Aksi Peduli Bersih Sungai Jilid II Tak Hanya Bersih-Bersih, Sampah Palembang Capai 1.200 Ton Sehari
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto :ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Aksi Peduli Bersih Sungai Jilid II di Palembang tidak hanya menjadi gerakan membersihkan bantaran sungai. Di balik puluhan komunitas yang turun bersama, terselip persoalan lebih besar yang dihadapi kota ini: produksi sampah mencapai 1.000 hingga 1.200 ton setiap hari.
Aksi yang digagas Mang Dayat bersama berbagai komunitas itu kembali digelar akhir pekan lalu, puluhan komunitas bergabung membersihkan kawasan sungai sekaligus mengajak masyarakat, terutama generasi muda, lebih peduli terhadap kondisi lingkungan.
Gerakan tersebut merupakan kelanjutan dari aksi sebelumnya di Plaza Kampung Kapitan. Antusiasme pada kegiatan pertama kemudian mendorong komunitas lain ikut bergabung hingga aksi bersih sungai berkembang menjadi gerakan bersama.
Bagi Pemerintah Kota Palembang, keterlibatan komunitas menjadi penting karena persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada petugas kebersihan. Volume sampah yang mencapai 1.000–1.200 ton per hari menunjukkan bahwa penanganannya membutuhkan perubahan perilaku sekaligus sistem pengelolaan yang lebih kuat.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengapresiasi keterlibatan Mang Dayat dan komunitas yang kembali menggelar Aksi Peduli Bersih Sungai tersebut. Menurutnya, gerakan seperti ini sejalan dengan program Palembang Belagak untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
“Masalah sampah ini menjadi tanggung jawab kita semua untuk mengatasinya,” ujar Ratu Dewa di sela kegiatan.
Ia mengingatkan volume sampah Palembang dapat melonjak hingga dua kali lipat pada momentum tertentu seperti Lebaran. Karena itu, gerakan menjaga kebersihan sungai dinilai tidak cukup jika hanya dilakukan sesekali.
Persoalan tersebut juga mulai diarahkan pada solusi jangka panjang. Pemkot Palembang menyiapkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Keramasan yang ditargetkan mulai berjalan pada bulan depan.
Proyek itu dirancang menghasilkan listrik sebesar 17,7 megawatt. Pemerintah berharap pengolahan sampah menjadi energi dapat mengurangi beban sampah yang selama ini harus ditangani setiap hari.
Selain PLTSa, Pemkot Palembang berencana mendorong keberadaan satu bank sampah di setiap kelurahan. Skema tersebut diharapkan membuat pengelolaan sampah tidak berhenti pada tahap pengangkutan, tetapi dimulai dari pemilahan dan pengelolaan di tingkat masyarakat.
Di sisi lain, keterlibatan generasi muda dalam Aksi Peduli Bersih Sungai Jilid II memberi dimensi lain pada gerakan tersebut. Sungai tidak hanya dipandang sebagai ruang yang harus dibersihkan, tetapi juga lingkungan yang kondisinya akan diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Mari kita jaga sungai kita agar tetap bersih dan menjadi cerita bagi generasi ke depan nanti,” kata Ratu Dewa.
Aksi komunitas akhirnya menjadi pengingat bahwa persoalan Sungai Musi tidak berdiri sendiri. Kebersihan sungai berkaitan langsung dengan cara kota mengurangi, memilah, dan mengelola sampah dari sumbernya. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
