Senin, 5 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » MUBA Terkini » Kibarkan Bendera Waspada, Muba Bicara Pesta Tanpa Candu

Kibarkan Bendera Waspada, Muba Bicara Pesta Tanpa Candu

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 23 Mei 2025
  • visibility 777
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) kembali menunjukkan sikap tegasnya, di bawah kepemimpinan Bupati H. M. Toha dan Wakil Bupati Rohman, aturan soal pesta rakyat kini diperketat.

Bukan tanpa sebab, kekhawatiran akan merosotnya nilai moral dan makin liarnya hiburan malam membuat pemerintah daerah ini mengibarkan bendera waspada. Pesta rakyat tetap boleh digelar, tapi tidak untuk jadi tempat praktik maksiat, transaksi narkoba, atau ajang berjoget kelewat batas.

Kalau ada pepatah bilang “di mana ada gula, di situ ada semut”, maka di bumi Musi Banyuasin (Muba), Wak Toha bilang, “di mana ada organ tunggal, jangan sampai ada botol dan barang haram ikut joget,”.

Pesta rakyat, katanya, boleh saja, asal jangan jadi panggung dosa berjamaah. Ini bukan soal sok suci, tapi demi masa depan anak cucu yang masih bau kencur dan belum kenal arti remix tanpa sensor.

Bupati H. M. Toha, alias Wak Toha, dan Wabup Rohman bukan hanya pasang baliho senyum di simpang jalan, tapi juga pasang badan buat moral masyarakat.

Dengan keluarnya surat pemberitahuan bernomor B-331.1/355/SATPOL PP/2025, mereka tegas pesta rakyat boleh, tapi jangan jadi ajang remix dosa dan bazar narkoba.

Waktu hiburan diatur seperti jam operasional bank pukul 08.00–15.00 WIB, lewat itu, bukan musik yang dimainkan, tapi hukum yang disetel.

Bayangkan kalau setiap kampung bebas menggelar organ tunggal sampai subuh, dengan dentuman bass, seperti kereta api rusak, lengkap dengan minuman keras dan asap misterius dari pojok tenda. Anak-anak bisa tumbuh dengan pikiran bahwa joget sambil mabuk itu seni budaya lokal. Lha, piye jal?

Wak Toha tak sendirian dalam ketegasan ini. Beliau menggandeng Perda No. 7 Tahun 2020 sebagai tongkat hukum. Di sana tertulis jelas tidak ada tempat untuk narkoba, miras, judi, musik remix seronok, atau hiburan yang bikin nenek-nenek mendadak pengen nyumpahin cucu sendiri.

Tapi jangan salah sangka, Muba bukan anti hiburan. Hiburan boleh, asal sehat. Seperti sayur lodeh tanpa micin berlebihan. Silaturahmi harus tetap jalan, tapi jangan lewat jalur maksiat. Wak Toha ingin pesta rakyat jadi tempat tertawa bersama, bukan menangis di pagi buta karena kehilangan moral.

Bandingkan dengan Jepang, negara yang dikenala “matahari terbit” ini, festival rakyat berjalan rapi tidak ada DJ dadakan yang nyetel remix “Ojo Dibandingke” versi syur sampai bikin tiang listrik pun goyang.

Atau yang lebih dekat coba intip  Bandung, dimana pesta rakyat jadi ajang kuliner dan budaya, bukan ajang rebutan saweran yang bikin kursi plastik pun trauma.

Muba bisa meniru, tentu dengan bumbu lokal. Organ tunggal bisa tetap hidup, tapi dengan lagu-lagu yang membangun. Coba undang biduan yang bisa nyanyi lagu perjuangan atau tembang nostalgia, bukan yang bawa kostum setipis niat mantan ngajak balikan.

Dalam pepatah tua air yang tenang bisa menghanyutkan, tapi pesta yang liar bisa membenamkan moral. Nah, pemerintah Muba memilih menjaga agar air tetap bening, dan suara musik tak berubah jadi alarm bahaya.

Karena sejatinya, pesta rakyat itu bukan tempat cari makna hidup dalam botol miras, tapi ruang berbagi tawa tanpa perlu takut anak kita pulang dengan mata merah dan langkah sempoyongan.

Mari kita dukung Muba, bukan hanya karena larangannya, tapi karena semangatnya menjaga anak negeri tetap waras di tengah hingar-bingar zaman. Kalau kampung lain bisa tertib, masa kita mau kalah?

Pesta rakyat seharusnya bukan ajang buang akal sehat, tapi ladang subur untuk tawa sehat. Kalau aturan ini bisa dijaga bersama, mungkin suatu hari nanti, kita akan lihat pesta rakyat di Muba bukan cuma ramai, tapi juga damai. Dan siapa tahu, nanti akan ada pepatah baru Di Muba, organ tunggal pun bisa berdakwah.

Langkah Muba adalah contoh konkret bahwa pemerintah daerah bisa dan boleh tegas tanpa harus jadi antagonis di mata rakyat. Ini bukan persoalan membunuh keceriaan, tapi menyelamatkan akhlak dari terpeleset di panggung dangdut tengah malam. Ketegasan bukan berarti kaku, tapi bentuk cinta paling jujur pada generasi masa depan.

Dan memang, untuk membangun peradaban, kadang perlu dimulai dari hal sekecil larangan memutar remix cabul. Karena bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang bisa bikin jalan tol, tapi juga yang bisa menjaga pesta rakyat tetap waras.

Jadi kalau ada yang protes, “Lah, masa pesta rakyat dibatasi sih?”, jawab saja dengan senyum “Mending pesta dikendalikan daripada nanti masa depan yang kehilangan kendali.”[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Muba Bantu 2 Unit Mobil Operasional untuk Lapas dan STIH Rahminiyah Sekayu

    Muba Bantu 2 Unit Mobil Operasional untuk Lapas dan STIH Rahminiyah Sekayu

    • calendar_month Kamis, 13 Jun 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 800
    • 0Komentar

    BUPATI Musi Banyuasin (Muba) menyerahkan bantuan 2 unit kendaraan operasional untuk Lapas dan STIH Rahminiyah Sekayu. 2 unit itu diserahkan langsung Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Drs H Apriyadi MSi mewakili Pemerintah Kabupaten Muba. Dalam sambutannya Sekda Muba mengatakan, dengan diberikannya bantuan mobil dinas dari Pemkab Muba untuk 2 lembaga ini agar dapat digunakan dan dimanfaatkan semaksimal mungkin serta […]

  • Allianz Global Corporate & Specialty (AGCS) soroti risiko ekonomi makro seperti inflasi & kebangkrutan hingga dampak terhadap asuransi

    Allianz Global Corporate & Specialty (AGCS) soroti risiko ekonomi makro seperti inflasi & kebangkrutan hingga dampak terhadap asuransi

    • calendar_month Rabu, 14 Des 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 595
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, MUNICH, JERMAN –  Apa faktor utama yang mendorong kemungkinan sebuah perusahaan dan dewan direksinya dapat dituntut oleh investor atau kelompok pemangku kepentingan lainnya pada tahun 2023? Kinerja keuangan yang buruk atau bahkan kebangkrutan di tengah ketidakpastian ekonomi dan prospek resesi global, kurangnya keamanan dunia maya dan proses tata kelola yang kuat, atau tanggapan […]

  • 1 PDP di Muba dikabarkan Meninggal Dunia

    1 PDP di Muba dikabarkan Meninggal Dunia

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 882
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Covid-19 Kabupaten Musi Banyuasin, Kamis (25/6/2020) mengkonfirmasi satu orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjenis kelamin perempuan usia 52 tahun di RSUD Sekayu meninggal dunia pada Rabu (24/6/2020) pukul 22:30 WIB dengan Comorbid DM. Sebelumnya, PDP tersebut telah mendapatkan perawatan dan isolasi sejak 20 Juni 2020 Comorbid DM. “Jenazah dimakamkan sesuai protokol pemakaman Covid-19,” […]

  • Prestasi NPC Harus Sejajar dengan Atlet non Disabilitas, Kata Dodi

    Prestasi NPC Harus Sejajar dengan Atlet non Disabilitas, Kata Dodi

    • calendar_month Kamis, 17 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.375
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,Sekayu – Kepedulian Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin terhadap penyandang disabilitas di Kabupaten Muba terus digencarkan. Betapa tidak, orang nomor satu di Bumi Serasan Sekate ini juga menjadikan pemberdayaan penyandang disabilitas sebagai salah satu misi dirinya mengemban amanah jabatan Bupati Musi Banyuasin. Kali ini, pemberdayaan penyandang disabilitas tersebut di implementasikan oleh Pembina dan […]

  • Hampir Sebagian Sudah Rampung, Hunian Tetap Korban Erupsi Gunung Semeru Siap Ditempati

    Hampir Sebagian Sudah Rampung, Hunian Tetap Korban Erupsi Gunung Semeru Siap Ditempati

    • calendar_month Senin, 2 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.336
    • 0Komentar

    DIREKTORAT Jenderal Perumahan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mempercepat penyelesaian pembangunan hunian tetap (Huntap) untuk masyarakat terdampak erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur yang terjadi pada Desember 2021 agar semuanya dapat menempati. Tercatat dari total Huntap sebanyak 1.951 unit yang dibangun, dan 300 unit diantaranya sudah siap dihuni. Direktur Jenderal Perumahan […]

  • Palembang Tenang, Tuntutan Buruh Belum Usai

    Palembang Tenang, Tuntutan Buruh Belum Usai

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 36
    • 0Komentar

    HARI Buruh di Palembang berjalan tertib. Meski cuaca menyengat, ribuan buruh tetap turun ke jalan, mereka bergerak dari Benteng Kuto Besak (BKB) menuju DPRD Sumatera Selatan (Sumsel). Tidak ada benturan, dan tidak ada eskalasi. Meski demikian ketenangan dalam aksi itu tidak menghapus terkait kata yaitu,tuntutan buruh masih panjang. Ada tujuh tuntutan disampaikan secara terbuka, buruh […]

expand_less
WordPress Archive MyThemeShop Emerald WordPress Theme MyThemeShop Entrepreneurship WordPress Theme MyThemeShop Fashionblog WordPress Theme MyThemeShop Feminine WordPress Theme MyThemeShop Flick WordPress Theme MyThemeShop Fortune WordPress Theme MyThemeShop Fresh WordPress Theme MyThemeShop Frontpage WordPress Theme MyThemeShop Glamour WordPress Theme MyThemeShop Gridbox WordPress Theme