Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Palembang Terkini » Langkah yang Tertinggal di Jalan Kopral Harun Said

Langkah yang Tertinggal di Jalan Kopral Harun Said

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 15 Mei 2025
  • visibility 804
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Kalau hidup ini ibarat mengemudi alat berat, maka Ramlan Isman dulunya adalah sang pengendali utama. Tangannya lincah menggenggam tuas, matanya tajam membaca kemiringan tanah, dan suara klakson ekskavator jadi semacam nyanyian sehari-hari. Tapi itu dulu sebelum musibah datang tak pakai salam, seperti hujan deras di tengah panen raya.

Beberapa bulan yang lalu, kaki kanannya tertimpa alat berat. Bukan cuma tulangnya yang remuk, tapi juga penghidupan dan rasa percaya dirinya ikut patah. Sejak itu, langkah Ramlan bukan lagi langkah lelaki pencari nafkah, tapi langkah tertatih seorang ayah yang menahan beban hidup dari atas kursi plastik yang makin reot tiap harinya.

Di rumah sempit mereka di Jalan Kopral KKO Harun Said, RT 13 RW 07, Kelurahan Sungai Buah, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang, Ramlan tinggal bersama istri dan tiga anaknya. Rumah itu seperti pos ronda yang terlalu lama ditempati kecil, tapi penuh cerita dan sisa harapan.

“Istriku kuat. Anak-anakku tabah. Tapi saya sendiri kadang merasa seperti truk mogok di tengah tanjakan,” ucap Ramlan lirih, sambil memandangi lututnya yang sudah tak bisa diajak negosiasi.

Hidup memang tidak memberi tahu lebih dulu kapan kita akan jatuh. Tapi di tengah keterpurukan, Ramlan tak pernah berhenti percaya bahwa nasib buruk pun punya masa kedaluwarsa.

Dan Rabu itu, tanggal 14 Mei 2025, datang seperti kejutan ulang tahun yang lama dinanti. Ramlan, yang biasanya hanya disapa tukang sayur dan suara motor lewat, tiba-tiba dikunjungi rombongan ibu-ibu berseragam rapi, dengan wajah sumringah dan langkah penuh niat baik.

Salah satunya adalah Dewi Sastrani Ratu Dewa, Ketua TP PKK Kota Palembang. Istri orang nomor satu di kota tertua di Indonesia itu datang tidak hanya dengan senyum, tapi dengan sepasang tangan yang membawa harapan baru alat bantu pergelangan kaki dan lutut untuk Ramlan.

“Pak Ramlan, ini bukan hadiah. Ini bagian dari tugas kami memastikan tidak ada warga yang jatuh dan dibiarkan tergeletak sendiri,” ujar Ibu Dewi sambil menyerahkan bantuan tersebut.

Wajah Ramlan mendadak berubah seperti langit sore yang cerah setelah hujan panjang. Ia mencoba alat bantu itu dengan hati-hati, dibantu istrinya yang dari tadi tak berhenti menahan tangis.

Satu langkah

Tertatih, memang. Tapi langkah itu seperti drum band kecil yang menggema di hati semua yang melihat.

“Alhamdulillah… Saya bisa jalan lagi. Meski belum jauh, tapi setidaknya, saya sudah tidak diam di tempat,” ucap Ramlan sambil tersenyum. Muka lelahnya seperti rumah tua yang dicat ulang tidak sepenuhnya baru, tapi jadi sedap dipandang dan menyimpan semangat baru.

Anaknya yang paling kecil, Yayan, berteriak kegirangan, “Bapak bisa jalan, Bu! Bapak bisa jalan!” lalu memeluk kaki Ramlan yang kini berdiri dengan alat bantu, seolah sedang memeluk kembali semangat keluarganya yang sempat goyah.

Di sela kunjungan itu, Ibu Dewi memberi pesan yang lebih luas. “Bukan hanya Pak Ramlan. Siapa pun warga Palembang yang mengalami kecelakaan kerja dan kesulitan hidup, silakan laporkan ke RT, lurah, Dinsos, atau Baznas. Jangan malu. Jangan diam. Kadang bantuan tak datang bukan karena negara tak peduli, tapi karena ceritamu tak pernah sampai ke meja yang tepat.”

Pesan itu seperti peluit panjang di stadion memanggil semua untuk waspada, untuk bergerak, dan untuk peduli. Karena, seperti pepatah Palembang kuno, “Jangan tunggu perahu karam baru cari dayung.”

Cerita Ramlan bukan sekadar tentang alat bantu kaki, tapi tentang keberanian untuk bangkit. Bahwa dalam hidup, bukan siapa yang paling kuat yang menang, tapi siapa yang paling tidak menyerah.

Kadang kita seperti pohon jengkol: diremehkan, dicemooh, tapi diam-diam punya akar kuat yang sanggup bertahan dari musim apa pun. Dan selama masih ada yang peduli baik itu keluarga, tetangga, atau pemerintah, maka langkah kita tak akan pernah benar-benar hilang.

Karena langkah bukan hanya soal kaki. Tapi soal tekad untuk terus bergerak, walau tertatih.

Buat siapa pun yang membaca ini, jika kau tahu ada tetanggamu, sopir angkot, tukang bangunan, atau siapa pun yang terluka tapi tak bersuara pinjamkan telingamu. Kadang yang mereka butuhkan hanya jalan untuk bersuara, bukan uang sejuta. Karena, “Kepedulian itu tidak pernah mahal, yang mahal itu biasanya cuek.”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ucok Hidayat Jadi Orang Nomor 1 di PSSI Sumsel

    Ucok Hidayat Jadi Orang Nomor 1 di PSSI Sumsel

    • calendar_month Sabtu, 20 Jan 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 920
    • 0Komentar

    Peserta KLB yang berasal dari Asprov, Askab, Askot, klub profesional dan amatir anggota PSSI Sumsel

  • Bantuan Covid-19 Terus Mengalir Jelang PSBB di Palembang

    Bantuan Covid-19 Terus Mengalir Jelang PSBB di Palembang

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 998
    • 0Komentar

    Bantuan untuk warga terdampak Covid 19 di posko gugus penangulangan dan penanganan Virus Corona di Tasik Palembang, Senin (18/5/202) kembai berdatangan. Kali ini bantuan berupa paket sembako dan alat pelindung diri (APD) bagi tim medis dari Forum TJSL/CSR kota Palembang, yaitu dari PT Socufindo (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, […]

  • NBA, Alex Noerdin Sebut Sumsel Selalu Diperhatikan Dunia Internasional

    NBA, Alex Noerdin Sebut Sumsel Selalu Diperhatikan Dunia Internasional

    • calendar_month Kamis, 20 Sep 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 773
    • 0Komentar

      SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Ribuan pasang mata di Kota Pelambang berkumpul menyaksikan Acara National Basketball Academic (NBA) sebagai latihan dengan nama Junior NBA Coaches Academy. Pelatihan NBA ini diselenggarakan bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sumsel, di Palembang Sport and Convention Centre (PSCC), Kamis (20/9/2019). Menariknya dalam pelatihan tersebut, Alex Noerdin ikut mencoba bermain basket bersama  pelatih […]

  • 80 Aduan Lampu Jalan, Baru 40 Tertangani di Palembang

    80 Aduan Lampu Jalan, Baru 40 Tertangani di Palembang

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 103
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kota Palembang menghadapi tekanan serius dalam penanganan lampu penerangan jalan umum (PJU). Data terbaru menunjukkan sekitar 80 laporan kerusakan masuk setiap hari, sementara kapasitas penanganan baru mencapai 40 kasus. Selisih ini menciptakan akumulasi keluhan yang terus bertambah dan memperpanjang waktu respons di lapangan. Lonjakan laporan harian mencerminkan dua kondisi sekaligus, meningkatnya partisipasi warga dalam […]

  • Kenalkan Destinasi Wisata Muba Lewat Youtube 

    Kenalkan Destinasi Wisata Muba Lewat Youtube 

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 844
    • 0Komentar

    MESKI masih dihadapkan pada pandemi COVID-19 namun tak menyurutkan langkah Wakil Bupati Muba Beni Hernedi untuk memaksimalkan mengenalkan potensi destinasi wisata di Bumi Serasan Sekate. Belakangan ini, Wakil Bupati Muba yang kerap disapa Kuyung Beni ini rutin menyusuri wilayah perairan. Selain menikmati suasana alam dan mengenalkan spot-spot wisata, Politisi Partai PDI Perjuangan ini juga menyambangi […]

  • Pelatih Indonesia Shin Tae-yong resmi umumkan 26 pemain Piala Asia 2023

    Pelatih Indonesia Shin Tae-yong resmi umumkan 26 pemain Piala Asia 2023

    • calendar_month Kamis, 4 Jan 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 18.133
    • 0Komentar

    Pelatih Indonesia Shin Tae-yong resmi Pelatih Indonesia Shin Tae-yong resmi umumkan 26 pemain Piala Asia 2023m di Qatar, Kamis (4/1). Nama-nama tersebut sudah diserahkan dan telah dirilis oleh AFC melalui website resmi mereka, beserta negara peserta lainnya. Dari 28 nama yang dibawa untuk pemusatan latihan di Turki, dua tak terpilih. Mereka adalah Adam Alis (Borneo […]

expand_less
WordPress Archive Antant – Single Property & Real Estate WordPress Theme Antar – Transportation & Logistics Elementor Template Kit Antech IT Solutions Service WordPress Theme Anteri – Concrete Services Elementor Template Kit Anterin – Car Driving Course Elementor Template Kit Antilia – Architect & Interior Design WordPress Theme Antique – Responsive Personal Portfolio WordPress Theme AntiqueMall – Antique Store Marketplace WordPress Theme Antomi – Multipurpose Theme for WooCommerce WordPress Anubia | Smoking and Hookah Bar WordPress Theme