Minggu, 25 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Musik & Film » Dari Ambon ke Dunia: Papa Mama Pung Pasang & Goyang Ekonomi Kreatif ala Kota Musik UNESCO

Dari Ambon ke Dunia: Papa Mama Pung Pasang & Goyang Ekonomi Kreatif ala Kota Musik UNESCO

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 27 Jul 2025
  • visibility 511
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Cerita Musik, Asa Daerah & Mesin Baru Penggerak Ekonomi Indonesia

AMBON bukan hanya punya pantai yang cantik dan orang-orang ramah, tapi juga punya nada-nada yang bisa menembus batas benua.

Ada pepatah tua yang bilang “Kalau tak bisa jadi matahari yang terang, jadilah lilin kecil yang menyala di sudut kampung”. Tapi Ambon memilih jadi dua-duanya lilin kecil yang memantik cahaya hingga ke panggung global. Lagu “Papa Mama Pung Pasang” bukan hanya irama nostalgia yang asyik buat goyang ringan di beranda, tapi juga simbol semangat baru musik sebagai mesin penggerak ekonomi, langsung dari jantung daerah.

Selama ini kita terlalu pusat-sentris, apa-apa harus “mentok di ibu kota dulu” baru dianggap sah, tapi Kementerian Ekonomi Kreatif lewat program AKTIF (Akselerasi Kreatif) sedang membalikkan peta.

Kata Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya, “Industri musik tidak harus selalu dimulai dari pusat. Ambon telah menunjukkan bahwa kreativitas daerah bisa menjadi the new engine of growth bagi ekonomi nasional”.

Kalimat itu bukan sekadar jargon manis, tapi benar-benar dijalankan mulai dari rilisan kolaboratif “Papa Mama Pung Pasang” karya Gian Tomasoa, dibawakan Willy Sopacua bersama Kaihulu Band, hingga pendampingan ekosistem musik secara menyeluruh.

Musik tak lagi sekadar hiburan, tapi jadi sambal terasi ekonomi kreatif pedas, nendang, dan bikin ketagihan.

Sejak 2019, Ambon sudah masuk dalam jaringan Kota Kreatif UNESCO bidang Musik, bukan hanya formalitas seremonial belaka, status ini dirawat dan terus ditingkatkan. Tahun ini, UNESCO bahkan memberikan predikat Excellent untuk konsistensi Ambon dalam membangun ekosistem musik berkelanjutan.

Coba tengok, pelatihan manajemen musisi, panggung ekspresi, hingga jaringan dengan industri internasional digelar rutin. “Kami ingin Ambon menjadi model kolaborasi yang bisa direplikasi ke daerah lain,” kata Direktur Musik, Mohammad Amin.

Sementara Deputi Bidang Kreativitas Media, Agustini Rahayu, menjelaskan bahwa lewat program AKTIF, Kementerian memberikan fasilitas dari hulu ke hilir termasuk video klip dan distribusi.

Kalau dulu musisi daerah harus ke Jakarta bawa CD, sekarang justru dari Ambon bisa langsung ke YouTube trending dunia!

Bukan cuma Indonesia yang mengandalkan musik untuk membangun ekonomi. Swedia, misalnya, punya Spotify dan ekspor musik pop seperti ABBA dan Zara Larsson. Negara ini menjadikan musik sebagai sektor ekspor utama, mengalahkan ekspor mobil dalam beberapa tahun terakhir.

Lalu Korea Selatan?, semua orang tahu K-pop bukan sekadar tarian dan boyband, tapi juga strategi ekonomi nasional, bahkan, BTS pernah disebut sebagai aset diplomatik oleh pemerintah Korea!

Kalau Swedia dan Korea bisa, kenapa Ambon tidak? jawabannya satu bisa banget, asal didukung terus.

Di zaman sekarang, jangan remehkan lagu daerah yang dinyanyikan dengan bahasa lokal, bisa jadi, lagu itu lebih mengena daripada segala pidato panjang lebar.

Musik adalah bahasa universal dia menembus batas, menyatukan beda, dan menyimpan memori . “Papa Mama Pung Pasang” bukan cuma lagu, tapi dokumentasi budaya, cinta, dan kearifan lokal. Ia menyambungkan nilai antar generasi. “Kalau lidah bisa lupa rasa, telinga tak akan lupa nada,” kata orang bijak Maluku.

Kementerian Ekonomi Kreatif sedang menulis ulang lirik pembangunan, kali ini nadanya datang dari Ambon, dan chorus-nya menggema ke dunia.

Indonesia tak lagi menunggu pusat bicara karena kini daerah sudah bernyanyi dengan suara lantang, kalau Ambon bisa menyala di panggung dunia, maka kota-kota lain tinggal menyalakan koreknya. Di ujungnya, semua akan terang.

Jadi, ayo dengar “Papa Mama Pung Pasang” bukan cuma karena lagunya enak, tapi karena di balik nada itu ada semangat baru ekonomi Indonesia yang tumbuh dari akar paling dalam.

Karena kadang, yang bikin kita maju bukan teriak di podium, tapi nyanyi bareng di panggung kecil kampung halaman.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dirjen Nyamar Jadi Pemohon, Masih Temukan Banyak Syarat Tambahan

    Dirjen Nyamar Jadi Pemohon, Masih Temukan Banyak Syarat Tambahan

    • calendar_month Sabtu, 4 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 836
    • 0Komentar

    DITJEN Dukcapil Kementerian Dalam Negeri jadikan tahun 2021 sebagai era peningkatan kualitas layanan administrasi kependudukan (Adminduk). “Inti kualitas pelayanan adalah kecepatan dan kemudahan. Untuk itu, pemerintah sudah menyiapkan Perpres Nomor 96 Tahun 2018 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil serta Permendagri No. 108 Tahun 2019 dan Permendagri No. 109 Tahun 2019. […]

  • Cegah Pemalsuan, Bea Cukai Ajak Daftar Hak Kekayaan Intelektual

    Cegah Pemalsuan, Bea Cukai Ajak Daftar Hak Kekayaan Intelektual

    • calendar_month Jumat, 29 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 730
    • 0Komentar

    SAAT ini, Indonesia merupakan pasar dagang yang sangat besar hingga mampu menarik para produsen untuk memproduksi dan memperdagangkan produknya, termasuk produk palsu dan dalam mencegahnya perlu terdaftar di HAKI. Maka dari itu, masyarakat perlu menyadari pentingnya perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) karena itu merupakan hak paten. Menurut Studi Dampak Pemalsuan terhadap Perekonomian Tahun 2020 oleh […]

  • Semoga Bisa Jadi Renungan, Selamat Tahun Baru Islam 1445 H & Berikut Puisinya

    Semoga Bisa Jadi Renungan, Selamat Tahun Baru Islam 1445 H & Berikut Puisinya

    • calendar_month Selasa, 18 Jul 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.690
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Besok kita sudah berada di Tahun baru Islam, 1445 H, dan meninggalkan 1444 H, banyak rintangan yang telah kita lewati, ada duka, ada cinta, ada canda, dan lainnya, semoga di 1444 H menjadi pelajaran untuk menatap esok di 1445 H, semoga di Tahun Baru Islam  1445 H besok  memberikan berbagai hikmah yang berharga […]

  • Ketika 18

    Ketika 18

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2020
    • account_circle Nasir Nasir
    • visibility 1.655
    • 0Komentar

    Keengganan yang pernah singgah Telah dilucuti yakinku akan kamu Kekhawatiran, kelesuan, menjadi Mimpi berkepanjangan Kini tercabik pupus Dan sirnalah khayalku Siuran angin di rumpun bambu Adalah melodi bagi bungkam Adalah payung bagi galau Pada segenap penjuru Pada cakrawala Kata hati menggumpal Erat menyatu   Palembang, 31 Tahun ’95   Jaid Saidi

  • Imlek, Gub Sumsel ‘Sanjoi’ Tokoh Tionghoa

    Imlek, Gub Sumsel ‘Sanjoi’ Tokoh Tionghoa

    • calendar_month Minggu, 26 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.528
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel) H.  Herman Deru bersilaturahmi ke sejumlah kediaman   tokoh Tionghoa di Sumsel. Kunjungan tersebut terkait dengan Perayaan Tahun Baru Imlek 2571 yang jatuh pada 25 Januari 2020. Herman Deru beranjak dari kediaman peribadinya, menuju rumah keluarga  Sandi di Jalan Beliton. Kedatangan Gubernur Sumsel disambut keluarga Sandi. Selanjutnya gubernur juga menuju  kediaman Anton […]

  • Palembang Cuma Punya 3 Titik Karhutla, PM2.5 Tembus 743,4, Asap Tetap Mencekik

    Palembang Cuma Punya 3 Titik Karhutla, PM2.5 Tembus 743,4, Asap Tetap Mencekik

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 28
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Sumber asap pekat yang mengepung Kota Palembang terjawab sudah, ternyata, biang keroknya bukan dari dalam ibu kota Provinsi Sumatera Selatan ini. Dari total 66 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terpantau di Sumatera Selatan hari ini, hanya 3 titik yang berada di wilayah Kota Palembang. Sisanya, 63 titik api berasal dari luar […]

expand_less
WordPress Archive Ninja Forms Vimeo Uploader Ninja Forms Webhooks Ninja Forms White Label Ninja Forms Zapier Ninja Forms Zoho Creator Ninja Kick Contact Form Ninja Kick: Sliding Panel for WordPress Ninja Popup Rest API Ninja Popups – Popup Plugin for WordPress Ninja Tables Pro | The Fastest and Most Diverse WP DataTables Plugin