Jumat, 14 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Protokol Kesehatan 3 M Jangan Jadi Slogan, Ini Penjelasan Penyintas COVID-19  

Protokol Kesehatan 3 M Jangan Jadi Slogan, Ini Penjelasan Penyintas COVID-19  

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 16 Des 2020
  • visibility 1.366
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Cherryl Hatumesen, Penyintas COVID-19 membenarkan keterangan dr. Dirga, karena selaku penyintas, ia awalnya tidak merasakan gejala berat sebelum akhirnya melakukan tes swab dan terbukti positif, “Virus COVID-19 ini benar-benar ada, jadi sambil menunggu vaksin nanti, protokol 3M (Memakai masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak), harus dijalankan. Selain itu dalam menghadapi COVID-19 memang perlu kedewasaan diri, untuk tidak takut mengakui apabila tertular agar bisa melindungi orang-orang di sekitar kita”.

Dirga juga menambahkan, “Saya mengajak masyarakat untuk tetap menjalankan protokol Kesehatan 3M. Protokol kesehatan ini jangan sampai jadi slogan saja, sampai nanti setelah divaksinasi. Karena setiap upaya pencegahan tidak ada yang sempurna, jadi kita harus betul-betul melakukan semuanya”,ujarnya, kemarin.

Sebelum pandemi upaya-upaya pencegahan dari penularan penyakit memang diremehkan oleh sebagian masyarakat.

“Sebelum ini kita selalu meremehkan masalah kesehatan karena menganggap diri kuat. Sekarang setelah dirawat karena COVID-19, saya mengikuti dokter paru saya yang menyarankan mengurangi karbohidrat dan memperbanyak protein untuk meningkatkan imunitas tubuh.

Masker selalu saya pakai, hand sanitizer juga tidak pernah lepas. Karena terbukti dengan menjalankan protokol 3M, teman-teman di kantor tidak ada yang tertular dari saya”, ujar Cherryl Hatumesen.

Terkait dengan program vaksinasi yang sedang difinalisasi Pemerintah, dr. Dirga menanggapi, “Setiap negara punya kebijakan berbeda-beda dalam memprioritaskan warga negara mana yang lebih dulu mendapatkan vaksinasi. Indonesia memprioritaskan tenaga kesehatan terlebih dahulu yang kesehariannya langsung merawat pasien-pasien COVID-19, dan khusus di Indonesia juga, vaksin diberikan kepada penduduk berusia 18-59 tahun. Vaksin diberikan pada orang sehat sebagai upaya pencegahan. Dalam konteks pandemi COVID-19, bagi pasien COVID-19 yang sudah sembuh tidak menjadi sasaran prioritas karena dianggap sudah memiliki kekebalan”.

Menanggapi dinamika di masyarakat terkait vaksin ini, Cherryl Hatumesen mengatakan, “Di luar sana masih ada yang tidak antusias dengan kedatangan vaksin COVID-19 ini, padahal kelompok-kelompok yang anti vaksin ini termasuk golongan yang cukup berpendidikan. Kalau saya belum kena COVID-19, saya pasti mau divaksin langsung”, ungkapnya.

Sementara dr. Dirga Sakti Rambe, M.Sc, Sp.PD, Vaksinolog dan Spesialis Penyakit Dalam,dr. berpesan, “Vaksin merupakan instrumen penting untuk mengendalikan pandemi, vaksinasi juga harus dilakukan bersamaan dengan 3M secara konsisten. Dalam mencari informasi tentang vaksin juga harus berhati-hati, carilah informasi yang terpercaya karena di luar sana banyak beredar informasi hoax yang kurang bisa dipercaya. Masyarakat harus yakin apabila sudah ada izin dari Badan POM, vaksin itu nantinya sudah dipastikan kemanan dan efektivitasnya sehingga masyarakat, tidak perlu ragu”.

Menanggapi dinamika di masyarakat yang sudah tidak sabar menunggu tahapan selanjutnya dari program vaksinasi ini, “Saya sekarang melihat kecenderungan banyak orang berspekulasi padahal ini masih berproses, Badan POM masih melakukan kajian-kajian dan tidak akan ada vaksinasi apapun sebelum izin dari Badan POM keluar. Ini adalah upaya Pemerintah untuk memastikan, vaksin yang kita gunakan betul-betul aman dan efektif,” terangnya dalam acara Dialog Produktif bertema Vaksin: Fakta dan Hoaks, yang diselenggarakan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Selasa (15/12/2020).

Proses vaksinasi dinilai sebagai upaya pemerintah dalam menangani pandemi. “Tidak benar, jika virus COVID-19 akan hilang dengan sendirinya, ada jutaan kematian akibat virus ini di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Kita tidak bisa berdiam diri, ekonomi kita terpukul, bekerja juga menjadi sulit. Oleh karena itu perlu ada upaya-upaya ekstra, yaitu protokol kesehatan harus dijalankan secara konsisten, dengan adanya vaksinasi nanti diharapkan akan membantu, karena vaksin memberi proteksi yang bersifat spesifik”, ujar dr Dirga.

Sementara itu, COVID-19 memiliki spektrum gejala yang luas pada penderitanya, mulai dari tidak bergejala sama sekali hingga bergejala berat yang menyebabkan proses identifikasi pasien menjadi semakin sulit. “Bahkan penelitian menunjukkan bahwa 40% pasien COVID-19 tidak bergejala. Meskipun begitu, penting untuk diketahui, baik bergejala atau tidak, semua pasien COVID-19 ini bisa menularkannya ke orang lain”, terang dr. Driga lebih lanjut.[***]

 

Irwan Wahyudi

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ayo Vote Kupek Neni Jadi Duta Inmas Sumsel

    Ayo Vote Kupek Neni Jadi Duta Inmas Sumsel

    • calendar_month Minggu, 24 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.013
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,Sekayu – Pemilihan duta Inmas (Informasi dan Humas) Kemenag Sumsel terus bergulir, tercatat dalan ajang pemilihan bergengsi ini ada sebanyak 13 dari Kabupaten/Kota di Sumsel yang bersaing dan salah satunya ada Neni Novita Sari, Siswi MAN 1 MUBA terpilih untuk mewakili Kabupaten Musi Banyuasin. Terhitung sejak 21 Februari pihak panitia telah membuka sistem voting dukungan dan […]

  • timnas-u23

    Lawan Timor Leste, Garuda Muda Bakal Rotasi Pemain

    • calendar_month Minggu, 20 Agt 2017
    • account_circle Bono
    • visibility 1.580
    • 0Komentar

    Setelah mencukur Fhilipina 3-0 tanpa balas dalam pertandingan SEA Games 2017 Grub B beberapa hari lalu, kini Timnas Indonesia U-23 bakal kembali menguji kekuatan Timor Leste, Minggu sore (20/8/2017) pukul 15.00 WIB.

  • Ini Rincian Kerusakan Rumah di Jatim Akibat Gempa M5,5

    Ini Rincian Kerusakan Rumah di Jatim Akibat Gempa M5,5

    • calendar_month Senin, 24 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.024
    • 0Komentar

    SEBANYAK 25 unit rumah warga di wilayah Jawa Timur (Jatim) mengalami rusak berat (RB) akibat gempa M5,9. Ratusan rumah lain mengalami kerusakan dengan tingkat sedang atau rusak sedang (RS) dan rusak ringan (RR). Hal tersebut berdasarkan pemutakhiran data dari BPBD terdampak per Senin (24/5), pukul 07.00 WIB. Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB menerima laporan data […]

  • Gubernur Ajak Kalangan Praktisi Hukum  Edukasi  Keluarga Sadar Hukum 

    Gubernur Ajak Kalangan Praktisi Hukum  Edukasi  Keluarga Sadar Hukum 

    • calendar_month Senin, 29 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 742
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H Herman Deru mengajak para pakar hukum dan intelektual di bidang hukum untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar dapat lebih memahami antara hak, kewajiban dan sangsi yang timbul bagi pelanggar hukum. “Hukum adalah sesuatu yang harus diketahui dan dipahami masyarakat. Namun tidak semua masyarakat mengerti hukum. Sebab itu, kita harus bersama-sama meliterisi masyarakat […]

  • Wujudkan Produk Halalan Thoyyiban, BPOM Kerjasama Dengan Kemenag Sumsel

    Wujudkan Produk Halalan Thoyyiban, BPOM Kerjasama Dengan Kemenag Sumsel

    • calendar_month Rabu, 1 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 786
    • 0Komentar

    KEPALA Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Palembang Drs. Martin Suhendri Apt. M.Farm melakukan kunjungan ke Kanwil Kemenag Sumsel, Rabu (1/9). Selain untuk silaturahim, pertemuan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi kedua lembaga dalam mewujudkan produk halal dan thoyyib (baik-red) di Sumatera Selatan. Kedatangan Martin dan rombongan disambut Kakanwil Kemenag Sumsel Dr. Drs. H. […]

  • Pemerintah Berkomitmen Jalankan Pembangunan Berkelanjutan saat Pandemi, Ini Untuk Meningkatkan Kualitas Kehidupan Dari Generasi ke Generasi

    Pemerintah Berkomitmen Jalankan Pembangunan Berkelanjutan saat Pandemi, Ini Untuk Meningkatkan Kualitas Kehidupan Dari Generasi ke Generasi

    • calendar_month Rabu, 16 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 947
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Indonesia terus berkomitmen dalam melaksanakan pembangunan berkelanjutan sesuai dengan aturan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020 – 2024 di mana pembangunan berkelanjutan telah ditetapkan sebagai salah satu aspek yang bertujuan memberikan akses pembangunan yang adil dan inklusif, serta menjaga lingkungan hidup. Dengan demikian, pembangunan berkelanjutan diharapkan mampu meningkatkan kualitas kehidupan dari satu generasi […]

expand_less
WordPress Archive ElmaStudio Hawea WordPress Theme ElmaStudio Kerikeri Dark WordPress Theme ElmaStudio Kerikeri WordPress Theme ElmaStudio Kiore Moana WordPress Theme ElmaStudio Meola WordPress Theme ElmaStudio Moka WordPress Theme ElmaStudio Namba WordPress Theme ElmaStudio Neubau WordPress Theme ElmaStudio Nilmini WordPress Theme ElmaStudio Nori WordPress Theme