Sabtu, 10 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tekno » Data Tunggal, Perut Kenyang, Kolesterol Aman – Cita-Cita Negara Sejahtera

Data Tunggal, Perut Kenyang, Kolesterol Aman – Cita-Cita Negara Sejahtera

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
  • visibility 2.561
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ADA yang lucu, tapi serius di negeri ini, apa itu? jawabnya datanya makin canggih, dan makin banyak orang takut timbangan, tapi tenang aja, masalah itu, bukan karena berat badan, melainkan beratnya tanggung jawab negara memastikan semua rakyat kebagian rezeki dengan adil. Dan tahun ini, Presiden Prabowo Subianto bilang, urusan data sosial ekonomi kita udah nggak bisa main-main lagi.

Namanya Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) semacam “KTP-nya data kemiskinan”. Maksudnya satu orang, satu identitas, satu data, biar bantuan nggak lagi nyasar kayak sandal waktu salat Id. Bahkan Presiden bangga, menterinya sumringah, rakyat? Ya…., mereka paling cepat tahu kalau bantuan salah sasaran karena gosip lebih cepat dari Wi-Fi.

Akan tetapi jika dipikir-pikir, ide ini keren juga, sebab dulu data itu seperti mie goreng dimakan tengah malam, diacak-acak banyak tangan, nggak tahu siapa yang masak duluan, sekarang semuanya harus lewat satu dapur. Artinya, kalau nanti masih ada warga kaya yang nerima beras miskin, ya ketahuan siapa yang ngasih sendoknya, transparan, kan bro!.

Nah, setelah urusan data rapi, negara lanjut urus isi piring rakyat lewat program Makan Bergizi Gratis (MBG), di atas kertas, ini proyek ambisius banget karena 36,7 juta penerima manfaat cuma dalam setahun. Angkanya bikin pusing kalau dikonversi ke bungkus nasi, itu bisa nutup jalan tol dari Medan sampai Surabaya.

Tapi, Presiden ngasih wejangan “Ojo ngoyo”, jangan kejar angka, kejarlah kualitas, sebab ini peringatan yang menyejukkan, tapi juga menampar lembut, sering kali di negeri kita, laporan lebih cepat selesai ketimbang dapur yang baru nyala kompornya.

Yang menariknya, Prabowo juga nyentil soal standar kebersihan dan pengawasan, bukan cuma soal gizi, tapi soal disiplin, karena jangan sampai niat kasih makan sehat malah bikin perut mules berjamaah. Makanya beliau minta alat terbaik, sistem terbaik, dan niat terbaik. Kalau tiga itu nyatu, program ini bisa jadi resep kemanusiaan yang gurih tanpa micin.

Sekarang geser dikit ke program lain yang juga unik Cek Kesehatan Gratis (CKG), slogannya sederhana tapi nempel “Hadiah ulang tahun dari negara, kesehatanmu sendiri”
Lucu tapi jenius, karena siapa sih yang kepikiran, pas ulang tahun malah disuruh ngecek tensi? Tapi justru di situ esensinya biar kita tahu kondisi badan sebelum tahu jumlah ucapan di grup WhatsApp.

Sampai Oktober 2025 disebutkan 43 juta orang udah manfaatin program ini. Angka itu kayak jumlah undangan mantan kalau mereka semua datang pas reuni. Tapi di balik data itu, ada semangat mulia, yaitu  pencegahan lebih murah dari pengobatan. Negara pengin rakyatnya nggak cuma panjang umur, tapi juga panjang akal buat jaga diri.

Bayangin suasana Puskesmas tiap pagi, ada yang datang bawa KTP sambil tersenyum, “Bu, saya ulang tahun hari ini, tolong dicek kolesterolnya”. Ada juga yang ngeluh, “Saya ulang tahun kemarin, boleh mundur sehari nggak?”. Nah, beginilah khas Indonesia, aturan bisa lentur kalau dibumbui senyum. Tapi yang penting, rakyatnya mulai peduli sama kesehatan sendiri. Itu nilai plus yang nggak bisa dihitung pakai kalkulator APBN.

Awasi

Kalau ditarik benang merahnya, tiga program ini, yaitu soal data tunggal, makan bergizi, dan cek kesehatan gratis, ibarat segitiga emas kesejahteraan. Satu urus otak, satu urus perut, satu urus jantung. Negara yang sehat harus punya tiga itu, sistem, pangan, dan kesadaran diri.

Masalahnya tinggal satu manusia di dalam sistemnya, karena sehebat apapun mesin digital dan prosedur tetap, kalau operatornya masih hobi “tambah nama saudara biar kebagian jatah”, ya tetap aja error. Jadi, kata merdeka itu nggak cuma buat bangsa, tapi juga buat niat, merdeka dari akal licik dan niat nyelip.

Presiden udah bilang, jangan ngoyo, tapi jangan juga males.
Program hebat itu ibarat sayur asem, karena kalau bumbunya pas, semua elemen terasa. Tapi kalau kebanyakan asam (alias target ambisius), yang makan bisa manyun.

Jadi, tugas rakyat sekarang bukan cuma tepuk tangan, tapi juga ngawasi dengan kepala dingin, karena demokrasi sejati bukan cuma di bilik suara, tapi juga di dapur umum dan Puskesmas. Setiap laporan warga, setiap kritik, itu vitamin buat pemerintahan. Dan vitamin, seperti kita tahu, kadang pahit tapi perlu.

Ada pepatah mengatakan “Data boleh tunggal, tapi kerja harus berjemaah”, karena satu klik di sistem bisa gagal, tapi satu tekad bareng-bareng bisa nyelametin banyak perut dan paru-paru.

Jadi kalau nanti negara ini beneran bisa pastikan rakyatnya kenyang, sehat, dan datanya rapi, itu bukan mukjizat teknologi, tapi hasil gotong royong plus sedikit akal sehat yang disiram humor. Karena bangsa tanpa tawa itu gampang stres, dan pemerintahan tanpa rakyat kritis itu gampang lupa daratan.

Maka mari kita jaga bersama, data biar nggak dobel, niat biar nggak setengah, dan nasi biar tetap bergizi, karena seperti kata kakek saya sambil ngaduk kopi, “Negara hebat itu bukan yang cepat kenyang, tapi yang tahu kapan berhenti sebelum kekenyangan”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PR Ketua Dekranasda Sumsel

    PR Ketua Dekranasda Sumsel

    • calendar_month Kamis, 1 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.021
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sumsel yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Sumsel Hj Febrita Lustia Herman Deru, membuka secara resmi kegiatan bimbingan teknis (bimtek) pembuatan cinderamata dari bahan gypsum tahun 2018 yang digelar di Gedung Graha Songket Jalan POM IX Kampus Palembang, Kamis (1/11/2018). Mengawali sambutannya istri Gubernur Sumsel H […]

  • Perdagangan Ditutup, IHSG Keok 32,61 Poin

    Perdagangan Ditutup, IHSG Keok 32,61 Poin

    • calendar_month Jumat, 18 Mei 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.816
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir pekan ini keok  sebesar 32,61 poin atau 0,56% dengan ditutup ke level 5.783,31. IHSG bergerak di kisaran 5.783,31 hingga 5.843,45. Volume perdagangan 8,28 miliar saham, frekuensi 352.204 kali, dan nilai transaksi sekitar Rp7,38 triliun. Investor asing catat jual bersih (nett sell) Rp689,01 miliar di seluruh pasar. Sebanyak […]

  • Samsung Siapkan Tren Terbaru dengan Galaxy AI

    Samsung Siapkan Tren Terbaru dengan Galaxy AI

    • calendar_month Minggu, 17 Des 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.505
    • 0Komentar

    Melalui implementasi teknologi AI generatif di Galaxy AI, Samsung terus hadirkan mobile experience yang belum pernah ada. Sumselterkini.co.id, – Platform generative artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan yang generatif telah menjadi bagian penting dari keseharian generasi muda dalam mendorong produktivitas dan mengeksplorasi kreativitas. Google menemukan, 29% Gen Z menggunakan AI untuk menyelesaikan pekerjaan seperti menerjemahkan […]

  • 2 Kendala Ini Yang Bikin Input SP Online Tak Lancar

    2 Kendala Ini Yang Bikin Input SP Online Tak Lancar

    • calendar_month Selasa, 18 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.959
    • 0Komentar

    SENSUS penduduk online telah dilakukan di Kabupaten Musi Banyuasin, sejak 15 Februari tahun 2020. Dan sudah berjalan selama 3 hari pelaksanaan. Dalam pelaksanaan sistem input data mandiri ini, menurut salah satu petugas BPS Muba,  Hery, sejauh ini pelaksanaanya sudah masuk terdata sampai tadi malam yakni hari ke-3 sebanyak 676 keluarga yang telah menginput data di […]

  • Target 30 Fasilitas, Tiga Tahun Lagi Indonesia Miliki Pusat Persemaian

    Target 30 Fasilitas, Tiga Tahun Lagi Indonesia Miliki Pusat Persemaian

    • calendar_month Jumat, 10 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 665
    • 0Komentar

    PEMERINTAH menargetkan membangun 30 fasilitas pusat persemaian atau nursery dalam tiga tahun mendatang. Pusat persemaian itu akan dibangun di seluruh pelosok tanah air yang nantinya dapat menghasilkan ratusan juta bibit. “Tiga tahun ke depan ada kurang lebih 30 pusat persemaian atau nursery seperti yang kita lihat di Rumpin ini,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika […]

  • Banyak Kasus Mangkrak, Gemapela Minta Kejati Pilih Kajari Yang Berani!

    Banyak Kasus Mangkrak, Gemapela Minta Kejati Pilih Kajari Yang Berani!

    • calendar_month Kamis, 23 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.411
    • 0Komentar

    MENYIKAPI kinerja Kejaksaan Negeri Lahat yang lamban dalam menangani banyaknya perkara yang mangkrak membuat Deka Mandala, Pemuda Lahat yang tergabung pada Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Lahat (GEMAPELA) buka suara. (23/9/21) Salah satu kader gemapela Deka Mandala mengatakan “Kami menilai bahwasanya hari ini kepemimpinan pada jajaran Kejari Lahat dari masa ke masa hanya mampu meninggalkan setumpuk […]

expand_less
WordPress Archive Baxter – Creative Agency Elementor Template Kit Baza – Creative MultiPurpose WordPress Theme Bazaar – eCommerce WordPress Theme Bazso – Barbershop Elementor Template Kit Bazz CallBack widget Pro (wordpress) Bazz – WooCommerce WordPress Theme Bazzer – Influencer Marketing Agency Elementor Template Kit BBOOTS – Mini CMS system for phpBB bbPress Forums for AMP Bcare – Baby Care Services Elementor Template Kit