Malam 17 Agustus di Jaya Agung P19, Warga Gelar Tahlil, Yasin, Doa Bersama hingga Makan Tumpeng
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto:ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Lapangan Desa Jaya Agung P19, Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin dipenuhi warga yang datang untuk menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, minggu (16/8/2026) malam,
Namun, suasana malam itu bukan hanya soal perayaan, menjelang 17 Agustus, masyarakat memilih berkumpul dalam Malam Tasyakuran dan Doa Bersama sebagai bentuk rasa syukur serta mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur dalam perjuangan kemerdekaan.
Kegiatan dimulai sekitar pukul 20.00 WIB itu dihadiri Pemerintah Desa Jaya Agung, BPD, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga dari berbagai kalangan.
Ketua panitia, M. Ali Mustofa, S.Ag., mengoordinasikan rangkaian kegiatan tersebut. Sementara jalannya acara dipandu Muhamad Nurhidayat, S.Sos., M.A.
Kepala Desa: Kemerdekaan Harus Diisi dengan Hal Positif
Di hadapan warga, Kepala Desa Jaya Agung Karsipin mengajak masyarakat tidak berhenti pada seremoni peringatan kemerdekaan.
Menurutnya, semangat 17 Agustus juga perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui kebersamaan dan kegiatan yang membawa manfaat bagi desa.
“Alhamdulillah, kita masih diberikan kesempatan untuk berkumpul bersama dan menikmati hasil perjuangan para pahlawan. Mari kita terus menjaga kebersamaan dan meningkatkan kegiatan positif seperti ini,” ujar Karsipin.
Pesan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam malam tasyakuran. Kemerdekaan, kata dia, harus diisi dengan hal-hal yang dapat memperkuat hubungan antarwarga dan mendorong kemajuan Desa Jaya Agung.
Saat Warga Bersama-sama Mendoakan Para Pahlawan
Memasuki rangkaian utama, suasana lapangan berubah lebih khidmat. Warga mengikuti tahlil dan pembacaan Surat Yasin, kemudian dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin tokoh agama setempat, H. Rozikin.
Doa dipanjatkan dengan penuh kekhusyukan, terutama untuk para pejuang bangsa yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan Indonesia.
Momen tersebut menjadi pengingat bagi warga bahwa peringatan 17 Agustus bukan hanya tentang kemeriahan, tetapi juga kesempatan untuk mengenang perjuangan generasi terdahulu.
Dari Doa Bersama Berlanjut ke Makan Tumpeng
Setelah rangkaian doa selesai, suasana kembali hangat. Warga kemudian menikmati snack dan nasi tumpeng bersama.
Ketua BPD Desa Jaya Agung, Fatkuri, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia melihat malam tasyakuran bukan hanya sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa pahlawan, tetapi juga sebagai ruang untuk mempererat silaturahmi masyarakat.
“Selain bentuk penghargaan terhadap jasa pahlawan, kebersamaan warga sangat terlihat di sini. Semua warga dapat menikmati snack dan nasi tumpeng bersama,” ungkap Fatkuri.
Tradisi makan bersama itu pun menjadi salah satu momen yang membuat suasana peringatan kemerdekaan terasa lebih dekat. Warga duduk dan menikmati hidangan dalam suasana kekeluargaan.
Berjalan Aman Sampai Acara Selesai
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib. Tokoh keamanan Desa Jaya Agung, Sulmaron alias Baron, memastikan kegiatan berjalan aman dan lancar sejak awal hingga selesai.
Tidak ada kemeriahan berlebihan dalam malam tasyakuran tersebut. Yang terlihat justru suasana sederhana, kekeluargaan, dan kebersamaan warga.
Malam 17 Agustus di Desa Jaya Agung P19 akhirnya menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan. Lewat doa, tahlil, Yasin, dan makan bersama, warga kembali mengingat satu hal penting: kemerdekaan yang dirasakan hari ini lahir dari perjuangan, dan tugas generasi sekarang adalah menjaganya dengan persatuan, kerukunan, serta semangat gotong royong. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
