Minggu, 18 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lingkungan » Galau Jadi Gaul, Revolusi Tong Sampah & Tanggung Jawab Anak Muda

Galau Jadi Gaul, Revolusi Tong Sampah & Tanggung Jawab Anak Muda

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
  • visibility 542
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALAU dulu galau itu identik dengan cinta yang bertepuk sebelah tangan, sekarang anak muda galau karena satu hal yang lebih global tumpukan sampah yang makin ngalahin gunung Everest versi plastik dan kardus mie instan. Inilah yang disebut eco-anxiety  galau lingkungan, bukan galau mantan.

Namun tenang saja, ini bukan Indonesia namanya kalau gak bisa menyulap kegalauan jadi gerakan keren, oleh karena itu lahirlah… GAUL’S!, bukan singkatan dari Gaya Anak Urban Lebay Sih, melainkan Gerakan Aksi untuk Lingkungan dan Solusi Sampah.

Ya, gerakan ini hadir bukan sekadar numpang lewat kayak rombongan pengajian kalau lihat pasar murah. GAUL’S dibikin serius tapi santai, kritis tapi kreatif, dagelan tapi berdampak.

Digelar bareng Hari Bebas Kendaraan Bermotor di Danau Sunter, Jakarta Utara, KLH/BPLH ngajak lebih dari 1.000 orang dari berbagai penjuru dan komunitas. Dari anak Saka Kalpataru sampai emak-emak Karang Taruna yang biasanya jago nyuapin balita sambil nonton sinetron, semua tumplek jadi satu dalam semangat memilah sampah dan memilah masa depan.

“Ini bukan angka, ini realitas,” kata Pak Winarto, Inspektur Utama KLH/BPLH. Bener, Pak. Angka 3,17 juta ton sampah di Jakarta bukan cuma catatan statistik, tapi alarm lingkungan yang volumenya udah kayak konser metal. Dan kayak pepatah Betawi bilang, “kalau kebersihan pangkal kesehatan, maka malas buang sampah pangkal sengsara lingkungan”

Oleh sebab itu, gerakan ini gak cuma nyuruh-nyuruh, ada aksi nyata kayak pembagian alat biopori, edukasi pilah sampah, dan pengukuhan duta muda lingkungan. Kalau biasanya yang dikukuhkan itu duta sabun cuci atau penyanyi dangdut, kali ini duta lingkungan, biar tong sampah nggak cuma jadi tempat buang kenangan, tapi jadi lambang perubahan.

Kita lihat Jepang, di negeri yang sampahnya dipilah lebih rapi dari folder tugas anak kuliahan, semua rumah punya sistem klasifikasi sampah yang jelas. Ada sampah bisa dibakar, tidak bisa dibakar, dan khusus kayak perasaan mantan yang belum move on.

Di Jepang, warga bisa didenda kalau buang sampah sembarangan. Mereka tak cuma disiplin waktu, tapi juga disiplin daur ulang. Hasilnya? Lingkungan bersih, masyarakat sehat, dan ekspor teknologi daur ulang meningkat.

Sementara itu, di RW 01 Sunter Jaya, Jakarta, kita punya versi lokal yang gak kalah keren. Di sana ada Program Kampung Iklim Lestari yang isinya komposter, bank sampah, sampai industri roster ramah lingkungan.

Kalau Jepang punya Toyota Hybrid, kita punya tetangga yang bisa nyulap sisa dapur jadi pupuk, dan itu lebih ‘wah’ dari diskon di e-commerce.

Cinta Tanah Air

Menteri Hanif Faisol Nurofiq juga gak main-main. Dalam pidatonya yang dibacakan dengan semangat penuh cinta tanah air oleh Pak Winarto, beliau menekankan bahwa gotong royong dan prinsip bersih itu sehat harus bangkit lagi, seperti sinyal HP yang kadang hilang pas lagi penting-pentingnya.

Budaya Betawi yang dulunya rajin bersih-bersih bareng, sekarang bisa dibangkitkan untuk mengatasi masalah modern dengan cara yang bermartabat, bukan dengan marah-marah di Instagram.

Karena kenyataannya, kalau kita gak gotong royong bersihkan lingkungan, ya kita bareng-bareng juga bakal “digotong” ke rumah sakit gara-gara penyakit akibat lingkungan kotor.

Data BPS bilang 58% warga Jakarta itu anak muda umur 15–34 tahun. Bayangkan kalau semua dari mereka mulai pilah sampah, pakai sedotan bambu, dan upload gaya hidup ramah lingkungan ke TikTok bisa jadi tren lebih viral daripada challenge joget sambil makan cabai.

Gerakan GAUL’S ini bukan buat gaya-gayaan, tapi buat ngasih gaya baru dalam melihat masalah lingkungan. Karena seperti kata pepatah bijak masa kini “Perubahan besar itu dimulai dari tong sampah di rumah sendiri”

Jadi, kalau kamu anak muda dan masih bingung mau ikut aksi lingkungan atau enggak, ingatlah tong sampah di dapurmu adalah titik awal revolusi. Jangan nunggu sampai Jakarta jadi Lautan Plastik atau sampai kamu nemu lumba-lumba di Kali Sunter.

Mulailah dari sekarang. Pilah, olah, dan jangan buang masa depan sembarangan, sebab kalau generasi muda bisa galau karena doi gak balas chat, masa gak bisa gaul untuk bumi yang mulai sekarat?.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • “Sumpah Rupiah: Belajar Cinta Uang, Bukan Cinta Utang”

    “Sumpah Rupiah: Belajar Cinta Uang, Bukan Cinta Utang”

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.196
    • 0Komentar

    DULU, para pemuda bersumpah satu tanah air, satu bangsa, satu bahasa.Sekarang, generasi baru kayaknya perlu bikin satu lagi yaitu Sumpah Rupiah,  satu cinta, satu dompet, satu saldo minimal lima belas ribu.hahaha!.ada aja guyonnya… Lha, gimana nggak? Hari gini banyak yang cinta tanah air cuma di caption, tapi begitu lihat diskon 11.11, Nasionalismenya pindah ke toko […]

  • Tekan Emisi Gas, Pemprov Sumsel Dukung Program Energi Baru Terbarukan

    Tekan Emisi Gas, Pemprov Sumsel Dukung Program Energi Baru Terbarukan

    • calendar_month Senin, 1 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 843
    • 0Komentar

    WAKIL Gubernur Sumatera Selatan H. Mawardi Yahya (MY) menghadiri penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) dan naskah hibah Barang Milik Negara (BMN) di lingkungan Badan Geologi dan Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi, Kementerian ESDM RI bertempat di Candi Prambanan, Sleman Yogyakarta, belum lama ini. Dikesempatan itu, Wagub menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Sumsel […]

  • Saudi Izinkan 1 Juta Jemaah Beribadah Haji, Menag: Alhamdulillah, Calhaj Indonesia Bisa Berangkat

    Saudi Izinkan 1 Juta Jemaah Beribadah Haji, Menag: Alhamdulillah, Calhaj Indonesia Bisa Berangkat

    • calendar_month Sabtu, 9 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 701
    • 0Komentar

    KERAJAAN Arab Saudi hari ini, Sabtu (9/4/2022), resmi mengumumkan penyelenggaraan haji 1443 H dengan total jamaah mencapai 1 juta orang. Pengumuman tersebut diterbitkan melalui surat Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi. Pemerintah Indonesia menyambut positif atas pengumuman terbaru dari otoritas Saudi ini. Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan rasa syukur atas adanya kepastian keberangkatan […]

  • Kelola Keuangan, BSB Teken Kesepakatan  dengan IAIN SAS BABEL

    Kelola Keuangan, BSB Teken Kesepakatan  dengan IAIN SAS BABEL

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.840
    • 0Komentar

    BANK Sumsel Babel [BSB] berkerjasama dengan IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung (IAIN SAS BABEL) terkait Pengelolaan Keuangan dan Jasa Keuangan Lainnya. Kerjasama sama tersebut direalisasikan dengan Penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum Of Understanding/Mou). Dalam keterangan rilisnya, Direktur Utama BSB Achmad Syamsuddin mengatakan BSB  Syariah sangat concern  terhadap pelayanan jasa perbankan kepada nasabah-nya. Hal ini, paparnya […]

  • Penggabungan Dua Penyelenggara Telekomunikasi, Dirjen Minta Perhatikan Prinsip Bisnis

    Penggabungan Dua Penyelenggara Telekomunikasi, Dirjen Minta Perhatikan Prinsip Bisnis

    • calendar_month Rabu, 10 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 730
    • 0Komentar

    TERHITUNG sejak tanggal 20 September 2021, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate telah menerima surat permohonan penggabungan PT Hutchison 3 Indonesia (H3I) dan PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo). Direktur Jenderal Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Kominfo, Ismail menyatakan, penggabungan dua penyelengara telekomunikasi tersebut sehingga kini berganti nama menjadi PT Indosat Ooredoo Hutchison […]

  • Pusri Tutup Produksi 2025, Sambut 2026 dengan Strategi Baru

    Pusri Tutup Produksi 2025, Sambut 2026 dengan Strategi Baru

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.314
    • 0Komentar

    TUTUP buku produksi itu biasanya bikin kepala pusing, tapi bagi PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang, menutup tahun 2025 ternyata bisa jadi acara yang serius, tapi tetap bikin senyum. Tengok saja, para komisaris dan direksi hadir langsung di pabrik, bukan cuma untuk menandatangani dokumen, tapi juga menyaksikan demo pengantongan pupuk. Ya, benar, demo pengantongan pupuk, bukan […]

expand_less
WordPress Archive CSS Igniter Amaryllis WordPress Theme CSS Igniter Andros WordPressTheme CSS Igniter Beaute WordPress Theme CSS Igniter Benson WordPress Theme CSS Igniter Berliner WordPress Theme CSS Igniter Blockchain WordPress Theme CSS Igniter Brittany WordPress Theme CSS Igniter Business3ree WordPress Theme CSS Igniter BusinessTwo WordPress Theme CSS Igniter Coastline WordPress Theme