Selasa, 29 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemprov Sumsel » Tos Dulu, Baru Rawat Jalan, RSUD Siti Fatimah & Mimpi Wisata Sembuh

Tos Dulu, Baru Rawat Jalan, RSUD Siti Fatimah & Mimpi Wisata Sembuh

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 27 Jun 2025
  • visibility 845
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALAU rumah sakit bisa ikut main TikTok, mungkin RSUD Siti Fatimah sudah bikin konten duet dengan Gubernur video tos bareng maskot Sifa sambil iringan lagu “Heal The World”. Tapi sayangnya, rumah sakit bukan akun receh, ia adalah tempat serius yang  kata orang kampung saya  bisa bikin orang antara sembuh atau makin kepikiran cicilan kalau lihat biaya.

Di usia tujuh tahun, RSUD Siti Fatimah sebetulnya udah seperti anak kelas 2 SD, sudah bisa baca, sudah bisa nulis, dan harusnya sudah tahu cara senyum meski ulangan dapat nilai enam.  Wajar kalau Gubernur Sumsel Herman Deru/HD bilang, rumah sakit ini jangan sekadar berdiri tegap penuh penghargaan, tapi juga melayani dengan sepenuh hati, bukan sepenuh shift.

HD, dalam pidato yang cukup berapi-api tapi tetap bernapas, bilang bahwa RSUD Siti Fatimah ini punya unggulan pelayanan jantung. Bagus, artinya rumah sakit ini punya “denyut nadi” pembangunan kesehatan Sumsel. Namun  jantung bukan cuma soal organ. Pasien juga butuh “disambut pakai hati, bukan hanya ditimbang pakai tensimeter”.

Lha, percuma ruangan steril, tapi kalau muka petugas steril juga dari senyum, ini top, artinya harus jadi pelayanan plus-plus..

Tambahnya sangat penting, karena di beberapa tempat di dunia  sebut saja Thailand  orang berobat sambil liburan. Wisata medis, masuk rumah sakit di sana, aromanya lemon, bukan obat luka. Disambut perawat yang senyum bukan karena disuruh, tapi karena sudah dilatih dan digaji pantas. Kita? Kadang baru masuk IGD saja sudah disuruh isi formulir 8 lembar, belum juga pingsan sudah stres.

Kita memang harus jujur, masih banyak warga Sumsel yang, kalau ada duit lebih, ngacir ke Penang, ke Johor, atau minimal ke Sleman buat berobat, kan RS Fatimah yang sudah berkualitas.. Mereka bilang pelayanan di sana lebih cepat, ramah, dan tidak ada petugas yang jawab dengan “Nanti ya Bu, tunggu dulu”. Meski tak semua begitu, tapi anggapan itu tetap jadi tantangan.

Sleman, misalnya, punya RSUP Sardjito yang jadi rujukan nasional. Petugasnya dikenal telaten dan fasilitasnya lengkap. Bahkan beberapa rumah sakit swasta di Jogja punya standar kamar rawat inap lebih mirip hotel daripada RS, kalau RSUD Siti Fatimah bisa meniru manajemen seperti itu,  sambil tetap pakai batik khas Sumsel dan sambal tempoyak di kantin,  siapa tahu Penang bisa kalah dalam 10 tahun.

Tahun ini, RSUD Siti Fatimah meluncurkan banyak inovasi dari home care, kemoterapi, kelas rawat inap standar, sampai rontgen panoramic. Yang terakhir ini bikin orang awam sempat bingung, “Ini mau rontgen apa foto pemandangan?”. Tapi oke lah, yang penting niatnya baik.

Tapi perlu diingat, jangan sampai rumah sakit ini kebanyakan launching tapi lupa ngelatih ulang petugas satpam dan bagian pendaftaran, karena pasien pertama kali bertemu mereka, bukan dokter. Dan pengalaman pertama itu, kata pepatah patah hati, sering menentukan luka kedua.

Rumah sakit itu, kalau boleh saya pinjam istilah dari dunia dagang, kayak warung teh botol. Mau teh-nya seenak apapun, kalau gelasnya kotor dan pembelinya dijutekin, ya orang pindah ke warung sebelah.

RSUD Siti Fatimah sudah punya banyak modal, gedung modern, layanan jantung unggulan, bahkan maskot yang bisa diajak tos bareng pejabat. Tinggal satu yang tak boleh hilang kesadaran bahwa rumah sakit adalah rumah  bukan pabrik pasien. Di sana orang datang dengan harapan, bukan hanya kartu identitas.

Ayo, dorong RSUD Siti Fatimah jadi rumah sakit yang bukan cuma bisa launching, tapi juga bisa meladeni, bukan cuma bisa tos, tapi juga bisa tepa salira, karena tidak semua pasien datang dengan dompet tebal, tapi semua datang dengan nyawa yang ingin ditolong.

Kalau targetnya mau jadi pusat health tourism Sumsel, ya ayo kita bikin rumah sakit ini ramah seperti resepsionis hotel, bersih seperti tempat les anak sultan, dan wangi seperti cucian yang direndam pewangi Korea.

Karena orang sakit itu sensitif, salah sapa bisa bikin darah naik, tapi disapa dengan senyum  walau resepnya mahal,  bisa bikin tenang kayak habis minum es tebu habis jalan kaki dua kilometer.

Jadi, RSUD Siti Fatimah teruslah berkembang, tos boleh, tapi jangan lupa, yang paling utama bukan maskot lucu… tapi muka petugas yang nggak kayak abis ditilang.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sempat Viral di Medsos Bikin LPKBP OKI Pertanyakan Kinerja BPBD

    Sempat Viral di Medsos Bikin LPKBP OKI Pertanyakan Kinerja BPBD

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.541
    • 0Komentar

    SEBUAH ungkapan kekecewaan dan kekesalan salah satu warga terhadap kinerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) membuat LPKBP OKI Pertanyakan kinerja BPBD OKI. Kekecewaan dan kekesalan itu diungkap dalam siaran langsung akun Facebook Ata Idham Syarief, Ahad (5/7/2020), yang sebelumnya menceritakan peristiwa tenggelamnya seorang bocah usia 9 tahun di Sungai Komering […]

  • Nataru, Kilang Beroperasi Normal, Pertamina Jamin Pasokan BBM & LPG ke Masyarakat Aman

    Nataru, Kilang Beroperasi Normal, Pertamina Jamin Pasokan BBM & LPG ke Masyarakat Aman

    • calendar_month Sabtu, 25 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 960
    • 0Komentar

     PERTAMINA melalui Subholding Refining & Petrochemical, PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) yang mengelola seluruh kilang migas di Indonesia menjamin kilang tetap beroperasi normal dan tetap memproduksi produk olahan kilang yang dibutuhkan masyarakat. Pertamina juga memastikan fasilitas operasi di seluruh kilang Pertamina terjaga keandalannya. Saat ini terdapat 6 Refinery Unit (RU) di Indonesia  yang berperan […]

  • Net1 Indonesia Gelar Aktivitas Digital #MauAda4Gdimana

    Net1 Indonesia Gelar Aktivitas Digital #MauAda4Gdimana

    • calendar_month Jumat, 18 Mei 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.275
    • 0Komentar

    Uniknya, kompetisi ini mengajak masyarakat untuk berperan aktif agar sebuah lokasi bisa memperoleh akses data broadband yang akan diwujudkan oleh Net1 Indonesia.

  • Gula Langka Di Pasaran, Pemkot Lakukan Operasi Pasar

    Gula Langka Di Pasaran, Pemkot Lakukan Operasi Pasar

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 1.235
    • 0Komentar

    MENYIKAPI banyaknya aduan dari masyarakat yang masuk ke Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang terkait kelangkaan gula di pasaran. Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang menggelar Rapat bersama Produsen Sembako dan Instansi terkait dalam Rangka Menjaga Stabilitas Harga Pangan / Sembako di Pasar Kota Palembang, Selasa (11/3/2020). Dalam rapat tersebut, Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda mengatakan, adanya kelangkaan gula […]

  • Tanam Bibit Pohon Ketapang di Pesisir ‘Bumi Minangkabau’, Doni : “Titip ini ya, Pak,”

    Tanam Bibit Pohon Ketapang di Pesisir ‘Bumi Minangkabau’, Doni : “Titip ini ya, Pak,”

    • calendar_month Rabu, 14 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.071
    • 0Komentar

    KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr.(H.C.) Doni Monardo hadir di Pantai Kata, Desa Taluk, Kota Pariaman, Sumatera Barat, saat senja tiba sebelum berbuka puasa pada Rabu (14/4/2021). Kehadirannya itu tentu bukan untuk sekadar ngabuburit sembari menikmati pesona terbenamnya matahari di Samudera Hindia. Doni secara khusus datang ke wilayah pesisir ‘Bumi Minangkabau’ itu tak lain untuk […]

  • Pemprov Jamin Minyak Tercukupi, Gubernur Himbau Masyarakat Tidak Khawatir Akan Kelangkaan Minyak Goreng

    Pemprov Jamin Minyak Tercukupi, Gubernur Himbau Masyarakat Tidak Khawatir Akan Kelangkaan Minyak Goreng

    • calendar_month Jumat, 25 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 692
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan H. Herman Deru (HD) menghimbau kepada masyarakat Sumsel untuk tidak khawatir terhadap informasi tentang kelangkaan minyak goreng yang sedang beredar dimasyarakat saat ini. Menurutnya, Pemerintah Provinsi Sumsel melalui Dinas Perdagangan akan menjamin ketersediaan bahan pokok tersebut karena Sumsel sendiri merupakan salah satu daerah yang memiliki perkebunan kelapa sawit terbesar di Indonesia. “Masyarakat […]

expand_less
WordPress Archive Petro – Industrial Company WordPress Theme Pets Land | Domestic Animals Shop & Veterinary WP Petshop Storefront WooCommerce Theme Petto – Vetenary Pet Clinic Template Kit Petxon – Pet Care & Pet Shop WordPress Theme Petz – Pet Care & Veterinary Theme Petzen – Pet Care Shop WordPress Theme Petzy – Pet Care & Veterinary Elementor Template Kit Phami – Medical & Health WooCommerce WordPress Theme PharmaBee – Pharmacy & Drug Store Website Elementor Template Kit