Jumat, 14 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pojok Fisip UIN Raden Fatah » Pro Kontra Sistem Proporsional di Pemilu 2024

Pro Kontra Sistem Proporsional di Pemilu 2024

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 20 Mar 2023
  • visibility 2.287
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JALAN menuju pemilu tahun 2024 yang akan dilaksanakan diseluruh wilayah Indonesia sedang menghadapi tantangan, dari isu yang bermunculan seperti akan adanya penundaan pemilu, sampai yang santer terdengar saat ini adalah isu perubahan sistem pemilihan yang sejak tahun 2004 menggunakan format sistem pemilihan proporsional terbuka akan diganti menjadi format sistem pemilihan proporsional tertutup.

Gugatan terkait pemilihan legislatif sistem pemilihan proporsional terbuka masih terus diuji materi Undang – undang pemilih ke Mahkamah Konstitusi (MK), Yusril Mahendra (Ketua Umum Partai Bulan Bintang) menyampaikan bahwa sistem pemilihan proporsional terbuka telah melemahkan partai politik.

Ia menyampaikan bahwa partai politik tak lagi menjadi sarana penyalur, Pendidikan, dan partisipasi yang benar, ia menuturkan bahwa partai politik hanya mencari jalan pintas dalam menentukan kader yang akan mewakali sebuah daerah dengan dasar popularitas dari kader tersebut untuk meraup suara terbanyak, bukan dari kualitas yang ada pada diri kader partai politik tersebut.

“Partai politik tidak lagi mengejar fungsi asasinya sebagai sarana penyalur, pendidikan, dan partaisipasi politik yang benar,”ujar Yusril Mahendra pada saat menyampaikan perihal uji materi dalam sidang lanjutan uji materi perihal sistem prporsional terbuka di Mahkamah Konstitusi.

“Partai politik tidak lagi berupaya meningkatkan kualitas programnya yang mencerminkan ideologi partai, melainkan hanya fokus mencari kandidat yang dapat menjadi magnet untuk meraih suara terbanyak. Di sinilah letak pelemahan partai politik itu terjadi secara struktural,” ujar Ketua partai Bulan Bintang tersebut.

Gugatan Nomor 114/PUU-XX/2022 atas pasal sistem pileg proporsional terbuka dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu ini diajukan oleh Demas Brian Wicaksono (pengurus PDI-P), Yuwono Pintadi (anggota Partai Nasdem), Fahrurrozi, Ibnu Rachman Jaya, Riyanto, serta Nono Marijono. Sejauh ini, 8 dari 9 partai politik parlemen menyatakan secara terbuka penolakannya terhadap kembalinya sistem pemilihan legislatif proporsional tertutup, hanya Partai Demokrasi Indonesia – Perjuangan (PDI-P) Yang secara terbuka memilih sistem pemilihan legislative tertutup.

Pro kontra terus bermunculan mengenai sistem pemilihan mana yang harus diterapkan pada pemilihan yang akan mendatang, heru Widodo memaparkan bahwa “sebagai sebuah sistem, baik itu proporsional terbuka maupun tertutup, keduanya mempunyai plus dan minus yang saling menegasikan,” kata Heru.

Ia menyatakan bahwa sistem proporsional tertutup mengingatkan akan trauma pada sistem pemilihan umum orde baru dahulu, dan sistem proporsional terbuka adalah buah hasil dari reformasi 1998. Ia juga memarkan bahwa sistem proporsional tertutup memiliki kelemahan seperti; mengunci rapat kanal partisipasi publik yang lebih besar, serta menjauhkan akses hubungan antara pemilih dan wakil rakyat, membuat komunikasi politik tidak berjalan dan kesempatan calon terpilih menjadi lebih tidak adil, dan juga terjadi krisis calon anggota legislatif yang tidak bisa dielakkan, serta partai berkuasa penuh menjadi penentu siapa-siapa yang duduk di kursi parlemen setelah perolehan suara partai dikonversikan ke jumlah kursi.

Ada pun pandangan yang berbeda dari pakar psikologi Universitas Indonesia, Hamdi Muluk tentang sistem pemilihan proporsional terbuka, ia menyuarakan bahwa sistem ini terlalu rumit bagi masyarakat Indonesia. Menurut pakar psikologi Hamdi Muluk teknis penyelenggaraan, jumlah peserta, model surat suara, hingga mekanisme penghitungan suara.

“Saya sebagai psikolog politik melihat orang enggal mungkin memilih opsi yang ajeg kalau pilihannya banyak. Kan sekarang setiap Pemilu partainya banyak, calegnya banyak. Manusia itu hanya bisa membedakan maksimal 3 atau 4 pilihan. Itu sudah paling baik. Makanya menurut saya, pemilu kita tidak ramah dari sisi psikologi voter (pemilih),” kata Hamdi Muluk, Kamis (9/3/2023).

Hamdi pun menilai bahwa sistem pemilihan proporsional terbuka ini hanya akan mendorong partai politik yang memiliki popularitas dikalangan masyarakat, dan hamdi dengan tegas mengatakan bahwa tak ada lagi partai politik yang teguh dengan menampilkan ideologinya. Sehingga partai politik tak lagi meebina kadernya dengan pemahaman ideologi.

“Kalau dibuka terus seperti ini, partai semakin banyak semakin enggak jelas ideologinya. Kalau bisa dikerucutkan saja jadi 4 atau 5 partai. Caranya apa? Naikkan saja parliamentary threshold. Pasti nanti banyak yang akan menggabungkan diri. Dengan begitu nanti akan muncul ciri ideologi partainya,” ucap Hamdi.

Dalam riset big data yang bersumber dari kazee media melalui media sosial mencatat perbedaan yang signifikan tentang persoalan sistem pemilihan proporsional terbuka dan tertutup yang dilangsungkan sejak januari 2023 sampai februari 2023 melalui sudut pandang Netizen.

“Total percakapan selama periode analisis tersebut sebanyak 227.772 data. Dimana netizen memperbincangkan sistem proporsional terbuka sebanyak 155.197 data dengan persentasenya sebesar 68.1%, dan proporsional tertutup 72.575 data dan persentasenya 31.9%,” kata Anthony dalam keterangan tertulisnya, Jumat (10/3/2023).

Anthony yang juga CEO Menara Digital menjelaskan dampaknya secara spesifik dalam laporan sistem proporsional terbuka dan Sistem Proporsional tertutup. Sedangkan sikap positif terbuka lebih besar dari efek negatif yaitu efek positif sebanyak 95.861 interaksi, 46.812 interaksi negatif dan 12.524 interaksi netral. Sedangkan pada sisi tertutup, sisi positif dan negatifnya kurang positif. Opini positif menyumbang 31.563 diskusi, 27.889 diskusi negatif, dan 13.123 diskusi netral.

Sistem pemilihan proporsional terbuka ataupun tertutup memiliki sisi kekurangan dan kelebihan masing masing, namun sistem yang akan disahkan kelak dapat menjadi tolak ukur mana yang baik untuk kelanjutan sistem perpolitikan di Indonesia.[***]

 

Penulis : Rapliansyah

Mahasiswa Ilmu Politik FISIP UIN RF

 

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perjuangkan Kecamatan Ring 1 Peroleh Jargas lagi, Bupati : Kita Terus Jumput Bola di Kementrian ESDM  

    Perjuangkan Kecamatan Ring 1 Peroleh Jargas lagi, Bupati : Kita Terus Jumput Bola di Kementrian ESDM  

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.875
    • 0Komentar

    BUPATI Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ ingin semua kecamatan ring 1 sumber gas di Kabupaten Musi Banyuasin mendapatkan prioritas sambungan jaringan gas (jargas) rumah tangga. “Tahun 2020 ini Muba sudah mendapatkan tambahan kuota sambungan jargas untuk rumah tangga sebanyak 8.380 SR, namun  Pemkab Muba terus mendesak Kementerian ESDM lebih memprioritaskan […]

  • Bupati Muara Enim Non Aktif Divonis 5 Tahun

    Bupati Muara Enim Non Aktif Divonis 5 Tahun

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 1.106
    • 0Komentar

    Majelis Hakim yang diketuai Erma Suharti SH menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Bupati Muara Enim non aktif, Ahmad Yani, dengan hukuman penjara lima tahun dan denda Rp200 juta subsider enam bulan, atau lebih ringan dua tahun dari tuntutan Jaksa KPK dua pekan sebelumnya dengan tujuh tahun penjara. Ahmad Yani terbukti bersalah berdasarkan Pasal 12 huruf […]

  • Karhutla Indonesia di Tengah El Nino, Titik Api Banyak di Kalbar-Kalteng

    Karhutla Indonesia di Tengah El Nino, Titik Api Banyak di Kalbar-Kalteng

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 7
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Karhutla Indonesia masih terjadi di sejumlah wilayah di tengah kondisi cuaca yang sangat kering akibat El Nino. Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan jumlah titik api yang cukup banyak, sementara kebakaran cukup besar terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah […]

  • Pernikahan Dini dan KDRT, Bisakah Dicegah ?

    Pernikahan Dini dan KDRT, Bisakah Dicegah ?

    • calendar_month Selasa, 30 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 808
    • 0Komentar

    PERSOALAN pernikahan anak usia dini dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) masih kerap sering terjadi, tak ingin kondisi ini terus terjadi Pemkab Muba melalui Dinas Perlindungan Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DPPPA) bersama TP PKK Muba terus bergerak untuk memberikan sosialisasi dan pencegahan hingga ke kawasan pelosok desa di Bumi Serasan Sekate. Dalam kesempatan kegiatan Pembukaan […]

  • Huruf, Dongeng & Sebotol Susu

    Huruf, Dongeng & Sebotol Susu

    • calendar_month Sabtu, 14 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 999
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Kalau kata orang tua zaman dulu, “Belajar di usia muda itu ibarat mengukir di atas batu”. tapi kalau sekarang kita pakai analogi yang lebih kekinian, mengenalkan literasi sejak dini itu ibarat menanam chip RAM ke otak anak-anak biar pas dewasa nanti, loading mikirnya nggak muter-muter kayak WiFi di gang sempit. Itulah semangat yang […]

  • Laporan Bing Ventures : Ukuran Pasar Pembayaran Crypto Capai Ratusan Miliar Dolar dalam Tiga Tahun

    Laporan Bing Ventures : Ukuran Pasar Pembayaran Crypto Capai Ratusan Miliar Dolar dalam Tiga Tahun

    • calendar_month Sabtu, 15 Jul 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.717
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, SINGAPURA –  Perusahaan modal ventura dan riset perintis yang berbasis di Singapura, Bing Ventures, telah menerbitkan laporan riset pasar tentang Industri Pembayaran Crypto. Laporan tersebut, yang diproduksi bersama oleh Bing Ventures dan Alchemy Pay, menyajikan sejarah, status pasar yang ada, dan prospek industri pembayaran crypto dari perspektif teknologi, komersial, dan peraturan, menawarkan wawasan menyeluruh […]

expand_less
WordPress Archive Chinchilla – Pet WordPress Theme ChiroHeal – Chiropractor & Physiotherapy Wellness WordPress Theme Chirokind – Chiropractor And Physical Therapy WordPress Theme Chiropracto – Physical Therapy WordPress Theme Chit Club | Board Games Club & Anticafe WordPress Theme Chloé – Personal Lifestyle WordPress Blog Theme Chloro – Skincare & Dermatology Elementor Template Kit Choicy - Digital Marketing Agency WordPress Theme Cholot – Retirement Community WordPress Theme Chooper – Custom Motorcycle Garage Elementor Template Kit