Jumat, 14 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lingkungan » KLH Perketat Pengelolaan Limbah B3, Tutup Celah “Hilang” di Tengah Jalan

KLH Perketat Pengelolaan Limbah B3, Tutup Celah “Hilang” di Tengah Jalan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month 56 menit yang lalu
  • visibility 6
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Pemerintah menyiapkan pengetatan tata kelola limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), terutama pada rantai pengangkutan hingga pengolahan akhir. Salah satu skema yang disiapkan adalah mewajibkan perusahaan penghasil limbah B3 berkontrak langsung dengan badan usaha pengelola limbah B3 berizin.

Dengan pola itu, perusahaan penghasil limbah tidak lagi menempatkan transporter sebagai pihak yang menjadi tujuan utama kontrak pengelolaan. Transporter tetap dapat digunakan untuk mengangkut limbah, tetapi pengelolaan dan pemusnahan akhirnya menjadi tanggung jawab badan usaha pengelola yang memiliki izin.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Moh Jumhur Hidayat mengatakan pengetatan diperlukan karena masih terdapat praktik pengelolaan dan pengangkutan limbah B3 yang tidak sesuai standar.

Jumhur menyampaikan hal tersebut saat meninjau fasilitas pengelolaan limbah B3 terpadu milik PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) di Nambo, Bogor.

“Silakan berbisnis, kami welcome, tapi tetap pastikan bisnis itu tidak merusak lingkungan dan lebih utama tidak menyebabkan bahaya bagi masyarakat,” kata Jumhur.

Selain mengubah pola hubungan antara penghasil limbah, transporter, dan pengelola akhir, KLH/BPLH juga menyiapkan mekanisme neraca limbah B3. Pemerintah ingin volume limbah yang dihasilkan dari sumber dapat dicocokkan dengan volume yang diterima perusahaan pengolah akhir.

Skema tersebut ditujukan agar aliran limbah lebih mudah ditelusuri, mulai dari sumbernya hingga ke fasilitas pengolahan akhir. Dengan demikian, terdapat pencatatan mengenai jumlah limbah yang keluar dan ke mana limbah tersebut berakhir.

Pemerintah juga menyoroti persoalan biaya jasa pengangkutan dan pengolahan limbah B3. KLH/BPLH mempertimbangkan penetapan rentang harga, termasuk batas minimum dan maksimum.

Menurut Jumhur, pengaturan harga diperlukan untuk mencegah persaingan usaha yang tidak sehat sekaligus menghindari penetapan harga terlalu rendah yang berpotensi mendorong praktik pengelolaan limbah di bawah standar.

“Kebanyakan orang kita ingin murah tapi bisa celaka jadi urusan belakangan. Sekarang tidak boleh lagi seperti itu, sudah enggak zamannya lagi,” ujarnya.

Dalam peninjauan tersebut, Jumhur juga mengapresiasi keberadaan PPLI sebagai fasilitas pengelolaan limbah industri. PPLI didirikan melalui kerja sama Pemerintah Indonesia dan Jepang pada 1993–1994 sebagai bagian dari tindak lanjut Konvensi Basel 1989.

Presiden Direktur PPLI Takanobu Tachikawa mengatakan pengelolaan limbah B3 perlu melihat seluruh aliran limbah, bukan hanya proses pengolahannya.

“Kami percaya bahwa pengelolaan limbah B3 bukan sekadar bagaimana limbah itu diolah tapi setiap aliran limbah harus ditelusuri dari hulu hingga ke hilir,” kata Tachikawa.

Rencana pengetatan tersebut menunjukkan pemerintah ingin memperkuat keterlacakan limbah B3 dari sumber hingga tahap akhir pengelolaan. Namun, sejumlah kebijakan yang disampaikan Jumhur masih berada pada tahap penyiapan regulasi, sehingga pelaksanaannya akan bergantung pada aturan yang nantinya ditetapkan. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Malam Tahun Baru 2020, Bupati Himbau Ini Untuk Masyarakat OKI

    Malam Tahun Baru 2020, Bupati Himbau Ini Untuk Masyarakat OKI

    • calendar_month Senin, 30 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 857
    • 0Komentar

    BUPATI Ogan Komering Ilir, H. Iskandar, SE mengimbau warga masyarakat Ogan Komering Ilir agar tidak merayakan malam pergantian tahun baru 2020 dengan hal-hal yang negatif, namun mengutamakan kegiatan berupa ibadah dan dzikir bersama. Himbauan itu tertuang dalam surat nomor 1108/II/2019 yang ditandatangani langsung oleh Iskandar. Dalam surat tersebut H. Iskandar mengimbau agar warga OKI tidak […]

  • Lantik Pejabat di Lingkungan Pemkab Banyuasin, Bupati Sebut Bakal Ada Evaluasi Per Tiga Bulan   

    Lantik Pejabat di Lingkungan Pemkab Banyuasin, Bupati Sebut Bakal Ada Evaluasi Per Tiga Bulan  

    • calendar_month Kamis, 19 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.092
    • 0Komentar

    “Semuanya Ihklas dalam menerima jabatan ini, jika tidak Ihklas maka akan menderita dan kesusahan selama mengemban jabatan tersebut, karena jabatan itu merupakan amanah,”

  • Palembang Undercover di Usia 1338 Tahun

    Palembang Undercover di Usia 1338 Tahun

    • calendar_month Jumat, 25 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.240
    • 0Komentar

    TEPAT pada tanggal 17 Juni 2021 lalu Kota Palembang masuk pada usia 1338 tahun. Usia yang tidak muda dan penuh akan perubahan sosial selama palembang berdiri yang menjadikan kota ini penuh dengan sejarah. Sebagai pusat ekonomi dan ibukota sumatera selatan dengan padatnya hiruk pikuk aktivitas masyarakat menjadikan Kota Palembang termasuk kota terbesar dan terpadat sehingga […]

  • Resmikan RS. Siloam Silampari Lubuklinggau, Ini Pesan Alex

    Resmikan RS. Siloam Silampari Lubuklinggau, Ini Pesan Alex

    • calendar_month Kamis, 11 Jan 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.608
    • 0Komentar

    Dampak yang baik serta mengangkat Kota Lubuklinggau ke kelas yang lebih tinggi lagi.

  • “Menteri Budi Arie Ngelawak Serius, Bikin Taipan Dunia Mau Jadi Anggota Koperasi”

    “Menteri Budi Arie Ngelawak Serius, Bikin Taipan Dunia Mau Jadi Anggota Koperasi”

    • calendar_month Senin, 4 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 697
    • 0Komentar

    KALAU kamu kira kerjaan Menteri Koperasi itu cuma ngurus simpan-pinjam, nerima laporan kas, atau kadang bantu ibu-ibu beli Tupperware koperasi, kamu salah besar, bro. Menteri Budi Arie Setiadi ini kayaknya punya misi rahasia bikin koperasi Indonesia jadi incaran orang luar negeri. Gak tanggung-tanggung, yang kepincut ini bukan investor ecek-ecek, tapi taipan peternakan dari Brasil. Namanya […]

  • Meski Diguyur Hujan, Bupati Bersama BBJN Pantau Pembangunan Jalan

    Meski Diguyur Hujan, Bupati Bersama BBJN Pantau Pembangunan Jalan

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.644
    • 0Komentar

    MESKI diguyur Hujan, tak menyurutkan semangat Bupati Musi Banyuasin [Muba] untuk turun kelapangan memantau dan menyelusuri pembangunan Jalan Nasional yang dilakukan  Balai Besar Jalan Nasional (BBJN) di Desa Bailangu. “Nah kita lihat perhitungan kita, mungkin dalam satu bulan kedepan jalan ini bisa putus, kalau tidak ada upaya upaya ekstrim. Karena kita lihat, bertahun-tahun selalu diperbaiki […]

expand_less
WordPress Archive Bonete – Feminine Blog Elementor Template Kit Bonfire Creative Multipurpose WordPress Theme Bonjour – Magazine and Blog WordPress Theme Bonko | Safari & Zoo WordPress Theme Bonne – Chiropractic & Physiotherapy Elementor Template Kit Bonus Product for WooCommerce Booco – Responsive Magazine & Blog WordPress Theme Book Store WordPress Theme Book Your Travel – Online Booking WordPress Theme Bookarazi – Author & Publisher Elementor Template Kit