Jumat, 14 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Pontensi Menjajikan, Menteri KP Menargetkan NTT dan NTB Jadi Andalan Budidaya Nasional

Pontensi Menjajikan, Menteri KP Menargetkan NTT dan NTB Jadi Andalan Budidaya Nasional

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 30 Jun 2021
  • visibility 977
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MENTERI Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya di sektor kelautan dan perikanan.

Sebagai bentuk keseriusannya, Trenggono mengunjungi lokasi Keramba Jaring Apung (KJA) di Pulau Semau, Kabupaten Kupang yang menjadi pilot project kegiatan budidaya ikan kerapu dan kakap Pemerintah Provinsi NTT pada tahun 2021, Rabu (30/6/2021).

“Saya bersama Pak Gubernur disini sudah sepakat bahwa dimulai tahun 2022 akan memfokuskan kegiatan budidaya di NTT dan NTB, ini diharapkan akan jadi andalan budidaya,” kata Trenggono.

Berdasarkan informasi dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT, KJA dengan sistem bulat tersebut memiliki diameter 10 meter persegi, dengan kedalaman 8 meter dengan kapasitas padat tebar sebanyak 25.000 ekor ikan per KJA.

Ikan yang dibudidayakan diantaranya ikan kerapu cantang dan ikan kakap putih. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTT, Ganef Wurgiyanto menjelaskan bahwa NTT mengajukan pinjaman daerah yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk kegiatan budidaya kerapu dan kakap di tiga lokasi KJA.

Selain Pulau Semau, sebaran lokasi budidaya lainnya akan dilakukan di Teluk Hadakewa, Lembata, dan Mulut Seribu, Rote Ndao.

“Tahun 2021 ini diawali dengan pilot project di Pulau Semau Kabupaten Kupang ini, dengan total 9 unit KJA. Diharapkan 2-3 tahun kedepan perairan-perairan ini dapat memiliki sumber daya ikan (produksi ikan kerapu) yang berlimpah dan menjadi sumber ekonomi bagi masyarakat,” kata Ganef.

Menurut Ganef, KJA dengan sistem bulat ini memiliki beberapa keunggulan, diantaranya gerakan ikan dapat lebih menyebar dan tidak mengalami luka.

Perkembangan budidaya kakap – kerapu ini direncanakan akan panen di bulan Agustus 2021 nanti. Dengan perkiraan total panen sebanyak 100 ton ikan dengan nilai jual sebesar Rp5,5 miliar.

Sebagai informasi, produk perikanan NTT lebih banyak dipasarkan antar pulau dibandingkan ke luar negeri. Diketahui, selama kurun waktu 2016-2020 mampu meningkatkan volume ekspor rata-rata sebesar 42,83 persen dan pemasaran antar pulau sebesar 219,8 persen.

Ganef juga mengutarakan, secara langsung sejumlah kendala yang dialami kepada Menteri Trenggono terkait dengan budidaya kakap – kerapu ini, diantaranya masih kurangnya tenaga ahli, belum tersedianya gudang pakan, serta dampak Badai Seroja yang menyebabkan speed boat tenggelam, rumah jaga rusak berat serta jaring-jaring pun rusak.InfoPublik (***)

Ril

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Milenial Hingga Lansia Senam Sehat Bareng Pj Bupati Apriyadi

    Milenial Hingga Lansia Senam Sehat Bareng Pj Bupati Apriyadi

    • calendar_month Kamis, 10 Agt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 877
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, MUBA- Ratusan warga masyarakat Kecamatan Babat Supat Kabupaten mulai dari generasi milenial hingga warga lanjut usia (lansia) memadati halaman Kantor Camat Babat Supat, Rabu (9/8/2023) pagi. Suasana ini rupanya rangkaian  Pembukaan Rangkaian Kegiatan Memperingati Hari Ulang Tahun ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia Tingkat Kecamatan Babat Supat Tahun 2023 yang dimulai dengan senam sehat dan dibuka […]

  • Dorong Pengembangan Budidaya Pohon Aren di Sumsel

    Dorong Pengembangan Budidaya Pohon Aren di Sumsel

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.236
    • 0Komentar

    PEMPROV. Sumsel berencana akan terus mengembangkan budidaya pohon aren atau enau disejumlah lahan. Upaya itu dilakukan mengingat pohon aren memiliki nilai tambah untuk masyarakat, terlebih bagi para petani. “Aren ini berpotensi bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Banyak sektor terdampak dengan budidaya aren ini, salah satunya sektor ekonomi untuk masyarakat,” kata Wakil Gubernur Sumsel H Herman Deru saat […]

  • LindungiHutan Masuk TOP 9 Kompetisi Startup NEXSPACE 2023

    LindungiHutan Masuk TOP 9 Kompetisi Startup NEXSPACE 2023

    • calendar_month Kamis, 5 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 601
    • 0Komentar

    Dalam gelaran kompetisi startup NEXSPACE 2023, LindungiHutan menempati posisi TOP 9 dari 100+ pendaftar. Sumselterkini.co.id,[ Vritimes] LindungiHutan masuk jajaran Top 9 dalam ajang NEXSPACE 2023 Business & Start-Up Competition yang diselenggarakan oleh 11th Space dan Idea Fest di Jakarta Convention Center (JCC) pada 29 September – 1 Oktober 2023. “Pada tahun ini, NEXSPACE mengangkat tema […]

  • Sumsel Serap Percepatan Penanganan Covid Hampir 100 %

    Sumsel Serap Percepatan Penanganan Covid Hampir 100 %

    • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 857
    • 0Komentar

    PEMPROV. Sumsel telah menyerap anggaran percepatan penanganan covid-19 hampir 100% dari Rp136,65 miliar dana yang disiapkan Pemprov Sumsel. Gubernur Sumsel H.Herman Deru SH.MM saat menyerahkan bantuan alat kesehatan dari perusahaan BUMN asal Singapura Temasek Foundation dan APBD Sumsel pada 7 rumah sakit di Palembang, di Auditorium Pemprov Sumsel, Jumat (17/7) siang. Menurut HD sejak awal dirinya memang […]

  • Banjir, Sektor Pertanian di Madiun Alami Kerugian Rp8 Miliar

    Banjir, Sektor Pertanian di Madiun Alami Kerugian Rp8 Miliar

    • calendar_month Minggu, 10 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 912
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Madiun – Banjir yang melanda Kabupaten Madiun beberapa hari lalu berdampak besar pagi sektor pertanian. Akibat dari bencana itu Pemkab Madiun mencatat kerugian sebesar Rp8 miliar lebih. Menurut Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Madiun Edy Bintarjo, kepada wartawan di Madiundia, kerugian tersebut diperoleh dari hasil pendataan sektor pertanian tanaman pangan dan peternakan. Dimana jumlah […]

  • Wow,  99,9% Gedung Walet di Muba Tak Kantongi Izin

    Wow,  99,9% Gedung Walet di Muba Tak Kantongi Izin

    • calendar_month Selasa, 13 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 910
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, SEKAYU,- Usaha sarang walet di Kabupaten Muba sudah menjamur, buktinya ada 1.734 gedung untuk usaha burung. Sayangnya dari ribuan gedung itu 99,9% belum mengantongi izin. Oleh sebab itu, Pemkab Muba mengincar pendapat asli daerah [PAD] yang berasal dari usaha sarang walet yang beromzet ratusan juta. Pada 2019 mendatang Badan Pengelola Pajak Retrebusi Daerah (BPPRD) […]

expand_less
WordPress Archive WooCommerce Unlimited Product Information WooCommerce Update Cart Item Variations WooCommerce Upload Files WooCommerce Upload Files Plugin – Product Page & Order File Upload WooCommerce UPS Shipping Method WooCommerce Upsells and Related Products – Upseller WooCommerce URL Coupons WooCommerce USPS Shipping Method WooCommerce Variable Pricing Calculator – Measurement Based Price for Variations WooCommerce Variant Update On Cart Page