Senin, 12 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » MUBA Terkini » “Main, Makan & Mimpi, Tiga M yang Harus Ada Biar Anak Gak Tumbuh Jadi Om-Om Galak!”

“Main, Makan & Mimpi, Tiga M yang Harus Ada Biar Anak Gak Tumbuh Jadi Om-Om Galak!”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 17 Apr 2025
  • visibility 841
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Kalau masa kecil itu roti tawar, maka main, makan, dan mimpi adalah mentega, meses, dan susu kental manis yang bikin hidup anak-anak jadi empuk, manis, dan penuh topping harapan. Bayangin aja kalau masa kecil anak cuma diisi marah-marahin, makan mie instan 3x sehari, dan disuruh jangan banyak mimpi itu bukan masa kecil, itu pelatihan jadi pegawai korporat tanpa kopi.

Nah, di tengah hiruk-pikuk dunia yang makin absurd ini, Kabupaten Muba kayaknya sadar betul anak-anak bukan cuma pajangan kalender keluarga, tapi investasi masa depan. Maka lewat ajang Penilaian Kabupaten Layak Anak (KLA) 2024, Muba gak mau cuma jadi peserta lewat-lewat. Muba siap tancap gas bukan buat dapet piagam aja, tapi biar anak-anaknya bisa ketawa, kenyang, dan punya mimpi setinggi tower BTS.

Dulu kita bisa main petak umpet dari pagi sampe magrib, cuma pulang pas lampu jalan nyala. Sekarang? Anak baru mau main dikit, udah disuruh masuk rumah gara-gara “ada zoom meeting bapak”.

Main itu bukan sekadar aktivitas. Itu pelajaran hidup versi anak-anak. Mereka belajar nyari temen, belajar sabar, belajar bohong dikit pas jadi penjaga biar gak ketahuan intinya, soft skill terasah tanpa perlu pelatihan Rp 350 ribu.

Muba ngerti itu. Maka ruang bermain digalakkan, taman dibikin makin kece, pojok baca dipasang di mana-mana. Supaya anak-anak bisa jungkir balik, lari-lari, atau pura-pura jadi dinosaurus tanpa dicurigai warga. Karena kalau anak gak bisa main, nanti gede dikit jadi orang dewasa yang stres gara-gara email nggak dibales-bales.

Di era serba digital, ruang fisik buat main makin sempit. Lapangan bola berubah jadi tempat parkir, tanah kosong disulap jadi perumahan klaster, dan anak-anak pun akhirnya mainnya pindah ke layar HP. Muba mencoba melawan tren ini dengan memperbanyak ruang terbuka hijau dan fasilitas bermain anak. Soalnya, masa kecil yang bahagia itu modal penting buat mental yang sehat pas dewasa nanti.

Makan itu hak dasar. Bukan sekadar isi perut, tapi bahan bakar buat ngejar mimpi. Mau jadi astronot? Mau jadi petani sukses yang viral di TikTok? Semua butuh asupan, bukan cuma motivasi.

Muba pun sadar  mimpi tanpa makan itu kayak mau nyalain motor tanpa bensin yang ada cuma dorong-dorong sambil ngedumel.

Maka program makanan tambahan jalan terus, edukasi gizi ke orang tua makin digencarkan, dan kantin sehat di sekolah mulai dibikin biar anak-anak gak jajan ciki yang rasanya kayak plastik wangi. Edukasi ini bukan cuma soal makanan sehat, tapi juga gaya hidup  mulai dari pentingnya sarapan, sampai tips membedakan tahu asli sama tahu oplosan (yang ini bonus buat emak-emak).

Karena masa depan bangsa gak bisa digantungkan di bahu anak-anak yang makannya cuma gorengan sisa semalam.

Juga jangan lupa soal air bersih dan sanitasi. Anak sehat bukan cuma dari isi piring, tapi juga dari air yang mereka minum dan toilet yang mereka pakai. Muba terus memperluas akses air bersih dan toilet sehat di sekolah-sekolah. Karena kalau anak masih harus antre di kamar mandi sempit bau karbol, mana sempat mereka mikir rumus segitiga sama kaki?

Mimpi itu gratis, tapi kadang mahal kalau gak didukung. Banyak anak-anak yang dari kecil udah dibilang, “Ngapain sih mimpi jadi penulis? Mending ikut tes CPNS.” Padahal siapa tahu anak itu calon penulis novel fantasi level internasional?

Di Muba, mimpi anak mulai dikasih tempat. Ada forum anak, ruang diskusi, bahkan mereka dilibatkan dalam musyawarah. Anak-anak mulai didengar, bukan cuma disuruh diam. Karena kadang ide paling waras datang bukan dari rapat, tapi dari bocah SD yang nyeletuk, “Sekolahnya bagus, tapi kenapa gak ada tempat main jungkat-jungkit?”

Muba juga mendorong anak-anak untuk ikut serta dalam proses pembangunan dengan pendekatan inklusif. Mereka diberi pelatihan bicara, hak anak, bahkan cara menyampaikan aspirasi dengan santun. Karena masa depan itu bukan cuma buat yang bersuara lantang, tapi juga untuk yang bersuara jujur.

Dan Muba gak sendirian. Finlandia udah duluan kasih contoh. Di sana, anak-anak dikasih ruang buat main, makan sehat, dan mimpi tinggi. PR sedikit, tapi hasilnya generasi bahagia yang gak gampang stres. Anak-anak di sana tumbuh kayak bunga matahari cerah, tegak, dan ngikutin cahaya masa depan.

Di Indonesia juga ada contohnya. Surabaya bikin taman tematik dan sekolah ramah anak. Solo punya forum anak yang aktif kasih ide. Muba bisa nyusul, bahkan nyalip di tikungan kalau semua elemen kerja bareng dari lurah sampe tukang pentol keliling. Bikin kabupaten layak anak itu kayak masak gulai. Gak cukup cuma tumis bumbu lalu ditinggal nonton sinetron. Harus diaduk, diracik, dicek rasanya, sampai gulainya mantap dan bikin semua orang senyum.

Jadi, bukan cuma OPD yang kerja. Sekolah, keluarga, tokoh masyarakat, bahkan tetangga yang hobinya nyetel dangdut pagi-pagi juga harus ikut nyumbang tenaga (atau setidaknya volume musiknya diturunin dikit pas anak-anak belajar). Karena anak-anak bukan cuma penerus bangsa. Mereka itu alasan kenapa bangsa ini layak diteruskan.

Oleh sebab itu, Muba, lewat komitmennya dalam program Kabupaten Layak Anak (KLA) 2024, udah paham betul  masa depan itu tergantung dari seberapa kuat pondasi yang kita kasih ke anak-anak hari ini. Main, makan, dan mimpi bukan cuma soal kesenangan, tapi soal hak dasar yang harus dipenuhi. Jika itu ada, kita gak cuma merawat generasi masa depan, tapi kita juga memastikan mereka tumbuh menjadi individu yang kreatif, sehat, dan punya harapan yang tak terbatas.

Muba udah mulai mengerjakan tugas besar ini, mulai dari membangun ruang ramah anak, memperhatikan asupan gizi, hingga memberi kesempatan anak-anak untuk bermimpi setinggi-tingginya. Mereka gak cuma berharap dapat penghargaan dalam verifikasi KLA, tapi berharap bisa melahirkan anak-anak yang kelak siap memimpin, mencipta, dan mengubah dunia.

Kunci utama dalam perjalanan ini adalah kolaborasi gak bisa cuma mengandalkan OPD atau pemerintah saja. Semua elemen masyarakat harus turun tangan. Orang tua, guru, masyarakat, bahkan warung kopi pinggir jalan, semua punya peran untuk memastikan anak-anak Muba tumbuh dalam lingkungan yang mendukung tiga M ini. Jangan biarkan mereka hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan. Ajak mereka terlibat, beri ruang untuk mereka berbicara, dan pastikan mereka punya kesempatan untuk berkembang dalam setiap aspek hidup mereka.

Mari kita rawat main, makan, dan mimpi seperti kita rawat tanaman cabe di halaman  disiram, dijaga, dan jangan dibiarin layu gara-gara lupa disapa. Main, biar anak gak tumbuh jadi orang dewasa yang gak tau cara senyum. Makan, biar otaknya encer, bukan cuma kenyang gorengan. Mimpi, biar masa depan mereka gak cuma duduk di halte, tapi melaju kencang kayak bus pariwisata. Kalau itu semua jalan, piagam Layak Anak bukan cuma jadi penghargaan tapi jadi pengingat, bahwa di Muba, anak-anak gak cuma tumbuh, tapi juga hidup sepenuhnya.[***]

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kampung Sehati Sulap Seragam Bekas Jadi Produk Bernilai, Ibu-Ibu Temukan Peluang Usaha dari Barang Tak Terpakai

    Kampung Sehati Sulap Seragam Bekas Jadi Produk Bernilai, Ibu-Ibu Temukan Peluang Usaha dari Barang Tak Terpakai

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 33
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID -Kampung Sehati mendorong ibu-ibu bisa memanfaatkan seragam bekas menjadi produk bernilai melalui pelatihan menjahit. Barang yang sebelumnya tak terpakai itu diolah kembali menjadi produk fungsional sekaligus membuka peluang usaha bagi warga. Pelatihan Keterampilan Menjahit Kampung Sehati digelar PT Pusri Palembang tersebut mengangkat tema “Jahit Kreatif, Mandiri Produktif”. Peserta tidak hanya mendapatkan keterampilan menjahit, tetapi […]

  • Sekda Supriono Ajak Seluruh Elemen Bangsa Bangkitkan Semangat Gotong Royong Pulihkan Ekonomi Pasca Pandemi

    Sekda Supriono Ajak Seluruh Elemen Bangsa Bangkitkan Semangat Gotong Royong Pulihkan Ekonomi Pasca Pandemi

    • calendar_month Jumat, 20 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 727
    • 0Komentar

    PERINGATI Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-114 Tahun 2022 tingkat Provinsi Sumatera Selatan, Jumat (20/5) pagi langsung dipimpin oleh Sekda SA Suptiono selaku Inspektur Upacara (Irup) bertempat di halaman Kantor Gubernur dengan melibatkan peserta upacara para  Aparatul Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Sumsel. Dalam upacara Harkitnas ke-114 tahun 2022  yang mengambil tema : “Ayo Bangkit […]

  • Beroperasi Secara Ilegal, KKP Tindak Tegas Kapal Ikan di Perairan Natuna

    Beroperasi Secara Ilegal, KKP Tindak Tegas Kapal Ikan di Perairan Natuna

    • calendar_month Sabtu, 12 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 576
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan tindakan tegas kepada Kapal Motor (KM) SS yang ditangkap Polisi Air (Polair) Polres Natuna di perairan Pulau Subi pertengahan Februari 2022 lalu, karena kapal tersebut beroperasi secara ilegal. Penangkapan dan penindakan tersebut, merupakan tindak lanjut atas pengaduan masyarakat yang resah atas beroperasinya kapal tersebut. Sempat diduga mengoperasikan alat tangkap […]

  • Gempa Sikka Bikin Trauma 1992 Kembali Muncul, Warga Dilatih Hadapi Ketakutan Saat Gempa Susulan

    Gempa Sikka Bikin Trauma 1992 Kembali Muncul, Warga Dilatih Hadapi Ketakutan Saat Gempa Susulan

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 37
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Gempa susulan di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, bukan hanya membuat warga kembali waspada. Sebagian penyintas, guncangan itu juga membangkitkan ingatan tentang gempa dan tsunami yang pernah mereka alami pada 1992. Rasa kaget, cemas, hingga ketakutan kembali muncul ketika bumi berguncang. Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam pendampingan psikososial yang dilakukan di […]

  • Pulihkan Dampak Covid, Pemerintah Fokus Mendorong Pemulihan UMKM di Indonesia

    Pulihkan Dampak Covid, Pemerintah Fokus Mendorong Pemulihan UMKM di Indonesia

    • calendar_month Selasa, 19 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.003
    • 0Komentar

    PEMERINTAH berkomitmen untuk terus memperkuat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk segera pulih dari imbas pandemi COVID-19. Insentif pemulihan ekonomi nasional (PEN), Banpres Tunai, Digitalisasi UMKM, dan Akses Permodalan dengan KUR menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah untuk mendorong pemulihan dan pemberdayaan UMKM di tanah air. “Kita ketahui, pandemi COVID-19 sejak awal 2020 telah menekan […]

  • Pimpin Rakor FORSESDASI Sumsel, Apriyadi Sampaikan Hal Ini

    Pimpin Rakor FORSESDASI Sumsel, Apriyadi Sampaikan Hal Ini

    • calendar_month Selasa, 26 Sep 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.060
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pj Bupati Muba Apriyadi Mahmud yang juga menjabat Ketua Komisariat Wilayah (Komwil) Forum Sekretaris Daerah Seluruh Indonesia (FORSESDASI) Sumsel, Senin (25/9/2023) memimpin sekaligus membuka secara resmi Rapat Koordinasi Komwil FORSESDASI Sumsel di Gedung Pendopoan Komplek Perkantoran Tanjung Senai Indralaya Kabupaten Ogan Ilir. “Rakor FORSESDASI Sumsel ini menjadi wadah bertukar informasi dan koordinasi Tupoksi […]

expand_less
WordPress Archive Women’s Foundation Non-Profit WordPress Elementor Template Kit Woncep – Fashion WooCommerce WordPress Theme Woo Advanced Product Shipping Woo Cart – Slide Cart / Floating Cart For WooCommerce Woo Coming Soon Woo Extra Slider – WooCommerce WordPress Slider Plugin Woo Gift : Advanced Woocommerce Gift Plugin Woo Grid For WPBakery Page Builder Woo Import Export WOO Product Grid/List Design- Responsive Products Showcase Extension for WooCommerce