Selasa, 1 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » MUBA Terkini » Festival Rasa-Rasa, Resep Rahasia Muba Bangkit Lewat Festival “Kitek Nia”

Festival Rasa-Rasa, Resep Rahasia Muba Bangkit Lewat Festival “Kitek Nia”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 27 Jun 2025
  • visibility 828
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DI Muba, ketika sore menyambut langit jingga dan perut mulai memainkan orkestra kelaparan, ada satu aroma yang menggoda iman aroma sate bakar, pempek goreng, dan sambel nan menggoda nurani. Festival Kuliner Kitek Nia 2025 resmi dibuka, lokasinya? tepat di depan Rumah Dinas Bupati, alias markas besar pemerintah yang sementara disulap jadi kampung aroma dan dapur akbar UMKM, kalau biasanya rumah dinas identik dengan keseriusan dan protokoler, kali ini malah lebih mirip kantin raksasa versi rakyat.

Sebanyak 136 stand kuliner berjejer seperti barisan anak pramuka yang semangat ikut jambore. Tapi bukan bawa tongkat, melainkan wajan, kompor, dan mimpi besar bangkitkan ekonomi dari pinggir panci.

Bupati Muba, H. M. Toha, dengan semangat seperti chef Gordon Ramsay yang habis dapat diskon cabe rawit, menyatakan “Festival ini untuk mendongkrak UMKM dan menggerakkan ekonomi kerakyatan”. Dan benar saja, dari stand cilok hingga tenda pempek panggang, antusiasme warga meleleh seperti keju mozzarella yang dibakar cinta.

Tapi di balik gelak tawa dan sambel level pedas maut, terselip catatan UMKM kita ini ibarat masakan rumah, sedap, tapi sering kalah pamor sama masakan resto bintang lima. Festival ini jadi ajang unjuk gigi, bukan cuma unjuk rasa, karena ekonomi rakyat itu seperti rendang butuh waktu, perhatian, dan tentu saja bumbu sabar yang tidak sedikit.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Muba, Dr Muhammad Fariz, tampak sumringah seperti baru saja nemu kupon gratis makan sebulan. Ia bilang “Semua stand ini gratis, tak dipungut biaya, sudah disiapkan khusus untuk UMKM”. Mantap, Pak! Kalau semua dinas berpikir seperti ini, mungkin korupsi bisa dikalahkan sama kuah tekwan.

Gratis itu ibarat sambal, kecil tapi bikin hati senang, tapi semoga tak berhenti di festival ini saja. Harusnya ada juga program after taste semacam pelatihan pemasaran, digitalisasi, atau paling tidak cara membedakan customer dan tukang ngutang.

Festival ini ibarat cendol manis, ramai, segar, sayangnya belum ada laporan detail berapa persen dari pelaku UMKM yang benar-benar mendapatkan efek domino jangka panjang. Jangan sampai ini seperti sambal sachet pedasnya sebentar, tapi setelah itu ya gitu-gitu aja. Mestinya, selain masak dan jualan, UMKM juga dikenalkan ke dunia digital, karena zaman sekarang, jualan tanpa medsos itu kayak gorengan tanpa cabe kering dan hambar.

Acara ini makin berasa, karena malam puncaknya bukan cuma soal makan, tapi juga hiburan. Ada Dide Irawan dari Hijau Daun yang siap menyumbang lagu dan kenangan masa lalu, sementara itu, peluncuran Maskot Porprov dan Peparprov jadi topping unik di atas nasi goreng festival.

Tapi jujur saja, kadang kita bingung, ini acara kuliner apa olahraga?, jangan-jangan nanti maskot Porprov berbentuk sate lilit sambil bawa raket.

Festival ini bukan sekadar ajang makan, tapi semacam pameran semangat rakyat. Di balik asap sosis bakar dan riuh tukang cendol, ada harapan  bahwa ekonomi rakyat bisa bangkit, bukan karena investor besar, tapi karena tangan-tangan kecil yang tak pernah lelah mengaduk wajan.

Kalau kata pepatah “Di balik dapur yang ramai, ada ekonomi yang bangkit perlahan”

Dan kalau boleh nambahin satu pepatah lagi “Daripada ngeluh di medsos, mending buka stand dan kasih sambel, siapa tahu, rejekimu datang dari orang yang tak sengaja lewat karena nyium aroma rendang”.

Jadi buat Pemkab Muba dan seluruh warga, ayo kita masak terus mimpi ini, jangan sampai festival ini cuma jadi kenangan seindah martabak tapi selewat kereta malam. Jadikan kuliner bukan cuma pamer rasa, tapi juga resep untuk membangun masa depan.

Kalau ekonomi ibarat dapur, maka UMKM adalah kompor yang tak boleh mati,  dengan Festival Kitek Nia, meski cuma tiga hari semoga jadi korek api kecil yang menyala terus, sampai Muba jadi dapur ekonomi rakyat paling lezat se-Sumatera Selatan.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hadiri Dies Natalis, Gubernur  Bangga  Banyak Tokoh Nasional    Merupakan Alumni  FE  Unsri

    Hadiri Dies Natalis, Gubernur Bangga Banyak Tokoh Nasional Merupakan Alumni FE Unsri

    • calendar_month Sabtu, 23 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 820
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru dan Menteri BUMN RI, Erick Tohir menghadiri Dies Natalis Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya ke-61 yang digelar di Kampus FE Unsri Indralaya Kabupaten Ogan Ilir, Sabtu (23/10). Dalam sambutan Herman Deru mengaku bangga pada FE Unsri yang telah banyak melahirkan para alumni berprestasi dan telah menduduki sejumlah posisi penting […]

  • Targetkan 80 % Masyarakatnya Sudah Vaksin, Muba Kolaborasi dengan BIN & Satgas Covid-19 Sasar Pelajar, Ini Kata Bupati, Begini Juga Menurut BIN

    Targetkan 80 % Masyarakatnya Sudah Vaksin, Muba Kolaborasi dengan BIN & Satgas Covid-19 Sasar Pelajar, Ini Kata Bupati, Begini Juga Menurut BIN

    • calendar_month Minggu, 12 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 809
    • 0Komentar

    PERCEPATAN vaksin terus digencarkan Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA, kali ini Sabtu (11/9/2021) ribuan pelajar berusia 12 hingga 17 tahun melakukan vaksinasi yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Muba bersama dengan Badan Intelejen Negara (BIN) Daerah Sumatera Selatan di SMP Negeri 6 Unggul Sekayu. Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex […]

  • Pelatihan Jurnalistik di Era Pandemi

    Pelatihan Jurnalistik di Era Pandemi

    • calendar_month Selasa, 24 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 898
    • 0Komentar

    PELATIHAN jurnalistik secara tatap muka dilaksanakan di SMAN 6 Palembang selama tiga hari (19-21 November 2020). Dengan menerapkan protokol kesehetan yang ketat, pelatihan yang diikti 37 pelajar dari lima sekolah ini berjalan lancar. Pelatihan yang dilaksanakan  di Aula SMA Negeri 6 Palembang ini diikuti  siswa SMA Negeri 6 Palembang dan  empat  “Sekolah Imbas” yaitu SMA […]

  • Jurus Jitu untuk Pelaku Ekraf Bali Gaet Investor Ala Sandiaga

    Jurus Jitu untuk Pelaku Ekraf Bali Gaet Investor Ala Sandiaga

    • calendar_month Jumat, 27 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.869
    • 0Komentar

    MENPAREKRAF Sandiaga saat Pra Pitching WIDURI (Wirausaha Digital Mandiri) ekonomi kreatif, di The Trans Resort Bali, mengatakan bahwa agar investor tertarik menanamkan modal pada pertemuan pertama, disarankan untuk menyampaikan pitching secara singkat namun berisi untuk meyakinkan investor. “Waktu yang singkat, bukan berarti Anda tidak mempunyai kesempatan untuk meyakinkan investor,” ujar Menparekraf Sandiaga, Kamis (26/5/2022). WIDURI […]

  • 5 Seniman Berprestasi Terima Penghargaan Pemkot Palembang

    5 Seniman Berprestasi Terima Penghargaan Pemkot Palembang

    • calendar_month Sabtu, 9 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.304
    • 0Komentar

    SEDIKITNYA lima seniman berprestasi di Palembang memperoleh penghargaan dari Pemkot Palembang melalui Dinas Pendidikan Kebudayaan. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Walikota Palembang melalui staf bidang pemerintahan Herly.K. Yang didampingi Kepala Dinas Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang Hj Zanariah S.I.P .Msi. Zanariah  Zuriah menambahkan, kelima seniman yang di beri penghargaan ini sudah memiliki penilaian sendiri sehingga […]

  • Ketika Uban Tak Lagi Disembunyikan

    Ketika Uban Tak Lagi Disembunyikan

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Godek: Bingkai Sunyi yang Diam-Diam Membentuk Wajah Hidup SORE itu, setelah obrolan tentang rambut yang mulai memutih masih terngiang di kepala, aku kembali berdiri di depan cermin. Bukan untuk memastikan apa yang sudah jelas terlihat, tapi seperti biasa hanya ingin membaca ulang sesuatu yang tidak pernah benar-benar tertulis. Kali ini, mataku tidak berhenti di rambut […]

expand_less
WordPress Archive MediKit – Medical Template Kit Mediko – Health Medical WordPress Theme Medikor – Medical Healthcare Elementor Template Kit Mediku – Health Medical Elementor Template Kit Medilab – Healthcare & Clinical Laboratory Elementor Template Kit Medilazar – Pharmacy Medical WooCommerce WordPress Theme Medilink – Health & Medical WordPress Theme Medina – Medical & Health Elementor Template Kit Medina – Medical WordPress Theme Mediphar – Pharmacy & Medical Elementor Template Kit