Rabu, 7 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Olahraga & Otomotif » Bahan Pelajaran Yang Berharga, Menpora Nyatakan Banyak Kejutan di Olimpiade Tokyo

Bahan Pelajaran Yang Berharga, Menpora Nyatakan Banyak Kejutan di Olimpiade Tokyo

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 11 Agt 2021
  • visibility 920
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MENTERI Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali menilai Olimpiade Tokyo 2020 banyak terjadi perubahan dan kejutan terkait dengan prestasi atlet dan rangking negara-negara di multi event olahraga tertinggi di dunia ini.

“Kita benar-benar memetik pelajaran yang sangat berharga bahwa di Olimpiade Tokyo ini banyak terjadi kejutan-kejutan. Banyak (peserta) yang diunggulkan di awal-awal tapi kemudian bahkan ada yang gugur di babak- babak penyisihan. Itulah olimpiade,” ujar Menpora Amali dalam konferensi pers secara virtual, belum lama ini.

Pasalnya, olahraga merupakan sesuatu yang dinamis dan tidak statis. Dengan demikian, memperkirakan ukuran dalam satu pertandingan olahraga sangat berbeda dengan membuat ukuran ketika membangun infrastruktur yang sudah bisa diketahui target harus selesai misalnya dalam satu tahun. Sementara olahraga tidak bisa karena dia bersifat dinamis dan terus berubah.

“Kalau olahraga ini dinamis sehingga perkiraan-perkiraan atau analisis-analisis yang kita tetapkan di awal itu bisa saja berubah dan berbeda dengan kenyataan,” tukasnya.

Menurut Amali, para atlet dan pelatih nasional sudah melakukan upaya luar biasa untuk meraih prestasi Olimpiade Tokyo ini. Sementara dalam waktu bersamaan, sejumlah negara bahkan negara tetangga Indonesia yang dengan jumlah kontingan lebih besar dan lolos kualifikasi lebih besar tapi justru tidak memperoleh medali.

“Nah kalau dilihat perolehan kita misalnya menggunakan ukuran sebagaimana yang kita terapkan di 2016 Olimpiade Rio de Janeiro kita nggak jelek-jelek amat. Bahkan perolehan medalinya kalau dari jumlah, kita lebih dari apa yang kita peroleh di Rio de Jeneiro,” ujarnya.

Namun, setelah mempersiapkan Desain Besar Olahraga Nasional, maka paradigma terkait olimpiade pun berubah, dimana pemerintah menempatkan olimpiade sebagai target utama dan perbaikan peringkat tiap event itu berlangsung.

“Walaupun sekarang belum mulai karena kami sedang menunggu ya menunggu payung hukum. Mudah-mudahan sebentar lagi akan terbit yakni Perpres artinya begitu ada Perpres berarti grand design ini udah mulai jalan,” pungkasnya.

Meski demikian, pihaknya sudah mulai mencoba untuk menerapkan ukuran-ukuran prestasi di olimpiade berdasarkan grand design dan juga perubahan paradigma bahwa kita menjadikan olimpiade sebagai sasaran utama.

“Kalau sebelum-sebelumnya kita sering mencampuradukkan antara prestasi di SEA Games, Asian Games dan Olimpiade. Sekarang dengan Grand Design Olahraga Nasional Olahraga atau Desain Besar Olahraga Nasional kita merubah paradigma itu,” jelasnya.

Karena hal itu sesuatu yang baru, dan harus diambil sebagi tindaklanjut arahan presiden Joko Widodo untuk melakukan review total terhadap ekosistem pembinaaan olahraga nasional, maka mau tidak mau hal tersebut harus dilakukan.

“Ini pasti kita terkaget-kaget, suatu perubahan yang sangat ekstrem. Tetapi kalau kita ingin mengejar ketertinggalan dan prestasi olahraga kita. Maka jalan ini harus kita lalui, blue print, peta jalan ini harus kita lakukan dengan segala konsekuensinya,” ungkapnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, hitung-hitungan target yang dilakukan berdasarkan dengan olimpiade terakhir atau ditetapkan perbaikan target olimpiade Rio de Janeiro 2016.

Pada olimpiade Tokyo, Indonesia ditargetkan menempati urutan 40 atau perbaikan dari olimpiade Rio yang menempati urutan 46. Namun hasil akhir Indonesia berada di urutan 55 dengan torehan lima medali yaitu tiga medali perunggu, satu medali perak dan satu medali emas. Perolehan tersebut sebetulnya menjadi perkembangan yang baik jika dilihat dari raihan di Olimpiade Rio 2016 yang hanya mendapatkan tiga medali yakni 1 emas dan 2 perak.

“Namun kenyataannya ada negara-negara yang saat di Brazil di Rio tidak mendapatkan medali bahkan peringkatnya jauh, sekarang mereka mendapatkan medali, ini yang akhirnya merubah posisi. Apakah kita melorot? Saya kira tidak karena kalau kita menggunakan ukuran medali kita malah bertambah,” katanya.

“Tetapi kita sudah mau berubah dengan menghitung ranking. Maka ini harus juga menyesuaikan. Ini sekaligus sebagai catatan buat NOC dan internal kami. Kita menghitung betul tentang situasi Olimpiade 2020 atau Olimpiade Tokyo,” lanjutnya.

Dengan demikian, ukuran-ukuran untuk mengukur yang akan datang, misalnya Olimpiade Tokyo diukur dari Rio itu ternyata kurang tepat. Sebab, contohnya beberapa negara yang tadinya tidak memperoleh medali akhirnya dapat mendali bahkan akhirnya rangkingnya naik.

“Akhirnya kita menyadari bahwa DBON atau Desain besar Olahraga Nasional harus segera jalan. Tidak ada pilihan lain buat kita. Karena kita akan menatap segera Olimpiade Paris 2024,” pungkasnya.Kemenpora (***)

Ril

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nihil Positif, Bertambah 4 Kasus Sembuh Kemarin Di Muba

    Nihil Positif, Bertambah 4 Kasus Sembuh Kemarin Di Muba

    • calendar_month Selasa, 27 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.002
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Senin (26/10/2020) mengonfirmasi penambahan 4 kasus sembuh dan nihil penambahan kasus konfirmasi positif COVID-19. “Dengan adanya penambahan 4 kasus sembuh, total ada sebanyak 324 kasus sembuh COVID-19 di Muba,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, dr Povi Pada Indarta SP P. Povi merinci, hingga 26 Oktober 2020 ada sebanyak […]

  • Obrolan Serius Pak Kades & Bupati Toha di Griya Serasan, “Kalau Desa Sehat, Kota Ikut Langsing”

    Obrolan Serius Pak Kades & Bupati Toha di Griya Serasan, “Kalau Desa Sehat, Kota Ikut Langsing”

    • calendar_month Kamis, 3 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 824
    • 0Komentar

    KEPALA desa itu ibarat koki dapur negara, maka desa adalah tungku pertamanya. Api menyala dari situ, kalau apinya padam, jangan heran kalau masakan pembangunan juga jadi hambar kekurangan garam, kekurangan sayur, dan kadang malah gosong, karena kebijakan terlalu setengah matang. Wajar kalau pada Rabu siang yang berkeringat tapi penuh semangat itu, puluhan kepala desa se-Muba […]

  • Waduh, Akibat Utang Naik, Indef : “RI Berpotensi Seperti Yunani”

    Waduh, Akibat Utang Naik, Indef : “RI Berpotensi Seperti Yunani”

    • calendar_month Rabu, 21 Mar 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 870
    • 0Komentar

    Yunani menjadi negara bangkrut setelah tidak mampu membayar utang sebesar US$1,7 miliar.

  • Gaet generasi Z demi turunkan angka stunting

    Gaet generasi Z demi turunkan angka stunting

    • calendar_month Selasa, 3 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 881
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Berbagai cara dilakukan untuk mencegah dan menurunkan angka stunting dari hulu, salah satunya menggaet generasi Z yang dilakukan  Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir melalui pemilihan Duta Canting Kencana (Cegah Stunting dan Tingkatkan Kualitas Keluarga dengan Terencana). Gelaran inivasi itu dilakukan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB)  dengan membentuk kader-kader generasi muda di […]

  • Perlu Audit Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit, Alasannya ?

    Perlu Audit Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit, Alasannya ?

    • calendar_month Selasa, 5 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 797
    • 0Komentar

    SEPANJANG Covid -19 mewabah di Sumsel, ada sekitar 14 tenaga kesehatan [nakes] yang meninggal dunia saat menangani Covid-19. 14 nakes yang meninggal karena COVID-19 itu rinciannya adalah 4 dokter, 4 bidan, 5 perawat, dan 1 nakes lainnya,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Lesty Nuraini, Selasa (5/1/2021). Lesty menambahkan, jumlah tersebut tidak bisa dikatakan banyak atau […]

  • Sumsel Daerah Penghasil Migas, UU HKPD Akan Ciptakan Keadilan Lebih Bagi Sumsel

    Sumsel Daerah Penghasil Migas, UU HKPD Akan Ciptakan Keadilan Lebih Bagi Sumsel

    • calendar_month Kamis, 17 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 759
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H. Herman Deru mengaku sangat optimistis keberadaan UU Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (HKPD) yang baru diterbitkan pemerintah  akan menciptakan keadilan yang lebih baik bagi daerah penghasil termasuk Sumsel. Optimisme itu diungkapkannya usai membuka kegiatan sosialisasi UU HKPD di Griya Agung, Kamis (17/3). “Ini adalah […]

expand_less
WordPress Archive Dominus – Tattoo Studio Elementor Template Kits Domnoo – Pizza & Restaurant WordPress Theme Don Peppe – Pizza and Fast Food WordPress Theme Donalfarm | Agriculture Organic Farming WordPress Theme Donatenow – Donation & Charity Elementor Template Kit Donche – News & Magazine Template Kit Donism – Environment Charity Elementor Template Kit Doom – Massive All in One PSD & XD Pack DooPlay - WordPress Theme for Movies and TVShows DOQU – Dark Digital Bank & E-Wallet Elementor Template Kit