Jumat, 14 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Musik & Film » Film “Jangan Buang Ibu” Bikin Ratu Dewa Tersentuh, Ini Pesannya

Film “Jangan Buang Ibu” Bikin Ratu Dewa Tersentuh, Ini Pesannya

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
  • visibility 75
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ADA momen sering terlihat sederhana di permukaan, namun diam-diam menyimpan makna yang dalam disaat kita melihat lebih dekat. Itulah yang terjadi saat Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menerima audiensi tim produksi Leo Pictures di rumah dinas wali kota, Kamis (9/4/2026).

Pertemuan itu awalnya berjalan seperti biasa, penuh agenda promosi dan penjelasan proyek film, akan tetapi suasananya perlahan jadi berubah ketika satu cerita mulai dibuka, dengan film berjudul “Jangan Buang Ibu”.

Film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 25 Juni 2026, diadaptasi dari novel “Jangan Buang Ibu Nak” karya Wahyu Dera Priangga.

Dari judulnya saja sudah terasa ini bukan hanya tontonan ringan, karena cerita dalam film itu menyentuh ruang paling personal dalam hidup manusia, seperti hubungan seorang anak dengan ibunya.

Sejak sinopsis dipaparkan, suasana audiensi yang biasanya formal mulai terasa berbeda.

Film ini mengisahkan Ristiana, seorang ibu yang membesarkan tiga anak seorang diri setelah suaminya meninggal.

Hidupnya penuh perjuangan, penuh pengorbanan, dan penuh kesabaran yang tidak pernah benar-benar dihitung.

Namun seiring waktu, anak-anak yang ia besarkan justru tumbuh, sibuk dengan kehidupan mereka sendiri, hingga akhirnya di masa tua sang ibu, ia justru berakhir di panti jompo.

Cerita itu tidak dibungkus dengan dramatis berlebihan, tapi justru karena terasa dekat dengan kenyataan, ia menjadi lebih menusuk.

Banyak orang mungkin tidak menyadari, cerita seperti ini bukan sesuatu yang jauh dari kehidupan sehari-hari.

Ratu Dewa sendiri tampak tersentuh ketika mendengar alur cerita tersebut.

Ia tidak berbicara sebagai seorang pejabat yang sedang menyambut tamu, tetapi sebagai seorang anak yang mengingat ibunya.

Ia mengatakan  dirinya bisa berada di posisi sekarang karena doa seorang ibu.

“Saya sendiri sangat menyayangi ibu saya. Karena doa beliaulah saya bisa duduk di sini sebagai Wali Kota. Kekuatan doa ibu itu luar biasa,” ujarnya.

Kalimat itu sederhana, tapi justru di situlah kekuatannya. Tidak ada bahasa politik yang rumit, tidak ada kalimat formal yang berjarak. Yang ada hanya pengakuan jujur bahwa di balik setiap pencapaian seseorang, sering kali ada sosok yang tidak terlihat ibu.

Film ini pada dasarnya tidak hanya bercerita tentang keluarga, tetapi juga tentang perubahan cara hidup masyarakat modern.

Sekarang ini, hubungan dalam keluarga sering kali ikut berubah bentuk pasalnya banyak orang tua masih ada, masih hidup, masih menunggu, tetapi tidak selalu mendapat waktu yang sama seperti dulu ketika anak-anak masih kecil.

Pintu awal

Tanpa disadari, jarak itu terbentuk bukan karena tidak ada cinta, tetapi karena hidup bergerak terlalu cepat.

Pekerjaan, ambisi, tanggung jawab, dan rutinitas membuat rumah bukan lagi pusat kehidupan, melainkan hanya tempat singgah.

Di sinilah film “Jangan Buang Ibu” bekerja seperti cermin.

Ia tidak menggurui, tetapi menunjukkan kemungkinan yang sering kita hindari untuk dipikirkan.

Bagaimana jika suatu hari, seseorang yang dulu selalu menunggu kita pulang, kini hanya menunggu dalam diam?

Executive Producer Leo Pictures, Evi Surahmawati, menerangkan Palembang dipilih sebagai lokasi gala premiere pada 7 Juni 2026 karena antusiasme penonton bioskop yang tinggi.

Bahkan Palembang bukan cuma lokasi acara. Kota ini menjadi tempat pertama kali film tersebut diperkenalkan kepada publik sebelum tayang nasional.

Seolah menjadi pintu awal bagi emosi yang lebih besar yang akan menyebar ke seluruh Indonesia.

Film ini juga diperkuat  jajaran aktor dan aktris ternama seperti Nirina Zubir yang memerankan Ristiana, Refal Hady, Amanda Manopo, Dwi Sasono, Erika Carlina, Basmalah Gralind, hingga Fadly Faisal.

Kehadiran mereka bukan hanya menambah kekuatan cerita, tetapi juga memperluas jangkauan emosi yang ingin disampaikan film ini.

Namun pada akhirnya, kekuatan utama film ini bukan terletak pada siapa yang bermain di dalamnya, melainkan pada pesan yang dibawanya.

Ia berbicara tentang hal yang sangat sederhana, tapi sering kita abaikan, yaitu ibu.

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang merasa sudah cukup berbakti hanya karena masih sesekali pulang, sesekali menelpon, atau sesekali mengirim pesan.

Tapi film ini seolah mengajak kita bertanya lebih jauh, apakah kehadiran itu benar-benar hadir, atau hanya sekadar lewat?

Di tengah kesibukan hidup modern, kita sering merasa masih dekat dengan keluarga, padahal jarak emosional perlahan terbentuk tanpa disadari.

Ketika jarak itu sudah terlalu jauh, tidak semua hal bisa diperbaiki dengan mudah, pernyataan Ratu Dewa tentang doa ibu menjadi pengingat ada hal-hal dalam hidup yang tidak bisa digantikan oleh apapun.

Doa, perhatian, dan kasih sayang seorang ibu sering kali menjadi fondasi yang tidak terlihat, tetapi menentukan arah perjalanan hidup seseorang.

Film “Jangan Buang Ibu” pada akhirnya bukan hanya tentang kisah di layar lebar.

Ia adalah ajakan halus untuk berhenti sejenak dari kesibukan, lalu menoleh ke rumah, ke orang yang mungkin masih menunggu tanpa banyak bicara.

Karena mungkin, tanpa kita sadari, yang kita kejar setiap hari tidak akan pernah lengkap jika kita mulai melupakan tempat pertama kita pulang. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Di Muba, Tangkap Ikan Gunakan Setrum &Racun Ada Sanksi

    Di Muba, Tangkap Ikan Gunakan Setrum &Racun Ada Sanksi

    • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 756
    • 0Komentar

    WAKIL Bupati Muba, Beni Hernedi meminta partisipasi aktif dari masyarakat dalam Kecamatan Lalan bisa mengawasi dan menginformasikan ke pemerintah atau pihak berwajib jika mengetahui ada masyarakat yang masih melakukan tindakan yang salah, mencari ikan menggunakan racun atau setrum, sehingga dapat segera ditindaklanjuti. “Oleh karena itu peran serta masyarakat sangat diperlukan untuk bersama-sama menjaga kelestarian dan […]

  • Terima Ketua KPU, Presiden Titipkan Enam Pesan

    Terima Ketua KPU, Presiden Titipkan Enam Pesan

    • calendar_month Selasa, 31 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.036
    • 0Komentar

    PRESIDEN RI Joko Widodo (Jokowi) menerima Ketua dan Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (30/05/2022) sekaligus memberikan arahan. Dalam pertemuan tersebut, KPU melaporkan perkembangan penyelenggaraan pemilihan umum, terutama untuk persiapan penyelenggaraan Pemilu 2024, di antaranya terkait dengan anggaran atau pendanaan pemilu, fasilitas sarana dan prasarana pemilu, dan hubungan untuk personel penyelenggaraan […]

  • Sumsel Masuk Nominasi Indonesia Attractiveness Award 2018

    Sumsel Masuk Nominasi Indonesia Attractiveness Award 2018

    • calendar_month Selasa, 17 Jul 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 942
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Jakarta – Paparan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Ir. H. Alex Noerdin sebagai nominasi pemenang Indonesia Attractiveness Award (IAA) 2018 berhasil mencuri perhatian dewan juri. Hal ini tampak saat orang nomor satu di Sumsel tersebut diwawancarai di ruang tempo Co-working Space, Gedung Tempo Lantai 8, Palmerah, Jakarta, Selasa (17/7/2018). Penghargaan Indonesia Attractiveness Award (IAA) ini […]

  • Bagi-bagi Masker untuk  SD-SMA 

    Bagi-bagi Masker untuk SD-SMA 

    • calendar_month Selasa, 24 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 909
    • 0Komentar

    DAMPAK  kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dikhawatirkan mengancam pernapasan warga terutama bagi warga dan peserta didik yang beraktifitas di pagi hari. Guna meminimalisir ancaman infeksi saluran pernapasan (ISPA), PMI Muba yang diketuai Wakil Bupati Muba Beni Hernedi bersama anggota PMI Muba dan tim relawan Senin (23/9/2019) membagikan […]

  • Ini Pesan Alex kepada Ketua Bawaslu Sumsel Terkait Pilkada Serentak 2018

    Ini Pesan Alex kepada Ketua Bawaslu Sumsel Terkait Pilkada Serentak 2018

    • calendar_month Sabtu, 7 Okt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.255
    • 0Komentar

    Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin menghimbau kepada Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sumsel segera melakukan sosialisasi tentang ketentuan, peraturan dan tahapan-tahapan dalam penyelenggaraan pemilu hingga ke tingkat paling bawah. Hal ini bertujuan agar pada penyelenggaraan pilkada serentak di Sumsel berjalan sukses serta tidak menimbulkan benih-benih konflik.

  • Duta Besar Tanpa Jas, Sepatu “Jalan-Jalan” Duluan ke Amerika

    Duta Besar Tanpa Jas, Sepatu “Jalan-Jalan” Duluan ke Amerika

    • calendar_month Minggu, 24 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 839
    • 0Komentar

    EKSPOR sepatu Converse produksi PT Yih Quan Footwear Indonesia di Batang, Jawa Tengah, resmi dilepas Menteri Perindustrian Agus Gumiwa.ng Kartasasmita ke Amerika Serikat. Biasanya duta besar itu pakai jas necis, dasi rapi, dan pidato bahasa Inggris level IELTS 9.0. Tapi kali ini, duta besar kita wujudnya bukan manusia, melainkan sepasang sepatu Converse. Mereka nggak pernah […]

expand_less
WordPress Archive Khara – Ultimate Coming Soon & Maintenance Plugin Khubi – Dermatologist & Skin Care Template Kit Khuli – Construction & Architecture Elementor Template Kit Kiara – Fashion Elementor Template Kit Kiba Bar & Restaurant Elementor Kit Kiddo – Kid Fashion WooCommerce WordPress Theme Kiddy – Children WordPress theme Kidiu Kindergarten – Child Care Elementor Template Kit Kids – Baby Shop & Store WooCommerce Theme Kids Care | Children WordPress Theme