Minggu, 18 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Olahraga & Otomotif » Oom Simon Pegang Radar, Siap Tangkap Bakat Sampai Ujung Papua

Oom Simon Pegang Radar, Siap Tangkap Bakat Sampai Ujung Papua

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 22 Mei 2025
  • visibility 1.051
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id,- Kalau sepak bola Indonesia diibaratkan dapur rumah tangga, maka selama ini kita seringkali lebih sibuk beli wajan mahal ketimbang belajar resep.

Kadang ganti kompor lima kali dalam setahun, tapi nasinya tetap gosong. Nah, kali ini PSSI nampaknya mulai waras dan memilih langkah yang bisa bikin kita semua tepuk tangan, bukan tepuk jidat.

Adalah Simon Tahamata, mantan winger lincah Ajax, Feyenoord, dan Standard Liege yang kini ditunjuk sebagai Kepala Pemandu Bakat Nasional alias Head of Scouting. Bukan sekadar pajangan di kantor, Oom Simon (yang lebih terkenal di Belanda daripada tukang stroopwafel keliling) ini bakal jadi otak di balik pencarian bakat baik yang tumbuh di tanah air, maupun yang bersembunyi di lorong-lorong asrama anak diaspora di Belanda.

Langkah ini ibarat PSSI akhirnya beli kulkas baru, setelah sekian lama nyimpen daging di atas genteng. Kita sudah punya coach kelas dunia macam Patrick Kluivert dan Gerald Vanenburg nah sekarang, yang diburu bukan lagi bonus dari pemerintah, tapi bocah-bocah berbakat yang bisa bikin Timnas Indonesia lebih dari sekadar tim “semangat tapi kalah tipis”.

Simon ini bukan kaleng-kaleng. Kariernya panjang, lebih panjang dari antrean beras murah di kantor kelurahan. Pernah main di Ajax, cetak gol buat Timnas Belanda, dan diganjar penghargaan fair play di Belgia.

Kalau anak muda sekarang kenalnya sama Naruto dan One Piece, generasi 70-an pasti kenal nama Tahamata sama akuratnya dengan kenal nama guru BP.

Penunjukan ini juga jadi tanda bahwa PSSI (akhirnya) paham untuk bangun tim kuat, bukan cuma pelatih yang perlu bagus, tapi juga pencari bakat yang tahu mana emas dan mana batu bata.

Selama ini kita sering melihat bocah-bocah ajaib dari kampung terpencil cuma jadi bintang tarkam. Padahal, di era digital, bakat bisa direkam pakai HP, dikirim ke pelatih, dan diorbitkan. Tapi siapa yang mau lihat kalau tak ada kepala pemandu bakat yang kerja serius? Alhasil, banyak pemain muda kita seperti durian jatuh berpotensi, tapi tidak tahu siapa yang mau ambil.

Meski Simon berasal dari sistem sepak bola super-teratur di Belanda, dia tetap perlu adaptasi dengan “kultur sepak bola dagelan” di sini. Di Indonesia, pemain bisa mangkir latihan karena motornya dipinjam kakak, atau telat datang karena hujan deras bikin sandal jepit putus. Pencarian bakat di negeri ini butuh mata elang dan kesabaran seekor kura-kura.

Namun, jika kita serius memberi dukungan (bukan sekadar seremonial sambutan di bandara), kehadiran Simon bisa mengubah peta talenta kita. Simon punya akademi sendiri, pengalaman melatih anak-anak muda, dan yang paling penting dia dicintai di Ajax Amsterdam.

Kalau klub sebesar itu beri penghormatan khusus dengan tulisan “Oom Simon, Terima Kasih” di tribune, berarti pria ini memang bukan sembarang oom.

Pepatah bilang “Tak ada rotan, akar pun jadi. Tapi kalau ada rotan yang bersertifikat FIFA, ya jangan dipakai buat bikin pagar saja.”

Simon adalah rotan mahal itu. Jangan hanya disuruh duduk di ruang ber-AC dan disuguhi kopi sachet sambil tanda tangan berkas.

Banyak orang bilang mimpi Indonesia ke Piala Dunia itu utopis. Tapi bukankah semua keberhasilan besar dimulai dari keberanian mengambil langkah kecil yang tepat? Penunjukan Simon Tahamata adalah langkah kecil tapi cerdas. Sekarang tinggal kita kawal bareng, agar ini bukan sekadar ganti baju dalam, tapi benar-benar ganti arah.

Karena mencari pemain berbakat itu bukan seperti mencari jodoh di aplikasi geser kanan langsung jadi. Butuh mata, hati, dan telinga yang peka. Dan dari semua yang dimiliki Simon, tampaknya dia punya semuanya.

Maka, mari kita sambut dia bukan hanya sebagai Kepala Pemandu Bakat, tapi juga sebagai “Kepala Harapan Baru.”

Selamat datang, Oom Simon. Semoga pencarian bakatnya berhasil, dan kita tak perlu lagi juara hanya di turnamen antar-RT. “Kalau memang dunia ini panggung sandiwara, maka biarlah Simon jadi sutradara. Setidaknya, kita tak lagi jadi tim figuran di panggung Asia.”[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ciptakan Sistem Suasana Kondusif, Aiptu Sumilak Bina Potensi Masyarakat, Diapresiasi Kapolda Jatim

    Ciptakan Sistem Suasana Kondusif, Aiptu Sumilak Bina Potensi Masyarakat, Diapresiasi Kapolda Jatim

    • calendar_month Senin, 1 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 605
    • 0Komentar

    AIPTU Sumilak seorang Polisi Wanita (Polwan) yang berdinas di SPN Mojokerto, sekaligus bertugas sebagai Pembina Potensi Masyarakat atau biasa dikenal dengan sebutan ‘Mantri Pasar’ di pasar Pon Sawahan desa Sumbertebu Mojokerto. Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol. Dr. Nico Afinta, bersama Pejabat Utama Polda Jatim didampingi Kapolres Mojokerto berkunjung di pasar Pon Mojokerto, untuk memastikan aktifitas […]

  • Mantap, Sudah 46 Juta Nomor Ponsel Registrasi Ulang

    Mantap, Sudah 46 Juta Nomor Ponsel Registrasi Ulang

    • calendar_month Selasa, 7 Nov 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 872
    • 0Komentar

    Artinya aturan yang telah dikeluarkan pemerintah diterima dengan positif

  • Studi Pearson Baru Mengidentifikasi Keterampilan Manusia Sebagai “Keterampilan Kekuatan” yang Paling Diminati di Pasar Kerja Utama Asia Tenggara

    Studi Pearson Baru Mengidentifikasi Keterampilan Manusia Sebagai “Keterampilan Kekuatan” yang Paling Diminati di Pasar Kerja Utama Asia Tenggara

    • calendar_month Minggu, 4 Des 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 638
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, SINGAPURA – Pearson, perusahaan pembelajaran terkemuka di dunia, telah mengungkapkan hasil dari penelitian terbaru yang menunjukkan bahwa lima keterampilan yang paling banyak diminta saat ini adalah keterampilan manusia meskipun teknologi baru mengubah dunia kerja yang akan terus berlanjut setidaknya sampai tahun 2026.       Negara-negara Asia Tenggara seperti Singapura, Thailand, Indonesia, Filipina, […]

  • Serunting Sakti

    Serunting Sakti

    • calendar_month Minggu, 11 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 9.228
    • 0Komentar

    Sumber: A. N. J. Th. A. Th. Van Der Hoop, (1932), Megalithic Remains in South Sumatra, Terjemahan oleh William Shirlaw, Penerbit: W.J. Thieme & Cie Zutphen,  Netherland. Diadaptasikan secara kreatif dan kontekstual dalam Disertasi: Konsep  Puyang pada Patung Megalit Pasemah, A. Erwan Suryanegara, (2018), FSRD – ITB.  DIKENAL JUGA SEBAGAI CERITA RAKYAT   SI PAHIT LIDAH  […]

  • Harumnya Masakan Padang Sampai di Festival Asian Eats di Shangri-La Plaza, Mandaluyong City 

    Harumnya Masakan Padang Sampai di Festival Asian Eats di Shangri-La Plaza, Mandaluyong City 

    • calendar_month Kamis, 4 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.990
    • 0Komentar

    Harumnya masakan Padang sampai di Festival Asian Eats di Shangri-La Plaza, Mandaluyong City, Manila, Filipina. Itu bukti salah satu kuliner daerah di Indonesia terkenal hingga penjuru duni. Bahkan, untuk memahami suatu negara dan nuansa budayanya adalah melalui makanannya. Contohnya, pada 28-30 April 2023 bertempat di Shangri-La Plaza, Mandaluyong City, KBRI Manila telah menyelenggarakan kegiatan promosi […]

  • Kebutuhan Oksigen Meningkat, Presiden Minta Pemerintah Bersama Industri Amankan Pasokan Oksigen Medis

    Kebutuhan Oksigen Meningkat, Presiden Minta Pemerintah Bersama Industri Amankan Pasokan Oksigen Medis

    • calendar_month Jumat, 16 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 692
    • 0Komentar

    PEMERINTAH terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan oksigen medis nasional yang meningkat akibat lonjakan kasus COVID-19 yang terjadi di Tanah Air. Hal tersebut disampaikan Presiden RI Joko Widodo dalam keterangan pers melalui www.setkab.go.id, usai meninjau produsen gas PT. Aneka Gas Industri (Samator), Jumat (16/07/2021) pagi, di Cakung, Jakarta Timur. “Seperti kita ketahui bersama, kenaikan kasus COVID-19 […]

expand_less
WordPress Archive Themify Suco WordPress Theme Themify Thememin WordPress Theme Themify Tiles Plugin Themify Tisa WordPress Theme Themify Ultra Premium WordPress Theme Themify WooCommerce Product Filter Themify WooCommerce Shopdock Themify Wumblr WordPress Theme Therapia – Psychologist & Hypnotherapy Elementor Templates Therapica – Mental Health & Psychologist Elementor Template Kit