Senin, 12 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » OKI Terkini » Program Food Estate,begini alasannya kenapa OKI fokus ciptakan ‘petani bedasi’ ?

Program Food Estate,begini alasannya kenapa OKI fokus ciptakan ‘petani bedasi’ ?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 2 Jun 2021
  • visibility 890
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEMERINTAH Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), memiliki alasan sendiri untuk fokus menciptakan ‘Petani Bedasi’, salah satunya yakni tetap menjadi salah satu daerah penyangga pangan nasional melalui Program Food Estate.

Bahkan untuk merealisasikan program itu tidak kurang dari 59.118 hektare [Ha] lahan disiagakan di wilayah OKI. Seperti contoh lahan baku sawah tersebar di 17 Kecamatan, diantaranya paling luas di Kecamatan Sungai Menang seluas 7.885 Ha, Kecamatan Pampangan seluas 6.271 dan Jejawi 6.041 Ha.

Food Estate ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga meningkatkan nilai tambah kepada petani melalui korporasi petani. Selain di hulunya, lanjutnya juga akan fokus industri hilirisasi pertanian, yakni mewujudan korporasi petani, sehingga perekonomian dan kesejahteraan petani dapat meningkat.

“Agar maju, petani harus berkorporasi, sehingga hasil usaha tani lebih baik dan meningkatkan pendapatan mereka,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten OKI, Sahrul ditemui di ruang kerjanya, Rabu, (2/6/21).

Sahrul menambahkan Korporasi petani merupakan upaya menempatkan petani sebagai subjek yang memiliki hak untuk mengambil keputusan dalam program pangan.

Meski berkolaborasi dengan dunia usaha, Penguasaan sumber daya dan jalur distribusi harus dikendalikan oleh pemerintah. “Misalnya, pengadaan pupuk harus dikendalikan oleh pemerintah dengan menggandeng BUMN yang fokus bisnisnya dalam produksi pupuk seperti PT Pusri. Tidak dilepaskan begitu saja,” terang dia.

Konsep korporasi petani menurutnya lagi bisa melayani input secara efisien seperti benih, pupuk, melayani permodalan sehingga bisa akses KUR, melayani pemasaran menjadi 1 unit dan hilirisasi produk.

“Setiap korporasi harus mampu menghitung berapa efisiensi biaya dan hasil yang diperoleh, harus mampu membuat jaringan bermitra dengan industri pupuk, produsen benih, alsin, serta harus melayani kredit KUR,”,tandas Sahrul.

Manajemen bidang pertanian seperti itu terang Sahrul agar petani terlindungi dan terpelihara dengan baik oleh negara. “Dalam proses pelaksanaan food estate, petani berdaulat atas tanah dan hasilnya. Pelibatan Korporasi tani sebagai kelompok yang mewakili petani, artinya kepemilikan saham (kepentingan) petani berada dalam posisi mayoritas bersama dengan pemerintah,” jelasnya.

Menurut dia, inti dari korporasi adalah badan hukum yang memayungi aktivitas petani.
“Yang dulunya poktan ataupun gapoktan naik kelas jadi korporasi,” terangnya.

Sahrul berharap korporasi dapat membenahi manajemen pertanian yang baru. Menciptakan efiensi dengan mekanisasi, benih harus unggul, pupuk pestisida kembali ke organik, integrated farming serta tidak ada monokultur lagi.[***]

 

dra

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cegah Stunting, Ini Makanan Lokal Yang Perlu Dikonsumsi

    Cegah Stunting, Ini Makanan Lokal Yang Perlu Dikonsumsi

    • calendar_month Sabtu, 4 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 789
    • 0Komentar

    BAIZUL Fitri terkejut saat membawa anaknya ke posyandu. Bidan posyandu di sebuah di desa di Kabupaten Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) menyebut anaknya mengalami stunting. Berat dan tinggi badan tidak sesuai dengan usia anaknya. “Padahal saya paling rajin kasi anak saya susu,” kata dia. Keluarga Baizul Fitri tidak sendirian mengalami hal itu. Di Indonesia, ada […]

  • Grand Final LIDA Indonesia, Ini Janji Alex untuk Rara

    Grand Final LIDA Indonesia, Ini Janji Alex untuk Rara

    • calendar_month Senin, 14 Mei 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.151
    • 0Komentar

    “Yang utama kita berikan menyangkut masa depannya, bea siswa untuk Rara dan adiknya sampai kemana saja,”

  • Petinggi Dirombak,Gubernur Sumsel Ingin BSB Jadi Bank Besar, Kapan ?

    Petinggi Dirombak,Gubernur Sumsel Ingin BSB Jadi Bank Besar, Kapan ?

    • calendar_month Kamis, 29 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.248
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasan [RUPSLB] memutuskan mengganti sejumlah jajaran direksi Bank Sumsel Babel [BSB],rapat tersebut diselenggarakan,Kamis [29/11/2018] siang di Kantor Utama BSB Jakabaring. Selain itu, dalam RUPSLB juga mengganti Komisaris Utama Yusri Effendi, rapat tersebut juga menghasilkan kesepakatan mencopot Muhammad Adil sebagai Direktur Utama. Gubernur Sumsel Herman Deru [HD] membenarkan […]

  • Perpanjang PPKM Mikro di Luar Jawa-Bali, Pemerintah Lakukan Pengetatan di 43 Kabupaten/Kota, Ini Dia Daerah Tersebut

    Perpanjang PPKM Mikro di Luar Jawa-Bali, Pemerintah Lakukan Pengetatan di 43 Kabupaten/Kota, Ini Dia Daerah Tersebut

    • calendar_month Selasa, 6 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 747
    • 0Komentar

    PEMERINTAH memutuskan untuk memperpanjang Pemberlakukan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro (PPKM Mikro) mulai tanggal 6 Juli hingga 20 Juli 2021 yang akan berlaku di semua provinsi di luar Pulau Jawa dan Bali. Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) dalam keterangan pers […]

  • Gubernur Sumsel Hadiri Launching Pilkada Kabupaten OKU Timur, Masker & Jaga Jaraknya Mana Bro..?

    Gubernur Sumsel Hadiri Launching Pilkada Kabupaten OKU Timur, Masker & Jaga Jaraknya Mana Bro..?

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.379
    • 0Komentar

    PELAKSANAAN Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Sumsel khususnya Kabupaten OKU Timur diharapkan tetap berjalan kondusif tanpa ada kericuhan yang terjadi. Salah satu elemen pendukung dalam menciptakan kedamaian demokrasi saat Pilkada adalah peran dari peserta pilkada itu sendiri. Oleh sebab itu, para peserta Pilkada 2020 di OKU Timur dituntut agar berlaku bijak saat kampanye, sehingga […]

  • Warga Desa di Lahat Ini Pertanyakan Perbandingan Layak atau Tak Layak Penerima BLT,  Nah, Gitu Dong, Rakyat Harus Kritis…

    Warga Desa di Lahat Ini Pertanyakan Perbandingan Layak atau Tak Layak Penerima BLT, Nah, Gitu Dong, Rakyat Harus Kritis…

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.066
    • 0Komentar

    WARGA Desa Pagar Jati Kecamatan Tanjung Sakti Pumi Kabupaten Lahat mempertanyakan perbandingan layak atau tidak penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT). Padahal BLT untuk  Desa itu bertujuan meringankan ekonomi masyarakat yang terdampak Covid-19. Warga menilai masih banyak  tidak tepat sasaran. Misalnya beberapa warga saat di temui di Desa Pagar Jati, Sabtu (13/6/2020) mengatakan, mereka merasa BLT […]

expand_less
WordPress Archive Buddy: Simple WordPress & BuddyPress Theme BuddyApp – Mobile First Community WordPress Theme BuddyBoss Platform Pro BuddyBoss Theme BuddyPress Boss Budget Cars | Car Dealer & Rental WordPress Theme + Store BugsPatrol – Pest & Insects Control Disinsection Services WordPress Theme Build-A-Rent – Construction Equipment Rental Elementor Template Kit BuildARK- Construction Business WordPress Theme Builderon – Construction Elementor Template Kit