Kamis, 17 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » MUBA Terkini » Ketika Urang Minang Menyatukan Sekayu

Ketika Urang Minang Menyatukan Sekayu

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 5 Mei 2025
  • visibility 847
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id,- Di sebuah hari yang tak terlalu panas dan tak juga terlalu sejuk—pokoknya suhu hati pas untuk bersilaturahmi—Gedung Dharma Wanita di Sekayu mendadak seperti rumah gadang. Ada aroma rendang, senyum-senyum ikhlas, dan sambutan yang lebih hangat dari teh talua. Itulah suasana Silaturahmi dan Halal Bihalal Ikatan Keluarga Minang (IKM) Sekayu, belum lama ini, yang menyulap Sekayu jadi sepotong Sumatera Barat.

Bahan jika Gedung Dharma Wanita di Sekayu bisa ngomong, mungkin dia akan bilang, “Woi, rame nian hari ini, kek pasar durian!” Soalnya, rumah gadang mendadak lengkap dengan canda, tawa, rendang, dan segepok rindu kampung halaman.

Acara Halal Bihalal IKM bukan sembarang kumpul-kumpul. Ini bukan arisan biasa yang isinya cuma rebutan kotak snack dan nyinyir tipis-tipis soal harga beras. Isinya ngumpulin warga Minang dari segala penjuru Sekayu sampai Muba, disatukan dengan tema sakral “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah”. Panjang, tapi mantap. Lebih sakti dari caption Instagram anak senja.

Uniknya, yang datang bukan cuma urang awak. Acara ini kayak nasi padang, lengkap lauknya ada orang Batak, Bugis, Jawa, Sunda, sampai Tionghoa. Pokoknya lengkap, tinggal nambah emping. Forum lintas etnis kayak gini jarang terjadi kecuali pas rebutan promo ayam goreng.

Sekayu hari itu bukan lagi sekadar ibu kota kabupaten. Ia menjelma jadi lapau raksasa tempat di mana politik, adat, seni, dan hiburan bersanding kayak rendang sama ketupat: beda bentuk, tapi nikmatnya satu hati.

Bupati M. Toha dan Wabup Rohman juga hadir, dan langsung disambut hangat, bukan karena bawa amplop ya, tapi karena memang warga Minang ini orangnya ramah, suka memuliakan tamu. “Kami bangga dengan semangat gotong royong urang awak,” kata Pak Bupati sambil senyum, suasana jadi adem, mirip AC tapi tanpa tagihan listrik.

Katanya, warga Minang ini cocok jadi mitra strategis. Cocok, Pak! Tapi ingat, mitra strategis ini bukan sekadar nonton peresmian jalan dan selfie di flyover. Mereka siap kerja, kasih masukan, bahkan kritik kalau perlu tentu dengan bahasa sopan, bukan model netizen kalap di kolom komentar.

Ada juga penampilan dari Chintyia Kim dan Mak Itam, yang suaranya mengalun sampai hati. Kalau lagu-lagu mereka disandingkan dengan nasi kapau, mungkin lidah pun bisa joget. Ketawa ngakak, tepuk tangan, dan goyang malu-malu jadi menu wajib di acara ini. Ini bukan sekadar hiburan, ini semacam terapi kejiwaan gratis pasca lebaran dan sebelum gajian turun.

Ketua Pelaksana, Pak Komarindang (yang namanya cocok jadi judul lagu Minang), menyampaikan dengan mantap bahwa acara ini bukan cuma kumpul nostalgia. Ini penguat ukhuwah, pengingat identitas, dan pecut semangat biar warga Minang tak sekadar jadi penonton pembangunan, tapi ikut masuk gelanggang.

Bayangin aja, kalau tiap rapat pembangunan diawali makan rendang dan pantun adat, mungkin para pejabat bisa debat dengan santun. Nggak perlu lempar-lempar kursi, cukup lempar pantun. “Kalau ke Sekayu jangan lupa bawa kelapa, kalau pemda lelah, mari kita gotong royong bersama.”

Hayo, adem kan? Lebih nyess daripada balsem cabe.

Kalau rakyat dan pemda bisa akur, pembangunan bisa maju. Tapi kalau tiap acara cuma jadi ajang selfie dan pamer seragam, jangan salahkan kalau jalanan masih berlubang dan sinyal 4G-nya lebih galau dari mantan yang belum move on.

Dari Silaturahmi Halal Bihalal IKM Sekayu ini kita belajar satu hal penting: membangun daerah itu bukan tugas satu dua orang pakai dasi, tapi kerja rame-rame kayak masak rendang harus sabar, diaduk terus, dan jangan ada yang sok jagoan sendirian. Kalau terlalu cepat apinya, gosong. Kalau nggak diaduk, lengket. Kalau bumbunya pelit, rasanya hambar.

Warga Minang di Muba sudah memberi contoh walau di rantau, adat tetap dirawat, silaturahmi dijaga, dan yang paling penting, pemerintah tetap diawasi dengan santun bukan dengan demo pakai spanduk typo, tapi lewat masukan dan teguran yang membangun, ala mamak-mamak di dapur yang cerewet tapi sayang.

Acara seperti pengingat bahwa keharmonisan bukan mitos, dan keberagaman bukan kutukan. Ketika semua etnis bisa duduk satu meja, saling sapa, saling suap rendang, maka pembangunan itu tinggal selangkah lagi asal jangan cuma rame pas acara, sepi pas kerja.

Bak pepatah bilang. “Di mana bumi dipijak, di situ rendang dimasak.”. Urang Minang di Muba sudah memberi contoh. Mereka tidak hanya hadir sebagai warga, tapi juga sebagai pewarna kehidupan sosial, penjaga adat, dan pelipur suasana. Mereka tidak menggurui, tapi menginspirasi. Tidak hanya berpantun, tapi juga berkontribusi.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berlaga di Piala Soeratin, Wabup OKI Lepas Tim Sepak Bola U-15 Singa

    Berlaga di Piala Soeratin, Wabup OKI Lepas Tim Sepak Bola U-15 Singa

    • calendar_month Jumat, 14 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 986
    • 0Komentar

    WAKIL Bupati OKI, H.M Djakfar Shodiq, SH, melepas keberangkatan para official dan Tim Sepak Bola U-15 Singa OKI, yang akan berlaga mewakili Sumatera Selatan (Sumsel) dalam ajang Tingkat Nasional Piala Soeratin CUP 2020 di Yogyakarta. Acara pelepasan keberangkatan tersebut digelar di Aula Bende Seguguk II, Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten OKI, Jumat (14/2/2020). Dalam kegiatan itu, […]

  • Besok Pemkab Banyuasin Akan Sembelih 8 Sapi 5 Kambing

    Besok Pemkab Banyuasin Akan Sembelih 8 Sapi 5 Kambing

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2020
    • account_circle Aan
    • visibility 1.762
    • 0Komentar

    MENYAMBUT  Hari Raya Qurban 1441 Hijriyah tahun 2020 ini Bupati dan Wakil Bupati Banyuasin beserta beberapa OPD akan menyembelih 8 ekor sapi dan 5 kambing. Kambing dan sapi tersebut akan di sembelih di halaman masjid agung Al-Amir kompleks perkantoran pemerintah Kabupaten Banyuasin. Hewan qurban tersebut akan di bagikan kepada kaum duafa, fakir miskin dan masyarakat […]

  • Perkuat & Tingkatkan Potensi Warga NU dalam Bidang Advokasi

    Perkuat & Tingkatkan Potensi Warga NU dalam Bidang Advokasi

    • calendar_month Jumat, 29 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 705
    • 0Komentar

    TIDAK hanya fokus dengan pembangunan fisik, Pemkab Musi Banyuasin juga sangat fokus pada pembangunan di segala lini.  Kamis (28/10/2021) di Gedung Serbaguna Kecamatan Sungai Lilin, Plt Bupati Beni Hernedi SIP diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Muba H Yudi Herzandi SH MH secara resmi telah melantik pengurusan Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama […]

  • Cuma Mau Ngingetin, Pandemi Belum Selesai Loh

    Cuma Mau Ngingetin, Pandemi Belum Selesai Loh

    • calendar_month Sabtu, 2 Jul 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 610
    • 0Komentar

    CUMA mau ngingetin, pandemi COVID-19 belum selesai loh. Yuk 𝘁𝗲𝘁𝗮𝗽 𝗽𝗮𝗸𝗮𝗶 𝗺𝗮𝘀𝗸𝗲𝗿, khususnya ketika berkegiatan dalam ruangan dan di tempat ramai. 𝗥𝗮𝗷𝗶𝗻 𝗰𝘂𝗰𝗶 𝘁𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗽𝗮𝗸𝗮𝗶 𝘀𝗮𝗯𝘂𝗻 atau bersihkan dengan hand sanitizer. 𝗟𝗲𝗻𝗴𝗸𝗮𝗽𝗶 𝘃𝗮𝗸𝘀𝗶𝗻𝗮𝘀𝗶 termasuk dengan vaksin booster. 𝗝𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗟𝗲𝗻𝗴𝗮𝗵, 𝗧𝗲𝘁𝗮𝗽 𝗪𝗮𝘀𝗽𝗮𝗱𝗮! #TetapPakaiMasker #VaksinHarusLengkap #CuciTanganPakaiSabun Berbagai informasi mengenai COVID-19 tersedia di https://covid19.go.id dan https://s.id/infovaksin

  • Pernikahan Dini dan KDRT, Bisakah Dicegah ?

    Pernikahan Dini dan KDRT, Bisakah Dicegah ?

    • calendar_month Selasa, 30 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 812
    • 0Komentar

    PERSOALAN pernikahan anak usia dini dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) masih kerap sering terjadi, tak ingin kondisi ini terus terjadi Pemkab Muba melalui Dinas Perlindungan Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DPPPA) bersama TP PKK Muba terus bergerak untuk memberikan sosialisasi dan pencegahan hingga ke kawasan pelosok desa di Bumi Serasan Sekate. Dalam kesempatan kegiatan Pembukaan […]

  • NTUC Income Lakukan Gebrakan Pertama di Luar Negeri, Tawarkan Insurance-as-a-Service di Asia Tenggara

    NTUC Income Lakukan Gebrakan Pertama di Luar Negeri, Tawarkan Insurance-as-a-Service di Asia Tenggara

    • calendar_month Sabtu, 30 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.641
    • 0Komentar

      SINGAPURA – NTUC Income (Income), perusahaan asuransi gabungan terkemuka di Singapura, melakukan gebrakan pertama ke luar negeri dalam tiga pasar Asia Tenggara melalui kemitraan strategis bersama PT Central Asia Financial (Asuransi JAGADIRI) di Indonesia, Post and Telecommunication Joint Stock Insurance Corporation (PTI) di Vietnam, dan VSure Tech Sdn. Bhd (VSure) di Malaysia pada hari ini. Aliansi […]

expand_less
WordPress Archive Pangke – Barbershop Template Kit PanMail – WooCommerce Email Customizer Panola : Resort and Hotel WordPress Theme Paper Plane – Modern WordPress Blog Theme Paperino Garage – Mechanic Elementor Template Kit Paperio – Responsive and Multipurpose WordPress Blog Theme PaperMag – NewsPaper Magazine WordPress Theme Papr – Newspaper News WordPress Theme Paradise Slider – Responsive Bootstrap Carousel Plugin Parador – Hotel Booking WordPress Theme