Minggu, 18 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Protokol Kesehatan 3 M Jangan Jadi Slogan, Ini Penjelasan Penyintas COVID-19  

Protokol Kesehatan 3 M Jangan Jadi Slogan, Ini Penjelasan Penyintas COVID-19  

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 16 Des 2020
  • visibility 1.385
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Cherryl Hatumesen, Penyintas COVID-19 membenarkan keterangan dr. Dirga, karena selaku penyintas, ia awalnya tidak merasakan gejala berat sebelum akhirnya melakukan tes swab dan terbukti positif, “Virus COVID-19 ini benar-benar ada, jadi sambil menunggu vaksin nanti, protokol 3M (Memakai masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak), harus dijalankan. Selain itu dalam menghadapi COVID-19 memang perlu kedewasaan diri, untuk tidak takut mengakui apabila tertular agar bisa melindungi orang-orang di sekitar kita”.

Dirga juga menambahkan, “Saya mengajak masyarakat untuk tetap menjalankan protokol Kesehatan 3M. Protokol kesehatan ini jangan sampai jadi slogan saja, sampai nanti setelah divaksinasi. Karena setiap upaya pencegahan tidak ada yang sempurna, jadi kita harus betul-betul melakukan semuanya”,ujarnya, kemarin.

Sebelum pandemi upaya-upaya pencegahan dari penularan penyakit memang diremehkan oleh sebagian masyarakat.

“Sebelum ini kita selalu meremehkan masalah kesehatan karena menganggap diri kuat. Sekarang setelah dirawat karena COVID-19, saya mengikuti dokter paru saya yang menyarankan mengurangi karbohidrat dan memperbanyak protein untuk meningkatkan imunitas tubuh.

Masker selalu saya pakai, hand sanitizer juga tidak pernah lepas. Karena terbukti dengan menjalankan protokol 3M, teman-teman di kantor tidak ada yang tertular dari saya”, ujar Cherryl Hatumesen.

Terkait dengan program vaksinasi yang sedang difinalisasi Pemerintah, dr. Dirga menanggapi, “Setiap negara punya kebijakan berbeda-beda dalam memprioritaskan warga negara mana yang lebih dulu mendapatkan vaksinasi. Indonesia memprioritaskan tenaga kesehatan terlebih dahulu yang kesehariannya langsung merawat pasien-pasien COVID-19, dan khusus di Indonesia juga, vaksin diberikan kepada penduduk berusia 18-59 tahun. Vaksin diberikan pada orang sehat sebagai upaya pencegahan. Dalam konteks pandemi COVID-19, bagi pasien COVID-19 yang sudah sembuh tidak menjadi sasaran prioritas karena dianggap sudah memiliki kekebalan”.

Menanggapi dinamika di masyarakat terkait vaksin ini, Cherryl Hatumesen mengatakan, “Di luar sana masih ada yang tidak antusias dengan kedatangan vaksin COVID-19 ini, padahal kelompok-kelompok yang anti vaksin ini termasuk golongan yang cukup berpendidikan. Kalau saya belum kena COVID-19, saya pasti mau divaksin langsung”, ungkapnya.

Sementara dr. Dirga Sakti Rambe, M.Sc, Sp.PD, Vaksinolog dan Spesialis Penyakit Dalam,dr. berpesan, “Vaksin merupakan instrumen penting untuk mengendalikan pandemi, vaksinasi juga harus dilakukan bersamaan dengan 3M secara konsisten. Dalam mencari informasi tentang vaksin juga harus berhati-hati, carilah informasi yang terpercaya karena di luar sana banyak beredar informasi hoax yang kurang bisa dipercaya. Masyarakat harus yakin apabila sudah ada izin dari Badan POM, vaksin itu nantinya sudah dipastikan kemanan dan efektivitasnya sehingga masyarakat, tidak perlu ragu”.

Menanggapi dinamika di masyarakat yang sudah tidak sabar menunggu tahapan selanjutnya dari program vaksinasi ini, “Saya sekarang melihat kecenderungan banyak orang berspekulasi padahal ini masih berproses, Badan POM masih melakukan kajian-kajian dan tidak akan ada vaksinasi apapun sebelum izin dari Badan POM keluar. Ini adalah upaya Pemerintah untuk memastikan, vaksin yang kita gunakan betul-betul aman dan efektif,” terangnya dalam acara Dialog Produktif bertema Vaksin: Fakta dan Hoaks, yang diselenggarakan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Selasa (15/12/2020).

Proses vaksinasi dinilai sebagai upaya pemerintah dalam menangani pandemi. “Tidak benar, jika virus COVID-19 akan hilang dengan sendirinya, ada jutaan kematian akibat virus ini di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Kita tidak bisa berdiam diri, ekonomi kita terpukul, bekerja juga menjadi sulit. Oleh karena itu perlu ada upaya-upaya ekstra, yaitu protokol kesehatan harus dijalankan secara konsisten, dengan adanya vaksinasi nanti diharapkan akan membantu, karena vaksin memberi proteksi yang bersifat spesifik”, ujar dr Dirga.

Sementara itu, COVID-19 memiliki spektrum gejala yang luas pada penderitanya, mulai dari tidak bergejala sama sekali hingga bergejala berat yang menyebabkan proses identifikasi pasien menjadi semakin sulit. “Bahkan penelitian menunjukkan bahwa 40% pasien COVID-19 tidak bergejala. Meskipun begitu, penting untuk diketahui, baik bergejala atau tidak, semua pasien COVID-19 ini bisa menularkannya ke orang lain”, terang dr. Driga lebih lanjut.[***]

 

Irwan Wahyudi

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Legislator Partai Gerindra Komisi V Ini Temui Walkot Palembang, Mantan Walikot Ini Beberkan Program Kerja Hingga Serap Aspirasi Mssyarakat

    Legislator Partai Gerindra Komisi V Ini Temui Walkot Palembang, Mantan Walikot Ini Beberkan Program Kerja Hingga Serap Aspirasi Mssyarakat

    • calendar_month Jumat, 3 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 851
    • 0Komentar

    WALIKOTA Palembang H. Harnojoyo beserta jajaran menyambut Silaturahmi dan Rapat Kerja Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Komisi V (Ir. H. Eddy Santana Putra, MT) dan Anggota DPR RI Komisi IV (Hj. Renny Astuti, S.Pn) terkait Rencana Pembangunan Tahun 2022 di Rumah Dinas Walikota Jl. Tasik No 12 Kota Palembang. Selasa,[ 3/9 /2021]. “Iya hari […]

  • Salahgunakan Pupuk Bersubsidi, Dua Orang Tersangka Diamankan

    Salahgunakan Pupuk Bersubsidi, Dua Orang Tersangka Diamankan

    • calendar_month Rabu, 2 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 638
    • 0Komentar

    BARESKRIM Polri telah menetapkan dua orang tersangka berinisial AEF dan MD yang merupakan pemilik KPL (Kios Pupuk Lengkap) atas kasus penyalahgunaan pupuk bersubsidi. Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen. Pol. Whisnu Hermawan menerangkan kerugian negara akibat tindakan kedua oknum tersebut mencapai puluhan miliar rupiah. “Penyalahgunaan pendistribusian pupuk bersubsidi tersebut telah dilakukan oleh AEF […]

  • Dua Bandit Jalanan Di Palembang Lumpuh Diterjang Timah Panas

    Dua Bandit Jalanan Di Palembang Lumpuh Diterjang Timah Panas

    • calendar_month Jumat, 10 Jan 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 1.045
    • 0Komentar

    SATRESKRIM Polrestabes Palembang melumpuhkan dua bandit jalanan yang kerab meresahkan warga. Yuda Kadriansyah alias Ayik (35) warga Jalan KH Azhari Lorong Sei Semajid RT 28 RW 08 Kelurahan 3-4 Ulu dan Rahmat Hidayat (26) Jalan KH M Asik Lorong Wakab RT 25 RW 02 Kelurahan 3-4 Ulu Kecamatan Seberang Ulu I dibuat menyerah setelah dua […]

  • Wow, Aktivis Mindanao Philipina Berguru ke Indonesia, Penasaran ? Baca Ini

    Wow, Aktivis Mindanao Philipina Berguru ke Indonesia, Penasaran ? Baca Ini

    • calendar_month Senin, 19 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.456
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Sejumlah aktivitis organisasi dan kalangan pelajar asal Mindanao, Philippina yang berjumlah 10 orang ikut belajar tentang  Kesuksesan Indonesia dalam menjalankan program Keluarga Berencana (KB) dan peningkatan kualitas kependudukan. “Mereka ingin belajar dan lebih mengenal apa yang melatar belakangi program ini bisa berhasil, salah satunya melalui program tukar pengalaman dengan Indonesia,”ungkap Deputi Pelatihan […]

  • 346 Pejabat Struktural Banyuasin Dilantik

    346 Pejabat Struktural Banyuasin Dilantik

    • calendar_month Senin, 4 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 953
    • 0Komentar

    SEBANYAK 346 orang pejabat eselon II, III dan IV Pemerintah Kabupaten Banyuasin hari ini dilantik oleh Bupati Banyuasin H ASKOLANI, SH.,MH,didampingi Wakil Bupati Banyuasin H Slamet,SH, Sekretaris Daerah Senen Har dan Ketua TP-PKK Banyuasin dr Sri Fitriyanti Askolani Nurwahid dan Ketua Dharma wanita. Dari pantauan wartawan 6 pejabat eselon II yang baru dilantik ada Kepala […]

  • Kecamatan Bayung Lencir Tahap II Bakal Punya Jaringan Jargas untuk RT

    Kecamatan Bayung Lencir Tahap II Bakal Punya Jaringan Jargas untuk RT

    • calendar_month Senin, 28 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 900
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Musi Banyasin (Muba) melakukan Serah Terima Lapangan Pembangunan Jaringan Gas (Jargas) dan Sosialisasi Pelaksanaan Pekerjaan Pembangunan Jaringan untuk Rumah Tangga di Kecamatan Bayung Lencir Kabupaten Muba.   Serah Terima Lapangan dan Sosialisasi Pembangunan Jargas ditandai dengan penandatanganan berita acara oleh PPK Jargas 2 Dirjen Migas Kementerian ESDM Gusrinaldi, Project Manager PT Pratiwi […]

expand_less
WordPress Archive ElmaStudio Hawea WordPress Theme ElmaStudio Kerikeri Dark WordPress Theme ElmaStudio Kerikeri WordPress Theme ElmaStudio Kiore Moana WordPress Theme ElmaStudio Meola WordPress Theme ElmaStudio Moka WordPress Theme ElmaStudio Namba WordPress Theme ElmaStudio Neubau WordPress Theme ElmaStudio Nilmini WordPress Theme ElmaStudio Nori WordPress Theme