Minggu, 11 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » MUBA Terkini » Obrolan Serius Pak Kades & Bupati Toha di Griya Serasan, “Kalau Desa Sehat, Kota Ikut Langsing”

Obrolan Serius Pak Kades & Bupati Toha di Griya Serasan, “Kalau Desa Sehat, Kota Ikut Langsing”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 3 Jul 2025
  • visibility 829
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KEPALA desa itu ibarat koki dapur negara, maka desa adalah tungku pertamanya. Api menyala dari situ, kalau apinya padam, jangan heran kalau masakan pembangunan juga jadi hambar kekurangan garam, kekurangan sayur, dan kadang malah gosong, karena kebijakan terlalu setengah matang.

Wajar kalau pada Rabu siang yang berkeringat tapi penuh semangat itu, puluhan kepala desa se-Muba ngumpul di Griya Bumi Serasan Sekate.

Tujuannya? bukan buat piknik atau arisan panci, tapi menyampaikan isi hati dan isi catatan, tentang infrastruktur, kesejahteraan, dan masa depan desa yang kadang hidupnya lebih susah dari sinetron tukang ojek pengantar cinta.

Bupati Muba, Pak Haji Toha  gayanya sederhana tapi langkahnya sering membuat aspal iri, para kades ini datang dengan semangat seperti petani menyambut pupuk bersubsidi. Mereka bukan cuma bawa proposal dan daftar panjang usulan, tapi juga bawa harapan agar desa tak terus jadi anak tiri dalam drama pembangunan.

Ketua APDESI, Surianto, memulai pidato seperti orator ulung santun tapi mantap, ia menyampaikan permintaan yang bukan kaleng-kaleng Sekretariat operasional, kendaraan dinas, tunjangan yang manusiawi, dan forum catur wulan agar kepala desa bisa diskusi serius tanpa harus tunggu undangan kembang desa.

“Pak Bupati, jangan cuma BUMDes yang dievaluasi, pelatihan-pelatihan pun perlu dicek. Jangan sampai pelatihnya datang cuma buat selfie, lalu pulang dengan honor, sementara perangkat desa masih bingung cara ngoper laptop,” kata salah satu kades, sambil nyengir. Yang lain tertawa setuju, meski tetap formal.

Isu-isu yang dibahas memang serius, mulai dari penetapan batas desa yang kadang lebih rumit dari batas wilayah di Piala Dunia hingga kesejahteraan imam masjid, guru TK, dan marbot yang selama ini sering jadi pahlawan senyap. Mereka ada di setiap kegiatan, tapi tunjangannya kadang lebih kecil dari biaya servis AC di kantor OPD.

Bupati Toha pun tak tinggal diam, beliau menanggapi satu per satu dengan kalimat yang diplomatis tapi tak basa-basi. “Insya Allah akan kita kaji dan tindak lanjuti, sepanjang tak bertabrakan dengan regulasi. Jangan sampai semangat kita malah kena tilang aturan,” katanya, disambut anggukan para kades yang sudah terbiasa bertempur dengan tumpukan formulir.

Pak Bupati juga menyampaikan pesan sakral “Jaga integritas. Jangan sampai jadi kades yang suka nyeruduk aturan, atau tiba-tiba viral gara-gara ngopi di kantor saat warga kebanjiran”.

Sebenarnya, obrolan antara APDESI dan Bupati ini ibarat tempe ketemu sambal, lengkap sudah rasanya kalau ditindaklanjuti dengan tindakan nyata, karena kalau bicara desa, kita bicara nadi utama republik.

Di Jepang misalnya, desa seperti Kamikatsu sudah jauh-jauh hari mandiri dengan sistem daur ulang 100%, bahkan warga bikin sendiri sabun dari minyak jelantah.

Di Finlandia, desa kecil seperti Fiskars jadi sentra seni dan desain dunia, sementara di Indonesia? masih banyak desa yang jaringan sinyalnya suka ngilang seperti mantan waktu ditagih utang.

Desa bukan tempat buang sisa proyek kota, desa adalah akar. Kalau akar dicuekin, pohon pembangunan bisa tumbang diterpa isu, janji palsu, dan dana yang diserap tapi tak terasa. Penting menjadikan APDESI bukan sekadar organisasi seremonial, tapi mitra strategis yang bisa berdiskusi tanpa perlu disuruh ngopi dulu.

Kades bukan anak buah bupati, mereka mitra lapangan yang bersahabat dengan jalan rusak, jaringan hilang, dan warga yang kadang lebih suka lapor di WA grup daripada ke balai desa.

Kalau desa diberdayakan, bukan cuma kesejahteraan naik, tapi juga harga diri republik. Bayangkan kalau semua desa punya akses jalan mulus, sekolah aktif, layanan digital, dan kepala desa yang bisa ngoding sambil ngaji. Mimpi? Bisa jadi. Tapi semua perubahan besar dimulai dari obrolan kecil di Griya Serasan, dari tawa-tawa kecil kades yang berharap besar.

Jadi kalau hari ini kepala desa datang membawa daftar harapan, jangan anggap itu daftar belanja. Itu adalah suara dari bawah tanah demokrasi yang kadang lebih jujur dari laporan tahunan, karena sejatinya, kalau desa sehat, kota akan ikut langsing, dan negeri ini akan berjalan lebih tegap tanpa perlu korset kebijakan yang menyakitkan.

Doakan semoga pertemuan ini bukan hanya jadi album foto di Instagram Pemkab, namun betul-betul jadi awal dari sinergi yang gak basa-basi. Biar desa kita tidak cuma maju di baliho dan akun medsos, tapi juga nyata di jalanan, di sekolah, dan di dapur ibu-ibu yang tiap hari berdoa agar harga beras tak naik sebelum anaknya naik kelas.

Karena membangun desa itu bukan proyek lima tahun, tapi warisan lintas generasi, dan semua itu, dimulai dari satu langkah mendengar dengan hati, lalu bekerja tanpa pamrih walau tanpa kamera.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 11 Juta Pelaku Usaha Mikro Sudah Terima Banpres Produktif

    11 Juta Pelaku Usaha Mikro Sudah Terima Banpres Produktif

    • calendar_month Minggu, 13 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.058
    • 0Komentar

    SEJAK diluncurkan pada 24 Agustus 2020 hingga 2 Desember 2020, bantuan berupa dana hibah Rp 2,4 juta telah disalurkan dalam 27 tahap kepada 11 juta pelaku usaha mikro. Bantuan yang menarget 12 juta penerima manfaat ini diharapkan dapat membantu pelaku usaha mikro untuk bertahan, beradaptasi, dan juga berinovasi di masa pandemi ini.[***] Covid19.go.id

  • Dihadapan Anggota APTISI, Gubernur Sebut 3 Komitmen Program Pembangunan Sumsel

    Dihadapan Anggota APTISI, Gubernur Sebut 3 Komitmen Program Pembangunan Sumsel

    • calendar_month Jumat, 9 Feb 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 826
    • 0Komentar

    Pada 2010, Jakabaring Sport City (JSC) hanya berupa rawa-rawa yang berada di tengah Kota Palembang.

  • Coffee Morning Bersama Ormas, Ini Harapan Bupati Banyuasin

    Coffee Morning Bersama Ormas, Ini Harapan Bupati Banyuasin

    • calendar_month Selasa, 21 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.205
    • 0Komentar

    RATUSAN organisasi swadaya masyarakat (Ormas) hari ini berkumpul di Guide House Bupati Kabupaten Banyuasin. Acara ini digelar bertujuan untuk menjalin  silaturahmi antara pemerintah Kabupaten Banyuasin dengan para ormas se-Kabupaten Banyuasin, dengan harapan ormas dan pemerintah daerah dapat bersinergi membangun Kabupaten Banyuasin Bangkit Adil dan Sejahtera. Bupati Banyuasin H. Askolani, SH. MH di dampingi Sekretaris Daerah […]

  • Nazila Barqiah Harum Serukan 3 Makna Kemerdekaan di HUT RI, Ada Pesan untuk Anak Indonesia

    Nazila Barqiah Harum Serukan 3 Makna Kemerdekaan di HUT RI, Ada Pesan untuk Anak Indonesia

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 34
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Nazila Barqiah Harum menyerukan tiga makna kemerdekaan bagi anak-anak Indonesia melalui puisi ‘Kamipun Ingin Merdeka’ dalam pembukaan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Kementerian Sosial (Kemensos), Jakarta, Selasa (11/8/2026). Siswa Sekolah Rakyat 4 Jakarta itu menyampaikan pesan tersebut di hadapan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, serta jajaran […]

  • Nah, Ini Kerja Pertama Yang Harus Dilakukan 65 Kades Yang Baru Dilantik di Muba

    Nah, Ini Kerja Pertama Yang Harus Dilakukan 65 Kades Yang Baru Dilantik di Muba

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.029
    • 0Komentar

    SEBANYAK 65 Kepala Desa (Kades) dari masa bakti 2020-2026 dari 12 Kecamatan di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Rabu (22/4/2020) resmi dilantik. Prosesi pelantikan ini berbeda seperti biasanya, dimana pada rangkaian pelantikan ini hanya dilakukan oleh Camat-Camat di masing-masing wilayah. Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin mengucapkan selamat kepada 65 Kades yang telah dilantik […]

  • Bupati Dodi Reza Alex Ajak Seluruh Pihak Dukung Zero ODOL di Kabupaten Muba, Pertama di Sumsel

    Bupati Dodi Reza Alex Ajak Seluruh Pihak Dukung Zero ODOL di Kabupaten Muba, Pertama di Sumsel

    • calendar_month Rabu, 14 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.036
    • 0Komentar

    BUPATI Musi Banyuasin (Muba) Dr H Dodi Reza Alex Noerdin menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Muba siap mendukung untuk terwujudnya Zero Over Dimensi dan Over Loading (ODOL) Tahun 2023 di wilayah Kabupaten Muba. “Sebagai kabupaten/kota pertama di Provinsi Sumsel yang kepala daerah dan Forkopimda nya berkomitmen menerapkan kendaraan zero ODOL, semoga semua pihak mendukung pelaksanaan kendaraan zero […]

expand_less
WordPress Archive Onekorse – LMS Education Theme OneLove – The Elegant & Clean Multipurpose Wedding WordPress Theme OnePage Hyperlinks Navigation OnePrint – Printing Services Company Elementor Template Kit OneStudio – A Unique Responsive WordPress Theme Onestudio – Photographer Agency Service Elementor Template Kit Onetrav – Travel Agency Elementor Template Kit OnLeash | Dog Walking & Pet Services Veterinary WordPress Theme Online Cake and Cupcake Design for Woocommerce Online Exam Management - Education & Results Management