Senin, 17 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pertambangan & Energi » Perut Bumi Bikin Muba Nggak Sesak Napas Lagi

Perut Bumi Bikin Muba Nggak Sesak Napas Lagi

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
  • visibility 3.260
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KAS daerah diibaratkan tubuh manusia, mungkin sekarang Muba lagi kayak orang habis lari maraton 10 kilometer, ngos-ngosan, keringetan, tapi masih nekat senyum biar kelihatan kuat di depan rakyat. Untungnya, sebentar lagi ada oksigen tabung dari perut bumi Participating Interest (PI) 10 persen. Nah, ini dia yang katanya bakal jadi “napas buatan” buat Muba di tengah kondisi fiskal yang mulai megap-megap.

Jadi gini ceritanya. Pemerintah lewat Kementerian ESDM baru aja memperbarui aturan  Peraturan Menteri ESDM Nomor 1 Tahun 2025. Intinya, daerah penghasil migas, termasuk Kabupaten Muba, bakal dapat jatah PI 10 persen dari hasil pengelolaan migas di wilayahnya. Dan kabar baiknya, Muba tinggal selangkah lagi buat nyicip kue itu.

Muba udah pasang kuda-kuda sejak awal. Katanya, PI 10 persen ini bukan cuma rezeki nomplok, tapi “darah baru” buat keuangan daerah. Apalagi tahun depan, TKD alias Transfer ke Daerah bakal dipotong. Lah, belum mulai tahun aja udah deg-degan duluan.

“Ini sumber pendapatan baru buat Muba,” ujar Apriyadi saat masih menjadi Sekda Pemkab Muba dalam Rapat di Kantor Dinas ESDM Sumsel, Palembang, Senin kemarin (3/11/2025).
Waktu itu beliau nggak sendirian rombongan lengkap kayak tim Avenger  ada Kabag Hukum, Kabag Perekonomian, Kabag SDA, sampai Dirut PT Muba Energi Maju Berjaya, Dr. Donny Meilano. Lengkap sudah, tinggal nunggu ‘aksi di lapangan’.

Nah, biar nggak asal comot, prosesnya mesti lewat tahapan yang disebut due diligence  istilah kerennya, semacam pemeriksaan kelayakan.

Jadi, sebelum duit migas itu benar-benar mengalir, harus dipastikan dulu siapa yang berhak, siapa yang kuat, dan siapa yang beneran mampu ngelola.

Ada tiga lembaga independen yang ngajuin diri buat ngecek, yaitu Politeknik Akamigas Palembang, LAPI ITB, dan PT Paleopetro.
Dan akhirnya, setelah debat ala ‘sidang Avengers’, dipilihlah Politeknik Akamigas Palembang.

Alasan klasik tapi logis, lengkap administrasinya, SDM-nya siap, dan ya… namanya juga anak daerah, masa ladang sendiri diserahkan ke orang luar?

Kepala Dinas ESDM Sumsel, Hendriansyah ST MSi, bilang, sekarang prosesnya udah sampai tahapan enam menuju tujuh, deadline-nya 26 November 2025.
Bahasanya kayak lomba tujuh pos pramuka, tinggal satu lagi sampai finish.
Kalau lancar, akhir tahun ini Muba udah bisa cuci muka pakai duit minyak.

Tapi… jangan keburu senang dulu. Duit PI 10 persen ini bukan sulap yang langsung bikin jalan mulus, kantor kinclong, dan PAD meroket.
Butuh manajemen, integritas, dan perencanaan. Kalau salah kelola, bisa-bisa uang yang niatnya buat oksigen malah jadi racun.

Sekda Apriyadi udah wanti-wanti, PI ini harus dikelola transparan dan produktif.
Jangan sampai jadi uang dingin yang cuma nongkrong di rekening daerah, atau malah jadi bahan rebutan politik menjelang pilkada.
Sebab, kayak pepatah lama bilang  “rezeki itu kalau tak pandai menampung, bisa tumpah sebelum sampai ke piring”.

Secara ekonomi, PI 10 persen ini potensinya gede banget.
Bayangin, kalau harga minyak dunia lagi naik, nilai PI daerah juga ikut terdongkrak.
Artinya, Muba punya peluang dapat sumber pendapatan non-pajak yang berkelanjutan.

Tapi di sisi lain, Muba juga harus realistis. Produksi migas nasional udah mulai menurun beberapa tahun terakhir.
Ladang minyak bukan sumur ajaib yang bisa disedot terus. Maka strategi jangka panjangnya, hasil dari PI ini harus jadi modal transformasi ekonomi.
Misal, sebagian dialokasikan buat bangun energi terbarukan, pendidikan vokasi migas, atau pengembangan industri turunan.

Kalau Muba cuma jadi penonton di ladang sendiri, ya percuma juga.
Makanya, berdirinya PT Muba Energi Maju Berjaya itu langkah cerdas.
Daerah punya kendaraan sendiri buat ikut bermain, bukan sekadar nunggu bagi hasil dari pusat.

Kemandirian daerah

Cerita PI 10 persen ini bukan sekadar tentang uang. Ini soal kemandirian daerah, bagaimana Muba belajar berdiri di atas kaki sendiri, menggali potensi alam dengan otak, bukan cuma dengan bor.

Kalau dulu orang bilang, “rejeki itu ada di tangan Tuhan”, sekarang tambahannya “…asal kita mau buka tangan, bukan cuma buka proposal”.

Artinya, daerah jangan cuma berharap dari transfer pusat. Muba udah benar  cari peluang dari aset sendiri. Tapi ingat, migas itu sumber daya yang bakal habis, sementara kebutuhan rakyat nggak pernah habis. Jadi, kalau sekarang dapat durian runtuh dari perut bumi, jangan langsung pesta makan durian rame-rame  sisakan bijinya buat ditanam lagi.

PI 10 persen ini ibarat napas baru buat Muba  oksigen yang datang di saat kas daerah lagi sesak. Tapi oksigen pun harus dikelola kebanyakan bisa bikin pusing, kekurangan bisa bikin pingsan.

Maka itu, pemerintah daerah mesti pintar ngatur ritme, misalnya kelola dengan profesional lewat BUMD yang kuat, gunakan hasilnya untuk investasi jangka panjang, bukan konsumsi sesaat, libatkan masyarakat biar tahu ke mana arah duitnya mengalir.

Kalau semua itu dijalankan, bukan mustahil Muba suatu saat bisa dikenal bukan cuma karena minyaknya, tapi karena kemampuannya mengolah “berkah perut bumi” jadi kesejahteraan yang nyata.

Dan kalau itu terjadi, baru bisa kita bilang dengan bangga “Perut bumi memang nggak cuma ngasih minyak — tapi juga napas panjang buat masa depan Muba”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Uang Beredar Tumbuh Terjaga Pada Juli 2021

    Uang Beredar Tumbuh Terjaga Pada Juli 2021

    • calendar_month Jumat, 27 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 846
    • 0Komentar

    LIKUIDITAS perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Juli 2021 tetap tumbuh terjaga. Posisi M2 pada Juli 2021 tercatat sebesar Rp7.149,2 triliun atau tumbuh 8,9% (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 11,4% (yoy). Pertumbuhan uang beredar Juli 2021 terutama disebabkan oleh komponen uang beredar sempit (M1) sebesar 14,9% (yoy) dan uang kuasi […]

  • Jelang Iduladha, Pesan-pesan Kabareskrim Ini Patut Jadi Bahan Intropeksi Bagi Masyarakat Pada Masa Pandemi Covid-19

    Jelang Iduladha, Pesan-pesan Kabareskrim Ini Patut Jadi Bahan Intropeksi Bagi Masyarakat Pada Masa Pandemi Covid-19

    • calendar_month Senin, 19 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 807
    • 0Komentar

    MENJELANG Iduladha 1443 H, yang jatuh besok selasa, 20 Juli 2021, KabareskrimPolri, Komjen. Pol. Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H., turut menyampaikam pesan kepada seluruh masyarakat Indonesia. Mantan Kapolda Sumut tersebut mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentuh Idul adha tersebut untuk meninggalkan sifat-sifat buruk yang ada di diri masing-masing. “Melalui momen Iduladha ini, sembelihlah sifat-sifat hewani […]

  • Gandeng Ormas & LSM Turut Andil Atasi Dampak Covid 19 

    Gandeng Ormas & LSM Turut Andil Atasi Dampak Covid 19 

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.285
    • 0Komentar

    GUBERNUR Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru menghimbau untuk semua organisasi masyarakat maupun lembaga swadaya masyarakat, untuk bersama-sama turut andil dalam mengatasi dampak pandemi covid 19. Hal tersebut disampaikannya langsung usai menghadiri Bakti Sosial (bansos) perlengkapan alat tulis sekolah untuk Fakir Miskin/yatim piatu, di Aula Kantor Dinas Pendidikan Kota Palembang (24/8/2020). Acara yang diinisiasi […]

  • Puasa Tetap Sehat & Epic Ala Dian Sastrowardoyo  

    Puasa Tetap Sehat & Epic Ala Dian Sastrowardoyo  

    • calendar_month Jumat, 31 Mar 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 742
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, – Sebagai seorang pekerja seni dan aktivis sosial, Dian Sastrowardoyo dikenal aktif menerapkan serta mengkampanyekan gaya hidup sehat. Selain mengonsumsi makanan sehat, aktris yang akrab disapa Dian ini juga rutin menjalankan berbagai macam aktivitas olahraga, mulai dari jogging, Zumba, hingga tenis. Untuk menjaga rutinitas kesehatannya, Dian butuh smartphone yang dapat mendukung aktivitas fisik dan produktivitas yang optimal sepanjang […]

  • Cegah Karhutla di Musim Kemarau, OKI Ajak Elemen Tanggulangi Bersama

    Cegah Karhutla di Musim Kemarau, OKI Ajak Elemen Tanggulangi Bersama

    • calendar_month Kamis, 6 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 936
    • 0Komentar

    PEMKAB Ogan Komering Ilir [OKI] mengajak seluruh elemen untuk sigap dan berperan aktif menanggulangi kebakaran hutan dan lahan [karhutla] saat musim kemarau mendatang. Menurut Bupati OKI, Iskandar, SE sekecil apapun upaya dari setiap elemen masyarakat ujar Iskandar akan dioptimalkan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan. “Kalau dulu semangatnya adalah keroyokan, tahun ini tetap sama tapi […]

  • Wujudkan Produk Halalan Thoyyiban, BPOM Kerjasama Dengan Kemenag Sumsel

    Wujudkan Produk Halalan Thoyyiban, BPOM Kerjasama Dengan Kemenag Sumsel

    • calendar_month Rabu, 1 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 786
    • 0Komentar

    KEPALA Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Palembang Drs. Martin Suhendri Apt. M.Farm melakukan kunjungan ke Kanwil Kemenag Sumsel, Rabu (1/9). Selain untuk silaturahim, pertemuan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi kedua lembaga dalam mewujudkan produk halal dan thoyyib (baik-red) di Sumatera Selatan. Kedatangan Martin dan rombongan disambut Kakanwil Kemenag Sumsel Dr. Drs. H. […]

expand_less
WordPress Archive Amity – Charity & Donation Elementor WordPress Theme Amoja – Resort & Hotel WordPress Theme Amokachi | Portfolio WordPress Theme Amoor – Creative Agency & Portfolio WordPress Theme Amortez – Real Estate Group WordPress Theme + RTL Amory - A Responsive WordPress Blog Theme Amory Blog – A Responsive WordPress Blog Theme Amos – Creative WordPress AMP Cache for WordPress AMP Email