Kamis, 24 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Catatan Kaki Bukit » Ketika Uban Tak Lagi Disembunyikan

Ketika Uban Tak Lagi Disembunyikan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
  • visibility 35
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Godek: Bingkai Sunyi yang Diam-Diam Membentuk Wajah Hidup

SORE itu, setelah obrolan tentang rambut yang mulai memutih masih terngiang di kepala, aku kembali berdiri di depan cermin. Bukan untuk memastikan apa yang sudah jelas terlihat, tapi seperti biasa hanya ingin membaca ulang sesuatu yang tidak pernah benar-benar tertulis.

Kali ini, mataku tidak berhenti di rambut kepala.

Ia bergeser sedikit ke samping.

Ke godek.

Tipis, tapi tegas. Tidak seramai brewok, tidak sejelas janggut, dan tidak se-“berisik” kumis yang sering jadi penjaga kata. Godek ini seperti bagian yang sering luput diperhatikan, padahal diam-diam ia punya peran penting.

Ia adalah bingkai.

Dan seperti bingkai pada sebuah lukisan, kehadirannya tidak selalu disadari. Tapi tanpa itu, sesuatu terasa kurang lengkap.

Aku jadi teringat masa muda.

Dulu, godek ini sering kupotong tanpa pikir panjang. Bahkan kadang dianggap gangguan kecil yang harus dirapikan secepat mungkin. Tidak pernah benar-benar kupedulikan bentuknya, apalagi maknanya.

Yang penting rapi. Yang penting terlihat “bersih”.

Tapi sekarang, di usia kepala lima ini, aku mulai melihatnya dengan cara yang berbeda.

Godek bukan lagi cuma rambut di sisi wajah.

Ia seperti kumpulan pengalaman kecil yang dulu terasa sepele, tapi ternyata ikut membentuk siapa aku hari ini.

Tidak semua hal besar dalam hidup datang dengan suara keras.

Sebagian justru datang pelan.

Diam.

Hampir tidak terasa.

Seperti godek ini.

Ia tumbuh di pinggir, tidak pernah minta perhatian, tapi diam-diam memberi garis tegas pada wajah.

Seperti pengalaman hidup yang tidak pernah kita catat, tapi justru paling membekas.

Aku mulai mengingat hal-hal kecil yang dulu sering kulewati begitu saja.

Percakapan singkat dengan orang tua.

Nasihat yang dulu terdengar biasa.

Kegagalan kecil yang sempat dianggap tidak penting.

Pertemuan-pertemuan singkat yang tidak direncanakan.

Semua itu seperti godek dalam hidupku.

Tidak menonjol.

Tapi membentuk.

Kadang kita terlalu sibuk mengejar hal-hal besar, sampai lupa bahwa hidup justru dibangun dari serpihan-serpihan kecil yang tidak selalu terlihat penting.

Dan di usia ini, serpihan-serpihan itu mulai terasa maknanya.

Godek ini juga mengajarkanku tentang keseimbangan.

Ia tidak boleh terlalu panjang hingga terlihat liar, tapi juga tidak harus selalu habis dipangkas sampai hilang.

Ada titik tengah.

Seperti hidup.

Tidak semua harus berlebihan.

Tidak semua harus dihilangkan.

Ada hal-hal yang cukup dijaga agar tetap pada tempatnya.

Cukup dirawat, tanpa harus dipaksakan.

Aku tersenyum kecil.

Ternyata, semakin usia bertambah, semakin banyak hal sederhana yang berubah menjadi pelajaran.

Yang dulu dianggap remeh, kini terasa dalam.

Yang dulu diabaikan, sekarang justru sering dipikirkan.

Godek ini, yang dulu hanya bagian pinggiran, kini seperti pengingat bahwa hidup tidak hanya tentang apa yang terlihat di tengah.

Tapi juga tentang apa yang tumbuh di sisi.

Tentang hal-hal kecil yang setia menemani, meski jarang diperhatikan.

Dan mungkin, di situlah letak kekuatan sebenarnya.

Bukan pada yang paling menonjol.

Tapi pada yang paling konsisten.

Yang tetap ada, meski tidak selalu dilihat.

Yang tetap tumbuh, meski tidak selalu dipuji.

Aku tidak lagi ingin menghilangkannya seperti dulu.

Aku memilih merawatnya.

Bukan karena ingin terlihat berbeda.

Tapi karena aku mulai menghargai apa yang dulu sering kulewatkan.

Bahwa hidup ini, pada akhirnya, bukan hanya soal sorotan utama.

Tapi juga tentang bingkai yang membuat semuanya terasa utuh.

Dan godek ini, dengan segala diamnya, sudah cukup lama mengajarkanku satu hal penting

bahwa yang berada di pinggir, belum tentu tidak berarti.

Kadang justru di situlah letak cerita yang paling jujur.

(***)/bersambung

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ingat Ya Warga Sumsel !!! Pemprov Sumsel Siapkan 3 Tower Tambahan di Jakabaring 

    Ingat Ya Warga Sumsel !!! Pemprov Sumsel Siapkan 3 Tower Tambahan di Jakabaring 

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.004
    • 0Komentar

    PEMPROV. Pemprov Sumsel menyediakan Rumah Sehat Jakabaring secara maksimal demi memutus mata rantai Covid 19 di Sumsel tak sia-sia. Rumah Sehat Covid Jakabaring ini bahkan disebut sebagai Rumah Sehat Covid dengan pelayanan paling baik dibandingkan beberapa daerah lain oleh Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Pusat. Pernyataan tersebut dikemukakan langsung oleh Wakil Gubernur Sumsel H.Mawardi Yahya yang […]

  • Peringati HANI, Ini Pesan Wagub Sumsel untuk  Atasi Masalah Narkoba

    Peringati HANI, Ini Pesan Wagub Sumsel untuk  Atasi Masalah Narkoba

    • calendar_month Selasa, 17 Jul 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.176
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang – Wakil Gubernur Sumsel Ishak Mekki bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) pada Puncak Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2018 di Lapangan Upacara Griya Agung Palembang, Selasa (17/7/2018). Dalam sambutan Menteri Koordinator Politik, Hukum & Keamanan RI Jenderal TNI (Purn) Wiranto, yang dibacakan Wagub Ishak Mekki bahwa sejumlah kasus narkoba beberapa tahun terakhir tampak […]

  • Muara Enim Minta  KAI Percepat  Pengerjaan Jalur Ganda

    Muara Enim Minta  KAI Percepat  Pengerjaan Jalur Ganda

    • calendar_month Kamis, 18 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.564
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Muara Enim meminta kepada manajemen PT. Kereta Api Indonesia (KAI) Persero mempercepat pengerjaan  jalur ganda [double track] demi menunjang kapasitas transportasi yang ada di Kabupaten Muara Enim. Hal itu tertuang dalam Rapat  Perampungan Pembangunan infrastruktur PT. Kereta Api Indonesia (KAI) Persero, Kamis (18/3/2021) bersama  Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Perekobang), H. Riswandar, S.H., M.H,Kamis (18/3/2021). Dalam […]

  • Selain Sibuk Dengan Wabah Covid-19, Tak Kalah Penting Juga Penyakit Penular Ini Jadi Perhatian Serius Muba

    Selain Sibuk Dengan Wabah Covid-19, Tak Kalah Penting Juga Penyakit Penular Ini Jadi Perhatian Serius Muba

    • calendar_month Jumat, 30 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 638
    • 0Komentar

    SAAT ini Pemkab Muba  terus konsen dalam penanganan dan pencegahan wabah COVID-19 yang terjadi di seluruh dunia. Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA juga punya target kinerja lain. Dodi menargetkan  penyakit menular berbahaya lainnya seperti Malaria bisa terhindar di Bumi Serasan Sekate. “Untuk itu, saya sangat mengapresiasi kedatangan tim Kementerian Kesehatan RI […]

  • Sistem Cegah Karhutla 4 Perusahaan di Kalbar Diuji, Kemenhut Siapkan Sanksi bagi yang Lalai

    Sistem Cegah Karhutla 4 Perusahaan di Kalbar Diuji, Kemenhut Siapkan Sanksi bagi yang Lalai

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 21
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID -Kesiapan perusahaan kehutanan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat mulai diuji langsung di lapangan. Pemerintah tidak hanya melihat kelengkapan fasilitas, tetapi juga memastikan perangkat pencegahan kebakaran bisa bekerja ketika situasi darurat terjadi. Pemeriksaan dilakukan terhadap empat pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) pada 10–14 Agustus 2026. Lokasinya berada di Kabupaten […]

  • “Wisuda Poltekpar Medan, Toga Siap Ngacak Dunia Pariwisata”

    “Wisuda Poltekpar Medan, Toga Siap Ngacak Dunia Pariwisata”

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.271
    • 0Komentar

    SABTU akhir pekan ini, Gedung Dome Serbaguna Poltekpar Medan kayak pasar kaget versi akademik, ratusan wisudawan berbaris rapi, wajah sumringah tapi mata merah, mungkin karena skripsi atau kebiasaan begadang. Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa hadir langsung, tatapannya serius tapi ramah, seolah bilang, “Anak-anak, perjuangan kalian nggak sia-sia, tapi dunia nyata lebih kejam daripada dosen […]

expand_less
WordPress Archive Bagaicha – Landscape & Gardening Elementor Template Kit Bagery – Ice Cream Shop WordPress Theme Bagja - Responsive Multi Concept & One Page Portfolio Theme Baha – Apps Landing Elementor Template Kit Bahama Contractor & Architect Elementor Template Kit Bailly – Elementor WooCommerce WordPress Theme bake-bakery-cake-elementor-template-kit Baker – Fresh Bakery, Pastry and Cake Shop WordPress Theme Bakery.co – Bakery Shop Elementor Template Kit Bakery | WordPress Cake & Food Theme