Minggu, 1 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Pajak Profesi Penulis Sama dengan PPh UMKM

Pajak Profesi Penulis Sama dengan PPh UMKM

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 13 Sep 2017
  • visibility 1.373
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.ID, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, permintaan dari Persatuan Penulis Indonesia (Satupena) yang meminta untuk mengenakan pajak bagi profesi penulis sama dengan pajak penghasilan (PPh) bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Pasalnya pajak final bagi UMKN tercatat sebesar 1%.

Sri Mulyani menjelaskan kalau UMKM dikenakan pajak 1% tidak digunakan pembukuan dan hanya diberikan policy (kebijakan) pajak final 1% yang berarti bruto. Sehingga UMKM sekarang saat mereka rugi mereka harus bayar pajak. Padahal harusnya kalau rugi tidak membayar pajak karena habis biayanya.

“Kalau untuk penulis, waktu itu kami sudah komunikasi diskusi bagaimana hitung biaya mereka dalam persiapkan tulisan. Karena tidak dilakukan, karena banyak pemikiran dan lainnya,maka ada norma 50% itu berarti setiap yang mereka hasilkan ada 50% biaya proses menulis,” ungkap Sri Mulyani di Komplek DPR RI, Jakarta, Selasa (12/9/2017).

Menurutnya, pajak yang ditetapkan sudah sesuai dengan Norma Perhitungan Penghasilan Netto (NPPN) pada laporan pencatatan administrasi pajak. Di mana norma telah disusun sedemikian rupa untuk memudahkan wajib pajak dalam administrasi pajaknya.

“Tapi itu suatu kesepakatan. Kalau penulis dalam menerima royaltinya dikurangi norma 50% kemudian jadi objek pajak. Kalau kemudian yang 50% itu dia pendapatannya dikurangi dulu PTKP. Kalau 50% itu di bawah PTKP malah dia enggak bayar sama sekali,” jelasnya.

Dengan demikian maka ia menilai jika profesi penulis dikenakan pajak final malah akan bayar pajak lagi jika penjualannya di bawah kesepakatan. Sehingga saat ini jika penjualan bukunya di bawah PTKP maka penulis tidak dikenakan pajak dan berbeda dengan UMKM.

“Jadi setiap kebijakan pasti ada pro kontranya kalau sekarang penjualan bukunya tidak banyak maka royalti di bawah PTKP ya dia tidak kena pajak. Kalau di atas itu kemudian kena (pajak) 15%-20% sampai paling tinggi kalau penjualan laku banget. Tapi itu berjenjang,” katanya.

“Nanti bisa di banding-bandingkan kalau anda mendapat sekian berapa yang harus dibayar pajaknya. Maka dia bisa bandingkan yang mana untung ruginya. Kami kemenkeu kan tugasnya kumpulkan pajak yang baik dan adil,” tukasnya.(okezone)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Dilakukan Pertamina di Daerah, Agar “Si Pinky Bright Gas” LPG Non Subsidi Tepat Sasaran

    Ini Dilakukan Pertamina di Daerah, Agar “Si Pinky Bright Gas” LPG Non Subsidi Tepat Sasaran

    • calendar_month Senin, 9 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.413
    • 0Komentar

    PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) II Sumbagsel mengungkapkan, saat ini kesadaran masyarakat Lahat untuk menggunakan LPG Non Subsidi semakin meningkat. Hal ini terbukti dengan meningkatnya konsumsi masyarakat untuk menggunakan Bright Gas, yaitu naik 76% dari konsumsi sebelumnya sebesar 45,14 Metrik Ton menjadi 79,492 Metrik Ton. Hal tersebut disambut positif oleh Pemerintah Daerah […]

  • OKI Expo Kenalkan Keragaman Usaha BUMDes

    OKI Expo Kenalkan Keragaman Usaha BUMDes

    • calendar_month Sabtu, 12 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.462
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kab. Ogan Komering Ilir [OKI] mengenalkan produk-produk unggulan dari Badan Usaha Milik Desa [BUMDes] di ajang OKI Expo 2019.OKI Expo 2019 sendiri diselenggarakan tak lain sebagai bentuk keseriusan Pemerintah Kab.OKI dalam membangun dari desa sehingga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di desa-desa. Ada 18 Kecamatan ditambah 87 BUMDes yang ikut ambil bagian dalam kegiatan ini. “Acara […]

  • Harus Menjadi Perhatian, Pemulihan Pandemi Perlu Kerjasama Internasional

    Harus Menjadi Perhatian, Pemulihan Pandemi Perlu Kerjasama Internasional

    • calendar_month Rabu, 25 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 478
    • 0Komentar

    SITUASI pandemi yang telah berlangsung selama tiga tahun terakhir ini menjadi isu utama yang mengemuka dalam Konferensi Rekonstruksi Dunia Kelima yang berakhir Selasa (24/5/2022) dan untuk mengatasi hal tersebut perlu adanya kerjasama. Dalam pidato penutupan di Mangupura Hall, Bali International Convention Center, Direktur Kantor PBB untuk Pengurangan Risiko Bencana, Ricardo Mena, menyebutkan salah satu kunci […]

  • “Pasar Senggol” Pukau Publik Jerman

    “Pasar Senggol” Pukau Publik Jerman

    • calendar_month Kamis, 16 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.824
    • 0Komentar

    PENAMPILAN seni dan budaya Indonesia telah memukau publik Jerman di acara “Pasar Senggol” yang diselenggarakan di kota Köln pada 11 September 2021. “Pasar Senggol” adalah bazaar tahunan yang diselenggarakan oleh organisasi Deutsch-Indonesische Gesselschaft (DIG) e.V. Köln untuk memperkenalkan makanan dan produk Indonesia kepada masyarakat di kota Köln yang terletak sekitar 200 km dari kota Frankfurt. […]

  • Di Sriwijaya Exspo 2024 Nikmati kopi Lahat, Pj Gub Sumsel : “Yang hangat nikmat yang dingin mantap, Kopi Lahat kopi jeme kite gale gale, ”

    Di Sriwijaya Exspo 2024 Nikmati kopi Lahat, Pj Gub Sumsel : “Yang hangat nikmat yang dingin mantap, Kopi Lahat kopi jeme kite gale gale, ”

    • calendar_month Minggu, 26 Mei 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.418
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Agus Fatoni, mendatangi stand milik Dinas Perkebunan Pemkab Lahat yang tampil di Sriwijaya Exspo tahun 2024. Menampilkan kopi olahan, Agus Fatoni tampak takjub melihat banyaknya bubuk kopi yang sudah dikemas dengan menarik yang ditampilkan Dinas perkebunan Lahat. Tak hanya melihat, Agus Fatoni juga langsung menikmati kopi Lahat. “Yang […]

  • Ada 70 Maktab Bekerjasama dengan PPIH untuk Layani Jemaah Haji Indonesia, PPIH : “Tahun Ini Kita Bikin Syiar Haji Ramah Lansia

    Ada 70 Maktab Bekerjasama dengan PPIH untuk Layani Jemaah Haji Indonesia, PPIH : “Tahun Ini Kita Bikin Syiar Haji Ramah Lansia

    • calendar_month Jumat, 2 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.024
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Makkah – Ada 70 Maktab yang bekerja sama dengan PPIH dalam melayani jemaah haji Indonesia, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1444 H/2023 mengungkapkan Tahun ini Indonesia membuat syiar haji ramah lansia. “Tahun ini, kuota haji Indonesia kembali normal, 221.000, terdiri atas: 203.320 kuota jemaah haji reguler dan 17.680 kuota jemaah haji khusus,”tambah Ketua PPIH […]

expand_less
WordPress Archive Metro – Email Template for Mailster Metro – Minimal WooCommerce WordPress Theme Metronic | Tailwind, Bootstrap, React, Next.js, Vue, Angular, Laravel Admin Dashboard HTML Template Metta – Cryptocurrency Blockchain & Bitcoin Elementor Template Kit Mexa – Digital Agency Elementor Template Kit Mezon – Plumber, Handyman Services WordPress Theme Mezzo | A Personal WordPress Blog Theme Mia – Creative Fashion WordPress WooCommerce Theme Micar – Auto Dealer RTL WooCommerce WordPress for Car and Moto Theme Micare – Medical and Health Care WordPress Theme