Minggu, 27 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Olahraga & Otomotif » Baru Juara Asia, Australia Malah Tumbang di Kualifikasi, Indonesia Bikin Sang Juara Menunggu Dua Tahun Lagi

Baru Juara Asia, Australia Malah Tumbang di Kualifikasi, Indonesia Bikin Sang Juara Menunggu Dua Tahun Lagi

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
  • visibility 27
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Ada cerita yang terasa janggal dalam perjalanan Australia di Piala Asia U-20. Belum lama menyandang status juara Asia, Australia justru sudah harus menerima kenyataan pahit. Bukan kalah di putaran final, bukan pula gagal mempertahankan gelar setelah tersingkir di fase gugur.

Mereka bahkan tidak sampai ke sana.

Langkah Australia terhenti di babak kualifikasi Piala Asia U-20 2027. Dan yang membuat ceritanya semakin menarik, salah satu tim yang ikut menentukan nasib tersebut adalah Timnas U-20 Indonesia.

Ini bukan hanya soal tiga poin atau hasil pertandingan. Ada perubahan posisi yang cukup menarik untuk dilihat.

Australia datang dengan label juara bertahan. Indonesia datang membawa target lolos. Pada akhirnya, justru Indonesia yang melangkah ke putaran final, sementara Australia harus menunggu siklus berikutnya.

Dari Juara Asia ke Gagal Lolos

Australia sebenarnya baru saja menikmati salah satu pencapaian terbesar mereka di level U-20.

Pada Piala Asia U-20 2025 di China, Australia keluar sebagai juara. Itu menjadi gelar pertama mereka di turnamen tersebut setelah mengalahkan Arab Saudi melalui drama adu penalti di final.

Status itu membuat Australia otomatis menjadi salah satu tim yang patut diperhitungkan ketika memasuki persaingan menuju Piala Asia U-20 2027.

Tetapi sepak bola punya cara sendiri untuk mengingatkan, gelar masa lalu tidak pernah bisa dipakai sebagai modal untuk mendapatkan poin berikutnya.

Di Grup H, Australia memang mengawali perjalanan dengan kemenangan 2-0 atas Laos.

Namun setelah itu, mereka ditahan Malaysia 2-2. Lalu datang pertandingan yang menjadi titik paling menentukan. Australia menghadapi Indonesia dan kalah 0-2.

Hasil tersebut memang sangat menyakitkan karena membuat Australia hanya mengumpulkan empat poin dari tiga pertandingan. Di saat yang sama, Indonesia mengoleksi tujuh poin dan keluar sebagai juara grup. Malaysia berada di posisi kedua dengan lima poin setelah mengalahkan tuan rumah Laos 2-1 dalam laga penutup Grup H.

Di situlah status juara bertahan Australia akhirnya tidak lagi cukup untuk menyelamatkan mereka.

Indonesia Bukan Hanya Mengalahkan Australia

Kalau dilihat sekilas, Indonesia hanya menang 2-0, tetapi dampaknya jauh lebih besar daripada angka yang tercetak di papan skor.

Kemenangan itu, ikut memastikan posisi Indonesia berada di jalur menuju putaran final. Sebaliknya, Australia terlempar dari persaingan.

AFC sendiri menempatkan Australia sebagai juara bertahan sebelum laga tersebut. Setelah pertandingan berakhir, Indonesia memastikan tiket ke putaran final Piala Asia U-20 2027.

Tentu menariknya di Grup ini, karena ada juara bertahan Asia dilevel kelompok umur U-20. Indonesia bukan cuma mengalahkan tim yang punya nama besar. Indonesia mengalahkan tim yang datang sebagai pemegang gelar.

Dan setelah itu, sang juara bertahan tidak punya kesempatan untuk mencoba mempertahankan mahkotanya.

Yang Paling Menyakitkan Bukan Kekalahannya

Kalah dari Indonesia tentu bukan bagian yang menyenangkan bagi Australia, tapi kalau bicara dari sudut pandang Australia, ada hal yang mungkin terasa lebih pahit.

Mereka kehilangan kesempatan untuk mempertahankan gelar bahkan sebelum turnamen dimulai. Piala Asia U-20 berikutnya akan tetap berjalan tanpa mereka.

Format kualifikasi memang memberi jalan kepada para juara grup dan sejumlah runner-up terbaik untuk lolos ke putaran final. Australia yang finis ketiga di Grup H tidak mendapatkan jalur tersebut.

Artinya sederhana, Australia bukan gagal mempertahankan gelar, Australia gagal mendapatkan kesempatan untuk mempertahankannya. Perbedaannya kecil dalam kalimat, tetapi besar dalam makna.

Gelar 2025 Tidak Bisa Dibawa ke Lapangan

Inilah bagian yang menurut saya paling menarik dari perjalanan Australia. Gelar juara 2025 tentu menjadi bukti mereka punya kualitas. Tetapi ketika memasuki kualifikasi 2027, semuanya kembali ke titik nol.

Tidak ada bonus tiga poin karena pernah menjadi juara, tidak ada juga jaminan lolos karena menyandang status juara bertahan. Bahkan tidak ada ruang untuk hidup dari kejayaan masa lalu.

Semua kembali ditentukan oleh hasil pertandingan. Australia menang atas Laos. Mereka bermain imbang dengan Malaysia. Lalu kalah dari Indonesia.

Tiga pertandingan…empat poin, dan itu tidak cukup, karena sepak bola memang sesederhana itu ketika peluit terakhir berbunyi.

Indonesia Justru Mendapat Cerita Berbeda

Untuk Indonesia (Tim U-20), kemenangan atas Australia bisa menjadi modal cerita yang cukup kuat. Bukan karena Australia tidak terkalahkan, mereka jelas bisa dikalahkan.

Yang menariknya lagi adalah konteksnya. Indonesia mampu menghentikan tim yang beberapa waktu sebelumnya berdiri sebagai juara Asia.

Bahkan lebih penting lagi, kemenangan itu bukan kemenangan kosong karena Indonesia akhirnya mengakhiri fase grup sebagai pemuncak klasemen dengan tujuh poin.

Ini yang membuat hasil tersebut layak dilihat lebih jauh. Indonesia tidak perlu terlalu larut dalam kemenangan atas nama besar.

Justru hasil ini seharusnya menjadi pembelajaran di tahap berikut,  bahwa tim muda Indonesia punya kesempatan untuk berkembang jika mampu menjaga konsistensi.

Sebab mengalahkan Australia sekali adalah pencapaian. Menjadikan kemenangan itu sebagai awal perjalanan yang lebih panjang adalah tantangan sebenarnya.

Australia Memberi Pelajaran yang Mahal

Ada satu pelajaran sederhana dari kegagalan Australia. Nama besar tidak bisa menggantikan poin, sementara gelar juga tidak bisa menggantikan konsistensi. Dan status juara bertahan tidak otomatis memberikan tiket ke turnamen berikutnya.

Australia mungkin datang dengan kepercayaan diri sebagai juara Asia 2025. Namun ketika persaingan dimulai, mereka tetap harus melewati pertandingan demi pertandingan.

Satu hasil imbang bisa mengubah posisi, satu kekalahan bisa membuat situasi semakin sulit,  bahkan ketika kesempatan terakhir datang melawan Indonesia, Australia tidak mampu mengambilnya.

Akhirnya mereka harus menerima kenyataan yang mungkin tidak pernah dibayangkan ketika mengangkat trofi pada 2025.

Sekarang Giliran Indonesia yang Punya Beban

Indonesia boleh senang karena berhasil lolos. Tetapi jangan sampai kemenangan atas Australia membuat perjalanan terasa selesai.

Justru setelah ini tekanannya lebih besar, lolos ke Piala Asia U-20 2027 berarti Indonesia akan berhadapan dengan lawan-lawan yang levelnya jauh lebih tinggi. Di fase itu, kemenangan 2-0 atas Australia tidak otomatis berarti apa-apa jika tidak diikuti perkembangan permainan.

Oleh karena itu, hasil di Grup H sebaiknya dipandang sebagai pijakan, bukan hanya garis akhir. Australia sudah memberikan satu gambaran penting, yaitu tim yang pernah berada di puncak pun bisa jatuh ketika kehilangan konsistensi. Indonesia tentu tidak ingin mengalami cerita serupa di kemudian hari.

Dua Tahun Menunggu, Australia

Ada ironi yang sulit dilewatkan, sebab pada 2025, Australia menjadi juara Asia untuk kali pertama.

Pada 2026, mereka datang ke kualifikasi dengan status juara bertahan. Namun pada akhir persaingan Grup H, Australia justru berada di posisi ketiga dengan empat poin dan gagal melaju ke putaran final Piala Asia U-20 2027. Indonesia berada di puncak dengan tujuh poin.

Jadi, perjalanan Australia berhenti lebih cepat dari yang mungkin mereka tak pernah pikirkan. Sang juara tidak kalah ketika sedang mempertahankan trofi di putaran final.

Mereka bahkan tidak sempat datang ke sana, meksi demikian, Indonesia punya andil besar dalam cerita itu.

Barangkali inilah salah satu ironi paling menarik dari sepak bola kelompok usia, hari ini sebuah tim bisa berdiri sebagai juara, tetapi beberapa waktu kemudian harus melihat turnamen berikutnya dari luar lapangan.

Australia sekarang harus menunggu siklus berikutnya. Sementara Indonesia mendapatkan kesempatan untuk menulis cerita yang berbeda di Piala Asia U-20 2027.

Pertanyaannya tinggal satu, setelah menjatuhkan sang juara bertahan di kualifikasi, sejauh mana Timnas U-20 Indonesia mampu melangkah ketika panggung Asia benar-benar dimulai?

Pertanyaannya tinggal satu, setelah menjatuhkan sang juara bertahan di kualifikasi, sejauh mana Timnas U-20 Indonesia mampu melangkah ketika panggung Asia benar-benar dimulai? Semoga kali ini si kulit bundar dan Dewi Fortuna masih mau berpihak kepada Indonesia. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perkembangan COVID -19 Muba: Nihil Penambahan Kasus, Positif, Sembuh dan Meninggal

    Perkembangan COVID -19 Muba: Nihil Penambahan Kasus, Positif, Sembuh dan Meninggal

    • calendar_month Sabtu, 11 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 864
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Sabtu (11/9/2021) mengkonfirmasi nihil penambahan kasus. “Tidak ada penambahan kasus per 11 September 2021,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Herryandi Sinulingga AP. Kadin Kominfo Muba merinci, hingga 11 September 2021 ada sebanyak 2902 kasus. “Diantaranya 2725 kasus sembuh, 28 masih dirawat, dan 149 kasus meninggal dunia,” urainya. Sementara […]

  • Pupuk Indonesia Grup Peduli Kirimkan Bantuan Tanggap Darurat ke Palu dan Donggala

    Pupuk Indonesia Grup Peduli Kirimkan Bantuan Tanggap Darurat ke Palu dan Donggala

    • calendar_month Minggu, 30 Sep 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.087
    • 0Komentar

    Oleh : One SUMSELTERKINI.CO.ID, PALU – Pupuk Indonesia Grup menyerahkan bantuan tanggap darurat berupa sembako dan kebutuhan darurat seperti tenda, alas tidur dan terpal serta bahan pokok yang terdiri dari beras, gula, minyak goreng, mie instan, air mineral, sarden dan makanan bayi. Bantuan akan diberikan kepada korban bencana Gempa Bumi dan Tsunami di Palu dan […]

  • Usai Rumahnya DibedahForkompimcam, Tasir Bersyukur kepada Allah

    Usai Rumahnya DibedahForkompimcam, Tasir Bersyukur kepada Allah

    • calendar_month Jumat, 25 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.233
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Plakat Tinggi- Tasir, [70] Warga Desa Cinta Karya, Kecamatan Plakat Tinggi, Kabupaten Musi Banyuasin [Muba] sangat bersyukur kepada Allah SWT, karena ia salah satu warga yang terpilih dalam program bedah rumah oleh Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompimcam), Pemkab. Muba. Dengan  suara nafasnya terdengar tersendat-sendat, ia  tak kuat menahan haru hingga meneteskan air mata, karena […]

  • Gempa M 5,2 Guncang Tanggamus Lampung Pagi Tadi

    Gempa M 5,2 Guncang Tanggamus Lampung Pagi Tadi

    • calendar_month Senin, 12 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.115
    • 0Komentar

    BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika [BMKG] melaporkan terjadi gempa Magnitudo 5,2 di barat daya Tanggamus Lampung. Gempa terjadi pukul 08.52 WIB, senin [12/4/2021]. Gempa berada di kedalaman 95 km dengan lokasi 5.55 LS – 104.63 BT Pusat gempa berada di laut 9 km barat daya Tanggamus. Dirasakan (Skala MMI): II Tanggamus, II Liwa.[***] One  

  • “Rupiah Lagi Santuy, Dolar Ngelirik-Drama BI & Asing Bikin Ngakak”

    “Rupiah Lagi Santuy, Dolar Ngelirik-Drama BI & Asing Bikin Ngakak”

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.740
    • 0Komentar

    BAYANGKAN ekonomi Indonesia itu seperti sinetron, bro… minggu ini rupiah lagi jadi pemeran utama stabil, tapi drama tetep ada. Kamis, 23 Oktober 2025, rupiah ditutup di Rp16.600 per dolar AS. Pagi Jumat 24 Oktober? Tetap Rp16.600. Stabilnya ibarat anak kos baru bangun tidur, masih manis-manis malu, hehehe. Tapi jangan salah, yield SBN 10 tahun naik […]

  • Kasih Wejengan  Pelaku UKM, Ratu Dewa : Berselancar di Dunia Maya Salah Satu Jurus Jitu  

    Kasih Wejengan  Pelaku UKM, Ratu Dewa : Berselancar di Dunia Maya Salah Satu Jurus Jitu  

    • calendar_month Selasa, 30 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.322
    • 0Komentar

    PENGEMASAN memegang peranan penting dalam keberhasilan suatu produk sehingga memiliki daya saing untuk menembus pasar digital. Kalimat sederhana penuh motivasi ini,  dilontarkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang Ratu Dewa guna membakar semangat puluhan pelaku usaha kecil mikro (UKM) saat membuka penyuluhan Keamanan Pangan (PKP) Industri Rumah Tangga tahun 2021, Selasa (30/3/2021) di aula Penanaman Modal […]

expand_less
WordPress Archive WooCommerce Multipurpose Responsive WordPress Theme – WizeStore WooCommerce MultiStep Checkout Wizard WooCommerce MultiVendor Marketplace Stripe Connect WooCommerce Name Your Price WooCommerce Nested Category Layout WooCommerce Newsletter Subscription WooCommerce NFT Importer – Data Fetcher via Cronjob (Addon) WooCommerce Notification WooCommerce Notification | Boost Your Sales – Live Feed Sales – Recent Sales Popup – Upsells WooCommerce Offline Credit Card Payment Method