Senin, 14 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » MUBA Terkini » Kibarkan Bendera Waspada, Muba Bicara Pesta Tanpa Candu

Kibarkan Bendera Waspada, Muba Bicara Pesta Tanpa Candu

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 23 Mei 2025
  • visibility 769
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) kembali menunjukkan sikap tegasnya, di bawah kepemimpinan Bupati H. M. Toha dan Wakil Bupati Rohman, aturan soal pesta rakyat kini diperketat.

Bukan tanpa sebab, kekhawatiran akan merosotnya nilai moral dan makin liarnya hiburan malam membuat pemerintah daerah ini mengibarkan bendera waspada. Pesta rakyat tetap boleh digelar, tapi tidak untuk jadi tempat praktik maksiat, transaksi narkoba, atau ajang berjoget kelewat batas.

Kalau ada pepatah bilang “di mana ada gula, di situ ada semut”, maka di bumi Musi Banyuasin (Muba), Wak Toha bilang, “di mana ada organ tunggal, jangan sampai ada botol dan barang haram ikut joget,”.

Pesta rakyat, katanya, boleh saja, asal jangan jadi panggung dosa berjamaah. Ini bukan soal sok suci, tapi demi masa depan anak cucu yang masih bau kencur dan belum kenal arti remix tanpa sensor.

Bupati H. M. Toha, alias Wak Toha, dan Wabup Rohman bukan hanya pasang baliho senyum di simpang jalan, tapi juga pasang badan buat moral masyarakat.

Dengan keluarnya surat pemberitahuan bernomor B-331.1/355/SATPOL PP/2025, mereka tegas pesta rakyat boleh, tapi jangan jadi ajang remix dosa dan bazar narkoba.

Waktu hiburan diatur seperti jam operasional bank pukul 08.00–15.00 WIB, lewat itu, bukan musik yang dimainkan, tapi hukum yang disetel.

Bayangkan kalau setiap kampung bebas menggelar organ tunggal sampai subuh, dengan dentuman bass, seperti kereta api rusak, lengkap dengan minuman keras dan asap misterius dari pojok tenda. Anak-anak bisa tumbuh dengan pikiran bahwa joget sambil mabuk itu seni budaya lokal. Lha, piye jal?

Wak Toha tak sendirian dalam ketegasan ini. Beliau menggandeng Perda No. 7 Tahun 2020 sebagai tongkat hukum. Di sana tertulis jelas tidak ada tempat untuk narkoba, miras, judi, musik remix seronok, atau hiburan yang bikin nenek-nenek mendadak pengen nyumpahin cucu sendiri.

Tapi jangan salah sangka, Muba bukan anti hiburan. Hiburan boleh, asal sehat. Seperti sayur lodeh tanpa micin berlebihan. Silaturahmi harus tetap jalan, tapi jangan lewat jalur maksiat. Wak Toha ingin pesta rakyat jadi tempat tertawa bersama, bukan menangis di pagi buta karena kehilangan moral.

Bandingkan dengan Jepang, negara yang dikenala “matahari terbit” ini, festival rakyat berjalan rapi tidak ada DJ dadakan yang nyetel remix “Ojo Dibandingke” versi syur sampai bikin tiang listrik pun goyang.

Atau yang lebih dekat coba intip  Bandung, dimana pesta rakyat jadi ajang kuliner dan budaya, bukan ajang rebutan saweran yang bikin kursi plastik pun trauma.

Muba bisa meniru, tentu dengan bumbu lokal. Organ tunggal bisa tetap hidup, tapi dengan lagu-lagu yang membangun. Coba undang biduan yang bisa nyanyi lagu perjuangan atau tembang nostalgia, bukan yang bawa kostum setipis niat mantan ngajak balikan.

Dalam pepatah tua air yang tenang bisa menghanyutkan, tapi pesta yang liar bisa membenamkan moral. Nah, pemerintah Muba memilih menjaga agar air tetap bening, dan suara musik tak berubah jadi alarm bahaya.

Karena sejatinya, pesta rakyat itu bukan tempat cari makna hidup dalam botol miras, tapi ruang berbagi tawa tanpa perlu takut anak kita pulang dengan mata merah dan langkah sempoyongan.

Mari kita dukung Muba, bukan hanya karena larangannya, tapi karena semangatnya menjaga anak negeri tetap waras di tengah hingar-bingar zaman. Kalau kampung lain bisa tertib, masa kita mau kalah?

Pesta rakyat seharusnya bukan ajang buang akal sehat, tapi ladang subur untuk tawa sehat. Kalau aturan ini bisa dijaga bersama, mungkin suatu hari nanti, kita akan lihat pesta rakyat di Muba bukan cuma ramai, tapi juga damai. Dan siapa tahu, nanti akan ada pepatah baru Di Muba, organ tunggal pun bisa berdakwah.

Langkah Muba adalah contoh konkret bahwa pemerintah daerah bisa dan boleh tegas tanpa harus jadi antagonis di mata rakyat. Ini bukan persoalan membunuh keceriaan, tapi menyelamatkan akhlak dari terpeleset di panggung dangdut tengah malam. Ketegasan bukan berarti kaku, tapi bentuk cinta paling jujur pada generasi masa depan.

Dan memang, untuk membangun peradaban, kadang perlu dimulai dari hal sekecil larangan memutar remix cabul. Karena bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang bisa bikin jalan tol, tapi juga yang bisa menjaga pesta rakyat tetap waras.

Jadi kalau ada yang protes, “Lah, masa pesta rakyat dibatasi sih?”, jawab saja dengan senyum “Mending pesta dikendalikan daripada nanti masa depan yang kehilangan kendali.”[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harap Bersabar, H -7 THR Pemkot Palembang Cair

    Harap Bersabar, H -7 THR Pemkot Palembang Cair

    • calendar_month Rabu, 20 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.169
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kota Palembang segera mencairkan Tunjangan Hari Raya atau THR bagi semua Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun non-ASN pada H-7 lebaran Idul Fitri 1443 Hijriah. “THR sudah kita anggarkan dan akan dicairkan. Namun khusus gaji 13 dan tukin tahapannya berbeda, bertahap pencairannya,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Palembang, Ratu Dewa, Selasa (19/4/2022). Pencairan tunjangan kinerja atau […]

  • Gagas Desa Wisata, Ini Dilakukan MPPDT Ds.Tempirai Pali

    Gagas Desa Wisata, Ini Dilakukan MPPDT Ds.Tempirai Pali

    • calendar_month Minggu, 28 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.962
    • 0Komentar

    ORGANISASI Massa Masyarakat Peduli Pembangunan Desa Tempirai (MPPDT) menggelar aksi penanaman 105 bibit pohon  Tabebuya terdiri dari 45 bunga pink dan 60 kuning, dipinggir Jalan Raya Dahau, Desa Tempirai tepatnya di area Cerucup, Lubuk Padu dan Lokasi Wisata Pulau Pasir Putih, Minggu (28/2/2021) Kegiatan ini dihadiri  H.Asri AG-Ketua DPRD Kab.PALI, Efendi-Kadis Pariwisata PALI, Camat yang […]

  • Surat dari Thia Yufada Dodi Reza untuk Generasi Millenial Muba, Ini Pesannya

    Surat dari Thia Yufada Dodi Reza untuk Generasi Millenial Muba, Ini Pesannya

    • calendar_month Selasa, 4 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.162
    • 0Komentar

    BUKU merupakan referensi dan buku merupakan sebuah panduan dan bisa dibilang peluang tanpa batas untuk seseorang bisa melakukan tindakan, mengembangkan emosi, mengenali lingkungan dan membangun karakternya.  Jika sesorang itu gemar membaca buku. Selain itu  buku akan memberikan sumber informasi yang berisi topik yang membutuhkan, dan buku menjadi bagian panduan untuk lebih mengetahui apa yang ingin diketahui. Untuk […]

  • Silaturahmi Rasa Reuni : Cik Ujang Ketemu Kawan Lamo, Guyon Tanpa Jarak!

    Silaturahmi Rasa Reuni : Cik Ujang Ketemu Kawan Lamo, Guyon Tanpa Jarak!

    • calendar_month Selasa, 11 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.156
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Macem-macem aja pribahasa, ada yang bilang silaturahmi itu bisa memperpanjang umur dan melancarkan rezeki, ada juga kata orang, “jauh di mata, dekat dihati [bukan cuma dekat di hati, tapi juga dekat di meja makan!] Ada pula yang bilang pertemanan itu ibarat pohon, maka silaturahmi ini adalah pupuknya! Memang malam itu, di Hotel Swarna Dwipa, Palembang, bukti nyatanya! […]

  • Angka Kemiskinan  Cenderung Turun, Bappeda Sumsel : Selaras dengan Program Banyuasin Bangkit, Adil & Sejahtera 

    Angka Kemiskinan  Cenderung Turun, Bappeda Sumsel : Selaras dengan Program Banyuasin Bangkit, Adil & Sejahtera 

    • calendar_month Kamis, 8 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.679
    • 0Komentar

      ANGKA Kemiskinan di Banyuasin turun 2,55% dari Tahun 2009-2020 disampaikan oleh Bupati Banyuasin, H. Askolani, SH., MH dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Murembang) perubahan RPJMD Tahun 2018-2023 dan RKPD Kabupaten Banyuasin Tahun 2022 berlangsung di Pendopoan Rumah Dinas Kabupaten Banyuasin, Kamis (8/4/21). Dalam Kesempatan ini juga dihadiri oleh Kepala Bappeda Provinsi Sumatera Selatan, Dr. […]

  • 300 Ribu Benih Ikan Ditebar di Pagar Alam

    300 Ribu Benih Ikan Ditebar di Pagar Alam

    • calendar_month Sabtu, 10 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.731
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Provinsi Sumsel menebar bibi ikan sebanyak 300 ribu di Kota Pagar Alam guna mendongrak perekonomian masyarakat. Penebaran benih ikan ini dilakukan di Desa Tebat Gheban Kelurahan Alun Dua Kecamatan Pagaralam Utara Kota Pagaralam. Dari sisi ekonomi, sektor perikanan sendiri memang dapat menjadi alternatif bagi masyarakat untuk meningkatkan perekonomian melalui budidaya. Tidak hanya bisa meningkatkan […]

expand_less
WordPress Archive MyThemeShop Emerald WordPress Theme MyThemeShop Entrepreneurship WordPress Theme MyThemeShop Fashionblog WordPress Theme MyThemeShop Feminine WordPress Theme MyThemeShop Flick WordPress Theme MyThemeShop Fortune WordPress Theme MyThemeShop Fresh WordPress Theme MyThemeShop Frontpage WordPress Theme MyThemeShop Glamour WordPress Theme MyThemeShop Gridbox WordPress Theme