Senin, 28 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lingkungan » Galau Jadi Gaul, Revolusi Tong Sampah & Tanggung Jawab Anak Muda

Galau Jadi Gaul, Revolusi Tong Sampah & Tanggung Jawab Anak Muda

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
  • visibility 532
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALAU dulu galau itu identik dengan cinta yang bertepuk sebelah tangan, sekarang anak muda galau karena satu hal yang lebih global tumpukan sampah yang makin ngalahin gunung Everest versi plastik dan kardus mie instan. Inilah yang disebut eco-anxiety  galau lingkungan, bukan galau mantan.

Namun tenang saja, ini bukan Indonesia namanya kalau gak bisa menyulap kegalauan jadi gerakan keren, oleh karena itu lahirlah… GAUL’S!, bukan singkatan dari Gaya Anak Urban Lebay Sih, melainkan Gerakan Aksi untuk Lingkungan dan Solusi Sampah.

Ya, gerakan ini hadir bukan sekadar numpang lewat kayak rombongan pengajian kalau lihat pasar murah. GAUL’S dibikin serius tapi santai, kritis tapi kreatif, dagelan tapi berdampak.

Digelar bareng Hari Bebas Kendaraan Bermotor di Danau Sunter, Jakarta Utara, KLH/BPLH ngajak lebih dari 1.000 orang dari berbagai penjuru dan komunitas. Dari anak Saka Kalpataru sampai emak-emak Karang Taruna yang biasanya jago nyuapin balita sambil nonton sinetron, semua tumplek jadi satu dalam semangat memilah sampah dan memilah masa depan.

“Ini bukan angka, ini realitas,” kata Pak Winarto, Inspektur Utama KLH/BPLH. Bener, Pak. Angka 3,17 juta ton sampah di Jakarta bukan cuma catatan statistik, tapi alarm lingkungan yang volumenya udah kayak konser metal. Dan kayak pepatah Betawi bilang, “kalau kebersihan pangkal kesehatan, maka malas buang sampah pangkal sengsara lingkungan”

Oleh sebab itu, gerakan ini gak cuma nyuruh-nyuruh, ada aksi nyata kayak pembagian alat biopori, edukasi pilah sampah, dan pengukuhan duta muda lingkungan. Kalau biasanya yang dikukuhkan itu duta sabun cuci atau penyanyi dangdut, kali ini duta lingkungan, biar tong sampah nggak cuma jadi tempat buang kenangan, tapi jadi lambang perubahan.

Kita lihat Jepang, di negeri yang sampahnya dipilah lebih rapi dari folder tugas anak kuliahan, semua rumah punya sistem klasifikasi sampah yang jelas. Ada sampah bisa dibakar, tidak bisa dibakar, dan khusus kayak perasaan mantan yang belum move on.

Di Jepang, warga bisa didenda kalau buang sampah sembarangan. Mereka tak cuma disiplin waktu, tapi juga disiplin daur ulang. Hasilnya? Lingkungan bersih, masyarakat sehat, dan ekspor teknologi daur ulang meningkat.

Sementara itu, di RW 01 Sunter Jaya, Jakarta, kita punya versi lokal yang gak kalah keren. Di sana ada Program Kampung Iklim Lestari yang isinya komposter, bank sampah, sampai industri roster ramah lingkungan.

Kalau Jepang punya Toyota Hybrid, kita punya tetangga yang bisa nyulap sisa dapur jadi pupuk, dan itu lebih ‘wah’ dari diskon di e-commerce.

Cinta Tanah Air

Menteri Hanif Faisol Nurofiq juga gak main-main. Dalam pidatonya yang dibacakan dengan semangat penuh cinta tanah air oleh Pak Winarto, beliau menekankan bahwa gotong royong dan prinsip bersih itu sehat harus bangkit lagi, seperti sinyal HP yang kadang hilang pas lagi penting-pentingnya.

Budaya Betawi yang dulunya rajin bersih-bersih bareng, sekarang bisa dibangkitkan untuk mengatasi masalah modern dengan cara yang bermartabat, bukan dengan marah-marah di Instagram.

Karena kenyataannya, kalau kita gak gotong royong bersihkan lingkungan, ya kita bareng-bareng juga bakal “digotong” ke rumah sakit gara-gara penyakit akibat lingkungan kotor.

Data BPS bilang 58% warga Jakarta itu anak muda umur 15–34 tahun. Bayangkan kalau semua dari mereka mulai pilah sampah, pakai sedotan bambu, dan upload gaya hidup ramah lingkungan ke TikTok bisa jadi tren lebih viral daripada challenge joget sambil makan cabai.

Gerakan GAUL’S ini bukan buat gaya-gayaan, tapi buat ngasih gaya baru dalam melihat masalah lingkungan. Karena seperti kata pepatah bijak masa kini “Perubahan besar itu dimulai dari tong sampah di rumah sendiri”

Jadi, kalau kamu anak muda dan masih bingung mau ikut aksi lingkungan atau enggak, ingatlah tong sampah di dapurmu adalah titik awal revolusi. Jangan nunggu sampai Jakarta jadi Lautan Plastik atau sampai kamu nemu lumba-lumba di Kali Sunter.

Mulailah dari sekarang. Pilah, olah, dan jangan buang masa depan sembarangan, sebab kalau generasi muda bisa galau karena doi gak balas chat, masa gak bisa gaul untuk bumi yang mulai sekarat?.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rayakan Idul Fitri 1442 H, WNI di Thailand Selatan Lakukan Secara Daring

    Rayakan Idul Fitri 1442 H, WNI di Thailand Selatan Lakukan Secara Daring

    • calendar_month Selasa, 18 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.012
    • 0Komentar

    PANDEMI Covid-19 masih menyebabkan pembatasan-pembatasan di berbagai negara, tak terkecuali di Thailand. Menyiasati hal tersebut, KRI Songkhla merayakan Idulfitri 1442 H bersama para WNI di Thailand Selatan secara daring (15/05/2021). Acara berlangsung lancar penuh kekeluargaan dengan diikuti 47 peserta secara aktif. Silaturahmi virtual WNI ini adalah untuk pertama kali diadakan ditengah masa pandemi Covid-19 yang […]

  • Antisipasi Teroris, Indonesia – Belgia Lakukan Kerjasama

    Antisipasi Teroris, Indonesia – Belgia Lakukan Kerjasama

    • calendar_month Minggu, 12 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.992
    • 0Komentar

    INDONESIA, melalui Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), terus meningkatkan kolaborasi antarlembaga di luar negeri dalam penanggulangan terorisme internasional. Termasuk di antaranya dengan Belgia, melalui Coordination Unit for Threat Analysis (CUTA) Belgia agar terorisme dapat diantisipasi. Kepala BNPT, Boy Rafli Amar, mengatakan, koordinasi dan kolaborasi antar negara, terutama Indonesia-Belgia, diperlukan karena ancaman terorisme semakin dinamis dan […]

  • Indonesia Tuan Rumah Konferensi Polwan Sedunia, 17 Negara Siap Hadir

    Indonesia Tuan Rumah Konferensi Polwan Sedunia, 17 Negara Siap Hadir

    • calendar_month Selasa, 2 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 875
    • 0Komentar

    PARA polisi wanita (polwan) dari 17 negara siap menghadiri Konferensi Polwan Sedunia ata The International Association of Woman Police (IAWP) Conference yang akan digelar di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur pada November 2021. “Jumlah utusan tergantung dari keputusan tiap negara dan akan tiba pada awal November 2021 ini,” kata (Kadivhubinter) Polri Irjen. Pol. […]

  • Cuap-cuap bersama Gubernur di Udara, Seru Juga Coy….

    Cuap-cuap bersama Gubernur di Udara, Seru Juga Coy….

    • calendar_month Sabtu, 15 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 736
    • 0Komentar

    GUBERNUR Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru menyapa seluruh masyrakat Provinsi Sumsel melalui Radio Elshinta dengan frekuensi 96,7 FM. Tepat pukul 14.30 WIB. Ia datang menggunakan pakaian muslim, kedatangan Herman Deru ke Radio Elshinta adalah sebagai narasumber pada program “Gubernur di radio”. Bertempat di Radio Elshinta Palembang (14/2) Herman Deru berdialog langsung dengan masyarakat […]

  • Polda Banten OTT Lurah dan PNS Lebak

    Polda Banten OTT Lurah dan PNS Lebak

    • calendar_month Minggu, 14 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 880
    • 0Komentar

    DIREKTORAT Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Banten melakukan operasi tangkap tangan (OTT) kepada empat pegawai Kantor Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (ATR BPN) Kabupaten Lebak, Banten, Jumat (12/11/2021) malam. Selain itu, seorang lurah juga ikut dibekuk. Direskrimsus Polda Banten Kombes Pol. Dedi Supriadi, S.I.K., menyatakan satu orang lurah yang ditangkap adalah lurah di […]

  • Sembako, Tongkat & Kursi Roda dari TP PKK Sumsel

    Sembako, Tongkat & Kursi Roda dari TP PKK Sumsel

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.373
    • 0Komentar

    KETUA Tim Penggerak PKK Hj. Feby Deru beserta jajaran untuk membagikan sembako dan bantuan kepada masyarakat yang kesulitan ekonomi akibat terdampak bencana Non- alam Covid19. Kecamatan Gandus dan Kecamatan Alang-Alang Lebar yang mendapatkan bantuan sembako dan bantuan berupa 2 tongkat dan 1 kursi roda oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Feby Deru yang didampingi Fauziah Mawardi […]

expand_less
WordPress Archive CSS Igniter Amaryllis WordPress Theme CSS Igniter Andros WordPressTheme CSS Igniter Beaute WordPress Theme CSS Igniter Benson WordPress Theme CSS Igniter Berliner WordPress Theme CSS Igniter Blockchain WordPress Theme CSS Igniter Brittany WordPress Theme CSS Igniter Business3ree WordPress Theme CSS Igniter BusinessTwo WordPress Theme CSS Igniter Coastline WordPress Theme