Selasa, 20 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » Antisipasi Perdagangan Orang, Kemensos Siap Kerjasama

Antisipasi Perdagangan Orang, Kemensos Siap Kerjasama

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 2 Agt 2021
  • visibility 681
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KEMENTERIAN Sosial menjadi salah satu Kementerian yang hadir dalam Talkshow “Meningkatkan Sinergitas Layanan Terpadu untuk Melindungi dan Memenuhi Hak-hak Korban dan Saksi TPPO” dalam acara puncak Hari Dunia Anti Perdagangan Orang.

Dalam talkshow ini, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial diwakili Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial & Korban Perdagangan Orang, Waskito Budi Kusumo menyampaikan beberapa upaya yang dilakukan Kementerian Sosial dalam memenuhi hak korban dan saksi Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Sebagai informasi, laporan lima tahunan Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (GTPP-TPPO) pada tahun 2015-2019 menunjukkan, terdapat 2.648 korban perdagangan orang yang terdiri dari 2.319 perempuan dan 329 laki-laki.

“Angka ini menunjukkan kasus TPPO semakin meningkat dan perempuan banyak yang menjadi korbannya, apalagi dimasa pandemi Covid-19. Seperti yang disampaikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Ibu Bintang, ini adalah kejahatan yang luar biasa,” ungkap Fatma Ayu Husnasari, presenter Metro TV yang menjadi Moderator dalam Talkshow.

Waskito juga membenarkan pernyataan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga yang menyebutkan bahwa TPPO merupakan kejahatan yang luar biasa, bahkan menjadi kejahatan yang sangat sulit untuk dihapuskan karena hampir semua negara mengalami dampaknya. Untuk itu perlu upaya bersama dalam menghapuskan TPPO.

Kementerian Sosial berupaya memenuhi hak korban dan saksi TPPO dengan layanan rehabilitasi sosial. Di tahun 2021, Kementerian Sosial telah merubah paradigma layanan menjadi multifungsi.

Kementerian Sosial memiliki balai-balai rehabilitasi sosial yang semula memberikan layanan berdasarkan klaster rehabilitasi sosial, misal balai anak hanya menangani permasalahan anak, begitu juga dengan lansia, penyandang disabilitas, korban penyalahgunaan Napza serta tuna sosial dan korban perdagangan orang.

Namun kini perubahan paradigma layanan menjadi multifungsi membuat 41 balai rehabilitasi sosial harus bisa melayani semua klaster rehabilitasi sosial, salah satunya menangani korban perdagangan orang. “Jadi jika semula korban dan saksi TPPO hanya bisa dilayani oleh Balai Mulya Jaya di Jakarta dan 2 Rumah Perlindungan dan Trauma Center (RPTC) di Jakarta dan Tanjung Pinang, sekarang bisa dilayani di 41 balai di seluruh Indonesia”, jelas Waskito.

Ini menandakan pemberian layanan akan semakin luas jangkauannya dan bisa direspon cepat. Layanan rehabilitasi sosial yang diberikan melalui program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) mengedepankan kebutuhan dari korban atau saksi yang diistilahkan dengan Penerima Manfaat.

Layanan ATENSI ini berbasis keluarga, komunitas dan/atau residensial (balai). Sebanyak 7 komponen ATENSI yang dapat diberikan kepada Penerima Manfaat, yaitu dukungan pemenuhan hidup layak, perawatan pengasuhan, dukungan keluarga, terapi (fisik, psikososial, mental dan spiritual), pelatihan keterampilan/kewirausahaan, bantuan asistensi sosial, dan dukungan aksesabilitas.

Penentuan basis layanan dan komponen layanan bagi Penerima Manfaat adalah melalui asesmen komprehensif yang dilakukan oleh Pekerja Sosial yang ada di Balai.

Sebagai bekal keterampilan, Kementerian Sosial juga telah menyiapkan wadah untuk melatih para penerima manfaat, khususnya dalam berwirausaha, yaitu Sentra Kreasi ATENSI (SKA). Di SKA terdapat berbagai macam usaha, mulai dari kuliner, kerajinan tangan hingga jasa yang bisa digeluti oleh Penerima Manfaat.

“Sentra Kreasi ATENSI ini bisa mengembangkan minat dan bakat Penerima Manfaat sehingga ketika mereka pulang ke daerahnya, mereka punya bekal keterampilan untuk usaha dan mandiri secara sosial dan ekonomi,” tambah Waskito.

Waskito juga menambahkan bahwa Kementerian Sosial memiliki sumberdaya manusia yang siap melakukan respon cepat di lapangan, yaitu ada Pekerja sosial, Penyuluh Sosial, Pendamping Rehsos, Tagana dan Tim Reaksi Cepat (TRC). SDM ini akan bersinergi di lapangan, paling tidak di tingkat daerah untuk bisa menjangkau berbagai masalah sosial.

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan, dan Pemuda Kemenko PMK, Femmy Eka Kartika Putri menambahkan bahwa Pemerintah Indonesia telah berkomitmen dan melakukan langkah penanganan TPPO, salah satunya adalah pengesahan Undang-Undang (UU) Nomor 21 Tahun 2007 Tentang Pemberantasan TPPO yang salah satunya mengamanatkan pembentukan Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan TPPO (GTPP-TPPO).

“Hingga saat ini telah terbentuk sebanyak 32 Gugus Tugas Provinsi dan 245 Gugus Tugas Kabupaten/Kota. Berbagai upaya pencegahan terjadinya TPPO terus dilakukan baik melalui sosialisasi, edukasi, literasi dan penyadaran sosial agar masyarakat tidak menjadi korban,” tutur Femmy.

Talkshow ini dihadiri oleh anggota GTPP-TPPO di pusat maupun daerah, Kementerian/Lembaga terkait, organisasi dan komunitas pemerhati TPPO, media dan masyarakat. Kemensos (***)

Ril

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cegah Ansos, KPAD Sumsel Diminta Action

    Cegah Ansos, KPAD Sumsel Diminta Action

    • calendar_month Selasa, 21 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.306
    • 0Komentar

    KOMISI Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Sumsel Periode 2020 diminta segera action memberikan sosialisasi ke lapangan, guna mencegahan secara preventif terhadap menjamurnya anak-anak bermain youtube yang dapat menimbulkan anak-anak anti sosial [Ansos] Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan pelantikan ini sifatnya hanya formalitas saja namun yang paling penting adalah kepedulian para pengurus itu sendiri. Ia berharap KPAD […]

  • Alex Noerdin Kumpulkan Suku Batak, Ingin Apa Ya ?

    Alex Noerdin Kumpulkan Suku Batak, Ingin Apa Ya ?

    • calendar_month Selasa, 5 Des 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.083
    • 0Komentar

    Sangat menaruh harapan besar kepada keluarga batak di Sumsel agar dapat berperan aktif mendukung Suksesnya Asian Games di Palembang.

  • Mahasiswa Unsri Jadi Duta Genre Sumsel 2018

    Mahasiswa Unsri Jadi Duta Genre Sumsel 2018

    • calendar_month Rabu, 16 Mei 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.507
    • 0Komentar

    Lalu berhasil lolos ke top 25, mengikuti Genre campaign, unjuk bakat dan uji publik di Palembang Icon Mall.

  • Mawardi Doa Bersama Al-Habib Muhammad Luthfi

    Mawardi Doa Bersama Al-Habib Muhammad Luthfi

    • calendar_month Rabu, 8 Jan 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 1.015
    • 0Komentar

    WAKIL Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H. Mawardi Yahya mengikuti Doa bersama TNI, POLRI dan Pemerintah Provinsi Sumsel dalam rangka HUT ke 74 Kodam II/SWJ serta dilanjutkan Doa Memasuki Tahun 2020 Bertempat di Halaman Makodam II/Sriwijaya, Selasa (7/1) kemarin. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua Forum Ulama Sufi Internasional sekaligus Dewan Pertimbangan Presiden dan juga […]

  • Kartini Masa Depan, Perempuan di Era Notifikasi [Ketika jempol perempuan tak hanya mengetik, tapi mengubah dunia]

    Kartini Masa Depan, Perempuan di Era Notifikasi [Ketika jempol perempuan tak hanya mengetik, tapi mengubah dunia]

    • calendar_month Jumat, 18 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.350
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – “Kartini zaman now tuh, kalau berjuang bukan lagi pakai surat ke Belanda. Tapi pakai email, feed Instagram, dan aksi literasi digital. Serius!” ujar Naya sambil menyesap es kopi susu di lobi Kemkomdigi. Ia mengenakan blazer warna lilac dan pin kecil bertuliskan “Cipayung Plus Squad”. Di sampingnya, Wiwik dari Kopri PMII tampak sibuk membetulkan […]

  • Strategi Ganjar-Mahfud membangun sistem pertahanan berkelas dunia

    Strategi Ganjar-Mahfud membangun sistem pertahanan berkelas dunia

    • calendar_month Sabtu, 6 Jan 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 953
    • 0Komentar

    – Deputi Inklusi Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo dan Mahfud MD (Ganjar-Mahfud) Jaleswari Pramodhawardhani mengatakan pasangan jagoannya sudah menyusun sejumlah strategi yang bakal dijalankan untuk memperkuat sistem pertahanan Indonesia. Modernisasi alat utama sistem pertahanan jadi salah satu fokus utama Ganjar-Mahfud di bidang pertahanan jika memenangi Pilpres 2024. “Visi dan misi pertahanan Ganjar-Mahfud menunjukkan keseriusan […]

expand_less
WordPress Archive PlusAgency – Multipurpose Website CMS / Business CMS Pluto Clean Personal WordPress Masonry Blog Theme Pmotion – Animated GIF and Video Maker For WordPress Podgorica – Environment and Renewable Energy WordPress Theme Podium | Fashion Model Agency WordPress Theme Podium – Model Agency WordPress Theme Podzed – Podcaster & Radio Station Elementor Template Kit Pofily – Woocommerce Product Filters – SEO Product Filter Point Finder Directory | Directory & Listing WordPress Theme Point of Sale System for WooCommerce (POS Plugin)