Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji & Umroh » “Hati Suci, Oleh-oleh Kurma & Janji untuk Gak Kumat Lagi”

“Hati Suci, Oleh-oleh Kurma & Janji untuk Gak Kumat Lagi”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
  • visibility 688
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALAU pulang dari pasar bawa belanjaan, pulang dari kantor bawa capek, maka pulang dari Tanah Suci mestinya bawa yang suci-suci juga, hati yang baru, niat yang segar, dan semangat hidup yang tidak hanya bergantung pada saldo rekening dan suhu kompor tetangga.

Dan begitulah, jemaah haji Indonesia gelombang II telah resmi menutup rangkaian panjang penyelenggaraan ibadah haji 1446 H. Kloter KJT28 dari Majalengka dan Cimahi jadi rombongan penutup, take-off dari Bandara Madinah pukul 23.27 WAS. Lebih cepat dari jadwal. Luar biasa. Biasanya orang Indonesia dikenal karena “jam karet”, ini malah jam pesawatnya lebih gesit dari niat mantan ngajak balikan.

Tapi jangan cuma lihat dari sisi keberangkatan dan pemulangan. Mari kita ulas sisi lain dari perjalanan spiritual ini. Karena haji bukan sekadar soal naik pesawat, pakai kain ihram, atau nyetatus di medsos dengan caption “Labbaik Allahumma Labbaik” lalu nambah hastag #MabrurPlease.

Lebih dari itu, ini adalah perjalanan mengaduk-aduk batin, menggugah kesadaran, dan  kalau berhasil  bisa bikin seseorang pulang dengan paket lengkap jiwa bersih, hati bening, dan mulut lebih sedikit nyinyir.

Pulang dari Tanah Suci itu ibarat habis servis besar dalaman diganti, oli diganti, ban dicek, dan rem diperbarui. Tapi apa gunanya servis kalau mobilnya tetap ugal-ugalan di jalanan kampung?

Maka tantangan terbesar bukan saat sa’i bolak-balik Safa-Marwah. Bukan juga saat wukuf di Arafah, walau suhu panasnya bisa mengelupas niat. Tantangan sesungguhnya justru datang saat kembali ke rutinitas. Saat kaki sudah mendarat di Bandara Soetta, tapi hati masih di pinggir Kakbah.

Mereka yang pulang dari haji tidak sekadar menyandang status “Pak Haji” atau “Bu Hajjah”,  meskipun di kampung biasanya langsung diundang jadi penceramah dadakan dan diminta doa biar panen durian lancar. Tapi seharusnya pulang haji itu berarti pulang dengan perubahan. Minimal kalau dulu suka marah, sekarang belajar sabar. Kalau dulu suka hutang dan lupa bayar, sekarang jangan lupa doakan si penagih juga masuk surga.

Di tengah euforia kepulangan, ada catatan haru yang tak bisa dilupakan. Sebanyak 446 jemaah wafat di Tanah Suci mereka tidak sempat menjejak kembali Tanah Air. Tapi yakinlah, mereka pulang ke rumah yang lebih kekal. Kalau haji itu panggilan, maka pulang di sana adalah undangan istimewa dari Tuhan langsung, tanpa antrean visa.

Kita yang masih bisa pulang harus belajar dari mereka. Karena umur itu kayak sinyal WiFi di masjid kita gak tahu kapan putusnya. Maka selama masih hidup, manfaatkan waktu buat yang baik-baik. Minimal berhenti ngomentarin orang di TikTok pakai akun anonim.

Layanan untuk jemaah haji tahun ini terbilang top cer. Akomodasi, transportasi, konsumsi, bahkan bimbingan ibadah disiapkan semaksimal mungkin. Meskipun ya, selalu ada dinamika  kadang kamar sempit, AC ngadat, atau ayam gorengnya kalah renyah dari harapan.

Tapi hidup memang begitu gak semua bisa sesuai ekspektasi. Seperti jodoh, pekerjaan, dan hasil panen cabe. Yang penting niat baiknya dijaga, dan syukur tetap ditanam.

Pernah ada satu jemaah cerita waktu melempar jumrah, batu yang ia bawa malah nyasar ke sandal sendiri. Alih-alih marah, ia malah tertawa dan bilang, “Yah, ini berarti dosaku masih numpang di kaki”. Humor semacam itu justru yang bikin ibadah terasa lebih manusiawi. Tidak kaku, tidak tegang. Karena agama itu bukan buat bikin kita stres, tapi buat bikin kita waras.

Maka dari itu, mari kita rayakan kepulangan para jemaah bukan dengan pesta makan kambing semata, tapi dengan doa dan tekad agar kita semua jadi lebih baik meski belum sempat berangkat haji.

Karena sejatinya, setiap orang bisa jadi “haji” dalam kehidupannya sendiri. Haji dalam menjaga sabar. Haji dalam menolong sesama. Haji dalam membersihkan niat dan menjauhi drama.

“Kalau tubuhmu belum sampai ke Kakbah, pastikan hatimu tetap menghadap-Nya. Karena yang paling penting dari ibadah adalah niat yang lurus, hati yang bersih, dan hidup yang bermanfaat”.

Salam hangat untuk para jemaah yang baru pulang. Semoga hajimu mabrur, sikapmu makmur, dan hidupmu tidak cuma sibuk update status tapi juga upgrade akhlak. Aamiin.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Sumsel Tawarkan Sumatera Trading House dan Sekretariat

    Gubernur Sumsel Tawarkan Sumatera Trading House dan Sekretariat

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 922
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan H. Herman Deru menawarkan Sumatera Trading House yang dapat dijadikan sebagai tempat ekspose hasil komoditi dari seluruh Provinsi yang ada di Pulau Sumatera. Selain itu Sumsel juga siap memberikan tempat Kesektariatan Gubernur se-Sumatera di Sumatera Selatan. “Ini kita berikan tidak lain sebagai salah satu  dukungan pada Pemerintah Pusat yang saat ini tengah gencar […]

  • Pakar: Mahfud bisa pulihkan citra peradilan yang tercoreng skandal MK

    Pakar: Mahfud bisa pulihkan citra peradilan yang tercoreng skandal MK

    • calendar_month Senin, 20 Nov 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 773
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pakar komunikasi politik Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing meyakini calon wakil presiden (cawapres) Mahfud MD bakal membenahi beragam persoalan di bidang hukum. Jika memenangi Pilpres 2024, Emrus percaya Ganjar Pranowo bakal sepenuhnya mengandalkan Mahfud untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan. “Ganjar punya political wil dalam bidang hukum. Saya pikir Ganjar akan […]

  • Daerah Mayoritas Masuk Zona Risiko Sedang, Berbahaya, Jangan Lengah !

    Daerah Mayoritas Masuk Zona Risiko Sedang, Berbahaya, Jangan Lengah !

    • calendar_month Rabu, 23 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 875
    • 0Komentar

    DAERAH mayoritas masuk zona risiko sedang, dan zona merah mengalami penurunan, meski demikian, daerah tak boleh lengah, karena masih sangat berbahaya. Satgas Penanganan COVID-19 meminta bukan berarti penanganan harus dikendurkan. “Berbahaya, karena apabila sedikit saja kelengahan dalam penanganan kasus pada periode libur panjang Natal dan Tahun Baru, maka terbuka kemungkinan daerah pada zona risiko sedang […]

  • Gubernur Alex Noerdin Buka WICSF 2017 Palembang

    Gubernur Alex Noerdin Buka WICSF 2017 Palembang

    • calendar_month Rabu, 27 Sep 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.097
    • 0Komentar

    Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin resmi membuka kegiatan Wonderful Indonesia Culinary and Shopping Festival (WICSF) 2017 diselenggarakan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Dewan Perwakilan Daerah Sumatera Selatan di Atrium Palembang Icon Mall, Rabu (27/9).

  • Terkait Registrasi Kartu SIM, DPR : Jangan Sampai Masyarakat Jadi Korban

    Terkait Registrasi Kartu SIM, DPR : Jangan Sampai Masyarakat Jadi Korban

    • calendar_month Kamis, 1 Mar 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.329
    • 0Komentar

    “Dari beberapa keluhan yang muncul di media sosial, terungkap bahwa para pelanggan itu mendapati Nomor Induk Kependudukan (NIK) mereka ternyata belum terdaftar.

  • Dulu Urut 3 dari Bawah, Kini Kumpulkan 22 Emas, Muba Melompat ke Posisi IV pada Ajang Peparprov III

    Dulu Urut 3 dari Bawah, Kini Kumpulkan 22 Emas, Muba Melompat ke Posisi IV pada Ajang Peparprov III

    • calendar_month Sabtu, 11 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.153
    • 0Komentar

    KABUPATEN Musi Banyausin (Muba) berhasil menduduki posisi empat klasemen akhir di Pekan Paralimpic Provinsi (Peparprov) Provinsi Sumatera Selatan III, yang digelar di OKU Raya pada tanggal 5 – 13 Desember 2021. Hal ini berdasarkan rilis panitia Peparprov Sumsel III, Kontingen Peparprov Muba berhasil mengumpulkan 22 emas, 28 perak dan 16 medali perunggu. Dengan hasil tersebut […]

expand_less
WordPress Archive AutoPro – Car Dealer WordPress Theme Autoresq – Car Repair WordPress Theme Autorex – Car Service & Workshop WordPress Theme AutoRide – Chauffeur Limousine Booking WordPress Theme Autoser – Car Repair and Auto Service WordPress Theme AutoShow – Car Shoowroom & Dealer Elementor Template Kit AutosMart – Automotive Car Dealer WordPress Theme Autostar – Car Rental WordPress Theme AutoTrics – Car Repair & Auto Service Elementor Template Kit Autozpro – Auto Parts WooCommerce WordPress Theme