Minggu, 6 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemerintahan » Sebelum Pulang, Ini Pesan Jokowi Dihadapan Petani Sawit di Muba.

Sebelum Pulang, Ini Pesan Jokowi Dihadapan Petani Sawit di Muba.

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 13 Okt 2017
  • visibility 1.165
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.ID, Muba – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) didepan ribuan petani sawit, Desa Panca Tunggal Kelurahan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Sumsel menjelaskan bahwa peningkatan peremajaan kebun kelapa sawit dengan bibit varietas unggul merupakan cara terbaik dalam peningkatan hasil petani sawit.

“Peremajaan ini khusus untuk para petani karet. Indonesia mempunyai tanah yang subur, tetapi hasil petani sawit belum maksimal itu dikarena kan kebun yang selama ini dikelola belum pernah diremajakan,” ungkap Jokowi, jumat (13/10/2017).

“Bibit ini produksinya menghasilkan 8 ton per hektar,nanti kalo sudah ditanam 2019 akan saya cek lagi,” bebernya.

Dalam sambutnya, tidak hanya replanting Jokowi juga membagikan sekitar 1.300 sertifikat kepada para petani.

“Silahkan diturunkan nanti setelah ini akan banyak lagi yang pegang sertifikat ini kita mulai di Sumsel, tapi dahulu kemudian bulan depan akan saya dorong masuk ke Sumatera Utara bulan depannya lagi masuk ke Jambi masuk ke Riau ini memang tahun ini kita kan konsentrasi dulu di pulau Sumatera.

Setelah selesai Sumatera, tambahnya ia juga dorong untuk masuk ke Kalimantan. Memang kerja ini penginnya fokus biar gampang dicek gampang dikontrol ini perusak ingatkan hari ini nanti sudah mulai peremajaan replanting ditanam tapi setahun lagi atau awal 2019 akan saya cek kembali,” pungkasnya.

Menko Perekonomian, Darmin Nasution, mengatakan, replanting ini adalah bantuan pemerintah untuk meremajakan kelapa sawit yang sudah tua dan hasilnya tidak banyak lagi, dengan hasil saat ini hanya 2 ton per hektare.

Dimana kelapa sawit tua tersebut akan diganti dengan bibit yang bagus dan berkualitas. “Kalau dipelihara dengan baik hasilnya dapat 8 ton per hektar bukan 2,5 ton per hektar,” kata dia.

Dalam proses peremajaan, sambung dia, pohon kelapa sawit yang tua harus dilakukan penebangan sehingga mempengaruhi hasil para petani.

Oleh karena itu, lanjutnya agar biaya hidup dapat tercukupi nantinya disediakan bibit jagung dan kedelai, dengan begitu ada tumpang sari sehingga biaya hidup tetap ada.

“Pemerintah sudah meminta kesiapan dan janji dari perusahaan besar. Jika peremajaan sudah mencapai 6.000 hektare, perusahaan akan membangun pabrik kelapa sawit sehingga petani tidak susah menjual sawit. Perusahaan besar juga mengajarkan bagaimana cara yang benar dalam menanam sawit agar produksinya maksimal,” tandas dia.

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tradisi budaya Midang Bebuke dan wisata air cakat stempel saat lebaran selesai, kata Pj Bupati OKI

    Tradisi budaya Midang Bebuke dan wisata air cakat stempel saat lebaran selesai, kata Pj Bupati OKI

    • calendar_month Minggu, 14 Apr 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.030
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Penyelenggaraan tradisi budaya Midang Bebuke dan wisata air cakat stempel yang diselenggarakan pada lebaran ke 3 dan 4 atau 12-13 April 2024 telah selesai. Ribuan warga OKI maupun pemudik yang sedang pulang kampung mengikuti tradisi tahunan ini. Mereka mengapresiasi penyelenggaraan midang dan wisata air yang semakin baik dari tahun ke tahun. Khususnya bagi […]

  • Sumsel Bentuk Tim Investigasi Terkait Korban MOS di Sekolah Taruna Indonesia

    Sumsel Bentuk Tim Investigasi Terkait Korban MOS di Sekolah Taruna Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 20 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 866
    • 0Komentar

    TAK mau kejadian semakin berlarut dan kembali terulang, Gubernur Sumsel H.Herman Deru langsung membentuk tim investigasi guna menuntaskan kasus yang menyebabkan dua orang siswa meninggal dunia saat mengikuti Masa Orientasi Sekolah (MOS) di Sekolah Taruna Indonesia Palembang. Ia bahkan memberi tenggat waktu seminggu bagi tim khusus yang dibentuk agar dapat menyelesaikan masalah tersebut. Hal itu dikemukakannya […]

  • Indonesia Ambil Peran dalam Literasi dan Penanganan Hoaks di ASEAN

    Indonesia Ambil Peran dalam Literasi dan Penanganan Hoaks di ASEAN

    • calendar_month Jumat, 12 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 801
    • 0Komentar

    Indonesia mengambil peran dalam Kelompok Kerja Pelatihan Media dan Informasi (Working Group on Information Media and Training atau WG IMT) Periode 2021-2022. Delegasi Republik Indonesia yang dipimpin Direktur Kerja Sama Sosial Budaya ASEAN Kementerian Luar Negeri, Riaz J. P. Saehu, juga mengusulkan untuk membentuk ASEAN Creative Economy Business Forum. “WG IMT bertujuan untuk meningkatkan literasi […]

  • Tanamkan Nilai-Nilai Pancasila Melalui Permainan Rakyat & Olahraga Tradisional

    Tanamkan Nilai-Nilai Pancasila Melalui Permainan Rakyat & Olahraga Tradisional

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 865
    • 0Komentar

    KEPALA Subdirektorat Pengendalian III BPIP Leo Efriansa, S.STP, M.Si  menyampaikan Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional merupakan salah satu metode yang kita gunakan dalam penanaman nilai-nilai Pancasila. Permainan rakyat disamping memberikan hiburan dan sarana untuk mewariskan nilai-nilai yang diyakini kebenarannya dalam kehidupan masyarakat. Dalam audiensi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang diterima asisten I Tim dari […]

  • Biar Tak Jadi Penonton Masa Depan, Sekolah Rakyat Direalisasikan

    Biar Tak Jadi Penonton Masa Depan, Sekolah Rakyat Direalisasikan

    • calendar_month Kamis, 8 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 923
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Di Palembang, kabar baik datang bukan dari tetangga yang mau hajatan, tapi dari pemerintah yang ngajak anak-anak miskin buat sekolah gratis, makan enak, tidur nyaman, dan belajar jadi manusia tangguh. Nama programnya? Sekolah Rakyat. Iya, namanya sederhana, tapi isinya bikin hati adem kayak AC kantor lurah dingin, tapi penuh harapan. “Sekolah ini bukan […]

  • Menghafal Al-Qur’an: Antara Tradisi, Spiritualitas, & Tantangan Pemahaman

    Menghafal Al-Qur’an: Antara Tradisi, Spiritualitas, & Tantangan Pemahaman

    • calendar_month Senin, 24 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 745
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, bahkanserba digital ini, distraksi digital semakin mendominasi, di mana tangan lebih sering pegang gadget daripada mushaf. Namun ada satu pemandangan yang bikin adem hati. Sejak pagi hingga sore, ratusan peserta duduk bersila di Masjid Al Rai-yah, mushaf di tangan, ayat-ayat suci mengalun dari bibir mereka. Mereka lagi ikut Dauman Ma’al […]

expand_less
WordPress Archive X-omatic Automatic Post Generator and X (formerly Twitter) Auto Poster Plugin for WordPress X - The Theme Xamin – Data Science & Analytics SaaS WordPress Theme Xara – Responsive WooCommerce Shop Theme Xarris – SaaS & Startup Elementor Template Kit Xatcro – Factory Industrial Elementor Template Kit Xavier – PHP Login Script & User Management Admin Panel Xcare – Medical and Health Care WordPress Theme Xenia – Refined WordPress Corporate Theme Xeon – Minimal Portfolio WordPress Theme