Rabu, 9 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » MUBA Terkini » 2 Sekawan Basmi Buta Hukum Desa di Muba

2 Sekawan Basmi Buta Hukum Desa di Muba

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 22 Mei 2025
  • visibility 853
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id – Kalau dulu hukum terasa seperti tamu asing yang hanya mampir di kota dan tak pernah betah singgah di desa, kini Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) sedang merombak peta perjalanan itu. Hukum tak lagi milik orang berjas yang berkantor di pinggir kota, tapi juga milik Pak RT, Bu Lurah, sampai warga yang tiap pagi nyemprot hama di sawah.

Melalui pembentukan Kelompok Keluarga Sadar Hukum (Kadarkum) dan Pos Bantuan Hukum (Posbankum) di 229 desa dan 13 kelurahan, Muba tengah menyulam jaring perlindungan hukum yang merata.

Ibarat menjemur ikan asin, kini hukum dijemur di pelataran desa agar kering dari prasangka dan amis dari ketidaktahuan.

“Banyak perkara hukum lahir dari desa, bukan karena jahat, tapi karena tak tahu,” ujar Dr. Ardiansyah SE MM, Asisten I Setda Muba, mewakili Bupati Muba, dalam rapat resmi yang digelar pada 21 Mei 2025.

Kalimat ini layaknya peribahasa ‘Karena nila setitik, rusak susu sebelanga’ ,satu kesalahan kecil di desa bisa menular jadi konflik besar bila tak ada pengetahuan hukum yang memadai.

Langkah Muba ini bukan sekadar tambal sulam atau pencitraan musim pemilu, ini gerakan strategis. Saat sebagian daerah lain masih sibuk membangun tugu, Muba sibuk membangun kesadaran hukum. Sebuah modal sosial yang nilainya tak bisa dinilai hanya dari jumlah gedung atau panjang jalan yang diaspal.

Dalam konsep ini, Posbankum ibarat pos ronda hukum. Tempat bertanya, mengadu, dan minta solusi sebelum perkara berubah jadi pidana. Di sampingnya, Kadarkum hadir sebagai “komunitas waras” yang menjembatani logika hukum dengan nalar kampung.

Tak semua warga mengerti pasal-pasal, tapi mereka tahu mana yang salah dan mana yang melanggar, asal dijelaskan dengan bahasa sehari-hari.

Lihatlah, 15 kelompok Kadarkum dan Posbankum yang sudah terbentuk kini jadi pilot project. Tak lagi hanya jadi nama di papan, tapi jadi tempat berlindung bagi mereka yang terlanjur masuk pusaran konflik.

Penyuluh Hukum dari Kemenkumham Sumsel, Asnedi SH MH, bahkan menyebut Muba bisa jadi kabupaten pertama di Sumatera Selatan yang tuntas membentuk Posbankum dan Kadarkum. Kalau ini tercapai, bukan hanya rekor administratif, tapi juga sejarah yang akan tercatat dengan tinta hukum rakyat.

Dan jangan lupakan pelatihan paralegal. Ini bukan lomba pidato hukum, tapi pelatihan praktis. Agar nanti, ketika warga desa harus bersuara di hadapan hukum, mereka tak gagap dan tak gentar. Di situlah kedaulatan hukum rakyat lahir.

Pepatah bilang “Bila hukum tajam ke bawah dan tumpul ke atas, maka yang harus diasah adalah kesadarannya, bukan hanya pisaunya.” Maka yang dilakukan Muba adalah mengasah kesadaran itu dari hulu hingga hilir, dari kepala desa hingga warga.

Apa yang dibangun Muba hari ini adalah ladang masa depan. Bukan padi dan sawit yang ditanam, tapi benih keadilan. Di tengah zaman ketika hukum kadang hanya jadi tontonan, Muba memilih menjadikannya tuntunan. Ini bukan sekadar program, ini ikhtiar agar hukum benar-benar hadir dalam kehidupan sehari-hari tak hanya di pengadilan, tapi juga di warung kopi dan musyawarah dusun.

Jika Muba konsisten melangkah, maka tak mustahil suatu hari nanti pepatah ini berubah “Kalau ingin tahu wajah hukum di Indonesia, lihatlah ke Muba.”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Perbedaan Karantina dan Isolasi

    Ini Perbedaan Karantina dan Isolasi

    • calendar_month Sabtu, 5 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 628
    • 0Komentar

    JURU Bicara Pemerintah Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, menyatakan bahwa karantina dan isolasi penting dilakukan untuk menekan laju penularan COVID-19 secara siginifikan dan secara prinsipil keduanya tidak terlalu ada perbedaan. “Perlu ditekankan istilah karantina dan isolasi adalah hal yang berbeda secara definisi,” kata Wiku dalam konferensi pers, Jumat (4/2/2022). Dia menjelaskan, bahwa karantina adalah upaya memisahkan […]

  • Lantik 7 Kades, Wabup Pesan 2 Ini  

    Lantik 7 Kades, Wabup Pesan 2 Ini  

    • calendar_month Senin, 13 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 850
    • 0Komentar

    PEMERINTAH memberi peran penting kepada desa. Tidak hanya sebagai obyek  pembangunan, desa kini turut berperan membangun bangsa. “Desa gerbang terdepan akan maju atau mundurnya pembangunan bangsa. Untuk itu, dengan UU Desa dan penggelontoran Dana Desa Pemrintah ingin Desa lebih mandiri dan maju,” ungkap Wakil Bupati, H. M. Djakfar Shodiq usai melantik tujuh Kepala Desa terpilih […]

  • 2 Kantong  Alat Bekas Medis Ditemukan  Warga Di Sungai, Berbahayakah ?

    2 Kantong  Alat Bekas Medis Ditemukan  Warga Di Sungai, Berbahayakah ?

    • calendar_month Kamis, 15 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.492
    • 0Komentar

    SEORANG warga memposting diakun medsos telah menemukan alat bekas medis hanyut terbawa arus sungai. Dalam postingannya, terlihat dua kantong limbah medis yang dibungkus karung plastik berwarna kuning. Ternyata limbah tersebut tergolong bahan berbahaya dan beracun (B3).  Bahan-bahan itu antara lain, adalah jarum suntik dan botol obat-obatan dalam bentuk cairan. Diduga limbah medis tersebut sengaja dibuang […]

  • Gandeng KPK, Paslon Kepala Daerah di Sumsel  Bakal Dibekalin  Pemilukada Berintegritas

    Gandeng KPK, Paslon Kepala Daerah di Sumsel  Bakal Dibekalin  Pemilukada Berintegritas

    • calendar_month Rabu, 7 Mar 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 897
    • 0Komentar

    Dan koordinasi rencana kerjasama pelaksanaan kelas Politik Cerdas Berintegritas (PCB).

  • Gelar Rekonstruksi, Motif Pembunuhan Malam Takbiran Terungkap

    Gelar Rekonstruksi, Motif Pembunuhan Malam Takbiran Terungkap

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 1.139
    • 0Komentar

    POLISI menggelar rekonstruksi pembunuhan di Sukarami pada malam hari raya Idul Fitri atau pada 23 Mei lalu. TH, seorang remaja berusia 16 tahun warga Alang Alang Lebar, ditetapkan sebagai tersangka setelah terbukti menghabisi nyawa korban berinisial KL, usia 18 tahun. Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP Nuryono menerangkan, peristiwa bermula saat tersangka terlibat perkelahian dengan seseorang […]

  • Pohon Tumbang di Jalan Merdeka, Walikota Pantau Lokasi

    Pohon Tumbang di Jalan Merdeka, Walikota Pantau Lokasi

    • calendar_month Kamis, 7 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 939
    • 0Komentar

      WALI Kota Palembang H Harnojoyo, usai melaksanakan shalat tarawih langsung meninjau keadaan, pohon tumbang di jalan Merdeka,Rabu malam (6/4/2022). Dengan menggunakan jas hujan warna kuning, orang nomor satu di Palembang ini, memantau evakuasi pohon yang menutup ruas jalan protokol Palembang. “Terimakasih pada dinas terkait yang cepat tanggap atas musibah ini, saya minta dinas terkait […]

expand_less
WordPress Archive WordPress Movies Bulk Importer WordPress Multi-site Reports WordPress Multilingual All Import Addon WordPress Multilingual CMS Navigation WordPress Multilingual CMS WordPress Plugin WordPress Multilingual Contact Form 7 Addon WordPress Multilingual Gravity Forms Multilingual Add-On WordPress Multilingual MailChimp WordPress Multilingual Media Add-On WordPress Multilingual Multisite