Palembang Lama Tak Diguyur Hujan, Ratu Dewa dan Warga Sampai Bermunajat di Tengah Asap Karhutla
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 15 menit yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

FOTO : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Palembang Lama Tak Diguyur Hujan, kondisi kemarau yang masih dirasakan warga membuat harapan turunnya hujan ikut mengemuka dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1488 H di Jalan Musi Raya, Kelurahan Lebong Gajah, Kecamatan Sematang Borang, Palembang, Selasa (8/9/2026).
Bukan saja memperingati kelahiran Rasulullah, warga bersama Wali Kota Palembang Ratu Dewa dan sejumlah organisasi kemasyarakatan memanfaatkan pertemuan tersebut untuk bermunajat agar hujan segera turun.
Doa itu menjadi harapan di tengah kondisi Palembang yang sudah lama tidak mendapatkan hujan. Kemarau juga berjalan bersamaan dengan persoalan asap yang berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Ratu Dewa mengatakan, hujan menjadi salah satu hal yang sangat diharapkan masyarakat saat ini.
Dirinya bersama warga dan Habib Amak Shahab turut memanjatkan doa dalam kesempatan tersebut.
“Pada acara ini, kita bersama Habib Amak Shahab telah bermunajat kepada Allah subhanahu wa Ta’ala agar diturunkan hujan, mengingat sudah lama hujan tidak turun,” kata Dewa.
Menurut Dewa, kondisi lingkungan yang dihadapi Palembang tidak bisa hanya dilihat sebagai persoalan pemerintah.
Masyarakat juga memiliki peran penting untuk ikut menjaga alam, terlebih ketika kemarau meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.
Ia mengajak masyarakat bersama TNI dan Polri untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan mencegah berbagai bentuk kerusakan yang dapat memperburuk keadaan.
“Mari kita bersama-sama menjaga alam agar tidak dirusak. Pemerintah, TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat harus bersatu dalam menjaga lingkungan,” ujarnya.
Suasana peringatan Maulid tersebut juga diwarnai doa untuk masyarakat yang sedang menghadapi musibah akibat letusan Gunung Anak Krakatau. Warga berharap mereka diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan.
Momen keagamaan seperti Maulid Nabi juga, lanjut Ratu Dewa dapat menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
Persoalan yang dihadapi kota, termasuk lingkungan, menurutnya membutuhkan kebersamaan lintas kelompok.
Ia menyebutkan sinergi antara pemerintah, ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, majelis taklim, organisasi kemasyarakatan hingga masyarakat luas harus terus diperkuat.
“Sinergi pemerintah, ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, majelis taklim, dan seluruh elemen masyarakat harus terus kita perkuat untuk mewujudkan Palembang yang religius, harmonis, dan penuh semangat gotong royong,” pungkasnya. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
