Minggu, 27 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » OKI Terkini » “Hak Jawab Kepala Desa Bukit Batu, Antara Fitnah, Fakta & Transparansi Publik”

“Hak Jawab Kepala Desa Bukit Batu, Antara Fitnah, Fakta & Transparansi Publik”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 8 Jul 2025
  • visibility 919
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KETIKA kabar mulai menyebar tanpa kendali dan opini publik terbentuk lebih cepat dari fakta yang dikonfirmasi, suara klarifikasi menjadi kebutuhan yang tak bisa diabaikan.

Inilah yang dilakukan Rumidah, Kepala Desa Bukit Batu, saat namanya terseret dalam pusaran isu dugaan penggelapan dana desa, penyimpangan dana plasma, hingga pencucian uang. Alih-alih bungkam, ia memilih untuk berbicara terbuka, menjelaskan asal-usul kekayaan keluarganya, dan mengajak siapa pun yang meragukan untuk melihat data dan bukti yang tersedia.

Rumidah, yang ditemani suaminya, Interdi, angkat suara dalam konferensi pers lokal, Selasa (8/7/2025), menjawab serangkaian tuduhan yang dilemparkan ke publik mulai dari dugaan penggelapan dana desa, penyimpangan dana plasma, hingga pencucian uang. “Tudingan tersebut lebih kepada fitnah, apalagi tanpa pernah sekalipun dihubungi untuk konfirmasi,” ujar Rumidah tegas.

Menurutnya, narasi sepihak yang dibangun tanpa proses verifikasi justru menjadi ancaman serius, bukan hanya bagi dirinya sebagai kepala desa, tetapi juga bagi keluarga dan lingkungan desa. Ia menekankan bahwa berita yang tidak berimbang bisa berdampak buruk secara psikologis bagi keluarganya.

Terkait tudingan adanya pembelian aset besar-besaran, Rumidah memberikan penjelasan rinci. Ia menyebut bahwa seluruh aset yang kini tercatat atas nama keluarga, merupakan hasil dari usaha sang suami yang telah lama bergerak di bidang konstruksi dan jasa pengadaan.

Sejak dibukanya proyek pembangunan di wilayah OKI 2 pada awal 2024, Interdi dipercaya sejumlah perusahaan besar untuk membangun mess karyawan dalam skala besar. Saat ini, dari total 130 unit mess yang masing-masing terdiri dari 12 kamar, sudah terealisasi sebagian dan terus berjalan. “Alhamdulillah hasilnya cukup lumayan. Tapi semua itu hasil usaha. Tidak ada kaitannya dengan dana desa,” tambah Rumidah.

Klarifikasi Rumidah diperkuat dengan data aset berikut tahun perolehannya dari rumah tinggal di Air Sugihan yang dibeli tahun 2016, rumah sewa pegawai yang sudah ada sejak 2018 dan 2022, hingga rumah di Royal Resort Palembang yang baru dibeli tahun 2024.

Ditambah dua unit kendaraan (BMW dan Toyota Alphard), serta satu pabrik penggilingan padi di Desa Serdang Menang yang baru dibangun tahun ini.

Terkait legalitas usaha keluarga, Rumidah juga menjelaskan bahwa perusahaan mereka, PT Family Inter Perkasa, telah terdaftar secara resmi di AHU Kemenkumham, memiliki NPWP aktif, serta terlibat dalam kerja sama proyek bersama perusahaan-perusahaan besar nasional seperti PT Timas dan PT Modern.

“Perusahaan kami berbadan hukum, terverifikasi, dan memiliki pengalaman proyek. Tidak mungkin dapat kepercayaan dari perusahaan besar bila tidak legal,” tegasnya.

Salah satu poin sensitif adalah tuduhan penggunaan dana desa dan dana plasma untuk keperluan pribadi. Rumidah membantah tegas dan menyatakan bahwa seluruh dana desa telah digunakan sesuai peruntukan dan dilaporkan secara berkala kepada pihak terkait. “Mana mungkin dana desa yang nilainya terbatas bisa digunakan untuk membeli rumah miliaran atau mobil mewah? Apalagi setiap penggunaan anggaran selalu melalui proses audit,” jelasnya.

Dana plasma, menurutnya, juga masih tersimpan utuh di rekening desa dan koperasi, tanpa pernah disentuh untuk keperluan pribadi.

Rumidah pun menanggapi tuduhan pencucian uang sebagai tuduhan tidak berdasar yang justru mencoreng akal sehat publik. Ia menegaskan bahwa seluruh transaksi dilakukan melalui jalur resmi dan dapat ditelusuri melalui bukti transfer maupun dokumen perpajakan.

Rumidah menutup pernyataannya dengan penegasan: bahwa pemerintahan desa yang ia pimpin mengedepankan transparansi, dan dirinya terbuka jika memang ada pihak yang ingin mengonfirmasi atau melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Silakan periksa. Kami terbuka. Tapi jangan buat gaduh tanpa data. Jangan rusak kepercayaan warga dengan opini sepihak,” tandasnya.

Di tengah era informasi cepat dan digitalisasi opini, klarifikasi seperti yang dilakukan Rumidah menjadi penting. Bukan hanya sebagai pembelaan, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada masyarakat. Apapun hasil akhirnya, proses klarifikasi adalah langkah awal menuju penguatan integritas dan akuntabilitas publik.[***]/dra

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Door…, Spesialis Curat dari Pulau Geronggang Ini Dihadiahi Timah Panas

    Door…, Spesialis Curat dari Pulau Geronggang Ini Dihadiahi Timah Panas

    • calendar_month Rabu, 27 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.514
    • 0Komentar

    RIDO Saputra (19) terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas pada kaki kanannya oleh anggota karena sempat mendorong polisi lalu berusaha melarikan diri, Selasa (26/11/2019). Kendati masih remaja, warga Dusun Talang Batin Desa Pulau Geronggang Kecamatan Pedamaran Timur Ogan Komering Ilir (OKI) tersebut ternyata spesialis kasus pencurian dengan pemberatan (curat). Terbukti ada empat kasus keterlibatannya. Kapolres OKI AKBP […]

  • Nazaruddin Kiemas Dikhabarkan Meninggal, Dari Belanda Bupati Muba Langsung Menuju Rumah Duka

    Nazaruddin Kiemas Dikhabarkan Meninggal, Dari Belanda Bupati Muba Langsung Menuju Rumah Duka

    • calendar_month Selasa, 26 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 920
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Jakarta- Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza merasa sangat kehilangan atas telah berpulangnya Tokoh Sumsel Nazaruddin Kiemas yang dikabarkan meninggal dunia Selasa (26/3/2019). “Sangat berduka dan kehilangan. Saya dari Belanda langsung menuju ke rumah duka sore ini,” ucap kandidat Doktor Universitas Padjajaran tersebut ketika dihubungi via whatsapp. Diketahui, perjalanan Dodi Reza ke Belanda tersebut merupakan […]

  • Warga di Seputaran TPU Pelitas Sari Khawatir, Tidak Ada Pemakaman Khusus Untuk Jenazah Covid, Begini Jawab BPBD Muara Enim

    Warga di Seputaran TPU Pelitas Sari Khawatir, Tidak Ada Pemakaman Khusus Untuk Jenazah Covid, Begini Jawab BPBD Muara Enim

    • calendar_month Senin, 28 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.783
    • 0Komentar

    MASIH tingginya jumlah penderita Covid- 19 di Kabupaten Muara Enim, membuat jumlah warga yang meninggal akibat covid juga terbilang tinggi. Hal ini membuat masyarakat khususnya yang berada di seputaran TPU Pelita Sari khawatir dengan tidak adanya pemakaman khusus untuk jenazah covid. Seperti yang dikatakan Mulyono , warga sekitar TPU Pelita Sari kelurahan Pasar 1, jika […]

  • 504 Dapur MBG Ditutup Permanen, 3.000 Dapur Lain Masih Diperiksa

    504 Dapur MBG Ditutup Permanen, 3.000 Dapur Lain Masih Diperiksa

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 25
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Sebanyak 504 dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah ditutup permanen setelah dinyatakan tidak layak secara sanitasi. Di saat yang sama, sekitar 3.000 dapur MBG lainnya masih menjalani pemeriksaan Dinas Kesehatan di daerah masing-masing untuk memastikan kelayakannya sebelum beroperasi. Data tersebut merupakan laporan hingga 10 Agustus 2026 yang diterima Badan Gizi Nasional (BGN) […]

  • Asa Di Ajang Palembang Muslim Fashion Festival 2019

    Asa Di Ajang Palembang Muslim Fashion Festival 2019

    • calendar_month Jumat, 4 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 859
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kota Palembang berharap melalui Palembang Muslim Fashion Festival 2019 ke depannya mampu mendongkrak Usaha mikro kecil menengah atau (UMKM), terutama yang bergerak di industri busana muslim. “Saya optimistis peluang di industri busana muslim dari waktu ke waktu trend-nya terus meningkat, “ kata Herli Kurniawan, M.Ap, Staf Ahli Walikota  Palembang Bidang Pemerintahan, Sosial dan Masyarakat  dalam […]

  • Ayo, Kurangi Sampah Plastik

    Ayo, Kurangi Sampah Plastik

    • calendar_month Jumat, 11 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 755
    • 0Komentar

    MENGURANGI keberadaan sampah plastik dilingkungan kerja, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) bekerjasama dengan Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Sumsel mulai menggagas Gerakan Mengurangi Sampah Plastik. Peluncuran gerakan tersebut dilakukan langsung Sekda Provinsi Sumsel H.Nasrun Umar bersama Kepala BKD Provinsi Sumsel, Hj Nora Elisya di halaman kantor Gubernur Sumsel, Jumat (11/10/2019). Peluncuran tersebut ditandai dengan Komitmen Bersama sekaligus pembagian […]

expand_less
WordPress Archive Themify Grido WordPress Theme Themify Infinite WordPress Theme Themify Landing WordPress Theme Themify Magazine WordPress Theme Themify Metro WordPress Theme Themify Minblr WordPress Theme Themify Minshop WooCommerce Theme Themify Music WordPress Theme Themify Notes WordPress Theme Themify Parallax WordPress Theme