Rabu, 14 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » OKI Terkini » Wejangan Bupati di Tengah Apel

Wejangan Bupati di Tengah Apel

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 18 Apr 2025
  • visibility 877
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Setiap tanggal muda, para Aparatur Sipil Negara di Ogan Komering Ilir (OKI) berkumpul seperti anak sekolah yang baru dapat tas baru. Tempatnya di halaman kantor bupati, suasananya meriah, dan kadang penuh aroma parfum yang beradu dengan semangat melayani. Tapi jangan salah, ini bukan parade mode kerja, melainkan apel bulanan sebuah tradisi yang kadang dianggap formalitas, tapi sebenarnya bisa menjadi momen strategis untuk mengatur ulang kompas birokrasi.

Bupati OKI, H. Muchendi Mahzareki, dalam apel terbaru tanggal 17 April 2025 kemarin, menyampaikan wejangan yang tak bisa dianggap angin lalu. Wejangannya bukan seperti status WhatsApp yang dibaca lalu dilupakan, tapi lebih seperti pengingat harian di kulkas: penting, konsisten, dan sebaiknya tidak di-skip.

Dalam sambutannya, Pak Bupati mengajak seluruh ASN untuk merapatkan barisan dan meninggalkan kebiasaan membentuk “geng kantor”. Karena kalau ASN sudah pecah jadi kelompok–kelompok kecil macam boyband pensiun yang bersaing manggung, maka birokrasi bisa-bisa jalan di tempat, sambil ngibrit pakai sandal jepit.

Sebenarnya, kalau dipikir-pikir, apel bulanan itu seperti senam demokrasi. Ia bukan cuma rutinitas, tapi ruang komunikasi antara pemimpin dan pasukan pelayanan publik. Di beberapa negara, tradisi serupa bahkan jadi fondasi penguatan integritas. Di Jepang misalnya, sebelum kerja dimulai, para karyawan rutin ikut morning briefing sambil tepuk tangan bareng tujuannya? Menyelaraskan semangat dan memastikan tak ada yang kerja sambil ngambek kayak disuruh nyuci piring.

Di Finlandia, negara dengan sistem birokrasi yang kerap dijadikan contoh, para PNS punya forum rutin untuk mendiskusikan strategi dan kendala kerja. Bukan cuma soal serapan anggaran, tapi juga bagaimana agar pelayanan publik nggak terasa seperti antre beli tiket konser Coldplay lama, penuh drama, dan kadang zonk.

Nah, kalau di OKI, apel bulanan seharusnya bisa jadi ruang sejuk tempat para ASN menanam semangat baru. Tapi tentu saja, agar tidak jadi ajang “dengar wejangan lalu pulang lupa,” maka penyampaian pesan pun mesti inovatif. Wejangan yang menggugah jiwa, bukan sekadar gugur kewajiban. Kalau bisa, diselingi humor segar, sesekali pantun, atau kuis kecil biar apel terasa seperti acara TV pagi yang bikin melek, bukan justru bikin ngantuk berdiri.

Pak Bupati juga menyentil soal loyalitas. Ini penting. Karena loyalitas ASN itu bukan cuma pada atasan, tapi terutama pada negara dan rakyat. Jangan sampai semangatnya kayak teh tawar basi ada, tapi hambar. Bupati bilang, “Boleh loyal sama atasan, tapi utama adalah kepada bangsa.” Ini kalimat yang kalau dikemas ulang bisa jadi stiker di dinding kantor: “Jangan hanya hormat ke bos, tapi juga ke rakyat yang bayar pajakmu, Bos!”

Soal keuangan daerah yang lagi ngos-ngosan, beliau juga ajak ASN gotong royong. Ini pengakuan jujur yang patut diapresiasi. Karena di zaman sekarang, pejabat yang mengakui defisit itu kayak orang ngaku dosa pas Lebaran langka, tapi bikin adem. Dan momen apel bisa jadi tempat menanamkan kesadaran fiskal secara kolektif. Misalnya, kasih tahu langsung, “Ini anggaran tinggal segini, ayo cari solusi!” biar ASN nggak kaget kalau nanti cuma dapat makan siang pakai biskuit dan teh tawar saat rapat.

Yang paling penting  jangan biarkan apel bulanan jadi monolog. Harus ada interaksi. Kalau bisa, pakai metode dialog terbuka. ASN boleh bertanya, mengusul, bahkan curhat soal printer rusak atau AC kantor yang cuma nyala di ruang kepala. Dengan begitu, apel bukan lagi tempat mendengar sepihak, tapi jadi forum mini yang menggugah, membangkitkan, dan menggerakkan.

Bayangkan jika setiap apel bisa menghasilkan satu solusi baru atau satu ide cemerlang. Wah, OKI bisa ngebut lebih cepat dari motor listrik subsidi. Apalagi kalau semangat apel bulanan ini menular ke kecamatan, kelurahan, sampai tingkat desa. Bisa-bisa tradisi ini menjelma jadi “gerakan apel nasional,” di mana ASN dan pejabat duduk bareng sambil mikir, bukan hanya selfie bareng.

Wejangan Bupati Muchendi dalam apel kemarin bukan sekadar pidato, tapi seharusnya jadi bahan bakar semangat. ASN itu seperti pengemudi ojek pelayanan kalau bensinnya habis, dia mogok. Maka apel bulanan harus jadi SPBU semangat. Isilah dengan wejangan, arah kebijakan, pengakuan kendala, dan tentu saja harapan.

Mari kita jadikan apel bulanan ini lebih segar dari buah apel Fuji, lebih bermakna dari sekadar formalitas, dan lebih membekas dari sekadar notulen kegiatan. Karena di balik apel, ada harapan. Dan di balik wejangan, ada masa depan pelayanan publik yang lebih manusiawi, jenaka, dan tentunya, OKI Maju Bersama, bukan Maju Sendirian seperti akun ghosting.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Akhirnya Bank Sumsel Babel Resmi Jadi Bank Penyalur Dana PEN

    Akhirnya Bank Sumsel Babel Resmi Jadi Bank Penyalur Dana PEN

    • calendar_month Minggu, 29 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.996
    • 0Komentar

    BANK Sumsel Babel akhirnya resmi ditunjuk menjadi Bank penyalur dana Pemulihan Ekonomi Nasional [PEN] oleh  Kemenkeu Republik Indonesia. Penandatanganan Perjanjian Kemitraan Penempatan Dana dalam rangka Pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional antara Bank Sumsel Babel dengan Dirjen. Perbendaharaan Kemenkeu Republik Indonesia. Terkait hal tersebut sebagai bank yang turut berpartisipasi dalam menggerakkan perekonomian di daerah dengan segala […]

  • Pemetaan & hindari Korupsi,  KPK bantu pendampingan Pemkab OKI

    Pemetaan & hindari Korupsi, KPK bantu pendampingan Pemkab OKI

    • calendar_month Kamis, 27 Jun 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 916
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan pendampingan kepada Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) untuk memetakan dan menghindari area rawan korupsi. Pemetaan ini sebagai upaya pencegahan korupsi di daerah. Program pemberantasan korupsi terintegrasi itu terfokus pada sejumlah sektor strategis, antara lain perencanaan, pengadaan barang dan jasa, penanaman modal dan perizinan, optimalisasi pajak, manajemen ASN, […]

  • Cocote Tonggo & Jurus Cabe Rawit Industri Film, Kecil dari Kampung, Pedasnya sampai Festival Cannes!

    Cocote Tonggo & Jurus Cabe Rawit Industri Film, Kecil dari Kampung, Pedasnya sampai Festival Cannes!

    • calendar_month Selasa, 13 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.034
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Di dunia perfilman yang sering kali sibuk dengan kisah superhero berotot, monster galaksi, dan cinta anak sultan, tiba-tiba hadir film Cocote Tonggo, film yang alih-alih menampilkan ledakan CGI, justru meledakkan tawa dan keharuan dengan cerita sederhana pasangan suami istri penjual jamu yang belum punya anak. Ya, ini bukan kisah Hollywood, ini kisah Holimart, pasar […]

  • Gub Sumsel: Saya Mau yang Nyata Bukan Cuma Slogan, Mau Tahu ?

    Gub Sumsel: Saya Mau yang Nyata Bukan Cuma Slogan, Mau Tahu ?

    • calendar_month Minggu, 11 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 824
    • 0Komentar

    ” Sebarannya meningkat meskipun sulit kita hitung tapi ini menandakan bahwa kesejahteraan ekonomi masyarakat membaik begitu juga kesadaran umat muslim untuk berbagi dengan berkurban meningkat,”

  • “Grap Lawan Opik!” Tekan 80% Kecurangan

    “Grap Lawan Opik!” Tekan 80% Kecurangan

    • calendar_month Jumat, 8 Jun 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.358
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Jakarta – Perusahaan teknologi berbasis transportasi, Grab mengklaim sejak diluncurkannya kampanye “Grab Lawan Opik!” bisa menekan tindak kecurangan di platform Grab turun 80%. Dalam keterangannya, mengutip Warta Ekonomi.co.id,  Head of Public Affairs Grab Indonesia, Tri Sukma Anreianno, mengemukakan bahwa kampanye tersebut berbuah manis yang berimbas kepada mitra pengemudi. Sebanyak 80% tindak kecurangan di platform Grab […]

  • RINDU

    RINDU

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.320
    • 0Komentar

    KEMILAU permata tak kan merubah perasaan itu Setiap helai nafas ini berjangkit kerinduan Yang tak bisa menghalangi ingatan ke masa silam Tak terasa beberapa purnama telah mendahului asa kita Kenanglah selalu jangan dibuang Sebab esok elegi akan berganti   Bertanya tuan pada isi hati Kemana kan dicari pengobat rindu Adakah kau sisakan ruang rindu bagi […]

expand_less
WordPress Archive Gravity Forms Square Add-On Gravity Forms Stripe Addon Gravity Forms Styles Pro Add-on Gravity Forms Trello Addon Gravity Forms Twilio Addon Gravity Forms User Registration Addon Gravity Forms Webhooks Add-On Gravity Forms (Word) Documents Gravity Forms WordPress Plugin Gravity Forms Zapier Addon