Minggu, 27 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Protokol Kesehatan 3 M Jangan Jadi Slogan, Ini Penjelasan Penyintas COVID-19  

Protokol Kesehatan 3 M Jangan Jadi Slogan, Ini Penjelasan Penyintas COVID-19  

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 16 Des 2020
  • visibility 1.371
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Cherryl Hatumesen, Penyintas COVID-19 membenarkan keterangan dr. Dirga, karena selaku penyintas, ia awalnya tidak merasakan gejala berat sebelum akhirnya melakukan tes swab dan terbukti positif, “Virus COVID-19 ini benar-benar ada, jadi sambil menunggu vaksin nanti, protokol 3M (Memakai masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak), harus dijalankan. Selain itu dalam menghadapi COVID-19 memang perlu kedewasaan diri, untuk tidak takut mengakui apabila tertular agar bisa melindungi orang-orang di sekitar kita”.

Dirga juga menambahkan, “Saya mengajak masyarakat untuk tetap menjalankan protokol Kesehatan 3M. Protokol kesehatan ini jangan sampai jadi slogan saja, sampai nanti setelah divaksinasi. Karena setiap upaya pencegahan tidak ada yang sempurna, jadi kita harus betul-betul melakukan semuanya”,ujarnya, kemarin.

Sebelum pandemi upaya-upaya pencegahan dari penularan penyakit memang diremehkan oleh sebagian masyarakat.

“Sebelum ini kita selalu meremehkan masalah kesehatan karena menganggap diri kuat. Sekarang setelah dirawat karena COVID-19, saya mengikuti dokter paru saya yang menyarankan mengurangi karbohidrat dan memperbanyak protein untuk meningkatkan imunitas tubuh.

Masker selalu saya pakai, hand sanitizer juga tidak pernah lepas. Karena terbukti dengan menjalankan protokol 3M, teman-teman di kantor tidak ada yang tertular dari saya”, ujar Cherryl Hatumesen.

Terkait dengan program vaksinasi yang sedang difinalisasi Pemerintah, dr. Dirga menanggapi, “Setiap negara punya kebijakan berbeda-beda dalam memprioritaskan warga negara mana yang lebih dulu mendapatkan vaksinasi. Indonesia memprioritaskan tenaga kesehatan terlebih dahulu yang kesehariannya langsung merawat pasien-pasien COVID-19, dan khusus di Indonesia juga, vaksin diberikan kepada penduduk berusia 18-59 tahun. Vaksin diberikan pada orang sehat sebagai upaya pencegahan. Dalam konteks pandemi COVID-19, bagi pasien COVID-19 yang sudah sembuh tidak menjadi sasaran prioritas karena dianggap sudah memiliki kekebalan”.

Menanggapi dinamika di masyarakat terkait vaksin ini, Cherryl Hatumesen mengatakan, “Di luar sana masih ada yang tidak antusias dengan kedatangan vaksin COVID-19 ini, padahal kelompok-kelompok yang anti vaksin ini termasuk golongan yang cukup berpendidikan. Kalau saya belum kena COVID-19, saya pasti mau divaksin langsung”, ungkapnya.

Sementara dr. Dirga Sakti Rambe, M.Sc, Sp.PD, Vaksinolog dan Spesialis Penyakit Dalam,dr. berpesan, “Vaksin merupakan instrumen penting untuk mengendalikan pandemi, vaksinasi juga harus dilakukan bersamaan dengan 3M secara konsisten. Dalam mencari informasi tentang vaksin juga harus berhati-hati, carilah informasi yang terpercaya karena di luar sana banyak beredar informasi hoax yang kurang bisa dipercaya. Masyarakat harus yakin apabila sudah ada izin dari Badan POM, vaksin itu nantinya sudah dipastikan kemanan dan efektivitasnya sehingga masyarakat, tidak perlu ragu”.

Menanggapi dinamika di masyarakat yang sudah tidak sabar menunggu tahapan selanjutnya dari program vaksinasi ini, “Saya sekarang melihat kecenderungan banyak orang berspekulasi padahal ini masih berproses, Badan POM masih melakukan kajian-kajian dan tidak akan ada vaksinasi apapun sebelum izin dari Badan POM keluar. Ini adalah upaya Pemerintah untuk memastikan, vaksin yang kita gunakan betul-betul aman dan efektif,” terangnya dalam acara Dialog Produktif bertema Vaksin: Fakta dan Hoaks, yang diselenggarakan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Selasa (15/12/2020).

Proses vaksinasi dinilai sebagai upaya pemerintah dalam menangani pandemi. “Tidak benar, jika virus COVID-19 akan hilang dengan sendirinya, ada jutaan kematian akibat virus ini di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Kita tidak bisa berdiam diri, ekonomi kita terpukul, bekerja juga menjadi sulit. Oleh karena itu perlu ada upaya-upaya ekstra, yaitu protokol kesehatan harus dijalankan secara konsisten, dengan adanya vaksinasi nanti diharapkan akan membantu, karena vaksin memberi proteksi yang bersifat spesifik”, ujar dr Dirga.

Sementara itu, COVID-19 memiliki spektrum gejala yang luas pada penderitanya, mulai dari tidak bergejala sama sekali hingga bergejala berat yang menyebabkan proses identifikasi pasien menjadi semakin sulit. “Bahkan penelitian menunjukkan bahwa 40% pasien COVID-19 tidak bergejala. Meskipun begitu, penting untuk diketahui, baik bergejala atau tidak, semua pasien COVID-19 ini bisa menularkannya ke orang lain”, terang dr. Driga lebih lanjut.[***]

 

Irwan Wahyudi

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Badan POM Terbitkan EUA* Vaksin COVID-19 Pfizer

    Badan POM Terbitkan EUA* Vaksin COVID-19 Pfizer

    • calendar_month Minggu, 18 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 908
    • 0Komentar

    BADAN POM menerbitkan izin penggunaan darurat (EUA) untuk Vaksin COVID-19 Pfizer atau yang juga dikenal dengan nama vaksin Comirnaty. Vaksin produksi Pfizer and BioNTech adalah jenis vaksin dengan platform mRNA yang wajib disimpan khusus dengan suhu ultra rendah (-90° sampai -60°C). Penggunaan vaksin COVID-19 Pfizer adalah untuk orang berusia >12 tahun dengan tingkat efikasi pada […]

  • Jangan Malu, TBC Bukan Kutukan Tapi Bisa Sembuh

    Jangan Malu, TBC Bukan Kutukan Tapi Bisa Sembuh

    • calendar_month Minggu, 21 Sep 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.056
    • 0Komentar

    ADA pepatah bilang “batuk tak berdahak bagai sayur tanpa garam”, maka batuk berkepanjangan justru lebih mirip “utang yang tak kunjung lunas”, bikin hidup sengsara dan akhirnya menguras tenaga. Itulah gambaran sederhana soal tuberkulosis alias TBC. Penyakit ini sering datang diam-diam, bikin badan kurus, nafsu makan hilang, tapi sayangnya banyak orang masih anggap remeh. Di kampung, […]

  • Uji Kompetensi Keahlian Samsung Tech Institute di SMK Dukung Peningkatan Kualitas Lulusan

    Uji Kompetensi Keahlian Samsung Tech Institute di SMK Dukung Peningkatan Kualitas Lulusan

    • calendar_month Minggu, 26 Mar 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.094
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Samsung Tech Institute (STI) memfasilitasi pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) Hand Held Product (HHP) yang diikuti oleh ribuan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) kelas 12 siswa program STI. Para peserta yang dinyatakan kompeten sesuai kompetensi keahlian yang ditempuh akan mendapatkan sertifikat kelulusan Program STI.   UKK HHP 2023 dilaksanakan dari tanggal 9 Maret 2023 hingga […]

  • RIB Diminta Bergerak, Andil Pulihkan Ekonomi Daerah

    RIB Diminta Bergerak, Andil Pulihkan Ekonomi Daerah

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 741
    • 0Komentar

    RELAWAN Indonesia bersatu (RIB) Sumatera Selatan diminta untuk bergerak guna membantu memulihkan ekonomi daerah. Hal itu disampaikan Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA saat menerima Audiensi Relawan Indonesia bersatu (RIB) Sumatera Selatan yang diKetuai M Akbar Alfaro di Ruang Audiensi, Rabu (5/8/2020). Menurut Dodi Reza penggerakan tersebut bisa membawa […]

  • Ekonomi Rakyat, Industri Kreatif Mampu Hadapi Tantangan Pandemi

    Ekonomi Rakyat, Industri Kreatif Mampu Hadapi Tantangan Pandemi

    • calendar_month Jumat, 23 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.530
    • 0Komentar

    MENTERI Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah menegaskan bahwa pandemi Covid-19 memberikan pukulan bagi perekonomian dan dunia ketenagakerjaan Indonesia, termasuk pada sektor industri kreatif. Namun, Menaker Ida menyakini industri kreatif akan mampu menghadapi tantangan pandemi Covid-19 ini dengan cara-cara yang kreatif. “Bukan industri kreatif namanya kalau kita tidak bisa menghadapi tantangan pandemi COVID-19 dengan cara-cara yang kreatif,” ujar […]

  • Jelang Akhir Jabatan, Bupati OKI Kasih Kado Ini

    Jelang Akhir Jabatan, Bupati OKI Kasih Kado Ini

    • calendar_month Jumat, 3 Nov 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 920
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Kado istimewa diberikan oleh Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), H. Iskandar, SE kepada masyarakat OKI menjelang akhir masa jabatannya. Kado tersebut berupa Surat Keputusan (SK) Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI terkait pembebasan 2,246 Ha hutan kawasan kepada masyarakat. “Jelang akhir jabatan saya akhirnya keinginan masyarakat untuk mendapat hak yang sah atas tanah […]

expand_less
WordPress Archive ElmaStudio Hawea WordPress Theme ElmaStudio Kerikeri Dark WordPress Theme ElmaStudio Kerikeri WordPress Theme ElmaStudio Kiore Moana WordPress Theme ElmaStudio Meola WordPress Theme ElmaStudio Moka WordPress Theme ElmaStudio Namba WordPress Theme ElmaStudio Neubau WordPress Theme ElmaStudio Nilmini WordPress Theme ElmaStudio Nori WordPress Theme