Dua Anak Harimau Sumatra Tumbuh Sehat di Kerinci Seblat
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : kehutanan.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Dua anak Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) kembali terekam kamera jebak di bentang alam Kerinci Seblat, Sumatera Barat, dalam kondisi sehat. Satwa yang pertama kali terpantau pada September 2025 itu kini telah memasuki fase remaja, menjadi sinyal positif proses reproduksi Harimau Sumatra di habitat alaminya masih berlangsung dengan baik.
Hasil pemantauan diperoleh melalui jaringan kamera jebak yang dipasang secara berkala oleh tim lapangan Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat Wilayah II bersama Yayasan Konservasi Hutan Harimau.
Rekaman terbaru pada 2026, kedua individu dipastikan merupakan anak harimau yang sama berdasarkan pola loreng khas yang dimiliki masing-masing satwa.
Keberhasilan dua anak harimau bertahan hingga fase remaja dinilai sebagai indikator penting dalam upaya konservasi.
Selain itu terlihat keberhasilan reproduksi di alam liar, temuan ini juga mengindikasikan habitat di bentang alam Kerinci Seblat masih mampu menyediakan ruang hidup dan sumber pakan yang dibutuhkan satwa tersebut.
Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Satyawan Pudyatmoko, mengatakan hasil pemantauan itu menegaskan pentingnya menjaga kawasan konservasi beserta hutan penyangga melalui kolaborasi berbagai pihak. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, masyarakat, mitra konservasi, hingga pemangku kepentingan lainnya menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan populasi Harimau Sumatra.
Pemantauan menggunakan kamera jebak juga menjadi bagian penting dalam penelitian satwa liar.
Selain menghitung jumlah individu yang masih bertahan di alam, metode ini mampu memberikan informasi mengenai keberhasilan reproduksi, tingkat kelangsungan hidup anak harimau, hingga dinamika populasi dari waktu ke waktu.
Bahkan, seluruh data menjadi dasar ilmiah dalam menyusun strategi perlindungan yang lebih efektif.
Meski membawa kabar menggembirakan, keberadaan Harimau Sumatra masih dibayangi berbagai ancaman. Misalnya perburuan liar, pemasangan jerat, penyusutan habitat, serta konflik antara manusia dan satwa liar masih menjadi tantangan yang harus dihadapi dalam menjaga populasi spesies endemik Pulau Sumatra tersebut.
Oleh sebab itu, untuk menekan berbagai ancaman itu, Kementerian Kehutanan terus memperkuat langkah konservasi melalui patroli pengamanan kawasan, penegakan hukum terhadap kejahatan tumbuhan dan satwa liar, pemantauan populasi berbasis sains, serta pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan hutan agar ikut berperan dalam menjaga kelestarian habitat.
“Penting bagi kita memastikan setiap generasi baru Harimau Sumatra memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berkembang di habitat alaminya.
Keberhasilan ini menjadi pengingat bahwa kolaborasi dalam konservasi harus terus diperkuat agar kekayaan hayati Indonesia tetap terjaga untuk masa depan,” kata Satyawan.
Kemunculan kembali dua anak Harimau Sumatra tersebut menjadi harapan baru bagi konservasi satwa langka Indonesia.
Dengan perlindungan habitat yang berkelanjutan dan dukungan berbagai pihak, peluang menjaga populasi Harimau Sumatra di alam liar diharapkan semakin besar pada tahun-tahun mendatang. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
