Minggu, 18 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » YLBHI: Soal pengadilan HAM, Prabowo paling lemah komitmennya

YLBHI: Soal pengadilan HAM, Prabowo paling lemah komitmennya

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 18 Des 2023
  • visibility 713
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhammad Isnur tak percaya calon presiden (capres) nomor urut 2 Prabowo Subianto bakal membentuk pengadilan HAM ad-hoc jika memenangi Pilpres 2024. Menurut dia, pasangan Prabowo-Gibran merupakan pasangan yang paling tidak berkomitmen menyelesaikan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) masa lalu.

“Di sini (debat Pilpres 2024), Prabowo terlihat yang paling tidak memiliki komitmen. Dia juga bermasalah catatan masa lalunya,” ucap Isnur kepada wartawan di Jakarta, belum lama ini.

Seolah jadi tradisi di debat-debat pilpres, Prabowo kembali diserang isu HAM. Di debat perdana Pilpres 2024, Selasa (12/12) lalu, capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo yang mengungkit dugaan keterlibatan Prabowo dalam penculikan puluhan aktivis pro-demokrasi pada kurun waktu 1997-1998.

Di sesi tanya jawab antarkandidat, Ganjar menanyakan dua hal. Pertama, apakah Prabowo akan membentuk pengadilan HAM apabila terpilih sebagai presiden sebagaiman rekomendasi DPR sejak 2009. Kedua, apakah Prabowo bisa membantu menemukan kuburan 13 aktivis yang hilang supaya keluarga korban bisa berziarah.

Dalam tanggapan pertama, Prabowo sempat menyebut pertanyaan Ganjar tendensius. Mantan Danjen Kopassus itu berdalih isu HAM selalu dijadikan peluru untuk menyerangnya saat elektabilitasnya sedang tinggi. Tak puas, Ganjar menyebut Prabowo tak tegas. Prabowo merespons secara emosional.

“Kenapa yang 13 orang hilang itu ditanyakan kepada saya? Itu tendensius Pak Ganjar. Wakil bapak (Mahfud MD) yang mengurus selama ini. Jadi, kalau memang keputusannya mengadakan pengadilan HAM, ya, kita adakan. Enggak ada masalah. Ya, namanya usaha,” ujar Prabowo ketika itu.

Sejauh ini, Ganjar jadi satu-satunya calon presiden yang menyatakan secara tegas akan membentuk pengadilan HAM ad hoc untuk menuntaskan kasus-kasus pelanggaran HAM masa lalu. Dalam debat perdana, capres nomor urut 1 Anies Baswedan lebih banyak mengulas kasus-kasus pelanggaran HAM berat yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Meski begitu, Isnur belum sepenuhnya yakin Ganjar dan Anies bakal menjalankan komitmen mereka untuk menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM berat di masa lalu jika memenangi Pilpres 2024, termasuk dengan membentuk pengadilan ad-hoc. “Tentu, walaupun meragukan, kita harus mendorong dan memaksa negara untuk melakukan kewajiban hukumnya,” imbuh dia.

Pembentukan pengadilan HAM merupakan harapan mayoritas keluarga korban kasus pelanggaran HAM berat di masa lalu. Kasus-kasus dugaan pelanggaran HAM berat di masa lalu, semisal Tragedi Trisakti, Semanggi I, dan Semanggi II, Peristiwa Pembunuhan Dukun Santet 1998-1999, Peristiwa Simpang KKA Aceh 3 Mei 1999, Peristiwa Wasior dan Wamena 2001, Peristiwa Jambo Keupok Aceh 2003, serta Peristiwa Penembakan Misters (Petrus) 1982-1985.

Meskipun sudah ada Undang-Undang Nomor 26 tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia, hingga kini pemerintah tak juga membentuk lembaga peradilan yang khusus menangani kasus-kasus dugaan pelanggaran HAM berat.

Isnur menjelaskan upaya membentuk pengadilan HAM ad-hoc selalu kandas lantaran terduga pelaku kerap berlindung di balik kekuasaan dan mendapatkan impunitas. Ia mencontohkan Wiranto yang justru dirangkul menjadi Menteri Koordinator Politik dan Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) pada periode pertama pemerintahan Jokowi.

“Kemudian Prabowo juga. Lihat saja bagaimana Jokowi memperlakukan mereka! Wiranto menjadi bagian dari timses ketika Jokowi naik. Kemudian, sekarang Prabowo menjadi Menteri Pertahanan. Jadi, ada kerumitan di situ yang membuat mereka (pemerintah) tidak serius menuntaskan HAM masa lalu,” kata Isnur.

Lebih jauh, Isnur mengatakan pemerintah Indonesia pasca-Orde Baru tak pernah benar-benar serius menuntaskan kasus-kasus pelanggaran HAM berat di masa lalu. Ada kesan pemerintah mengulur-ulur waktu dan tak berani menyeret para pelaku ke pengadilan. “Periode sebelumnya, Megawati, kemudian SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) dan Jokowi. Semua punya posisi yang sama,” ucap Isnur.

Tak hanya di debat, dosa HAM Prabowo juga diulas tuntas dalam Buku Hitam Prabowo Subianto yang dibikin Azwar Furgudyama, seorang aktivis 98. Buku setebal 197 halaman itu diterbitkan Phoenix Publisher yang berlokasi Sleman, Yogyakarta.

Dalam buku itu, Azwar menulis Prabowo dipecat dari militer lantaran terlibat dalam penculikan para aktivis sebagaimana surat keputusan Dewan Kehormatan Perwira bernomor KEP/03/VIII/1998/DKP. Buku itu juga menyinggung dugaan keterlibatan Prabowo dalam kasus-kasus pelanggaran HAM di Papua dan Timor Leste. Isu politik dinasti Jokowi dan pencalonan Gibran yang bermasalah juga turut diulas.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tertunduk Lesu, Dua Kurir 79 Kilo Sabu Divonis Mati

    Tertunduk Lesu, Dua Kurir 79 Kilo Sabu Divonis Mati

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 1.049
    • 0Komentar

    DUA terdakwa kurir Sabu seberat 79 Kilogram Deni Santoso dan Herman tertunduk lesu setelah Majelis Hakim Erma Suharti SH bersama Hakim Anggota Abu Hanifah SH dan Murni SH menjatuhkan vonis mati kepada dua terdakwa dalam persidangan yang berlangsung secara virtual di Pengadilan Negeri (PN) Kls 1 A Khusus, Rabu (3/6). “Setelah mendengarkan saksi saksi dan […]

  • BPS Klaim Jumlah Pengangguran TPT Februari 2018 Turun  0,20%

    BPS Klaim Jumlah Pengangguran TPT Februari 2018 Turun  0,20%

    • calendar_month Selasa, 8 Mei 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.435
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mengklaim Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2018 menurun 140.000 orang atau 0,20% dibandingkan periode yang sama di 2017. “Tingkat pengangguran terbuka pada bulan Februari 2018 ini sebesar 5,13%, jika dibandingkan TPT pada tahun lalu ada penurunan dari 5,33% ke 5,13% atau turun 0,20%,” ujar Kepala BPS Suhariyanto […]

  • Apakah Anak-Anak Wajib #PakaiMasker ?

    Apakah Anak-Anak Wajib #PakaiMasker ?

    • calendar_month Jumat, 25 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 5.192
    • 0Komentar

    #PakaiMasker memang harus disiplin dilakukan oleh semua orang. Akan tetapi, untuk anak-anak ada pengecualian. Anak bisa tidak wajib #PakaiMasker untuk situasi tertentu: masih balita, berada di rumah, ada kebutuhan khusus, dan aktivitas fisik. Yuk tonton videonya dan ikuti rekomendasi dari WHO terkait Anak dan Masker lebih lengkap di http://s.id/masker-dan-anak.[***] Covid19.go.id  

  • Orang Tua Adalah Madrasah Pertama Untuk Anak

    Orang Tua Adalah Madrasah Pertama Untuk Anak

    • calendar_month Senin, 17 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 931
    • 0Komentar

    PENDIDIKAN agama harus dilakukan sedini mungkin kepada anak, oleh sebab itu orang tua harus berperan, karena 70 % keberhasilan anak ditentukan peran orang tuanya sendiri, sudah sepantasnya orang tua menjadi madrasah pertama untuk anak. Pernyataan itu disampaikan Gubernur Sumsel H. Herman Deru menghadiri Pengajian Perdana dan Pelantikan Pengurus Muslimat NU di Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU […]

  • 21 Juta Investor Kripto, Literasi Masih Setengah Jalan

    21 Juta Investor Kripto, Literasi Masih Setengah Jalan

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 98
    • 0Komentar

    ANGKANYA terdengar besar, lebih dari 21 juta investor kripto di Indonesia. Tapi di balik lonjakan itu, ada satu hal yang belum sepenuhnya ikut tumbuh, yaitu literasi keuangan digital. Ibarat jalan tol yang sudah mulus, banyak yang sudah melaju kencang di jalur investasi kripto. Namun tidak semua benar-benar paham rambu, arah, dan risiko kripto di sepanjang […]

  • Tak Usah Panik, OKI Pastikan Stok Pangan Aman  

    Tak Usah Panik, OKI Pastikan Stok Pangan Aman  

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.086
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kab.OKI memastikan ketersediaan dan harga bahan pangan di pasaran aman hingga ramadhan nanti. Pemkab juga himbau warga tidak perlu melakukan panic buying. Untuk itu, Wakil Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), H M Dja’far Shodiq didampingi Kapolres OKI, AKBP Alamsyah Palupessy dan Komandan Kodim 0402/OKI, Letkol CZI Zamroni pada Jumat (20/3/2020) melakukan pemantauan langsung di […]

expand_less
WordPress Archive Startit – A Fresh Startup Business Theme Startly Template Kit for Startups, SaaS & Software Starto – WooCommerce Responsive Email Template Startup Company – Business & Technology WP Theme Starwoo WP – Multipurpose Elementor WooCommerce Theme Stationery Storefront WooCommerce Theme Statute – Law Firm & Attorney Elementor Template Kit Steak In – Restaurant & Cafe WordPress Theme Stego – Food Truck & Restaurant Theme Stelary – Blog Magazine WordPress Theme