Sabtu, 10 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pertambangan & Energi » Perut Bumi Bikin Muba Nggak Sesak Napas Lagi

Perut Bumi Bikin Muba Nggak Sesak Napas Lagi

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
  • visibility 3.277
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KAS daerah diibaratkan tubuh manusia, mungkin sekarang Muba lagi kayak orang habis lari maraton 10 kilometer, ngos-ngosan, keringetan, tapi masih nekat senyum biar kelihatan kuat di depan rakyat. Untungnya, sebentar lagi ada oksigen tabung dari perut bumi Participating Interest (PI) 10 persen. Nah, ini dia yang katanya bakal jadi “napas buatan” buat Muba di tengah kondisi fiskal yang mulai megap-megap.

Jadi gini ceritanya. Pemerintah lewat Kementerian ESDM baru aja memperbarui aturan  Peraturan Menteri ESDM Nomor 1 Tahun 2025. Intinya, daerah penghasil migas, termasuk Kabupaten Muba, bakal dapat jatah PI 10 persen dari hasil pengelolaan migas di wilayahnya. Dan kabar baiknya, Muba tinggal selangkah lagi buat nyicip kue itu.

Muba udah pasang kuda-kuda sejak awal. Katanya, PI 10 persen ini bukan cuma rezeki nomplok, tapi “darah baru” buat keuangan daerah. Apalagi tahun depan, TKD alias Transfer ke Daerah bakal dipotong. Lah, belum mulai tahun aja udah deg-degan duluan.

“Ini sumber pendapatan baru buat Muba,” ujar Apriyadi saat masih menjadi Sekda Pemkab Muba dalam Rapat di Kantor Dinas ESDM Sumsel, Palembang, Senin kemarin (3/11/2025).
Waktu itu beliau nggak sendirian rombongan lengkap kayak tim Avenger  ada Kabag Hukum, Kabag Perekonomian, Kabag SDA, sampai Dirut PT Muba Energi Maju Berjaya, Dr. Donny Meilano. Lengkap sudah, tinggal nunggu ‘aksi di lapangan’.

Nah, biar nggak asal comot, prosesnya mesti lewat tahapan yang disebut due diligence  istilah kerennya, semacam pemeriksaan kelayakan.

Jadi, sebelum duit migas itu benar-benar mengalir, harus dipastikan dulu siapa yang berhak, siapa yang kuat, dan siapa yang beneran mampu ngelola.

Ada tiga lembaga independen yang ngajuin diri buat ngecek, yaitu Politeknik Akamigas Palembang, LAPI ITB, dan PT Paleopetro.
Dan akhirnya, setelah debat ala ‘sidang Avengers’, dipilihlah Politeknik Akamigas Palembang.

Alasan klasik tapi logis, lengkap administrasinya, SDM-nya siap, dan ya… namanya juga anak daerah, masa ladang sendiri diserahkan ke orang luar?

Kepala Dinas ESDM Sumsel, Hendriansyah ST MSi, bilang, sekarang prosesnya udah sampai tahapan enam menuju tujuh, deadline-nya 26 November 2025.
Bahasanya kayak lomba tujuh pos pramuka, tinggal satu lagi sampai finish.
Kalau lancar, akhir tahun ini Muba udah bisa cuci muka pakai duit minyak.

Tapi… jangan keburu senang dulu. Duit PI 10 persen ini bukan sulap yang langsung bikin jalan mulus, kantor kinclong, dan PAD meroket.
Butuh manajemen, integritas, dan perencanaan. Kalau salah kelola, bisa-bisa uang yang niatnya buat oksigen malah jadi racun.

Sekda Apriyadi udah wanti-wanti, PI ini harus dikelola transparan dan produktif.
Jangan sampai jadi uang dingin yang cuma nongkrong di rekening daerah, atau malah jadi bahan rebutan politik menjelang pilkada.
Sebab, kayak pepatah lama bilang  “rezeki itu kalau tak pandai menampung, bisa tumpah sebelum sampai ke piring”.

Secara ekonomi, PI 10 persen ini potensinya gede banget.
Bayangin, kalau harga minyak dunia lagi naik, nilai PI daerah juga ikut terdongkrak.
Artinya, Muba punya peluang dapat sumber pendapatan non-pajak yang berkelanjutan.

Tapi di sisi lain, Muba juga harus realistis. Produksi migas nasional udah mulai menurun beberapa tahun terakhir.
Ladang minyak bukan sumur ajaib yang bisa disedot terus. Maka strategi jangka panjangnya, hasil dari PI ini harus jadi modal transformasi ekonomi.
Misal, sebagian dialokasikan buat bangun energi terbarukan, pendidikan vokasi migas, atau pengembangan industri turunan.

Kalau Muba cuma jadi penonton di ladang sendiri, ya percuma juga.
Makanya, berdirinya PT Muba Energi Maju Berjaya itu langkah cerdas.
Daerah punya kendaraan sendiri buat ikut bermain, bukan sekadar nunggu bagi hasil dari pusat.

Kemandirian daerah

Cerita PI 10 persen ini bukan sekadar tentang uang. Ini soal kemandirian daerah, bagaimana Muba belajar berdiri di atas kaki sendiri, menggali potensi alam dengan otak, bukan cuma dengan bor.

Kalau dulu orang bilang, “rejeki itu ada di tangan Tuhan”, sekarang tambahannya “…asal kita mau buka tangan, bukan cuma buka proposal”.

Artinya, daerah jangan cuma berharap dari transfer pusat. Muba udah benar  cari peluang dari aset sendiri. Tapi ingat, migas itu sumber daya yang bakal habis, sementara kebutuhan rakyat nggak pernah habis. Jadi, kalau sekarang dapat durian runtuh dari perut bumi, jangan langsung pesta makan durian rame-rame  sisakan bijinya buat ditanam lagi.

PI 10 persen ini ibarat napas baru buat Muba  oksigen yang datang di saat kas daerah lagi sesak. Tapi oksigen pun harus dikelola kebanyakan bisa bikin pusing, kekurangan bisa bikin pingsan.

Maka itu, pemerintah daerah mesti pintar ngatur ritme, misalnya kelola dengan profesional lewat BUMD yang kuat, gunakan hasilnya untuk investasi jangka panjang, bukan konsumsi sesaat, libatkan masyarakat biar tahu ke mana arah duitnya mengalir.

Kalau semua itu dijalankan, bukan mustahil Muba suatu saat bisa dikenal bukan cuma karena minyaknya, tapi karena kemampuannya mengolah “berkah perut bumi” jadi kesejahteraan yang nyata.

Dan kalau itu terjadi, baru bisa kita bilang dengan bangga “Perut bumi memang nggak cuma ngasih minyak — tapi juga napas panjang buat masa depan Muba”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • “Teater SMB II Bikin Palembang Nangis, Ketawa & Kepanasan Bareng”

    “Teater SMB II Bikin Palembang Nangis, Ketawa & Kepanasan Bareng”

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.814
    • 0Komentar

    Ketika sejarah bukan cuma pelajaran, tapi juga keringat bareng-bareng di ruang AC mati… LIMA malam berturut-turut, Graha Budaya di Taman Budaya Sriwijaya berubah jadi “wajan raksasa”, wah.. penuh manusia. Ribuan penonton tumplek blek, dari bocah SD sampai pejabat berdasi, semua rela duduk berdesakan demi nonton teater “SMB II: Harimau yang Tak Dapat Dijinakkan”, keren…dan luar […]

  • Waduh.. !!  Besi Pembatas Tol Kayuagung-Palembang Di ‘Embat’, Wabup OKI Prihatin

    Waduh.. !!  Besi Pembatas Tol Kayuagung-Palembang Di ‘Embat’, Wabup OKI Prihatin

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 882
    • 0Komentar

    WAKIL Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), Djakfar Shodiq mengaku prihatin. Atas aksi pencurian [embat] pagar pembatas di jalan Tol Palembang-Kayu Agung. Melalui Kepala Bidang Pelayanan Komunikasi Publik Pemkab OKI , Adi Yanto , Wabup Shodiq mengungkap penyesalannya. “Tadi sudah disampaikan dan Pak Wakil Bupati sudah tahu. Beliau pun mengaku prihatin melihat kejadian ini,” kata Adi […]

  • Pelantikan Pengurus PMI Palembang

    Pelantikan Pengurus PMI Palembang

    • calendar_month Senin, 12 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.288
    • 0Komentar

    SEBANYAK 16 jajaran pimpinan dan 5 Dewan Kehormatan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Palembang resmi dilantik langsung Ketua PMI Sumatera Selatan Febrita Lustia Herman Deru di rumah dinas Walikota Palembang, Senin [12/4/ 2021]. Para pengurus PMI Kota Palembang yang dilantik hari ini akan bekerja selama periode 2019- 2024 mendatang. Kepala PMI Kota Palembang yang juga […]

  • Pj Bupati OKI Salurkan Bantuan 1.3 Ton Beras Untuk 266 KK Terdampak Banjir di Tanjung Lubuk

    Pj Bupati OKI Salurkan Bantuan 1.3 Ton Beras Untuk 266 KK Terdampak Banjir di Tanjung Lubuk

    • calendar_month Sabtu, 20 Jan 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 851
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -Penjabat Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), Asmar Wijaya Salurkan bantuan berua beras kepada 266 Kepala Keluarga (KK) pada tiga desa di Kecamatan Tanjung Lubuk yang terdampak banjir pada Jum’at, (19/1/24). Camat Tanjung Lubuk, Fikril Hakim mengatakan, warga yang terdampak banjir di tiga desa tersebut antara lain Tanjung Beringin 47 KK, Pengaraian 99 KK dan […]

  • 6.000 Santri Ikut Ramaikan HSN di Muba

    6.000 Santri Ikut Ramaikan HSN di Muba

    • calendar_month Kamis, 26 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 942
    • 0Komentar

    SEBANYAK 6.000 para santri dari berbagai pondok pesantren di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) bakal meramaikan Kota Sekayu untuk menghadiri Hari Santri Nasional [HSN]. Demikian disampaikan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat H Opi Palopi pada Rapat Persiapan Hari Santri Nasional tahun 2019 di Ruang Rapat Randik, Rabu (25/9/2019). “Puncak acara akan dilaksanakan pada tanggal 2 Oktober 2019 […]

  • HUT TNI ke75, Sinergi Semakin Baik, Bersama Jaga Zero Konflik

    HUT TNI ke75, Sinergi Semakin Baik, Bersama Jaga Zero Konflik

    • calendar_month Senin, 5 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.123
    • 0Komentar

    BUPATI  Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin menyaksikan Upacara Peringatan HUT TNI Ke-75 yang digelar secara virtual di Makodim 0401 Muba, Senin (5/10/2020). Acara peringatan HUT ke-75 TNI yang setiap tahun jatuh pada tanggal 5 Oktober tersebut bertema “Sinergi Untuk Negeri” dan digelar secara langsung di Istana Negara Jakarta. Dalam kesempatan ini Bupati […]

expand_less
WordPress Archive Amity – Charity & Donation Elementor WordPress Theme Amoja – Resort & Hotel WordPress Theme Amokachi | Portfolio WordPress Theme Amoor – Creative Agency & Portfolio WordPress Theme Amortez – Real Estate Group WordPress Theme + RTL Amory - A Responsive WordPress Blog Theme Amory Blog – A Responsive WordPress Blog Theme Amos – Creative WordPress AMP Cache for WordPress AMP Email