Pemerintahan

Blusukan Masih Laku Gak Ya..?

Foto : Humas Pemprov Sumsel

Musirawas – Empat tahun lebih istilah blusukan lebih tren dan populer digunakan oleh para pejabat. Blusukan menjadi salah satu gaya pemerintah yang baru. Blusukan berasal dari bahasa Jawa, artinya ‘masuk’. Blusukan dalam bahasa Indonesia merupakan inpeksi langsung ke tempat tujuan secara sembunyi-sembunyi dengan tujuan untuk memonitor kinerja atau melihat kondisi di lapangan serta melakukan komunikasi secara langsung dengan masyarakat.

Sebenarnya di Era Presiden ke II, Soeharto tanpa disadari blusukan tersebut sudah dilakukan, namun tidak se populer saat ini, karena saat itu belum adanya medis sosial.

Mantan Dirut PLN era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono [SBY], Dahlan Iskan pernah melakukan blusukan di suatu desa terpencil belum dialirin listrik. Bahkan Dahlan Iskan saat itu malah merasakan tidur di gubuk rumah warga merasakan kesulitan warga jika tidak ada listrik.

Di Era Presiden Joko Widodo [Jokowi], blusukan lebih populer, dengan blusukan itu, mantan Walikota Solo itu bisa menjadi Champions untuk menduduki Kursi DKI 1, dan hingga kini lewat blusukan itu, Jokowi bisa menjadi orang nomor 1 di Indonesia.

Blusukan tersebut akhirnya juga menjadi virus yang menyebar hampir ke seluruh kepala daerah melakukan itu.

Apakah blusukan itu hanya untuk pencintraan atau memang didasari dari hati kecil yang penuh ihklas sebagai pemimpin yang wajib menyapa masyarakatnya ? Cukup mereka yang melaksanakannya yang lebih tahu.

Cukup Allah SWT yang juga bisa menilainya. Yang terpenting blusukan itu sah-sah saja dilaksanakan, dan sangat positif dech.

Sejak dilantik akhir tahun lalu, Gubernur Sumsel Herman Deru juga langsung tanjap gas untuk melakukan road show di sejumlah daerah di Sumsel.

Bahkan kemarin, ia melaksanakan blusukan di Kabupaten Musirawas, agendanya diantaranya melakukan blusukan ke dusun Sri Pengantin Desa Pasenan Kecamatan STL Ulu Terawas.

Dusun Sri Pengantin secara administratif masuk dalam wilayah desa Pasenan yang letaknya jauh dari pusat keramaian dan masuk dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).

Satu-satunya akses jalan menuju dusun yang dihuni lebih kurang 40 KK tersebut hannya menggunakan moda transfortasi air jenis perahu ketek yang membutuhkan waktu tempuh 2 jam lebih dari dermaga  Desa Pasenan.

Saat akan menuju dusun Sri Pengantin, Gubernur didampingi Ketua TP PKK Sumsel Hj. Febrita Lustia, Bupati Musirawas H.Hendra Gunawan dan unsur Forkompinda Musirawas, menyempatkan diri meresmikan Dermaga Desa Pasenan yang ditandai dengan memecahkan kendi.

Dengan diresmikan dermaga itu, menjadi babak baru bagi daerah setempat,  karena terbukanya akses menuju dan keluar Dusun Sri Pengantin yang selama ini nyaris belum menikmati hasil pembangunan.

Kedatangan Herman Deru dan rombongan di dusun Sri Pengantin disambut antusias warga. Mengingat selama ini kabarnya belum ada satupun Gubernur Sumsel yang memijakan kaki di dusun mereka.

Dihadapan warga Gubernur berkanji akan mrmbangunkan dermaga yang representatif di desa Pasenan  dan Dusun Sri Pengantin. Mengingat akses  penghubung desa Pasenan dan dusun Sri Pengantin satu-satunya akses melului sungai.

“Pada tahun 2020 akan kita bangunkan dermaga kerjasama antara Pemkab. Mura dan Pemprov,” tegas Herman Deru.

Gubernur menilai seni budaya dan kearifan lokal di dusun Sri Pengantin patut dipertahankan dan harus terus dikembangkan sebagai destinasi wisata alam di Sumatera Selatan.

“Ke depan daerah ini akan kita jadikan sebagai kawasan destinasi wisata alam di Sumsel. Kita lihat kondisi alamnya yang masih terjaga. masyarakat yang masih menjaga kearifan lokal. Patut kita apresiasi,” tambahnya.

Herman Deru mengaku bangga dapat berkunjung  ke daerah tersebut. Karena itu dia meminta jangan sampai alam sekitar dirusak, air jernih dipertahankan, ikan yang banyak juga  dipertahanakan.

Bupati Musi Rawas, H. Hendra Gunawan dalam sambutan singkatnya mengucapkan terima kasih kepada Gubenrur Sumsel Herman Deru beserta rombongan yang berkenan berkunjung di dusun Sri Pengantin yang masih  butuh banyak perhatian dari pemerintah. Semoga bukan sekedar  pencitraan saja, amin.. [**]

 

Penulis : One

 

 

Comments

Terpopuler

To Top