Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Tidak Ada Wilayah Tanpa Risiko Selama Pandemi, Perlu Disiplin Tinggi

Tidak Ada Wilayah Tanpa Risiko Selama Pandemi, Perlu Disiplin Tinggi

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 22 Jul 2021
  • visibility 1.107
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JURU Bicara Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jodi Mahardi mengingatkan, tidak ada wilayah yang tanpa risiko selama pandemi, hanya ada risiko tinggi dan risiko rendah. Tidak ada nol risiko, jadi apapun yang dilakukan terutama di luar rumah hanya meningkatkan atau menurunkan risiko penularan COVID-19 terhadap diri dan orang lain.

“Dan ingat varian Delta menular jauh lebih cepat dari varian sebelumnya, jadi tidak ada kegiatan yang aman dari risiko,” ujar Jodi, Rabu (21/7/2021).

Dia mengatakan, keterpaduan menjalankan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ini sangat penting. Tidak bisa salah satu ketat dan yang lain kendor. Sayangnya, menurut Jodi, pada perayaan Iduladha 1442 Hijriyah lalu, pemerintah menemukan beberapa daerah yang masih melakukan pelanggaran protokol kesehatan yang telah dianjurkan.

Masih ada beberapa kelompok masyarakat yang tidak menghiraukan Surat Edaran Menteri Agama tentang Penerapan Protokol Kesehatan Dalam Penyelenggaraan salat Iduladha dan Pelaksanaan kurban tahun 1442 H dan juga himbauan dari Majelis Ulama Indonesia serta organisasi keagamaan lainnya.

Dia juga menyayangkan adanya kerumunan massa di Bandung dan Ambon. Penyaluran aspirasi yang lebih aman sudah tersedia. Pemimpin daerah yang terpilih secara demokratis telah membuka berbagai cara menyerap aspirasi masyarakat.

“Tindakan ini sangat disayangkan karena akan meningkatkan risiko penularan COVID-19 varian Delta ini dalam satu dua pekan kedepan,” ujarnya.

Jodi menegaskan, tindakan yang meningkatkan risiko seperti melanggar pedoman dan anjuran dari pemimpin dan ulamanya sendiri akan mengurangi efektivitas dari usaha-usaha bersama mencegah penularan varian Delta ini lebih lanjut. Pada akhirnya banyak orang yang akan merugi karena tindakan melanggar panduan prokes dan lalai bisa menunda upaya relaksasi yang direncanakan akan dilakukan pada 26 juli mendatang.

“Beberapa orang yang berbuat, puluhan juta orang akan menanggung risikonya. mari kita camkan baik-baik kenyataan yang tidak menyenangkan ini,” tandas Jodi.

Peningkatan Tracing dan Testing

Meski begitu, dia memastikan, pemerintah tidak akan tinggal diam. Selain mereka yang melanggar akan kena sanksi, pemerintah akan mengambil langkah-langkah antisipasi. Di antaranya pemerintah dalam waktu dekat akan melakukan peningkatan tes dan lacak atau testing dan tracing di wilayah-wilayah yang selama ini kurang berjalan dengan baik. TNI dan Polri didukung Kementerian Kesehatan dan Satgas Penanganan COVID-19 di BNPB akan memimpin pelaksanaan testing dan tracing ini. Gerakan kerelawanan yang akan terlibat dalam kegiatan ini.

Menurut Jodi, pemerintah telah mengidentifikasi setidaknya ada belasan ribu relawan yang bergabung dengan bidang relawan satgas dan ratusan ribu yang bergabung dengan bidang perubahan perilaku. tentunya masih ada ribuan lainnya yang bergabung dengan organisasi relawan lainnya.

“Sistem testing dan tracing yang massif akan siap dalam waktu dekat. Apabila ditemukan kasus positif dari testing dan tracing di lapangan, maka mereka akan dibawa ke pusat-pusat isolasi yang sudah dibuat pemerintah. dimana mereka akan mendapat penanganan dan diberikan obat-obat gratis yang dijamin pemerintah. dan apabila yang terkena adalah kepala keluarga maka keluarga itu akan diberikan bantuan sosial oleh pemerintah guna meringankan beban mereka,” papar Jodi.

Sesuai Instruksi Mendagri terbaru, lanjut Jodi, pelaksanaan PPKM level 4 ini akan berjalan sampai 25 Juli 2021. Dan atas arahan presiden maka pada tanggal 26 juli 2021 akan dilakukan relaksasi di beberapa daerah hanya jika daerah tersebut menunjukkan perbaikan dari semua sisi dengan merujuk kepada kriteria level yang telah disepakati.

Sebagaimana diketahui, Jodi menyebut, pengetatan secara gradual dilakukan jika tingkat transmisi COVID-19 memasuki level yang tinggi dan Bed Occupancy Rate (BOR) meningkat secara signifikan mendekati 80%. Sebaliknya relaksasi secara bertahap bisa dilakukan jika tingkat transmisi COVID-19 sudah melambat dan BOR menurun dibawah 80% secara konsisten selama beberapa waktu tertentu.

Masih menurut Jodi, keputusan pengetatan dan relaksasi juga harus memperhitungkan kondisi psikologis masyarakat dan level transmisi penyakit. serta kemampuan distribusi bantuan sosial yang disediakan pemerintah. Keputusan melakukan relaksasi ataupun pengetatan adalah kombinasi dari keempat faktor yang mewakili laju transmisi penyakit, kemampuan respons sistem kesehatan, kondisi psikologis masyarakat, dan kemampuan distribusi bansos.

Pemerintah telah menentukan level 1 hingga 4 berdasarkan beberapa indikator. Pertama, penambahan kasus konfirmasi per 100 ribu penduduk selama 1 minggu. Hal ini untuk menentukan tingkat transmisi COVID-19.

Kedua, jumlah kasus COVID-19 yang dirawat di RS per 100 ribu penduduk selama 1 minggu. indikator ini dapat menjadi leading indicator kenaikan kasus, karena beberapa daerah ada yang menahan publikasi kenaikan kasus. Ketiga, Bed Occupancy Rate dari fasilitas rawat isolasi dan ICU untuk COVID-19.

Reisa menambahkan, dirinya berharap masyarakat indonesia akan siap mentaati dan mematuhi peraturan PPKM Darurat dengan tujuan membuka kembali aktivitas sosial dan kemasyarakatan. Tapi butuh kerja bersama dan gotong royong yang solid dalam mencapai tujuan bersama tersebut.

Selain adanya beberapa pelanggaran di Iduladha kemarin, berdasarkan data satgas per 11 juli 2021 terdapat 95 kabupaten/kota yang memiliki tingkat kepatuhan memakai masker kurang dari 75 persen dan 112 yang memiliki tingkat kepatuhan menjaga jarak kurang dari 75 persen.

“Presiden sudah menegaskan ulang, semua wajib pakai masker dan jangan lepas apabila bertemu dengan orang lain,” ujarnya.[***]

ril

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fitri : Dunia Belum Tahu Kerajinan Palembang, Kalau Tahu Pasti Sebut Keren

    Fitri : Dunia Belum Tahu Kerajinan Palembang, Kalau Tahu Pasti Sebut Keren

    • calendar_month Rabu, 24 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.021
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA  – Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda beserta dinas terkait menghadiri Trade Expo Indonesia (TEI) ke-33 Tahun 2018. Kegiatan yang dibuka langsung Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo merupakan pameran dagang berskala internasional terbesar di Indonesia yang digelar selama dua hari di ICE BSD Tangerang, Rabu, [24/10/2018]. “Alhamdulilah kita bisa hadir di sini  menyaksikan pameran […]

  • Agar Tidak Terulang Lagi, Upaya Hukum Kasus Penambangan Tanpa Izin di Harus Segera di Selesaikan

    Agar Tidak Terulang Lagi, Upaya Hukum Kasus Penambangan Tanpa Izin di Harus Segera di Selesaikan

    • calendar_month Sabtu, 7 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.308
    • 0Komentar

    UPAYA Hukum kasus penambangan tanpa izin di Kabupaten Muaraenim harus segera diselesaikan, agar ke depannya tidak terulang lagi. Pernyataan itu, disampaikan Gubernur Sumsel H Herman Deru Rapat Koordinasi Pengendalian Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di Mapolda Sumsel, kemarin. Ia memberikan  apresiasi kepada jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel atas upaya tersebut. hukum yang telah dilakukan terkait kasus […]

  • Virtual Run Diadakan  Herbalife Nutrition Selama Tiga Tahun Berturut-turut untuk Dorong Aksi Nyata dalam Kebiasaan Hidup yang Sehat di Kalangan Konsumen Asia Pasifik

    Virtual Run Diadakan  Herbalife Nutrition Selama Tiga Tahun Berturut-turut untuk Dorong Aksi Nyata dalam Kebiasaan Hidup yang Sehat di Kalangan Konsumen Asia Pasifik

    • calendar_month Kamis, 10 Nov 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 528
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, HONG KONG SAR –  Perusahaan nutrisi global terkemuka, Herbalife Nutrition menemukan temuan dari Survei Kebiasaan Pribadi Asia Pasifik pada hari ini, mengungkapkan bahwa 8 dari sepuluh konsumen di kawasan Asia Pasifik ingin kebiasaan hidup tidak sehat yang mereka selamat pandemi. Secara khusus, menerapkan pola makan yang tidak seimbang (53%), tidak berolahraga secara teratur (53%), […]

  • Di Sriwijaya Exspo 2024 Nikmati kopi Lahat, Pj Gub Sumsel : “Yang hangat nikmat yang dingin mantap, Kopi Lahat kopi jeme kite gale gale, ”

    Di Sriwijaya Exspo 2024 Nikmati kopi Lahat, Pj Gub Sumsel : “Yang hangat nikmat yang dingin mantap, Kopi Lahat kopi jeme kite gale gale, ”

    • calendar_month Minggu, 26 Mei 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.395
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Agus Fatoni, mendatangi stand milik Dinas Perkebunan Pemkab Lahat yang tampil di Sriwijaya Exspo tahun 2024. Menampilkan kopi olahan, Agus Fatoni tampak takjub melihat banyaknya bubuk kopi yang sudah dikemas dengan menarik yang ditampilkan Dinas perkebunan Lahat. Tak hanya melihat, Agus Fatoni juga langsung menikmati kopi Lahat. “Yang […]

  • Ini Kunci Utama Agar Generasi Muda Bebas dari Narkoba

    Ini Kunci Utama Agar Generasi Muda Bebas dari Narkoba

    • calendar_month Jumat, 27 Apr 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.018
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang  – Penyuluh dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumsel, Ahmad Bustari  menjelaskan mengenai Narkoba dan permasalahannya ditinjau dari aspek medis. Dia menjelaskan Narkoba adalah bahan atau zat aktif yang mempengatuhi kondisi kejiwaan dan dapat menimbulkan ketergantungan secara psikis. Sedikitnya ada 3 jenis narkoba menurut efeknya. Pertama  Depresan meliputi alkohol, inhalansia, morfin, heroin, kemudian  Stimulan […]

  • Kenalkan Sejarah Kerajaan Sriwijaya, UPTD TPKS Bikin Acara Tour De Museum

    Kenalkan Sejarah Kerajaan Sriwijaya, UPTD TPKS Bikin Acara Tour De Museum

    • calendar_month Minggu, 15 Okt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.264
    • 0Komentar

    kegiatan tour museum dilaksanakan mulai dari museum Sriwijaya, dilanjutkan mengelilingi kanal-kanal peninggalan kerajaan Sriwijaya, serta objek lainnya yang ada di TPKS bersama ratusan peserta terdiri dari insan pelajar dan berbagai komunitas yang ada di Kota Palembang. “Kedepan kegiatan ini akan tetap dilaksanakan secara rutin dengan berbagai konsep yang berbeda,” ujarnya.

expand_less
WordPress Archive BookPro – Appointment Booking WordPress Plugin Bookshelf for Real3D Flipbook Addon Bookshop Storefront WooCommerce Theme Bookup Book Store Elementor Template Kit Bookworm – Bookstore & Bookshop WooCommerce Theme Boom – Single Product Shopify Theme BoomBox – Viral Magazine WordPress Theme Boomi – Environment & Ecology WordPress Theme Boos – Business Elementor Template Kit Boosin – Book Store WordPress Theme