Jumat, 9 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » 21 Juta Investor Kripto, Literasi Masih Setengah Jalan

21 Juta Investor Kripto, Literasi Masih Setengah Jalan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
  • visibility 93
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ANGKANYA terdengar besar, lebih dari 21 juta investor kripto di Indonesia. Tapi di balik lonjakan itu, ada satu hal yang belum sepenuhnya ikut tumbuh, yaitu literasi keuangan digital.

Ibarat jalan tol yang sudah mulus, banyak yang sudah melaju kencang di jalur investasi kripto. Namun tidak semua benar-benar paham rambu, arah, dan risiko kripto di sepanjang perjalanan. Di sinilah persoalan mulai terasa ketika akses terbuka lebar, tapi pemahaman belum sepenuhnya menyusul.

Fenomena ini menjadi perhatian serius Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Melalui kegiatan Digital Financial Literacy (DFL) di Universitas Pattimura, Ambon, OJK menekankan pentingnya literasi keuangan digital agar masyarakat tidak terjebak dalam risiko kripto yang semakin kompleks.

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan OJK, Adi Budiarso, menyebutkan dalam rilis resmi laman Otoritas Jasa Keuangan bahwa pertumbuhan investasi kripto di Indonesia melaju sangat cepat dalam beberapa tahun terakhir, seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap aset digital.

Hingga Februari 2026, jumlah akun konsumen aset kripto telah mencapai lebih dari 21 juta pengguna. Sepanjang tahun 2025, nilai transaksi perdagangan kripto bahkan menyentuh Rp482,23 triliun. Angka ini menjelaskan investasi kripto kini bukan lagi fenomena pinggiran, melainkan telah menjadi bagian dari arus utama keuangan digital di Indonesia.

Namun dibalik pertumbuhan tersebut, muncul tantangan yang tidak kalah besar karena tidak semua investor kripto memahami cara kerja aset digital yang mereka miliki.

Banyak yang masuk ke dunia investasi kripto hanya karena tren, dorongan lingkungan, atau sekadar takut tertinggal momentum.

Kondisi ini membuat risiko kripto semakin nyata. Mulai dari fluktuasi harga yang ekstrem, ancaman keamanan digital, hingga potensi penipuan yang masih sering terjadi. Tanpa literasi keuangan digital yang memadai, keuntungan yang diharapkan bisa berubah menjadi kerugian dalam waktu singkat.

“Masih banyak masyarakat yang terjebak investasi ilegal, penipuan digital, maupun kehilangan aset akibat rendahnya kesadaran terhadap keamanan digital,” ujar Adi.

Selain faktor teknis, aspek psikologis juga memainkan peran penting. Fenomena FOMO atau fear of missing out kerap mendorong seseorang mengambil keputusan investasi kripto tanpa pertimbangan matang. Dalam situasi seperti ini, rasionalitas sering kali kalah oleh euforia.

Padahal, karakteristik investasi kripto dikenal sebagai high risk high return. Artinya, potensi keuntungan tinggi selalu berjalan beriringan dengan risiko kripto yang tidak kecil. Karena itu, pemahaman terhadap mekanisme aset digital menjadi hal mendasar sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

Oleh sebab itu pemilihan Ambon sebagai lokasi kegiatan DFL menjadi bagian dari upaya pemerataan literasi keuangan digital, khususnya di wilayah Indonesia Timur. Data menggambarkan  indeks inklusi keuangan di Maluku telah mencapai 81,04 persen, sementara indeks literasi keuangan masih berada di angka 40,78 persen.

Kesenjangan ini menggambarkan situasi yang cukup kontras. Masyarakat sudah memiliki akses terhadap layanan keuangan, termasuk investasi kripto, tetapi belum sepenuhnya memahami cara mengelola dan risikonya.

Soal kesiapan

Rektor Fredy Leiwakabessy menilai  edukasi menjadi kunci penting di tengah cepatnya perkembangan sektor keuangan digital yang bahkan melampaui kecepatan regulasi.

“Perubahan di sektor keuangan saat ini berlangsung sangat cepat. Edukasi kepada generasi muda menjadi sangat penting agar mereka mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak,” ujarnya.

Apalagi dalam tema ini, mahasiswa memiliki posisi strategis. Tidak hanya sebagai pengguna teknologi, tetapi juga sebagai agen literasi keuangan digital di tengah masyarakat.

Melalui pemahaman yang baik, mereka diharapkan mampu membantu mengurangi risiko kerugian akibat investasi kripto yang tidak terencana.

Sekitar 400 mahasiswa dan sivitas akademika mengikuti kegiatan ini, menunjukkan tingginya minat terhadap dunia keuangan digital. Namun minat saja tidak cukup. Tanpa literasi keuangan digital yang kuat, pertumbuhan investor kripto justru berpotensi meningkatkan risiko di masyarakat.

Jadi meski demikian, lonjakan 21 juta investor kripto di Indonesia bukan hanya soal peluang, tetapi juga soal kesiapan. Apakah masyarakat benar-benar memahami investasi kripto yang dijalani, atau sekadar ikut arus tanpa arah.

Sebab dalam dunia investasi kripto, keuntungan memang bisa datang cepat. Namun tanpa pemahaman yang cukup, risiko kripto sering kali datang lebih dulu. Dan di situlah literasi keuangan digital menjadi kunci agar setiap keputusan bukan sekadar ikut tren, tetapi benar-benar dipahami. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Setahun CKG Anak, Pemerintah Ubah Target: Bukan Lagi Banyak yang Diperiksa, tapi Harus Ditangani

    Setahun CKG Anak, Pemerintah Ubah Target: Bukan Lagi Banyak yang Diperiksa, tapi Harus Ditangani

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 44
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Pemerintah mengubah fokus program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Anak setelah setahun berjalan. Mulai 2027, keberhasilan program tidak lagi hanya dihitung dari banyaknya anak yang menjalani pemeriksaan, tetapi dari seberapa banyak temuan penyakit yang benar-benar ditindaklanjuti hingga tuntas. Perubahan itu dilakukan setelah evaluasi CKG periode Februari 2025 hingga Februari 2026 menunjukkan masih adanya jarak antara […]

  • Gubernur Terus Perbaiki Infrastruktur, Kabupaten PALI diprogram Jadi Kawasan Segi Tiga Emas

    Gubernur Terus Perbaiki Infrastruktur, Kabupaten PALI diprogram Jadi Kawasan Segi Tiga Emas

    • calendar_month Rabu, 10 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.050
    • 0Komentar

    KABUPATEN Penungkal Abab Lematang Ilir yang disebut-sebut menjadi kawasan perlintasan dan salah satu daerah segitiga emas di Sumsel. Dimana Kabupaten PALI akan menjadi perlintasan ke berbagai Kabupaten dan Kota di Sumsel seperti Kabupaten Musi Banyuasin, Musi Rawas, hingga Kita Lubuklinggau. Oleh karena itu Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus memperbaiki infrastruktur di kabupaten dan kota supaya […]

  • forum merdeka barat 9

    Pemerintah Pastikan Pembayaran Insentif Nakes Cepat dan Tepat Sasaran

    • calendar_month Jumat, 3 Sep 2021
    • account_circle Bono
    • visibility 1.040
    • 0Komentar

    Pemerintah memastikan proses penyaluran insentif bagi tenaga
    kesehatan (nakes) dilakukan dengan cepat dan tepat sasaran. Progres atau kemajuan pembayaran
    insentif tahun 2020 dari pemerintah yang sempat tertunda terus diakeselerasi dan kini sudah
    mencapai 99,3%.

  • Kades dan Sekcam Rantau Bayur Diminta Keterangan Inspektorat Banyuasin, Terkait Apa ?

    Kades dan Sekcam Rantau Bayur Diminta Keterangan Inspektorat Banyuasin, Terkait Apa ?

    • calendar_month Rabu, 18 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.132
    • 0Komentar

    “Untuk hasil masih dalam proses pemeriksaan, jadi kami belum bisa membuat statement, secara teknis kita ada tahapan-tahapannya,”

  • Agar Diakui Negara, Bupati OKI Perjuangkan Nasib Ribuan Guru Honor jadi PPPK

    Agar Diakui Negara, Bupati OKI Perjuangkan Nasib Ribuan Guru Honor jadi PPPK

    • calendar_month Jumat, 8 Sep 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.097
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Bupati Ogan Komering Ilir, H. Iskandar, SE terus memperjuangkan nasib ribuan guru honorer agar diakui negara statusnya. Upaya itu membuahkan hasil. Sebanyak 2.466 orang guru honorer di Bumi Bende Seguguk telah diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sejak tahun 2019. Rinciannya tahun 2019 sebanyak 130 orang, 2021 sebanyak 861 orang dan […]

  • Marselino Ferdinan Akui Kondisi Oke untuk Ikuti SEA Games 2023.

    Marselino Ferdinan Akui Kondisi Oke untuk Ikuti SEA Games 2023.

    • calendar_month Kamis, 27 Apr 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 4.008
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id,- Gelandang tim U-22 Indonesia, Marselino Ferdinan mengatakan bahwa dirinya dalam kondisi oke untuk mengikuti SEA Games 2023. Pemain asal klub KMSK Deinze, Belgia ini memang baru bergabung bersama skuad Garuda Nusantara pada Senin (24/4) lalu. “Hari pertama latihan yang pasti rasanya masih agak berat karena saya melewati perjalanan yang jauh dari Belgia ke […]

expand_less
WordPress Archive StudioPress Author Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Authority Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Breakthrough Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Brunch Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Business Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Cafe Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Cookd Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Corporate Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Course Maker Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Daily Dish Pro Genesis WordPress Theme