Rehabilitasi Narkoba Tak Berhenti Saat Pasien Keluar, BNN Ubah Sistem Pemulihan
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 31 menit yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto :bnn.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID -Rehabilitasi narkoba tidak seharusnya berakhir ketika seorang klien meninggalkan fasilitas layanan. Tantangan berikutnya justru muncul ketika klien kembali ke lingkungan sosial dan dituntut mempertahankan proses pemulihan hingga mampu hidup mandiri. Karena itu, Badan Narkotika Nasional (BNN) mulai mendorong perubahan sistem rehabilitasi agar pendampingan tidak terputus antara layanan awal, perawatan, hingga pascarehabilitasi.
Perubahan tersebut menjadi salah satu penekanan dalam kegiatan Peningkatan Kemampuan Bidang Kesehatan bagi Petugas Rehabilitasi yang digelar Direktorat Pascarehabilitasi Deputi Bidang Rehabilitasi BNN pada 10–13 Agustus 2026 di PPSDM Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta Timur.
Plt. Deputi Rehabilitasi BNN RI, dr. Amrita Devi, mengatakan perubahan yang dibutuhkan bukan sekadar penambahan kegiatan atau penyempurnaan prosedur. Menurutnya, petugas perlu mengubah cara pandang terhadap rehabilitasi sehingga setiap layanan diposisikan sebagai bagian dari satu proses pemulihan yang saling terhubung.
Selama ini, layanan rehabilitasi masih kerap dipahami dalam tahapan yang berdiri sendiri, seperti rawat jalan, rawat inap, dan pascarehabilitasi. Pola tersebut dinilai perlu ditinggalkan dengan membangun kesinambungan layanan sejak klien mulai mendapatkan penanganan hingga memasuki fase pemulihan lanjutan.
“Perubahan yang kita lakukan bukan sekadar menyempurnakan prosedur atau menambah kegiatan, tetapi mengubah cara kita memandang rehabilitasi itu sendiri,” ujar Amrita.
BNN juga mendorong kolaborasi yang lebih kuat di antara tenaga kesehatan dan profesi pendukung rehabilitasi. Dokter, psikolog, perawat, dan konselor diharapkan tidak bekerja dalam sekat unit masing-masing, melainkan saling terhubung untuk membaca kebutuhan klien secara lebih menyeluruh.
Dengan pendekatan tersebut, rehabilitasi diharapkan tidak hanya berorientasi pada penyelesaian satu tahap layanan. Pendampingan diarahkan untuk terus mengikuti perjalanan klien sampai mampu mempertahankan pemulihan, menjalani kehidupan secara produktif, dan mencapai kemandirian.
Kegiatan peningkatan kemampuan yang berlangsung selama empat hari tersebut menjadi bagian dari upaya BNN memperkuat kapasitas petugas agar memiliki pemahaman yang selaras dalam memberikan layanan rehabilitasi berkelanjutan. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
