Minggu, 6 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pojok Fisip UIN Raden Fatah » Pro Kontra Sistem Proporsional di Pemilu 2024

Pro Kontra Sistem Proporsional di Pemilu 2024

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 20 Mar 2023
  • visibility 2.288
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JALAN menuju pemilu tahun 2024 yang akan dilaksanakan diseluruh wilayah Indonesia sedang menghadapi tantangan, dari isu yang bermunculan seperti akan adanya penundaan pemilu, sampai yang santer terdengar saat ini adalah isu perubahan sistem pemilihan yang sejak tahun 2004 menggunakan format sistem pemilihan proporsional terbuka akan diganti menjadi format sistem pemilihan proporsional tertutup.

Gugatan terkait pemilihan legislatif sistem pemilihan proporsional terbuka masih terus diuji materi Undang – undang pemilih ke Mahkamah Konstitusi (MK), Yusril Mahendra (Ketua Umum Partai Bulan Bintang) menyampaikan bahwa sistem pemilihan proporsional terbuka telah melemahkan partai politik.

Ia menyampaikan bahwa partai politik tak lagi menjadi sarana penyalur, Pendidikan, dan partisipasi yang benar, ia menuturkan bahwa partai politik hanya mencari jalan pintas dalam menentukan kader yang akan mewakali sebuah daerah dengan dasar popularitas dari kader tersebut untuk meraup suara terbanyak, bukan dari kualitas yang ada pada diri kader partai politik tersebut.

“Partai politik tidak lagi mengejar fungsi asasinya sebagai sarana penyalur, pendidikan, dan partaisipasi politik yang benar,”ujar Yusril Mahendra pada saat menyampaikan perihal uji materi dalam sidang lanjutan uji materi perihal sistem prporsional terbuka di Mahkamah Konstitusi.

“Partai politik tidak lagi berupaya meningkatkan kualitas programnya yang mencerminkan ideologi partai, melainkan hanya fokus mencari kandidat yang dapat menjadi magnet untuk meraih suara terbanyak. Di sinilah letak pelemahan partai politik itu terjadi secara struktural,” ujar Ketua partai Bulan Bintang tersebut.

Gugatan Nomor 114/PUU-XX/2022 atas pasal sistem pileg proporsional terbuka dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu ini diajukan oleh Demas Brian Wicaksono (pengurus PDI-P), Yuwono Pintadi (anggota Partai Nasdem), Fahrurrozi, Ibnu Rachman Jaya, Riyanto, serta Nono Marijono. Sejauh ini, 8 dari 9 partai politik parlemen menyatakan secara terbuka penolakannya terhadap kembalinya sistem pemilihan legislatif proporsional tertutup, hanya Partai Demokrasi Indonesia – Perjuangan (PDI-P) Yang secara terbuka memilih sistem pemilihan legislative tertutup.

Pro kontra terus bermunculan mengenai sistem pemilihan mana yang harus diterapkan pada pemilihan yang akan mendatang, heru Widodo memaparkan bahwa “sebagai sebuah sistem, baik itu proporsional terbuka maupun tertutup, keduanya mempunyai plus dan minus yang saling menegasikan,” kata Heru.

Ia menyatakan bahwa sistem proporsional tertutup mengingatkan akan trauma pada sistem pemilihan umum orde baru dahulu, dan sistem proporsional terbuka adalah buah hasil dari reformasi 1998. Ia juga memarkan bahwa sistem proporsional tertutup memiliki kelemahan seperti; mengunci rapat kanal partisipasi publik yang lebih besar, serta menjauhkan akses hubungan antara pemilih dan wakil rakyat, membuat komunikasi politik tidak berjalan dan kesempatan calon terpilih menjadi lebih tidak adil, dan juga terjadi krisis calon anggota legislatif yang tidak bisa dielakkan, serta partai berkuasa penuh menjadi penentu siapa-siapa yang duduk di kursi parlemen setelah perolehan suara partai dikonversikan ke jumlah kursi.

Ada pun pandangan yang berbeda dari pakar psikologi Universitas Indonesia, Hamdi Muluk tentang sistem pemilihan proporsional terbuka, ia menyuarakan bahwa sistem ini terlalu rumit bagi masyarakat Indonesia. Menurut pakar psikologi Hamdi Muluk teknis penyelenggaraan, jumlah peserta, model surat suara, hingga mekanisme penghitungan suara.

“Saya sebagai psikolog politik melihat orang enggal mungkin memilih opsi yang ajeg kalau pilihannya banyak. Kan sekarang setiap Pemilu partainya banyak, calegnya banyak. Manusia itu hanya bisa membedakan maksimal 3 atau 4 pilihan. Itu sudah paling baik. Makanya menurut saya, pemilu kita tidak ramah dari sisi psikologi voter (pemilih),” kata Hamdi Muluk, Kamis (9/3/2023).

Hamdi pun menilai bahwa sistem pemilihan proporsional terbuka ini hanya akan mendorong partai politik yang memiliki popularitas dikalangan masyarakat, dan hamdi dengan tegas mengatakan bahwa tak ada lagi partai politik yang teguh dengan menampilkan ideologinya. Sehingga partai politik tak lagi meebina kadernya dengan pemahaman ideologi.

“Kalau dibuka terus seperti ini, partai semakin banyak semakin enggak jelas ideologinya. Kalau bisa dikerucutkan saja jadi 4 atau 5 partai. Caranya apa? Naikkan saja parliamentary threshold. Pasti nanti banyak yang akan menggabungkan diri. Dengan begitu nanti akan muncul ciri ideologi partainya,” ucap Hamdi.

Dalam riset big data yang bersumber dari kazee media melalui media sosial mencatat perbedaan yang signifikan tentang persoalan sistem pemilihan proporsional terbuka dan tertutup yang dilangsungkan sejak januari 2023 sampai februari 2023 melalui sudut pandang Netizen.

“Total percakapan selama periode analisis tersebut sebanyak 227.772 data. Dimana netizen memperbincangkan sistem proporsional terbuka sebanyak 155.197 data dengan persentasenya sebesar 68.1%, dan proporsional tertutup 72.575 data dan persentasenya 31.9%,” kata Anthony dalam keterangan tertulisnya, Jumat (10/3/2023).

Anthony yang juga CEO Menara Digital menjelaskan dampaknya secara spesifik dalam laporan sistem proporsional terbuka dan Sistem Proporsional tertutup. Sedangkan sikap positif terbuka lebih besar dari efek negatif yaitu efek positif sebanyak 95.861 interaksi, 46.812 interaksi negatif dan 12.524 interaksi netral. Sedangkan pada sisi tertutup, sisi positif dan negatifnya kurang positif. Opini positif menyumbang 31.563 diskusi, 27.889 diskusi negatif, dan 13.123 diskusi netral.

Sistem pemilihan proporsional terbuka ataupun tertutup memiliki sisi kekurangan dan kelebihan masing masing, namun sistem yang akan disahkan kelak dapat menjadi tolak ukur mana yang baik untuk kelanjutan sistem perpolitikan di Indonesia.[***]

 

Penulis : Rapliansyah

Mahasiswa Ilmu Politik FISIP UIN RF

 

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Taman Anak Sejahtera Palembang Sasar Anak 3-4 Tahun, Fokus Pengasuhan Jadi Perhatian

    Taman Anak Sejahtera Palembang Sasar Anak 3-4 Tahun, Fokus Pengasuhan Jadi Perhatian

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO. ID – Taman Anak Sejahtera Palembang mulai diarahkan bukan sekadar sebagai fasilitas bermain anak. Melalui TAS “Wong Kito”, Pemkot Palembang menaruh perhatian pada pengasuhan, perlindungan, dan tumbuh kembang anak usia dini, terutama kelompok usia 3 hingga 4 tahun. Fasilitas tersebut diluncurkan dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026 dengan dukungan Kementerian Sosial RI melalui […]

  • Hotel di Sumsel Diharapkan Gunakan Menu Berbahan Pangan Lokal

    Hotel di Sumsel Diharapkan Gunakan Menu Berbahan Pangan Lokal

    • calendar_month Jumat, 12 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 594
    • 0Komentar

    KEPALA Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Ruzuan Effendi meminta semua hotel di Sumsel dapat menggunakan bahan pangan lokal yang berasal dari kabupaten/kota yang ada di daerah tersebut. “Selain untuk memenuhi kebutuhan sendiri, juga untuk mempromosikan bahan pangan lokal,” ujarnya, usai menghadiri acara gerakan diversifikasi pangan lokal dan talkshow di Balroom Sriwijaya Hotel Swarna […]

  • “Kelahiran Banteng Jawa di Pangandaran, Harapan Baru bagi Konservasi Satwa Langka Indonesia”

    “Kelahiran Banteng Jawa di Pangandaran, Harapan Baru bagi Konservasi Satwa Langka Indonesia”

    • calendar_month Sabtu, 9 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 755
    • 0Komentar

    RIUHNYA berita global tentang satwa langka, datang kabar segar yang bikin kita semua ikut senyum lebar kelahiran bayi Banteng Jawa di Pusat Reintroduksi Banteng Jawa Pangandaran, Jawa Barat. Banteng Jawa hewan asli Nusantara yang populasinya sudah hampir seperti tamu VIP yang jarang kelihatan, kini punya generasi baru yang lahir tepat di habitat alaminya, bukan cuma […]

  • Wujudkan Sumsel Religius, gubernur Bantu Pembangunan Ponpes di Kab/kota 

    Wujudkan Sumsel Religius, gubernur Bantu Pembangunan Ponpes di Kab/kota 

    • calendar_month Jumat, 25 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 629
    • 0Komentar

    MASIH dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur) Gubernur Sumsel H. Herman Deru juga melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfizh Al-Qur’an At-Taqwa di Desa Jati Mulyo Kecamatan Belitang Madang Raya Kabupaten OKU Timur, Kamis (24/2). Ponpes yang digadang-gadang akan menjadi Ponpes terbesar dan terbaik di OKU Timur […]

  • Monitor gaming Odyssey OLED G8 hadirkan response time yang sangat rendah di 0,03 ms untuk permainan berkecepatan tinggi, sudah dapat di pre-order 24 Februari hingga 19 Maret 2023

    Monitor gaming Odyssey OLED G8 hadirkan response time yang sangat rendah di 0,03 ms untuk permainan berkecepatan tinggi, sudah dapat di pre-order 24 Februari hingga 19 Maret 2023

    • calendar_month Jumat, 24 Feb 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.206
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Samsung Electronics Indonesia resmi memperkenalkan Odyssey OLED G8, monitor gaming OLED pertama dari Samsung yang hadir dalam ukuran bentang layar 34 inci dengan desain ultratipis. Monitor ini menyajikan kecerahan cemerlang pada panel OLED yang dipadukan dengan teknologi Quantum Dot dan disertai fitur-fitur gaming premium, termasuk response time 0,03 ms yang sangat rendah dan refresh rate 175Hz.   “Bagi […]

  • Buka GPDRR, Ini 4 Konsep Tangani Resiko Bencana yang Ditawarkan  Presiden

    Buka GPDRR, Ini 4 Konsep Tangani Resiko Bencana yang Ditawarkan Presiden

    • calendar_month Rabu, 25 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 535
    • 0Komentar

    INDONESIA menawarkan empat konsep resiliensi penanganan risiko bencana yang berkelanjutan kepada dunia melalui pertemuan Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022 di Nusa Dua Bali. Konsep itu, sebagai solusi untuk menjawab tantangan risiko sistemik menghadapi semua bentuk bencana termasuk menghadapi pandemi dan sekaligus mendukung implementasi pembangunan berkelanjutan. “Pertama kita harus memperkuat budaya dan kelembagaan […]

expand_less
WordPress Archive Chinchilla – Pet WordPress Theme ChiroHeal – Chiropractor & Physiotherapy Wellness WordPress Theme Chirokind – Chiropractor And Physical Therapy WordPress Theme Chiropracto – Physical Therapy WordPress Theme Chit Club | Board Games Club & Anticafe WordPress Theme Chloé – Personal Lifestyle WordPress Blog Theme Chloro – Skincare & Dermatology Elementor Template Kit Choicy - Digital Marketing Agency WordPress Theme Cholot – Retirement Community WordPress Theme Chooper – Custom Motorcycle Garage Elementor Template Kit