian Pemajuan Hak Perempuan

    Partisipasi Dalam Politik Indonesia Sudah Maju, Komite Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Apresiasi Pemerintah RI atas Capaian Pemajuan Hak Perempuan

    • calendar_month Sabtu, 30 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.413
    • 0Komentar

    KOMITE penghapusan segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan (Convention on Elimination of All Forms of Discrimination Against Women) atau CEDAW memberikan apresiasi atas berbagai kemajuan di Indonesia dalam agenda pemajuan hak perempuan. Apresiasi tersebut disampaikan dalam pertemuan dialog konstruktif pada 28-29 Oktober 2021 antara Pemerintah RI yang dalam hal ini diketuai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan […]

  • 6 Nama Ini Merapat ke Istana Negara, Jadi Menterikah ?

    6 Nama Ini Merapat ke Istana Negara, Jadi Menterikah ?

    • calendar_month Senin, 21 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.000
    • 0Komentar

    ADA enam orang tokoh yang dipanggik ke Istana Negara untuk menemui Presiden Joko Widodo, enam nama tersebut berpotensi untuk mengisi kabinet Jilid II Jokowi-Ma’ruf, mengutip Detik.com, Senin [21/10/2019]. Sebelum pelantikan minggu kemarin Jokowi pernah menyebutkan akan mengenalkan nama-nama pembantunya di kabinet jilid II. Terlihat enam orang tersebut kompak mengenakan pakai kameja putih, seperti Ketua Mahkamah Konstitusi […]

  • Ini Panduan Shalat Ied Agar Khusyuk dan Aman COVID-19, Silahkan Ikuti

    Ini Panduan Shalat Ied Agar Khusyuk dan Aman COVID-19, Silahkan Ikuti

    • calendar_month Rabu, 12 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 767
    • 0Komentar

    DALAM hitungan hari, kedepan, umat Muslim Indonesia segera merayakan hari kemenangan setelah berpuasa 1 bulan penuh di bulan suci Ramadhan. Namun, perlu diingat bahwa pemerintah sedang berupaya mencegah penularan selama masa peniadaan mudik, agar tidak terjadi lonjakan kasus paska lebaran. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito meminta masyarakat memperhatikan panduan penyelenggaraan shalat Idul […]

  • 200 Ton Arang Bakau Disita, Jejak Perusakan Mangrove Terbongkar

    200 Ton Arang Bakau Disita, Jejak Perusakan Mangrove Terbongkar

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 135
    • 0Komentar

    OPERASI gabungan aparat penegak hukum di perairan Selat Panjang, Kepulauan Meranti, Riau, membuka sisi gelap perdagangan arang bakau ilegal yang selama ini bergerak senyap dari pesisir Indonesia ke pasar luar negeri. Aparat berhasil menggagalkan penyelundupan sekitar 200 ton arang bakau yang diduga berasal dari penebangan ribuan pohon mangrove. Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kehutanan Wilayah Sumatera […]

  • Refleksi HUT RI ke-78, Air Bersih & Sila ke 5 [Antara Asa, Mimpi & Kenyataan] 

    Refleksi HUT RI ke-78, Air Bersih & Sila ke 5 [Antara Asa, Mimpi & Kenyataan] 

    • calendar_month Kamis, 17 Agt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.300
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, –  PAGI buta saat jarum jam menunjuk angka enam nol nol, minggu akhir pekan lalu, aku menjalankan aktivitas rutin, membersihkan tiga saringan air tradisional yang terbuat dari ember cat berukuran 1 pail. Saringan yang berisi batu koral, ijuk, koral jagung dan pasir itu fungsinya untuk menyaring air keruh berkarat dan bau menjadi jernih. Membersihkan […]

expand_less
WordPress Archive AutoPro – Car Dealer WordPress Theme Autoresq – Car Repair WordPress Theme Autorex – Car Service & Workshop WordPress Theme AutoRide – Chauffeur Limousine Booking WordPress Theme Autoser – Car Repair and Auto Service WordPress Theme AutoShow – Car Shoowroom & Dealer Elementor Template Kit AutosMart – Automotive Car Dealer WordPress Theme Autostar – Car Rental WordPress Theme AutoTrics – Car Repair & Auto Service Elementor Template Kit Autozpro – Auto Parts WooCommerce WordPress Theme