Penembakan Festival Lembah Baliem, Kementerian Pariwisata Buka Suara soal Keamanan Wamena
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 22 menit yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto :kemenpar.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Penembakan Festival Lembah Baliem melukai dua warga sipil membuat aspek keamanan menjadi perhatian Kementerian Pariwisata. Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menyampaikan kondisi di lapangan telah kondusif, sementara pengamanan diperkuat oleh personel TNI dan Polri.
Kondisi tersebut menjadi perkembangan terbaru setelah kegiatan Festival Budaya Lembah Baliem pada hari kedua dihentikan akibat insiden penembakan. Kementerian Pariwisata terus berkoordinasi dengan Pemkab Jayawijaya untuk memperoleh pembaruan mengenai situasi setelah kejadian.
Di tengah pengamanan yang diperketat, rangkaian terakhir festival tetap berjalan. Karnaval Budaya Nusantara digelar di depan Kantor Bupati Jayawijaya, pusat Kota Wamena. Lokasi kegiatan disebut cukup jauh dari tempat terjadinya penembakan.
Kementerian Pariwisata menyampaikan empati kepada dua warga yang terluka serta keluarga mereka. Pemerintah berharap penanganan oleh aparat berwenang berjalan dengan baik sehingga situasi segera kembali kondusif dan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman.
Insiden tersebut terjadi pada hari kedua Festival Budaya Lembah Baliem. Sehari sebelumnya, Wakil Menteri Pariwisata bersama tim kementerian menghadiri pembukaan festival yang berlangsung aman, meriah, dan kondusif.
Saat penembakan terjadi, Wakil Menteri Pariwisata dan tim Kementerian Pariwisata sudah berada di Jayapura untuk selanjutnya kembali ke Jakarta. Seluruh rombongan dipastikan dalam kondisi baik dan telah berada di Jakarta.
Kementerian Pariwisata mengajak masyarakat tetap tenang, menahan diri, serta tidak terprovokasi. Informasi yang belum terverifikasi juga diminta tidak disebarkan agar situasi tidak semakin keruh.
Bagi pemerintah, Festival Lembah Baliem tetap dipandang sebagai ruang perjumpaan masyarakat, wisatawan, dan komunitas untuk mengenal serta merayakan kekayaan budaya Papua.
Kementerian Pariwisata berharap kondisi keamanan terus terjaga sehingga festival budaya dapat tetap menjadi ruang yang aman dan damai bagi masyarakat. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
