Rabu, 14 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lingkungan » Revisi P.8 2021, Organisasi Sipil Soroti Akses Data hingga Kinerja PBPH

Revisi P.8 2021, Organisasi Sipil Soroti Akses Data hingga Kinerja PBPH

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
  • visibility 56
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Revisi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 8 Tahun 2021 memasuki tahap konsultasi melibatkan organisasi masyarakat sipil. Dalam forum khusus di Jakarta, Senin (24/8/2026), sejumlah organisasi menyoroti persoalan transparansi data, pemantauan independen, penguatan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), pengelolaan KHDPK, deforestasi, hingga evaluasi kinerja pemegang perizinan berusaha pemanfaatan hutan (PBPH).

Masukan tersebut muncul ketika Kementerian Kehutanan tengah menyiapkan perubahan aturan yang menjadi salah satu dasar tata hutan, penyusunan rencana pengelolaan, serta pemanfaatan hutan di kawasan hutan lindung dan hutan produksi.

Menurut organisasi masyarakat sipil, perubahan aturan tidak hanya menyangkut bagaimana kegiatan pemanfaatan hutan dijalankan. Akses terhadap informasi dan ruang bagi pemantau independen juga dinilai penting agar pelaksanaan kebijakan dapat diperiksa dari luar pemerintah.

Direktur Eksekutif Independent Forest Monitoring Fund (IFM Fund) Deden Pramudiana menekankan pentingnya akses data dan informasi bagi pemantau independen. Ia juga menyoroti kebutuhan dukungan pembiayaan bagi kegiatan pemantauan.

Isu lain yang mengemuka adalah posisi KPH dalam pengelolaan hutan. WWF Indonesia menilai fungsi KPH perlu diperkuat agar tidak hanya menjadi bagian administratif, tetapi dapat berperan dalam koordinasi pengelolaan lanskap.

“Pengelolaan dan pemanfaatan hutan harus menekankan bahwa tujuan kepastian berusaha harus diimbangi dengan kepastian tata kelola kawasan, penyelesaian konflik tenurial, dan penguatan fungsi KPH,” kata Diah Suradireja dari WWF Indonesia.

Menurut dia, KPH diharapkan menjadi platform koordinasi pengelolaan lanskap yang mengintegrasikan aspek ekologis, sosial, ekonomi, dan tata ruang.

Selain KPH, forum juga membahas pengelolaan KHDPK, deforestasi, serta evaluasi perpanjangan PBPH berdasarkan kinerja. Isu tersebut menjadi bagian dari masukan organisasi masyarakat sipil terhadap perubahan P.8/2021.

Forum tersebut melibatkan 14 organisasi masyarakat sipil dan jaringan pemantau independen, yakni Auriga Nusantara, The Reform Initiative (TRI), Greenpeace Indonesia, MFP5, Independent Forest Monitoring Fund (IFM Fund), Indonesia Center of Environmental Law (ICEL), Jaringan Pemantau Independen Kehutanan (JPIK), Kaoem Telapak, Madani Berkelanjutan, Perkumpulan HuMa, Satva Bumi, Working Group ICCAs Indonesia, WWF-Indonesia, dan KKI Warsi.

Pembahasan dilakukan melalui paparan usulan perubahan, diskusi pleno, diskusi kelompok, serta penyampaian rekomendasi. Hasilnya kemudian dikonsolidasikan untuk disampaikan kepada Direktorat Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari sebagai masukan dalam proses revisi.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari Erwan Sudaryanto mengatakan forum tersebut diperlukan untuk mendapatkan pandangan dari organisasi masyarakat sipil yang memiliki pengalaman dalam pengelolaan dan pemantauan hutan.

“Forum ini merupakan forum penting bagi Kementerian Kehutanan untuk mendapatkan masukan dari Organisasi Masyarakat Sipil,” ujar Erwan.

Ia berharap masukan dari forum tersebut dapat membantu penyempurnaan perubahan P.8 dalam penyelenggaraan pemanfaatan hutan yang berkelanjutan.

Kementerian sebelumnya telah menggelar sembilan sesi konsultasi publik terkait perubahan P.8. Rangkaian konsultasi tersebut diikuti hampir 8.900 peserta dari unsur pemerintah, pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, organisasi masyarakat sipil, dan praktisi kehutanan.

Dari rangkaian konsultasi itu, tercatat 295 responden telah memberikan masukan dan rekomendasi mengenai perubahan P.8.

Revisi aturan tersebut diarahkan untuk memperkuat pelaksanaan kebijakan, meningkatkan efektivitas tata kelola, merespons tantangan baru, serta menyesuaikan aturan dengan perkembangan kehutanan di tingkat nasional dan internasional.

Bagi masyarakat yang tinggal di dalam maupun sekitar kawasan hutan, termasuk masyarakat adat, perubahan aturan tersebut dapat berkaitan dengan ruang partisipasi mereka dalam pengambilan keputusan. Sementara bagi pemantau independen, keterbukaan informasi menjadi salah satu faktor penting untuk melihat bagaimana aturan dijalankan di lapangan.

Masukan dari forum organisasi masyarakat sipil selanjutnya menjadi bagian dari bahan yang akan dipertimbangkan Kementerian Kehutanan sebelum perubahan P.8 diselesaikan. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Palembang Mendadak ‘Error’ Zaman, Ketika Jeep Tua Kalahkan Algoritma TikTok

    Palembang Mendadak ‘Error’ Zaman, Ketika Jeep Tua Kalahkan Algoritma TikTok

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.108
    • 0Komentar

    Saat jalan protokol lebih viral dari beranda media sosial (Jeep Willys vs Algoritma TikTok). DI tengah deru Jeep Willys yang suaranya seperti orang tua batuk, tapi keras kepala, dan sepeda ontel yang berdecit seolah mengeluh karena masih diajak keliling kota di usia senja, kepala mendadak terasa seperti diputar radio tua. Bukan radio Bluetooth, bukan Spotify […]

  • pos-pam-lebaran-2023-celentang1

    Polsek Kalidoni Palembang Gelar Pos Pengamanan Lebaran 2023 di Celentang

    • calendar_month Kamis, 20 Apr 2023
    • account_circle Bono
    • visibility 2.300
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Tidak seperti biasanya, Pos PAM Lebaran yang selama ini biasanya dilaksanakan oleh Polsek Kalidoni di wilayah PT Pupuk Sriwidjaja Palembang atau tepatnya di depan pintu masuk PT Pupuk Sriwidjaja Pelambang, tahun ini Polsek Kalidoni Palembang melaksanakan lebaran dengan membuat Pos PAM Lebaran 2023 di wilayah Jalan Brigjen HasanKasim, Bukit Sangkal, Kalidoni, Palembang (Celentang). […]

  • Startup Indonesia Ikuti Ajang Internasional “SXSW Online 2021”

    Startup Indonesia Ikuti Ajang Internasional “SXSW Online 2021”

    • calendar_month Rabu, 10 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.138
    • 0Komentar

    SEJUMLAH perusahaan rintisan (startup) Indonesia di ajang internasional “South by Southwest Online Creative Industries Exhibition 2021” yang digelar pada 16–20 Maret 2021. Tujuannya adalah untuk memperkenalkan perusahaan rintisan Indonesia, baik produk dan jasa yang mereka hasilkan serta mendorong perusahaan rintisan Indonesia mendapatkan potensi pasar baru berskala internasional. Selain itu, program Archipelageek ini juga merupakan salah […]

  • “Naik Haji, Bukan Cuma Ganti Sarung Baru”

    “Naik Haji, Bukan Cuma Ganti Sarung Baru”

    • calendar_month Jumat, 2 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 787
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Di Asrama Haji Pondok Gede pagi itu, suasana lebih ramai dari antrean minyak goreng saat lebaran. Para jemaah dengan wajah sumringah, sebagian mata berkaca-kaca, dan sisanya bingung cara nyalain mode pesawat di HP, bersiap memulai perjalanan suci ke Tanah Suci. Menteri Agama, Nasaruddin Umar, berdiri gagah di podium. Tapi yang ia bicarakan bukan sekadar […]

  • Jaga Kebersihan, Pemkot Palembang Bakal Sediakan Kotak Sampah Dipinggiran Sungai Musi

    Jaga Kebersihan, Pemkot Palembang Bakal Sediakan Kotak Sampah Dipinggiran Sungai Musi

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.223
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kota [Pemkot] Palembang akan menyediakan kotak sampah disepanjang Sungai Musi guna menumbuhkan kesadaran masyarakat dan menjaga kebersihan dari bau sampah. Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda menjelaskan nantiya kotak sampah disediakan itu,  berjarak 20 km dari kota sampah yang lainnya. “Jika masyarakat sadar, pasti terlihat bersih, sehingga keindahan sepanjang pinggiran Sungai Musi masih tetap terjaga,”paparnya […]

  • Tarik Minat Pemilih di Pilpres dan Pileg, Sengai Keruh  Bakal Kasih Souvenir

    Tarik Minat Pemilih di Pilpres dan Pileg, Sengai Keruh Bakal Kasih Souvenir

    • calendar_month Kamis, 7 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.058
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Muba – Langkah peningkatan partisipasi pemilih dalam pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April 2019 mendatang terus dilakukan. Selain sosialisasi secara gencar, inovasi lain untuk menggugah minat para pemilih juga dilakukan oleh berbagai pihak. Salah satunya dilaksanakan Forum Komunikasi dan Pimpinan  Kecamatan (Forkopimcam) Sungai Keruh. Dimana dalam Pemilu 2019 kali ini, para penyelenggara dan pemilih bakal […]

expand_less
WordPress Archive Advertisement & Branding Custom Content for Flow-Flow Adverza - Digital Marketing Agency Elementor Template Kit Advice – Psychology, Therapy & Counseling Theme Advisero – Consulting WordPress Theme Aeen – Attorney and Lawyer WordPress Theme Aelia Currency Switcher for WooCommerce Aelia Tax Display by Country for WooCommerce Aenft - NFT Minting Collection WordPress Theme Aequity - Law WordPress Theme Aero for WordPress – Image Hover Effects