Jumat, 21 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemprov Sumsel » Sumsel Bikin Lansia Tersenyum Asli : “Yang Tua Jangan Ditinggal, Mereka Dulu yang Ngajar Kita Jalan”

Sumsel Bikin Lansia Tersenyum Asli : “Yang Tua Jangan Ditinggal, Mereka Dulu yang Ngajar Kita Jalan”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 13 Jun 2025
  • visibility 966
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Kalau ada yang bilang tua itu kutukan, berarti dia belum pernah lihat bagaimana lansia di Sumatera Selatan diajak tertawa bareng sambil fisioterapi dan perekaman KTP. Ya, tanggal 12 Juni 2025 lalu, ada acara Kampanye dan Bakti Sosial Lanjut Usia Nasional ke-29  digelar meriah di Sentra Budi Perkasa, Jl. Sosial KM 5 Palembang. Tapi tenang, ini bukan sekadar seremoni peluk-cium lalu pulang makan tumpeng, karena acara betul-betul menyentuh uban dan tulang ekor.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel, Drs. H. Edward Candra, datang bukan sekadar bawa sambutan manis, tapi juga membawa semangat bahwa rambut putih jangan cuma dihargai saat foto keluarga, tapi juga disayang negara. “Ini bukan cuma seremoni, ini bukti cinta,” katanya, dengan nada yang seperti ingin memeluk seluruh oma-opa se-Sumsel.

Bisa dibilang, acara ini seperti reuni akbar para pejuang hidup yang kini rambutnya putih, lututnya agak ngilu, tapi semangatnya tetap nyala. Ada donor darah, pemeriksaan kesehatan, fisioterapi, bahkan sampai perekaman akta kematian yang ini agak serem tapi penting. Negara memang harus berpikir panjang, bukan cuma saat bikin spanduk ucapan Hari Lansia, tapi juga saat oma butuh kursi roda dan opa butuh tempat curhat yang bukan cuma dinding dapur.

Plt. Kepala Dinas Sosial Sumsel, Hj. Neng Muhaiba, MM, bilang bahwa semua ini dilakukan dalam semangat “Lansia Bahagia, Indonesia Sejahtera”. Dan benar saja, wajah-wajah lansia yang datang tampak sumringah, apalagi saat sembako dibagikan. Jangan salah, satu paket sembako kadang bisa lebih membahagiakan daripada ajakan liburan ke Pagar Alam karena kebutuhan perut nggak bisa ditunda kayak janji caleg.

Lansia itu ibarat akar pohon tua. Mereka diam, tapi menopang banyak. Kalau akar dicuekin, pohon bisa tumbang, daun-daun (alias anak muda) bisa ngambang ke mana-mana. Acara seperti ini ibarat menyirami akar supaya meski tak berbuah lagi, tapi tetap jadi peneduh bangsa.

Bandingkan saja dengan Jepang, negara yang lansianya diajak kerja paruh waktu merangkai bunga atau jadi petugas taman baca. Atau Finlandia, di mana oma-opa diajari coding dasar supaya bisa nonton YouTube tanpa salah pencet. Di Jogja sendiri, komunitas “Lansia Menari” rutin manggung tiap Sabtu sore di alun-alun. Di Bandung, ada program “Taman Lansia” tempat kakek-nenek bisa pacaran halal sambil senam jari.

Nah, di Sumsel? Masih on progress, tapi sudah mulai ke arah sana. Sekda bahkan bilang, akan ada program kreatif dan kewirausahaan buat lansia. Siapa tahu nanti ada Opa-Opanpreneurship jualan keripik digital lewat TikTok. Atau Nenekpreneur yang bisa buka jasa storytelling dongeng zaman penjajahan pakai live streaming.

Edward Candra menutup acara dengan kalimat yang layak dijadikan status WhatsApp. “Semoga para lansia kita senantiasa bahagia, sehat, dan terus bisa berkontribusi dalam pembangunan masyarakat”.

Artinya, jangan remehkan opa-oma atau nenek yang nyapu halaman atau kakek yang suka nonton berita. Mereka mungkin tak bersuara lantang di parlemen, tapi doa dan petuah mereka adalah fondasi dari rumah tangga bangsa.

Jangan sampai acara seperti ini cuma jadi tahunan seperti kue lapis waktu lebaran muncul lalu lenyap. Semangat membahagiakan lansia harus jadi rutinitas, kayak minum jamu atau update status Facebook.

Negeri yang besar bukan diukur dari gedung pencakar langit atau jalan tol yang mulus, tapi dari seberapa tulus ia memeluk orang-orang tuanya yang sudah sepuh kalau anak muda adalah harapan bangsa, maka lansia adalah doanya dan negara yang kuat adalah negara yang ingat siapa yang dulu menyuapi dan meninabobokan cita-cita.

Negara yang kuat bukan cuma punya jalan tol panjang dan gedung tinggi menjulang. Tapi negara yang tahu caranya memuliakan oma-opa, para sesepuh yang rambutnya sudah seperti kapas tapi hatinya tetap sekeras batu bara Lahat karena sejatinya, kemajuan itu bukan cuma soal siapa yang paling cepat lari, tapi siapa yang tak lupa menuntun yang sudah lebih dulu jalan.

Sumsel sudah melangkah, meski belum sempurna. Acara seperti Kampanye dan Bakti Sosial Lansia ini adalah contoh bahwa pemerintah tak cuma bisa bicara di podium, tapi juga bisa menyingsingkan lengan baju untuk membagikan alat bantu dengar dan sekotak sembako.

Dan kalau boleh sedikit berandai-andai andaikan seluruh kabupaten di Indonesia bikin program rutin buat oma -opa mungkin kita tak butuh terlalu banyak motivator di YouTube, karena petuah dari orang tua itu ibarat kopi tubruk kadang pahit, tapi menyadarkan.

Jadi, mari kita rawat oma-opa,  seperti kita merawat warisan pusaka. Jangan biarkan mereka hanya jadi foto di dinding ruang tamu sambil kita sibuk nonton sinetron atau scroll TikTok. Ingat, sebelum kita bisa baca alfabet, mereka sudah ngajarin kita baca kehidupan, karena kalau oma-opa saja sudah tak kita dengar suaranya, maka siapa lagi yang akan mengingatkan kita bahwa hidup ini bukan lomba lari, tapi estafet nilai?.[***].

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bank Sumsel Babel Salurkan  Bantuan CSR 1.000 Paket Sembako Untuk  Masyarakat Penghasilan Tidak Tetap   
    CSR

    Bank Sumsel Babel Salurkan Bantuan CSR 1.000 Paket Sembako Untuk Masyarakat Penghasilan Tidak Tetap  

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.022
    • 0Komentar

     PT Bank Sumsel Babel [BSB] menyalurkan bantuan 1.000 paket sembako untuk masyarakat yang berpenghasilan tidak tetap melalui Corporate Social Responsibility/CSR.   BANTUAN untuk masyarakat tersebut diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Sumsel diberikan langsung Direktur Utama Bank Sumsel Babel, Achmad Syamsudin kepada Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru, secara simbolis kepada 10 orang masyarakat yang berhak menerimanya. […]

  • Ayo… Sumsel Dukung  Bella di Kontes Dangdut Indonesia (KDI) 2019

    Ayo… Sumsel Dukung  Bella di Kontes Dangdut Indonesia (KDI) 2019

    • calendar_month Senin, 15 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.097
    • 0Komentar

    WAKIL Gubernur Sumatera Selatan H. Mawardi Yahya mengajak warga Sumsel di 17 Kabupaten/kota untuk mendukung Bella Syafitri pada ajang Kontes Dangdut Indonesia (KDI) Perwakilan Sumatera Selatan dalam kontestan 20 besar. Harapan tersebut diungkapkan  Wakil Gubernur Sumsel, Mawardi Yahya ketika menerima audensi Bella Syafitri Hidayati didampingi kedua orang tuanya untuk meminta support dan doa restu dari […]

  • Ada ‘Gembok Cinta’ Dipasang di Jembatan Selfi Sungai Bendung

    Ada ‘Gembok Cinta’ Dipasang di Jembatan Selfi Sungai Bendung

    • calendar_month Selasa, 25 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.410
    • 0Komentar

    WALIKOTA Palembang H. Harnojoyo memasang ‘Gembok Cinta’ di Jembatan Selfi Sungai Bendung di Jalan Veteran, Kelurahan 9 Ilir. “Gembok Cinta artinya, sebagai pelambang cinta terhadap kebersihan sungai,”kata Walkot saat meresmikan Jembatan tersebut, kemarin. Pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari program BRI Peduli Konservasi Sungai Bendung. Ini merupakan rangkaian peringatan HUT ke-100 Bank Rakyat Indonesia. Ia […]

  • Terkait Ini, BPPD Kota Palembang Ogah Kasih Toleransi, Nah Bawa KPK Lagi

    Terkait Ini, BPPD Kota Palembang Ogah Kasih Toleransi, Nah Bawa KPK Lagi

    • calendar_month Selasa, 16 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 831
    • 0Komentar

    BADAN Pengelolaan Pajak Daerah (BPPD) Kota Palembang tidak akan lagi memberikan toleransi bagi wajib pajak, khususnya restoran yang menolak program pemerintah terkait pemasangan serta penggunaan e-tax dalam setiap transaksinya. Bahkan, dalam waktu dekat BPPD bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), akan melakukan penyegelan terhadap restoran pempek yang tidak mengubris Surat Peringatan baik Surat Peringatan (SP) yang […]

  • Lapter Sekayu Pamer Diri, Tinggal Tunggu Mahar dari Rumania?

    Lapter Sekayu Pamer Diri, Tinggal Tunggu Mahar dari Rumania?

    • calendar_month Jumat, 13 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 731
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Kalau ada yang bilang “rezeki itu kadang turun dari langit”, maka Lapter Pangeran Abdul Hamid Sekayu sepertinya mulai kebagian langit cerah. Hari itu, tamu jauh dari negeri “Dracula”, eh maksudnya dari Rumania, datang berkunjung, bukan untuk wisata horror, tapi meninjau lapter alias landasan pacu yang selama ini lebih banyak jadi tempat latihan burung […]

  • Prokes Ketat, Syarat Pembelajaran Tatap Muka

    Prokes Ketat, Syarat Pembelajaran Tatap Muka

    • calendar_month Kamis, 23 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 729
    • 0Komentar

    PENGELOLA pesantren menerapkan protokol kesehatan dengan penyediaan sarana seperti tempat cuci tangan, ruang isolasi mandiri, dan larangan keluarga santri menjenguk selama PPKM. Seiring dengan meredanya laju kasus terkonfirmasi Covid-19 dalam sebulan terakhir, pemerintah mulai menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sekolah dan lembaga pendidikan keagamaan. Tak terkecuali PTM terbatas juga dilaksanakan di beberapa madrasah, […]

expand_less
WordPress Archive Around – Multipurpose Business WordPress Theme Arran – Personal Portfolio Elementor Template Kit Array Themes Atomic WordPress Theme Array Themes Baseline WordPress Theme Array Themes Camera WordPress Theme Array Themes Candid WordPress Theme Array Themes Checkout WordPress Theme Array Themes Editor WordPress Theme Array Themes Fixed WordPress Theme Array Themes Latest WordPress Theme