Kamis, 8 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » MUBA Terkini » Ketika Urang Minang Menyatukan Sekayu

Ketika Urang Minang Menyatukan Sekayu

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 5 Mei 2025
  • visibility 853
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id,- Di sebuah hari yang tak terlalu panas dan tak juga terlalu sejuk—pokoknya suhu hati pas untuk bersilaturahmi—Gedung Dharma Wanita di Sekayu mendadak seperti rumah gadang. Ada aroma rendang, senyum-senyum ikhlas, dan sambutan yang lebih hangat dari teh talua. Itulah suasana Silaturahmi dan Halal Bihalal Ikatan Keluarga Minang (IKM) Sekayu, belum lama ini, yang menyulap Sekayu jadi sepotong Sumatera Barat.

Bahan jika Gedung Dharma Wanita di Sekayu bisa ngomong, mungkin dia akan bilang, “Woi, rame nian hari ini, kek pasar durian!” Soalnya, rumah gadang mendadak lengkap dengan canda, tawa, rendang, dan segepok rindu kampung halaman.

Acara Halal Bihalal IKM bukan sembarang kumpul-kumpul. Ini bukan arisan biasa yang isinya cuma rebutan kotak snack dan nyinyir tipis-tipis soal harga beras. Isinya ngumpulin warga Minang dari segala penjuru Sekayu sampai Muba, disatukan dengan tema sakral “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah”. Panjang, tapi mantap. Lebih sakti dari caption Instagram anak senja.

Uniknya, yang datang bukan cuma urang awak. Acara ini kayak nasi padang, lengkap lauknya ada orang Batak, Bugis, Jawa, Sunda, sampai Tionghoa. Pokoknya lengkap, tinggal nambah emping. Forum lintas etnis kayak gini jarang terjadi kecuali pas rebutan promo ayam goreng.

Sekayu hari itu bukan lagi sekadar ibu kota kabupaten. Ia menjelma jadi lapau raksasa tempat di mana politik, adat, seni, dan hiburan bersanding kayak rendang sama ketupat: beda bentuk, tapi nikmatnya satu hati.

Bupati M. Toha dan Wabup Rohman juga hadir, dan langsung disambut hangat, bukan karena bawa amplop ya, tapi karena memang warga Minang ini orangnya ramah, suka memuliakan tamu. “Kami bangga dengan semangat gotong royong urang awak,” kata Pak Bupati sambil senyum, suasana jadi adem, mirip AC tapi tanpa tagihan listrik.

Katanya, warga Minang ini cocok jadi mitra strategis. Cocok, Pak! Tapi ingat, mitra strategis ini bukan sekadar nonton peresmian jalan dan selfie di flyover. Mereka siap kerja, kasih masukan, bahkan kritik kalau perlu tentu dengan bahasa sopan, bukan model netizen kalap di kolom komentar.

Ada juga penampilan dari Chintyia Kim dan Mak Itam, yang suaranya mengalun sampai hati. Kalau lagu-lagu mereka disandingkan dengan nasi kapau, mungkin lidah pun bisa joget. Ketawa ngakak, tepuk tangan, dan goyang malu-malu jadi menu wajib di acara ini. Ini bukan sekadar hiburan, ini semacam terapi kejiwaan gratis pasca lebaran dan sebelum gajian turun.

Ketua Pelaksana, Pak Komarindang (yang namanya cocok jadi judul lagu Minang), menyampaikan dengan mantap bahwa acara ini bukan cuma kumpul nostalgia. Ini penguat ukhuwah, pengingat identitas, dan pecut semangat biar warga Minang tak sekadar jadi penonton pembangunan, tapi ikut masuk gelanggang.

Bayangin aja, kalau tiap rapat pembangunan diawali makan rendang dan pantun adat, mungkin para pejabat bisa debat dengan santun. Nggak perlu lempar-lempar kursi, cukup lempar pantun. “Kalau ke Sekayu jangan lupa bawa kelapa, kalau pemda lelah, mari kita gotong royong bersama.”

Hayo, adem kan? Lebih nyess daripada balsem cabe.

Kalau rakyat dan pemda bisa akur, pembangunan bisa maju. Tapi kalau tiap acara cuma jadi ajang selfie dan pamer seragam, jangan salahkan kalau jalanan masih berlubang dan sinyal 4G-nya lebih galau dari mantan yang belum move on.

Dari Silaturahmi Halal Bihalal IKM Sekayu ini kita belajar satu hal penting: membangun daerah itu bukan tugas satu dua orang pakai dasi, tapi kerja rame-rame kayak masak rendang harus sabar, diaduk terus, dan jangan ada yang sok jagoan sendirian. Kalau terlalu cepat apinya, gosong. Kalau nggak diaduk, lengket. Kalau bumbunya pelit, rasanya hambar.

Warga Minang di Muba sudah memberi contoh walau di rantau, adat tetap dirawat, silaturahmi dijaga, dan yang paling penting, pemerintah tetap diawasi dengan santun bukan dengan demo pakai spanduk typo, tapi lewat masukan dan teguran yang membangun, ala mamak-mamak di dapur yang cerewet tapi sayang.

Acara seperti pengingat bahwa keharmonisan bukan mitos, dan keberagaman bukan kutukan. Ketika semua etnis bisa duduk satu meja, saling sapa, saling suap rendang, maka pembangunan itu tinggal selangkah lagi asal jangan cuma rame pas acara, sepi pas kerja.

Bak pepatah bilang. “Di mana bumi dipijak, di situ rendang dimasak.”. Urang Minang di Muba sudah memberi contoh. Mereka tidak hanya hadir sebagai warga, tapi juga sebagai pewarna kehidupan sosial, penjaga adat, dan pelipur suasana. Mereka tidak menggurui, tapi menginspirasi. Tidak hanya berpantun, tapi juga berkontribusi.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • GSMP Sumsel dan Ujian Manajemen Risiko, Apakah Program Ini Benar-Benar Menjawab Kebutuhan Masyarakat?

    GSMP Sumsel dan Ujian Manajemen Risiko, Apakah Program Ini Benar-Benar Menjawab Kebutuhan Masyarakat?

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 40
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Program Gerakan Sumatera Selatan Mandiri Pangan (GSMP) membawa tujuan yang sulit dibantah, memperkuat ketahanan pangan bahkan tujuannya bisa mendorong masyarakat, agar lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan. Namun, program pangan tidak pernah cukup dinilai dari seberapa baik rencana disusun atau seberapa lengkap aturan dibuat. Ujian sebenarnya justru terjadi ketika program itu berhadapan dengan […]

  • Mengenal Selami 8 K, Era Baru Pembuatan Film Beresolusi Tinggi Menurut Sinematografer Bawah Air Pawel Achtel, Intip Yuk !

    Mengenal Selami 8 K, Era Baru Pembuatan Film Beresolusi Tinggi Menurut Sinematografer Bawah Air Pawel Achtel, Intip Yuk !

    • calendar_month Sabtu, 9 Mar 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.220
    • 0Komentar

      Dunia videografi dan pembuatan film terus berkembang, dengan teknologi baru yang melampaui batas yang bisa dilakukan. Hal terbaru dari teknologi ini adalah video beresolusi 8K yang menghadirkan level detail dan kejernihan baru yang tak terbayangkan sebelumnya. Dengan 8K, pembuat film dan videografer dapat menghasilkan gambar – baik di atas maupun di bawah permukaan laut – dengan presisi dan realisme […]

  • Sebagai Kabupaten Milenial, Prabumulih Harus Selalu Up Date

    Sebagai Kabupaten Milenial, Prabumulih Harus Selalu Up Date

    • calendar_month Jumat, 18 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 825
    • 0Komentar

    KABUPATEN /kota seSumsel diberikan kebebasan sepenuhnya oleh Gubernur Sumsel H.Herman Deru untuk melakukan inovasi program. demi memajukan daerah masing-masing. Hanya saja inovasi tersebut harus dapat menurunkan angka kemiskinan di Sumsel hingga satu digit. Pernyataan itu diungkapkan Gubernur Sumsel H.Herman Deru saat menghadiri hari jadi Kota Prabumulih ke-18 dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Prabumulih VI Masa […]

  • 3 BUMN Sinergi Pengadaan Pupuk

    3 BUMN Sinergi Pengadaan Pupuk

    • calendar_month Jumat, 27 Apr 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 891
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Jakarta – Tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), PT Pupuk Indonesia (Persero), dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III melakukan kerja sama untuk memenuhi kebutuhan pupuk urea dan NPK Chemical untuk perkebunan di lingkungan holding PTPN III oleh Pupuk Indonesia (PI), serta BNI berperan memberikan fasilitas perbankan dan […]

  • Pemprov Siap Fasilitasi BPK RI Lakukan Pemeriksaan Laporan Keuangan TA 2018

    Pemprov Siap Fasilitasi BPK RI Lakukan Pemeriksaan Laporan Keuangan TA 2018

    • calendar_month Selasa, 12 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.312
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Kalangan Partai Politik (Parpol) yang mendapatkan kucuran dana keuangan bantuan Partai Politik dari APBD Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2018. Diharapkan segera menyampaikan laporan keuangannya ke BPK melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) setempat. Hal tersebut diungkapkan Kepala Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Sumatera Selatan,  Maman Abdulrahman  saat melakukan audensi dengan Gubernur […]

  • Patin Sumsel Tembus Nomor 1 Nasional, Sektor Perikanan Didorong Jadi Komoditas Unggulan

    Patin Sumsel Tembus Nomor 1 Nasional, Sektor Perikanan Didorong Jadi Komoditas Unggulan

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 29
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID –  Ikan patin bukan sekadar komoditas perikanan yang banyak dibudidayakan di Sumatera Selatan. Produksinya kini tercatat berada di posisi pertama secara nasional. Capaian tersebut menjadi modal untuk mendorong sektor perikanan Sumsel berkembang lebih jauh dan memiliki daya saing yang lebih kuat. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melihat potensi itu masih bisa diperbesar. Dukungan terhadap […]

expand_less
WordPress Archive Pangke – Barbershop Template Kit PanMail – WooCommerce Email Customizer Panola : Resort and Hotel WordPress Theme Paper Plane – Modern WordPress Blog Theme Paperino Garage – Mechanic Elementor Template Kit Paperio – Responsive and Multipurpose WordPress Blog Theme PaperMag – NewsPaper Magazine WordPress Theme Papr – Newspaper News WordPress Theme Paradise Slider – Responsive Bootstrap Carousel Plugin Parador – Hotel Booking WordPress Theme