Senin, 19 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemprov Sumsel » Tos Dulu, Baru Rawat Jalan, RSUD Siti Fatimah & Mimpi Wisata Sembuh

Tos Dulu, Baru Rawat Jalan, RSUD Siti Fatimah & Mimpi Wisata Sembuh

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 27 Jun 2025
  • visibility 885
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALAU rumah sakit bisa ikut main TikTok, mungkin RSUD Siti Fatimah sudah bikin konten duet dengan Gubernur video tos bareng maskot Sifa sambil iringan lagu “Heal The World”. Tapi sayangnya, rumah sakit bukan akun receh, ia adalah tempat serius yang  kata orang kampung saya  bisa bikin orang antara sembuh atau makin kepikiran cicilan kalau lihat biaya.

Di usia tujuh tahun, RSUD Siti Fatimah sebetulnya udah seperti anak kelas 2 SD, sudah bisa baca, sudah bisa nulis, dan harusnya sudah tahu cara senyum meski ulangan dapat nilai enam.  Wajar kalau Gubernur Sumsel Herman Deru/HD bilang, rumah sakit ini jangan sekadar berdiri tegap penuh penghargaan, tapi juga melayani dengan sepenuh hati, bukan sepenuh shift.

HD, dalam pidato yang cukup berapi-api tapi tetap bernapas, bilang bahwa RSUD Siti Fatimah ini punya unggulan pelayanan jantung. Bagus, artinya rumah sakit ini punya “denyut nadi” pembangunan kesehatan Sumsel. Namun  jantung bukan cuma soal organ. Pasien juga butuh “disambut pakai hati, bukan hanya ditimbang pakai tensimeter”.

Lha, percuma ruangan steril, tapi kalau muka petugas steril juga dari senyum, ini top, artinya harus jadi pelayanan plus-plus..

Tambahnya sangat penting, karena di beberapa tempat di dunia  sebut saja Thailand  orang berobat sambil liburan. Wisata medis, masuk rumah sakit di sana, aromanya lemon, bukan obat luka. Disambut perawat yang senyum bukan karena disuruh, tapi karena sudah dilatih dan digaji pantas. Kita? Kadang baru masuk IGD saja sudah disuruh isi formulir 8 lembar, belum juga pingsan sudah stres.

Kita memang harus jujur, masih banyak warga Sumsel yang, kalau ada duit lebih, ngacir ke Penang, ke Johor, atau minimal ke Sleman buat berobat, kan RS Fatimah yang sudah berkualitas.. Mereka bilang pelayanan di sana lebih cepat, ramah, dan tidak ada petugas yang jawab dengan “Nanti ya Bu, tunggu dulu”. Meski tak semua begitu, tapi anggapan itu tetap jadi tantangan.

Sleman, misalnya, punya RSUP Sardjito yang jadi rujukan nasional. Petugasnya dikenal telaten dan fasilitasnya lengkap. Bahkan beberapa rumah sakit swasta di Jogja punya standar kamar rawat inap lebih mirip hotel daripada RS, kalau RSUD Siti Fatimah bisa meniru manajemen seperti itu,  sambil tetap pakai batik khas Sumsel dan sambal tempoyak di kantin,  siapa tahu Penang bisa kalah dalam 10 tahun.

Tahun ini, RSUD Siti Fatimah meluncurkan banyak inovasi dari home care, kemoterapi, kelas rawat inap standar, sampai rontgen panoramic. Yang terakhir ini bikin orang awam sempat bingung, “Ini mau rontgen apa foto pemandangan?”. Tapi oke lah, yang penting niatnya baik.

Tapi perlu diingat, jangan sampai rumah sakit ini kebanyakan launching tapi lupa ngelatih ulang petugas satpam dan bagian pendaftaran, karena pasien pertama kali bertemu mereka, bukan dokter. Dan pengalaman pertama itu, kata pepatah patah hati, sering menentukan luka kedua.

Rumah sakit itu, kalau boleh saya pinjam istilah dari dunia dagang, kayak warung teh botol. Mau teh-nya seenak apapun, kalau gelasnya kotor dan pembelinya dijutekin, ya orang pindah ke warung sebelah.

RSUD Siti Fatimah sudah punya banyak modal, gedung modern, layanan jantung unggulan, bahkan maskot yang bisa diajak tos bareng pejabat. Tinggal satu yang tak boleh hilang kesadaran bahwa rumah sakit adalah rumah  bukan pabrik pasien. Di sana orang datang dengan harapan, bukan hanya kartu identitas.

Ayo, dorong RSUD Siti Fatimah jadi rumah sakit yang bukan cuma bisa launching, tapi juga bisa meladeni, bukan cuma bisa tos, tapi juga bisa tepa salira, karena tidak semua pasien datang dengan dompet tebal, tapi semua datang dengan nyawa yang ingin ditolong.

Kalau targetnya mau jadi pusat health tourism Sumsel, ya ayo kita bikin rumah sakit ini ramah seperti resepsionis hotel, bersih seperti tempat les anak sultan, dan wangi seperti cucian yang direndam pewangi Korea.

Karena orang sakit itu sensitif, salah sapa bisa bikin darah naik, tapi disapa dengan senyum  walau resepnya mahal,  bisa bikin tenang kayak habis minum es tebu habis jalan kaki dua kilometer.

Jadi, RSUD Siti Fatimah teruslah berkembang, tos boleh, tapi jangan lupa, yang paling utama bukan maskot lucu… tapi muka petugas yang nggak kayak abis ditilang.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Samsung Galaxy A14, ponsel upper entry yang menetapkan standar hape dua jutaan

    Samsung Galaxy A14, ponsel upper entry yang menetapkan standar hape dua jutaan

    • calendar_month Kamis, 9 Mar 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 456
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, – Samsung Electronics Indonesia memperkenalkan hape Galaxy A14, ponsel upper entry yang menetapkan standar hape dua jutaan dengan baterai jumbo 5.000mAh yang awet untuk penggunaan hingga dua hari, dan triple camera 50MP dan selfie cam 13MP untuk kemudahan membuat konten-konten awesome di media sosial. Galaxy A14 juga dilengkapi RAM hingga 6GB dan RAM Plus hingga 6GB untuk performa anti-lemot, dan layar […]

  • Gigit Jari, Bedu Salah Paham sampai Jempol Sendiri Jadi Korban

    Gigit Jari, Bedu Salah Paham sampai Jempol Sendiri Jadi Korban

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 44
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Pernah mendengar ungkapan “gigit jari” dan mengira seseorang benar-benar menggigit jarinya? Jangan sampai seperti Bedu. Gara-gara salah memahami makna ungkapan tersebut, ia malah benar-benar menggigit jempol sendiri setelah gagal mendapatkan hadiah yang diidam-idamkannya. Di Balai Desa Kampung Manggu masih ramai ketika pengumuman pemenang undian kuis dibacakan. Begitu nomor pemenang disebutkan, warga langsung bersorak. Bedu […]

  • Butuh 11 Juta Rumah, Saat Ini Antrean Masih Cukup Panjang

    Butuh 11 Juta Rumah, Saat Ini Antrean Masih Cukup Panjang

    • calendar_month Selasa, 22 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.401
    • 0Komentar

    BAGI orang kebanyakan, mendapatkan rumah itu tidak mudah. Jadi tak heran bila antrean orang untuk mendapat hunian yang layak huni di Indonesia sangat panjang. Hal ini bila setiap satu keluarga perlu satu unit hunian, menurut catatan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Indonesia masih memerlukan 11 juta unit hunian baru. Antrean itu yang disebut […]

  • Posyandu Naik Kelas, Tapi Apakah Cukup untuk Menang Melawan Stunting?

    Posyandu Naik Kelas, Tapi Apakah Cukup untuk Menang Melawan Stunting?

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 91
    • 0Komentar

    PERINGATAN Hari Posyandu Nasional 2026 di Palembang, pemerintah kota kembali menegaskan peran Posyandu sebagai ujung tombak layanan kesehatan masyarakat. Di Posyandu Lavender, Kecamatan Sematang Borang, Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Palembang, Dewi Sastrani, menekankan Posyandu kini bergerak melampaui fungsi tradisionalnya. Ia menyebutkan Posyandu tidak lagi hanya melayani penimbangan balita, tetapi juga menggerakkan layanan terpadu berbasis […]

  • Kementerian ESDM Borong 5 Penghargaan Prestisius di PR Indonesia Awards 2021

    Kementerian ESDM Borong 5 Penghargaan Prestisius di PR Indonesia Awards 2021

    • calendar_month Rabu, 31 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 4.605
    • 0Komentar

    Prestasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam kinerja komunikasi dan pengelolaan layanan publik mendapat apresiasi tinggi dari para juri di ajang kompetisi bergengsi Public Relations Indonesia Awards (PRIA) 2021. Pada ajang prestisius tersebut, Kementerian ESDM mendapatkan 5 penghargaan sekaligus di berbagai kategori. Kelima penghargaan yang diterima Kementerian ESDM pada kategori Kementerian/Lembaga meliputi: 1.Departemen […]

  • UKM, Harley & Aftermarket Otomotif, Bengkel Pinggir Jalan ke Jalan Raya Dunia

    UKM, Harley & Aftermarket Otomotif, Bengkel Pinggir Jalan ke Jalan Raya Dunia

    • calendar_month Minggu, 24 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 850
    • 0Komentar

    BICARA soal ekonomi kreatif otomotif, orang sering bayangannya langsung ke pabrik gede, mesin berisik, dan bos berkacamata tebal yang sibuk menghitung laba. Padahal, dunia otomotif itu nggak sesempit ban sepeda motor Supra 125. Ada sektor lain yang justru jadi ladang basah aftermarket otomotif. Aftermarket ini bukan pasar kaget atau lapak yang jual barang obralan bekas. […]

expand_less
WordPress Archive Petro – Industrial Company WordPress Theme Pets Land | Domestic Animals Shop & Veterinary WP Petshop Storefront WooCommerce Theme Petto – Vetenary Pet Clinic Template Kit Petxon – Pet Care & Pet Shop WordPress Theme Petz – Pet Care & Veterinary Theme Petzen – Pet Care Shop WordPress Theme Petzy – Pet Care & Veterinary Elementor Template Kit Phami – Medical & Health WooCommerce WordPress Theme PharmaBee – Pharmacy & Drug Store Website Elementor Template Kit