Kamis, 1 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Jangan Malu, TBC Bukan Kutukan Tapi Bisa Sembuh

Jangan Malu, TBC Bukan Kutukan Tapi Bisa Sembuh

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 21 Sep 2025
  • visibility 1.057
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ADA pepatah bilang “batuk tak berdahak bagai sayur tanpa garam”, maka batuk berkepanjangan justru lebih mirip “utang yang tak kunjung lunas”, bikin hidup sengsara dan akhirnya menguras tenaga. Itulah gambaran sederhana soal tuberkulosis alias TBC. Penyakit ini sering datang diam-diam, bikin badan kurus, nafsu makan hilang, tapi sayangnya banyak orang masih anggap remeh.

Di kampung, ada saja cerita lucu sekaligus miris, misalnya, ada orang batuk lama, tapi malah dikira “masuk angin yang salah urat”. Ada juga yang kurus mendadak, lalu tetangga nyeletuk “Wah, jangan-jangan kena pelet!”. Padahal kalau mau jujur, itu gejala klasik TBC yang sering disangka penyakit ringan. Inilah masalah kita, stigma dan salah kaprah soal kesehatan.

TBC masih jadi masalah besar di Indonesia, data Kementerian Kesehatan menyebut ada lebih dari 1 juta kasus setiap tahun, Wakil Menteri Kesehatan Prof. Dante Saksono bilang, sekitar 90 persen sudah berhasil diidentifikasi, tapi sisanya masih gelap, ibarat tikus di gudang padi, susah terlihat tapi jelas-jelas merugikan.

Sayangnya, banyak pasien TBC yang telat ketahuan karena merasa malu, batuk dianggap sepele, lalu diobati dengan jamu instan, ada pula yang takut ke Puskesmas karena khawatir dicap “penyakit menular yang menjijikkan”. Padahal, TBC itu bukan kutukan, bukan pula akibat kurang doa malam Jumat. TBC adalah penyakit menular yang bisa disembuhkan dengan obat rutin dan pemeriksaan tepat.

Pemerintah sekarang sedang tancap gas, ada program active case finding, yaitu mencari pasien aktif lewat pemeriksaan massal. Bahkan sudah ada inovasi rontgen keliling, ibarat bioskop gratis, tapi isinya bukan film horor, melainkan deteksi paru-paru. Kalau dulu orang malas periksa karena jauh dan mahal, sekarang rontgen bisa datang ke desa, gratis pula.

Di Jawa Tengah, program ini sudah jalan, ke depan, rencananya setiap kabupaten/kota akan punya alat rontgen yang bisa keliling ke kecamatan. Ini kabar baik, karena semakin cepat kasus ditemukan, semakin cepat pula bisa diobati. Pepatah bilang “lebih baik menangkap ayam sebelum masuk sawah, daripada harus mengejar saat sudah terbang ke pohon”. Begitu juga dengan TBC, lebih mudah mencegah sejak awal ketimbang mengobati ketika sudah parah.

Meski topiknya serius, bukan berarti kita tidak bisa bercanda, anggap saja TBC ini seperti mantan pacar toxic, kalau dibiarkan, dia akan menggerogoti hidup perlahan. Satu-satunya cara lepas adalah berani hadapi, konsultasi dengan ahli (dokter), lalu ikuti aturan sampai selesai.

Bahkan Prof. Dante bilang, banyak kasus TBC salah diduga maag, nah, kalau maag masih bisa diatasi dengan biskuit dan teh hangat, TBC butuh obat khusus selama berbulan-bulan. Jadi jangan keliru batuk lama bukan bahan stand up comedy, tapi sinyal tubuh yang perlu ditanggapi serius.

Kalau ditarik benang merah, ada tiga tantangan utama, antara lain deteksi dini, tanpa periksa gratis dan rontgen keliling, banyak kasus akan lolos dari radar. Kepatuhan berobat, minum obat TBC tidak bisa setengah jalan. Kalau berhenti di tengah, bakteri bisa kebal dan Stigma sosial, ini justru lebih berbahaya dari batuknya. Orang jadi malu periksa, akhirnya telat ditangani.

Artinya, program pemerintah harus jalan beriringan dengan edukasi publik. Tenaga medis bisa keliling, tapi kalau masyarakat masih percaya TBC itu penyakit kualat atau hasil santet, hasilnya ya mandek.

Di sini kita perlu ingat pepatah “malu bertanya sesat di jalan, malu periksa sesat di pengobatan”, jangan gengsi untuk periksa kesehatan. TBC bisa menyerang siapa saja kaya miskin, pejabat atau rakyat jelata. Bedanya, yang berani periksa lebih cepat sembuh, sementara yang malu-malu justru menanggung akibat lebih lama.

TBC bukanlah penyakit kutukan yang perlu disembunyikan, justru dengan terbuka, orang lain bisa ikut waspada dan terhindar dari penularan. Yang aib itu bukan sakitnya, tapi kalau sudah tahu sakit lalu cuek, enggan berobat, dan akhirnya menulari orang lain.

Pemerintah sudah memberi fasilitas, pemeriksaan gratis, rontgen keliling, hingga target ambisius menurunkan angka kematian. Tapi sebaik apapun program, kalau masyarakat masih dikepung stigma, hasilnya akan setengah hati. Karena itu, mari ubah cara pandang sakit bukan bahan gunjingan, melainkan alasan untuk saling peduli.

TBC bisa disembuhkan, asal kita tidak telat. Jangan malu, jangan takut. Kalau ada gejala, segera periksa, karena seperti kata pepatah Jawa “yen ora diobati, suket thukul, yen diobati, urip makmur”, kalau dibiarkan penyakit tumbuh, kalau ditangani hidup lebih sejahtera.

Jadi mulai sekarang, kalau ada tetangga batuk lama, jangan malah kasih komentar nyinyir, ajaklah ke Puskesmas, ingat, TBC bukan kutukan, tapi penyakit yang bisa sembuh.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bantuan Gempa NTT Tembus 253 Ton, Distribusi ke Flores Terus Dikebut

    Bantuan Gempa NTT Tembus 253 Ton, Distribusi ke Flores Terus Dikebut

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 28
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Bantuan untuk masyarakat terdampak gempa NTT terus bergerak memasuki hari kelima pascabencana. Hingga Rabu (19/8/2026), pemerintah mencatat 253 ton logistik telah dikirim melalui jalur udara untuk memenuhi kebutuhan warga di sejumlah wilayah Flores. Pemerintah kini memperkuat distribusi agar bantuan yang sudah terkumpul tidak berhenti di posko. Dua titik utama disiapkan di Labuan Bajo […]

  • Amankan PON,  Polda Jateng Kirim Personel Kawal Atlet PON XX ke Papua

    Amankan PON, Polda Jateng Kirim Personel Kawal Atlet PON XX ke Papua

    • calendar_month Jumat, 24 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 779
    • 0Komentar

    POLDA Jawa Tengah (Jateng) bakal memberikan pengawalan untuk para atlet asal Jateng yang akan berlaga di PON XX Papua. Ada 21 personel gabungan yang dikerahkan untuk memberikan pengawalan bagi para atlet. “Tim mendampingi kontingen hingga pelaksanaan PON usai dan diploting bertugas di 4 kota,” jelas Kabid Humas Polda Jateng. Kabid Humas Polda Jateng menyebut ada […]

  • Pandemi Covid Terkendali, Pemerintah Beri Kelonggaran Penggunaan Masker

    Pandemi Covid Terkendali, Pemerintah Beri Kelonggaran Penggunaan Masker

    • calendar_month Rabu, 18 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 581
    • 0Komentar

    PEMERINTAH memutuskan untuk melonggarkan kebijakan dalam penggunaan masker bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan atau area terbuka. Kebijakan tersebut diambil dengan memperhatikan kondisi penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia yang saat ini makin terkendali. Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Joko Widodo dalam keterangannya di Istana Kepresidenan Bogor pada Selasa, 17 Mei 2022. “Pemerintah memutuskan untuk […]

  • Benarkah Anak-Anak Kebal Terhadap Virus Covid-19

    Benarkah Anak-Anak Kebal Terhadap Virus Covid-19

    • calendar_month Jumat, 4 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 982
    • 0Komentar

    BEREDAR di media sosial Facebook, video seorang perempuan yang mengklaim sebagai peneliti dan mengatakan bahwa anak-anak kebal terhadap virus Covid-19. Ia juga menyebutkan jika anak-anak yang meninggal dalam waktu satu tahun ini tidak ada kaitannya dengan virus Covid-19. Berdasarkan penelusuran, klaim yang menyebut bahwa anak-anak kebal terhadap virus Covid-19 adalah keliru. Faktanya, kasus di beberapa […]

  • Cegah Stunting, Maksimalkan Dana Desa

    Cegah Stunting, Maksimalkan Dana Desa

    • calendar_month Selasa, 7 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 897
    • 0Komentar

    DINAS Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kalimantan Selatan (Kalsel) memprioritaskan penggunaan dana desa tahun 2022 untuk penurunan stunting melalui program nasional Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS). “Namun untuk kemenuhi pemanfaatan dana tersebut masih menunggu peraturan dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi terhadap penanganan stunting dan untuk alokasi dana desa di […]

  • Tinjau Posko, Gubernur  Minta Petugas Lebih Aktif Monitor Perkembangan Covid-19

    Tinjau Posko, Gubernur  Minta Petugas Lebih Aktif Monitor Perkembangan Covid-19

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.167
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H. Herman Deru terus memastikan kesiapan posko gugus tugas pencegahan dan penanganan Covid-19 di halaman Kantor Gubernur Sumsel, Kamis (26/3). Hal itu terlihat saat HD meninjau kembali posko yang didirikan pada pada 25 Maret 2020 tersebut. HD mengatakan, didirikannya posko tersebut guna mempermudah tim gugus dalam memonitor perkembangan Covid-19 di Sumsel. “Dibuatnya posko […]

expand_less
WordPress Archive Consession – Conference & Seminar Elementor Template Kit Conset – Business Consulting Elementor Template Kit Consilt – Business & Consulting Elementor Template Kit Constitute WP – WooCommerce Responsive Elementor Theme Constkit – Construction and Industrial Elementor Template Constructa – Building & Construction Elementor Template Kit Construction – Building & Renovation WordPress Theme Constructo – Construction WordPress Theme Constructoor – Construction & Building Elementor Template Kit Constructor | Construction WordPress