Jumat, 9 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » Pernikahan Dini dan KDRT, Bisakah Dicegah ?

Pernikahan Dini dan KDRT, Bisakah Dicegah ?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 30 Jul 2019
  • visibility 819
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PERSOALAN pernikahan anak usia dini dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) masih kerap sering terjadi, tak ingin kondisi ini terus terjadi Pemkab Muba melalui Dinas Perlindungan Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DPPPA) bersama TP PKK Muba terus bergerak untuk memberikan sosialisasi dan pencegahan hingga ke kawasan pelosok desa di Bumi Serasan Sekate.

Dalam kesempatan kegiatan Pembukaan Sosialisasi Pencegahan Pernikahan pada Usia Anak Serta Upaya Pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dalam Perempuan di Auditorium Pemkab Muba, Selasa (30/7/2019).

Ketua TP PKK Muba Thia Yufada Dodi Reza menyebutkan, salah satu faktor terjadinya pernikahan usia dini dikarenakan masih minimnya pengetahuan masyarakat terutama yang berada di kawasan pelosok.

“Oleh sebab itu, TP PKK Muba beserta organisasi perempuan lainnya di Muba harus intensif mengerahkan anggota dan pengurus untuk lebih intens melakukan sosialisasi dan edukasi terhadap pencegahan pernikahan anak usia dini serta KDRT,” ungkapnya.

Menurut Thia, tugas dalam pencegahan pernikahan usia dini dan KDRT ini juga merupakan tugas kita bersama sama kaum pria khususnya kalangan bapak-bapak.

“Kita harus satu persepsi bahwa tugas untuk mencegah pernikahan anak usia dini dan KDRT ini adalah tugas kita bersama bukan hanya tugas kalangan ibu-ibu,” untuk itu dengan adanya keharmonisan dalam keluarga meminimalisir terjadinya kekerasan dalam rumah tangga dan pernikahan dini,” terangnya.

Dia melanjutkan, persoalan lainnya yang menjadi pemicu KDRT, yakni karena masih mendominasinya ketergantungan perempuan terhadap laki-laki. “Kondisi ini pula yang seringkali membuat perempuan bungkam, padahal perempuan itu sendiri harus mandiri,” tegasnya.

Dalam sambutannya Bupati Muba Dodi Reza mengatakan upaya pencegahan pernikahan usia dini dan KDRT menjadi tugas bersama dan konsen Pemkab Muba untuk terus memininalisirnya.

“Kita ketahui bebeberapa waktu lalu ada kejadian di Muba ini pernikahan anak usia dini, ke depan semoga tidak terulang lagi dan kita semua akan memaksimalkan edukasi dan sosialisasi pencegahannya,” tegas Dodi.

Dikatakan Ayah dari kembar Attali dan Aletta, pernikahan anak usia dini banyak memberikan dampak yang tidak baik terutama bagi kesehatan. “Apalagi kalau anak perempuan itu akan mengandung, ini akan sangat beresiko bagi kesehatan ibu dan janin,” ulasnya.

Sementara itu, pada kegiatan tersebut turut diisi Motivator nasional yakni Founder of Freedom of Life, Louis Sastrawijaya menuturkan orangtua harus paham dan satu suara bahwa pernikahan anak usia dini sangat berbahaya dan memberikan efek yang tidak baik.

“Hak remaja anak dirampas, dan ini harus dicegah. Untuk pencegahan ini menjadi peranan orangtua dan lingkungan sekitar,” ulasnya.

Louis menyebutkan, orangtua jadilah bijaksana untuk memiliki anak dengan masa depan yang cerah.

“Ayo kita sama-sama mencegah pernikahan usia dini, dimulai dari keluarga kita masing-masing untuk mengambil peran pencegahan,”paparnya.

 

5 Faktor Penyebab Pernikahan Dini

Budaya negatif kita stop, ajakan pernikahan dini kita bilang stop, pernikahan dini juga kadang disebabkan  “ kecelakaan” juga mestinya kita bilang STOP maka perlu kita awasi ingatkan dan perlu pengertian anak anak kita dan pernikahan dini juga disebabkan oleh faktor ekonomi, kalau mau nikahkan  anak jangan korban kan anak kita dengan faktor itu Stop alasan Faktor ekonomi dengan bekerja keras dan belajar hemat, Faktor Pendidikan juga mempengaruhi untuk itu peran kita mengingatkan mereka para sahabat dan temen temen kita berikan informasi kemereka sehingga mereka tau akibat pernikahan dini dan terakhir faktor Emosional maksudnya karena masih labil dan stop Emosional dan jika menikah jangan karena bujukan dan emosi kita menikahkan anak dengan dengan umur sesuai yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan anak anak  kita lindungi,”  pungkasnya.

Pada kesempatan kegiatan Pembukaan Sosialisasi Pencegahan Pernikahan pada Usia Anak Serta Upaya Pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Dalam Perempuan di Auditorium Pemkab Muba turut pula dihadiri Pimpinan Forkopimda Muba, Sekretaris Daerah Kab Muba Drs Apriyadi MSi, Wakil Ketua TP PKK Susi Imelda Beni Hernedi, Ketua DWP Muba Asna Aini Apriyadi, serta Para Kepala Perangkat Daerah, Para Camat serta Anak- anak SMP dan SMA dalam Kecamatan Sekayu Kabupaten Muba.[**]

Penulis : rilis humas

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bea Cukai Musnakan Barang Penindakan Senilai Rp2,5 Miliar

    Bea Cukai Musnakan Barang Penindakan Senilai Rp2,5 Miliar

    • calendar_month Kamis, 25 Jan 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.219
    • 0Komentar

    Pengawasan dan peredaran  barang kena cukai  (BKC) berupa hasil  tembakau serta minuman  mengandung etil alcohol (MMEA)

  • mandi-junub-wajib

    Belum Mandi Junub Hingga Lewat Imsak, Sahkah Puasanya? Ini Penjelasan Detail Ahli Fikih

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Bono
    • visibility 1.130
    • 0Komentar

    Memasuki hari-hari awal Ramadan 1447 H, berbagai pertanyaan seputar teknis ibadah mulai bermunculan di tengah masyarakat. Salah satu keraguan yang paling sering muncul adalah mengenai status puasa seseorang yang belum sempat melakukan mandi wajib (mandi junub) hingga waktu Imsak terlewati atau bahkan saat azan Subuh berkumandang. Apakah puasa tersebut tetap sah, atau justru dianggap batal? […]

  • Hand Sanitizer Berbahan Serai Asli Linggau, Penasaran ?

    Hand Sanitizer Berbahan Serai Asli Linggau, Penasaran ?

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.269
    • 0Komentar

    MASA Pandemi Covid19 tentu tidak mengurangi produktifitas ataupun kreatifitas. Seperti yang dilakukan Pemkot Lubuklinggau yang telah mengeluarkan kreatifnya untuk membuat Hand sanitizer berbahan daun sereh wangi. Bahkan produk asli Lubuklinggau ini sangat di apresiasi oleh Gubernur Sumsel Herman Deru. “Sebagai warga Sumsel pasti cinta prodak Sumsel. Salah satunya yang saya bawak handsanitizer dengan aroma sereh […]

  • BUMDes Mulyo Barokah Muba Mampu Raup Omzet Rp 15 Milyar Perbulan

    BUMDes Mulyo Barokah Muba Mampu Raup Omzet Rp 15 Milyar Perbulan

    • calendar_month Rabu, 18 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 882
    • 0Komentar

    GUNA lebih membangkitkan geliat usaha ditingkat desa, Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA resmikan gedung Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mulyo Barokah dan Masjid Alfalah di Mulyo Asih Kecamatan Keluang, Selasa (17/11/2020). BUMDes Mulyo Barokah ini jenis usaha yang dikelola sesuai dengan potensi yang ada yaitu supplier tanda buah […]

  • WhatsApp Dikabarkan Bakal Luncurkan Lagi Fitur Baru

    WhatsApp Dikabarkan Bakal Luncurkan Lagi Fitur Baru

    • calendar_month Kamis, 18 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 835
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA– WhatsApp [WA] terus berinovasi dengan selalu memberikan fitur baru untuk para pelanggannya di dunia. Perusahan telah merilis opsi mute untuk obrolan yang mengirimkan Anda spam dengan terlalu banyak pesan di notifikasi. Bersamaan dengan ini perusahaan dilaporkan telah mengaktifkan mode diam baru untuk semua pengguna. Dilansir Neowin, Kamis (18/10/2018), perusahan telah merilis opsi mute untuk […]

  • Masyarakat Lebak dan Sukabumi  Rasakan Guncangan Kuat Beberapa Detik Dampak dari  Gempa M5,1

    Masyarakat Lebak dan Sukabumi Rasakan Guncangan Kuat Beberapa Detik Dampak dari Gempa M5,1

    • calendar_month Rabu, 14 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.001
    • 0Komentar

    MASYARAKAT Lebak dan Sukabumi merasakan guncangan gempa dengan magnitudo (M) 5,1 pada Rabu (14/4/2021), pukul 13.28 WIB. Pusat gempa berada di laut 59 km barat daya Bayah, Kabupaten Lebak dan berkedalaman 17 km. Melansir situs resmi BNPB menyebutkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak menginformasikan masyarakat di wilayahnya merasakan guncangan sedang selama 2 hingga […]

expand_less
WordPress Archive Airi – Minimal WooCommerce Theme AirMenu – Responsive Fullscreen Navigation WordPress Plugin Airtech – Plumber WordPress theme Airvice - AC Repair Services WordPress Theme AIT Advanced Filters AIT Advanced Search AIT Announcements Bar AIT Citadela Blocks AIT Citadela Directory AIT Citadela Pro