Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Musik & Film » Dari Ambon ke Dunia: Papa Mama Pung Pasang & Goyang Ekonomi Kreatif ala Kota Musik UNESCO

Dari Ambon ke Dunia: Papa Mama Pung Pasang & Goyang Ekonomi Kreatif ala Kota Musik UNESCO

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 27 Jul 2025
  • visibility 491
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Cerita Musik, Asa Daerah & Mesin Baru Penggerak Ekonomi Indonesia

AMBON bukan hanya punya pantai yang cantik dan orang-orang ramah, tapi juga punya nada-nada yang bisa menembus batas benua.

Ada pepatah tua yang bilang “Kalau tak bisa jadi matahari yang terang, jadilah lilin kecil yang menyala di sudut kampung”. Tapi Ambon memilih jadi dua-duanya lilin kecil yang memantik cahaya hingga ke panggung global. Lagu “Papa Mama Pung Pasang” bukan hanya irama nostalgia yang asyik buat goyang ringan di beranda, tapi juga simbol semangat baru musik sebagai mesin penggerak ekonomi, langsung dari jantung daerah.

Selama ini kita terlalu pusat-sentris, apa-apa harus “mentok di ibu kota dulu” baru dianggap sah, tapi Kementerian Ekonomi Kreatif lewat program AKTIF (Akselerasi Kreatif) sedang membalikkan peta.

Kata Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya, “Industri musik tidak harus selalu dimulai dari pusat. Ambon telah menunjukkan bahwa kreativitas daerah bisa menjadi the new engine of growth bagi ekonomi nasional”.

Kalimat itu bukan sekadar jargon manis, tapi benar-benar dijalankan mulai dari rilisan kolaboratif “Papa Mama Pung Pasang” karya Gian Tomasoa, dibawakan Willy Sopacua bersama Kaihulu Band, hingga pendampingan ekosistem musik secara menyeluruh.

Musik tak lagi sekadar hiburan, tapi jadi sambal terasi ekonomi kreatif pedas, nendang, dan bikin ketagihan.

Sejak 2019, Ambon sudah masuk dalam jaringan Kota Kreatif UNESCO bidang Musik, bukan hanya formalitas seremonial belaka, status ini dirawat dan terus ditingkatkan. Tahun ini, UNESCO bahkan memberikan predikat Excellent untuk konsistensi Ambon dalam membangun ekosistem musik berkelanjutan.

Coba tengok, pelatihan manajemen musisi, panggung ekspresi, hingga jaringan dengan industri internasional digelar rutin. “Kami ingin Ambon menjadi model kolaborasi yang bisa direplikasi ke daerah lain,” kata Direktur Musik, Mohammad Amin.

Sementara Deputi Bidang Kreativitas Media, Agustini Rahayu, menjelaskan bahwa lewat program AKTIF, Kementerian memberikan fasilitas dari hulu ke hilir termasuk video klip dan distribusi.

Kalau dulu musisi daerah harus ke Jakarta bawa CD, sekarang justru dari Ambon bisa langsung ke YouTube trending dunia!

Bukan cuma Indonesia yang mengandalkan musik untuk membangun ekonomi. Swedia, misalnya, punya Spotify dan ekspor musik pop seperti ABBA dan Zara Larsson. Negara ini menjadikan musik sebagai sektor ekspor utama, mengalahkan ekspor mobil dalam beberapa tahun terakhir.

Lalu Korea Selatan?, semua orang tahu K-pop bukan sekadar tarian dan boyband, tapi juga strategi ekonomi nasional, bahkan, BTS pernah disebut sebagai aset diplomatik oleh pemerintah Korea!

Kalau Swedia dan Korea bisa, kenapa Ambon tidak? jawabannya satu bisa banget, asal didukung terus.

Di zaman sekarang, jangan remehkan lagu daerah yang dinyanyikan dengan bahasa lokal, bisa jadi, lagu itu lebih mengena daripada segala pidato panjang lebar.

Musik adalah bahasa universal dia menembus batas, menyatukan beda, dan menyimpan memori . “Papa Mama Pung Pasang” bukan cuma lagu, tapi dokumentasi budaya, cinta, dan kearifan lokal. Ia menyambungkan nilai antar generasi. “Kalau lidah bisa lupa rasa, telinga tak akan lupa nada,” kata orang bijak Maluku.

Kementerian Ekonomi Kreatif sedang menulis ulang lirik pembangunan, kali ini nadanya datang dari Ambon, dan chorus-nya menggema ke dunia.

Indonesia tak lagi menunggu pusat bicara karena kini daerah sudah bernyanyi dengan suara lantang, kalau Ambon bisa menyala di panggung dunia, maka kota-kota lain tinggal menyalakan koreknya. Di ujungnya, semua akan terang.

Jadi, ayo dengar “Papa Mama Pung Pasang” bukan cuma karena lagunya enak, tapi karena di balik nada itu ada semangat baru ekonomi Indonesia yang tumbuh dari akar paling dalam.

Karena kadang, yang bikin kita maju bukan teriak di podium, tapi nyanyi bareng di panggung kecil kampung halaman.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cemilan Olahan Desa Bumi Agung Bakal di Promosi ke Oslo Norwegia     

    Cemilan Olahan Desa Bumi Agung Bakal di Promosi ke Oslo Norwegia    

    • calendar_month Minggu, 3 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.588
    • 0Komentar

    Program pemberdayaan masyarakat Muba melalui industri olahan sebagai salah satu upaya untuk menurunkan angka kemiskinan daerah Muba. Sumselterkini.co.id, Sekayu-  Cemilan kripik nanas hasil kreativitas warga Musi Banyuasin [Muba] yang tinggal di Kec Lalan Desa Bumi Agung bakal di promosikan ke Oslo Norwegia. Cemilan ini dibuat oleh masyarakat yang tergabung dalam program DPG (Desa Peduli Gambut). Inovasi ini […]

  • PMI Muba Jajaki Kerja Sama Pengelolaan UTD Dendang PMI Bandung

    PMI Muba Jajaki Kerja Sama Pengelolaan UTD Dendang PMI Bandung

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.104
    • 0Komentar

    PENGURUS Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) berkunjung ke Markas PMI Kota Bandung, rabu pagi (9/9/2020). Kunjungan yang dipimpin langsung Wakil Bupati Beni Hernedi selaku Ketua PMI Muba ini dimaksudkan untuk melihat langsung bagaimana pengelolaan Unit Transfusi Darah (UTD) sekaligus menjajaki kerja sama dengan PMI Kota Bandung. “Kami sangat terkesan dengan UTD PMI […]

  • Inflasi Kenaikan Harga di Sumsel Relatif Terjaga

    Inflasi Kenaikan Harga di Sumsel Relatif Terjaga

    • calendar_month Jumat, 3 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 815
    • 0Komentar

    INFLASI  di Provinsi Sumsel berada pada 2.06 %  yang relatif sangat rendah, oleh sebab itu inflasi kenaikan harga di Sumsel relatif terjaga. “Inflasi terjaga di Sumsel ini karena pasokan tercukupi pasokan yang semula kita bergantung dengan  daerah lain, sekarang bisa di produksi oleh daerah-daerah Sumsel sendiri,”kata Kepala BI  Kantor Perwakilan Sumsel, Yunita Resmi Sari saat […]

  • Dukung Percepatan Vaksinasi, Grab Raih Penghargaan dan Apresiasi dari Pemerintah Kota Palembang

    Dukung Percepatan Vaksinasi, Grab Raih Penghargaan dan Apresiasi dari Pemerintah Kota Palembang

    • calendar_month Senin, 15 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 867
    • 0Komentar

    BERTEPATAN Hari Kesehatan Nasional yang ke-57 pada 12 November 2021, Grab aplikasi super terkemuka di Asia Tenggara, mendapatkan penghargaan dan apresiasi dari Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Kesehatan Kota Palembang atas kontribusinya dalam mendukung percepatan vaksinasi di Kota Palembang. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, Fenty Aprina kepada Head of Public […]

  • Sumsel Alokasikan Dana untuk Posyandu Rp20 Miliar

    Sumsel Alokasikan Dana untuk Posyandu Rp20 Miliar

    • calendar_month Jumat, 29 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 825
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Provinsi Sumsel mengalokasikan dana sebesar Rp20 miliar untuk Posyandu guna mempertajam fungsi Posyandu di tengah masyarakat. Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru mengatakan begitu vitalnya organisasi Posyandu yang telah  dibuat oleh para  ibu-ibu di kampung, desa dan kelurahan. Oleh karena itu perlu mendapatkan perhatian bukan saja dari pemerintah tetapi dari kalangan dunia usaha, seperti […]

  • Terkait Beredar Isu Bantuan Baju Batik Gratis Dijual Belikan, Begini Penjelasan Pemkab Banyuasin

    Terkait Beredar Isu Bantuan Baju Batik Gratis Dijual Belikan, Begini Penjelasan Pemkab Banyuasin

    • calendar_month Jumat, 6 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.712
    • 0Komentar

    TERKAIT kabar baju batik gratis bantuan Pemkab Banyuasin yang di jual belikan membuat  Wakil Bupati Banyuasin, Selamat dan Dinas Pendidikan Banyuasin angkat suara. Menurut Wabup, kenapa ia harus angkat bicara ? karena agar masalah jelas dan tidak lagi terjadi simpang siur. Selamat mengatakan bantuan baju batik gratis itu diberikan untuk sekolah, guna mengusung program  Banyuasin Cerdas […]

expand_less
WordPress Archive Ninja Forms Vimeo Uploader Ninja Forms Webhooks Ninja Forms White Label Ninja Forms Zapier Ninja Forms Zoho Creator Ninja Kick Contact Form Ninja Kick: Sliding Panel for WordPress Ninja Popup Rest API Ninja Popups – Popup Plugin for WordPress Ninja Tables Pro | The Fastest and Most Diverse WP DataTables Plugin