Sabtu, 3 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Peneliti LPEM Saran Jokowi Harus Hapus PP Nomor 57/2016

Peneliti LPEM Saran Jokowi Harus Hapus PP Nomor 57/2016

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 7 Feb 2018
  • visibility 921
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.ID, Jakarta – Peneliti Senior Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia Riyanto menyarankan agar Presiden Jokowi perlu menghapus regulasi serta membenahi sejumlah peraturan daerah bermasalah dan berpotensi untuk menurunkan peringkat kelayakan investasi Indonesia.

Riyanto mengatakan salah satu regulasi yang perlu dihapus, yakni PP Nomor 57/2016 tentang perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut karena menghambat investasi pada sektor perkebunan dan kehutanan.

Ia mengatakan sejumlah provinsi yang menjadi sentra perkebunan sawit dan hutan tanaman industri seperti Riau dan Sumatera Selatan mengalami penurunan peringkat investasi.

“Anjloknya peringkat investasi daerah akan mempengaruhi rating investasi Indonesia. Padahal, sebelumnya tiga pemeringkat investasi internasional, yakni Fitch Ratings, Standards and Poor’s, dan Moody’s Investor Service, memberi rapor sangat positif terhadap iklim investasi Indonesia,” katanya di Jakarta,mengutip Warta Ekonomi.co.id, Rabu (7/2/2018).

Riyanto mengingatkan pemerintah perlu mempunyai mitigasi ekonomi, jika PP gambut diberlakukan seperti anjloknya investasi, naiknya tingkat penggangguran, tidak adanya kepastian berusaha, serta terbengkalainya pembangunan infrastruktur.

“Saat ini yang banyak digembar-gemborkan hanya mitigasi lingkungan namun tidak menyentuh dampak ekonomi dan sosial yang bisa mempengaruhi sendi-sendi perekonomian dan merusak tatanan bangsa,” ujarnya.

Riyanto menjelaskan investasi pada sektor kehutanan dan perkebunan saat ini mencapai angka lebih dari Rp277,32 triliun.
Jika PP Gambut diberlakukan sekitar 45 % dari investasi tersebut bakal terganggu. Dampaknya tidak hanya pada industri sawit dan HTI, namun juga pada sektor lain seperti perbankan, infrastruktur, dan industri pengolahan.

Apalagi, total investasi industri hulu dan hilir kehutanan dan investasi hulu dan hilir perkebunan yang dibiayai pinjaman dalam negeri mencapai Rp83,75 triliun dan pinjaman luar negeri senilai Rp193,57 triliun.

Sektor industri pengolahan yang mempunyai kontribusi Rp254 triliun terhadap PDB juga akan terkena. Sebab komposisi sektor ini, lebih dari 70 persen berasal dari produk-produk turunan CPO yang nilainya mencapai Rp1.800 triliun.

Saat ini, Presiden Jokowi tengah giat menarik investasi dengan membangun infrastruktur seperti jalan, pelabuhan, listrik, energi, dan air bersih. Bahkan di tingkat daerah, pemprov berlomba menarik investasi dengan inovasi perizinan satu pintu, reformasi birokrasi, perbaikan regulasi investasi, dan pembangunan kawasan industri.

“Sayang jika pembangunan infrastruktur yang tengah dikebut Presiden Jokowi menjadi sia-sia karena regulasi yang menakutkan tetap dipertahankan,” pungkasnya.[one/WE]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mudik, SPBU Mobile Milik Pertamina Masih Sepi Pembeli

    Mudik, SPBU Mobile Milik Pertamina Masih Sepi Pembeli

    • calendar_month Rabu, 13 Jun 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.411
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Cikampek – Stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) bergerak (mobile), yang disiagakan PT Pertamina (Persero) di sejumlah tempat istirahat ruas Tol Jakarta-Cikampek, Jabar, selama arus mudik Lebaran 2018 sepi konsumen. “Sejak H-7 (Jumat, 8/6) hingga Selasa (12/6) malam ini baru dua jeriken Pertamax masing-masing berisi 10 liter yang laku terjual,” kata petugas SPBU “mobile” […]

  • Dihadapan Anggota APTISI, Gubernur Sebut 3 Komitmen Program Pembangunan Sumsel

    Dihadapan Anggota APTISI, Gubernur Sebut 3 Komitmen Program Pembangunan Sumsel

    • calendar_month Jumat, 9 Feb 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 815
    • 0Komentar

    Pada 2010, Jakabaring Sport City (JSC) hanya berupa rawa-rawa yang berada di tengah Kota Palembang.

  • Sekjen Gerindra Ingatkan Kader Jangan Lupakan Rakyat  

    Sekjen Gerindra Ingatkan Kader Jangan Lupakan Rakyat  

    • calendar_month Rabu, 4 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.278
    • 0Komentar

    SEKJEN Partai Gerindra H. Ahmad Muzani mengajak seluruh Kader Partai Gerindra jangan melupakan rakyat. “Saat ini ada dua kader Gerindra yang duduk sebagai Menteri. Tugas kita bagaimana kedua kementerian tersebut dapat menjalankan programnya berpihak dengan rakyat,” tegas Ahmad Muzani singkat menghadiri Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus DPD Partai Gerindra Sumsel yang digelar di Hotel Arista Palembang, Selasa […]

  • BI Diminta Kerja ” Keroyokan”,Pertumbuhan Ekonomi Harus Selaras Dengan Kesejahteraan Masyarakat

    BI Diminta Kerja ” Keroyokan”,Pertumbuhan Ekonomi Harus Selaras Dengan Kesejahteraan Masyarakat

    • calendar_month Rabu, 24 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 690
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H Herman Deru meminta Bank Indonesia Perwakilan Sumsel tetap bekerja secara keroyokan dengan berbagai pihak agar pertumbuhan ekonomi di di provinsai ini terus mengalami peningkatan. Hal itu disampaikannya pada pertemuan Tahunan Bank Indonesia Nasional dan Bank Indonesia Perwakilan Sumsel di Ballroom Hotel Arista Palembang, Rabu (24/11). Menurut Herman Deru, positifnya pertumbuhan ekonomi di […]

  • ratusan warga menolak pengukuran tanah

    Pak Wali Tolong Dong..! Ribuan Warga di Kelurahan Srimulya dan Sukamulya Terancam Tak Miliki Rumah

    • calendar_month Kamis, 14 Sep 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.441
    • 0Komentar

    Ribuan warga yang tinggal di Kelurahan Srimulya dan Sukamulya, Kecamatan Sematang Borang, Palembang terancam tak memiliki tempat tinggal menyusul lahan warga di klaim oleh Kemas H Halim. Luas lahan yang diakui oleh konglomerat di Palembang tersebut seluas 4.000 hektare.

  • “Rebutan Kursi di Angkot Aja Nggak Seganas Ini, Kuota Kerja Singapura Cuma 200!”

    “Rebutan Kursi di Angkot Aja Nggak Seganas Ini, Kuota Kerja Singapura Cuma 200!”

    • calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.108
    • 0Komentar

    KALAU biasanya orang rebutan kursi kosong di angkot sore hari sampai sikut-sikutan, kali ini Pemkab Muba lewat Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) bikin rebutan yang lebih berfaedah, program pelatihan caregiver gratis dengan peluang kerja ke Singapura. Kuotanya?, cuma 200 orang. Siapa cepat, dia dapat. Program ini hasil kolaborasi Pemkab Muba dengan Kementerian Ketenagakerjaan RI, […]

expand_less
WordPress Archive CSS Igniter Mozzy WordPress Theme CSS Igniter Neto WooCommerce Theme CSS Igniter Neuton WordPress Theme CSS Igniter Noozbeat WordPress Theme CSS Igniter Nozama WooCommerce Theme CSS Igniter Oikia WordPress Theme CSS Igniter Olympus Inn Hotel Motel WordPress Theme CSS Igniter Oscillator WordPress Theme CSS Igniter Oxium WordPress Theme CSS Igniter Palermo WordPress Theme