Sabtu, 15 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lingkungan » Galau Jadi Gaul, Revolusi Tong Sampah & Tanggung Jawab Anak Muda

Galau Jadi Gaul, Revolusi Tong Sampah & Tanggung Jawab Anak Muda

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
  • visibility 522
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALAU dulu galau itu identik dengan cinta yang bertepuk sebelah tangan, sekarang anak muda galau karena satu hal yang lebih global tumpukan sampah yang makin ngalahin gunung Everest versi plastik dan kardus mie instan. Inilah yang disebut eco-anxiety  galau lingkungan, bukan galau mantan.

Namun tenang saja, ini bukan Indonesia namanya kalau gak bisa menyulap kegalauan jadi gerakan keren, oleh karena itu lahirlah… GAUL’S!, bukan singkatan dari Gaya Anak Urban Lebay Sih, melainkan Gerakan Aksi untuk Lingkungan dan Solusi Sampah.

Ya, gerakan ini hadir bukan sekadar numpang lewat kayak rombongan pengajian kalau lihat pasar murah. GAUL’S dibikin serius tapi santai, kritis tapi kreatif, dagelan tapi berdampak.

Digelar bareng Hari Bebas Kendaraan Bermotor di Danau Sunter, Jakarta Utara, KLH/BPLH ngajak lebih dari 1.000 orang dari berbagai penjuru dan komunitas. Dari anak Saka Kalpataru sampai emak-emak Karang Taruna yang biasanya jago nyuapin balita sambil nonton sinetron, semua tumplek jadi satu dalam semangat memilah sampah dan memilah masa depan.

“Ini bukan angka, ini realitas,” kata Pak Winarto, Inspektur Utama KLH/BPLH. Bener, Pak. Angka 3,17 juta ton sampah di Jakarta bukan cuma catatan statistik, tapi alarm lingkungan yang volumenya udah kayak konser metal. Dan kayak pepatah Betawi bilang, “kalau kebersihan pangkal kesehatan, maka malas buang sampah pangkal sengsara lingkungan”

Oleh sebab itu, gerakan ini gak cuma nyuruh-nyuruh, ada aksi nyata kayak pembagian alat biopori, edukasi pilah sampah, dan pengukuhan duta muda lingkungan. Kalau biasanya yang dikukuhkan itu duta sabun cuci atau penyanyi dangdut, kali ini duta lingkungan, biar tong sampah nggak cuma jadi tempat buang kenangan, tapi jadi lambang perubahan.

Kita lihat Jepang, di negeri yang sampahnya dipilah lebih rapi dari folder tugas anak kuliahan, semua rumah punya sistem klasifikasi sampah yang jelas. Ada sampah bisa dibakar, tidak bisa dibakar, dan khusus kayak perasaan mantan yang belum move on.

Di Jepang, warga bisa didenda kalau buang sampah sembarangan. Mereka tak cuma disiplin waktu, tapi juga disiplin daur ulang. Hasilnya? Lingkungan bersih, masyarakat sehat, dan ekspor teknologi daur ulang meningkat.

Sementara itu, di RW 01 Sunter Jaya, Jakarta, kita punya versi lokal yang gak kalah keren. Di sana ada Program Kampung Iklim Lestari yang isinya komposter, bank sampah, sampai industri roster ramah lingkungan.

Kalau Jepang punya Toyota Hybrid, kita punya tetangga yang bisa nyulap sisa dapur jadi pupuk, dan itu lebih ‘wah’ dari diskon di e-commerce.

Cinta Tanah Air

Menteri Hanif Faisol Nurofiq juga gak main-main. Dalam pidatonya yang dibacakan dengan semangat penuh cinta tanah air oleh Pak Winarto, beliau menekankan bahwa gotong royong dan prinsip bersih itu sehat harus bangkit lagi, seperti sinyal HP yang kadang hilang pas lagi penting-pentingnya.

Budaya Betawi yang dulunya rajin bersih-bersih bareng, sekarang bisa dibangkitkan untuk mengatasi masalah modern dengan cara yang bermartabat, bukan dengan marah-marah di Instagram.

Karena kenyataannya, kalau kita gak gotong royong bersihkan lingkungan, ya kita bareng-bareng juga bakal “digotong” ke rumah sakit gara-gara penyakit akibat lingkungan kotor.

Data BPS bilang 58% warga Jakarta itu anak muda umur 15–34 tahun. Bayangkan kalau semua dari mereka mulai pilah sampah, pakai sedotan bambu, dan upload gaya hidup ramah lingkungan ke TikTok bisa jadi tren lebih viral daripada challenge joget sambil makan cabai.

Gerakan GAUL’S ini bukan buat gaya-gayaan, tapi buat ngasih gaya baru dalam melihat masalah lingkungan. Karena seperti kata pepatah bijak masa kini “Perubahan besar itu dimulai dari tong sampah di rumah sendiri”

Jadi, kalau kamu anak muda dan masih bingung mau ikut aksi lingkungan atau enggak, ingatlah tong sampah di dapurmu adalah titik awal revolusi. Jangan nunggu sampai Jakarta jadi Lautan Plastik atau sampai kamu nemu lumba-lumba di Kali Sunter.

Mulailah dari sekarang. Pilah, olah, dan jangan buang masa depan sembarangan, sebab kalau generasi muda bisa galau karena doi gak balas chat, masa gak bisa gaul untuk bumi yang mulai sekarat?.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemprov Sumsel  Dorong Pemuda   Ciptakan Karya Inovatif Ditengah Pandemi

    Pemprov Sumsel  Dorong Pemuda   Ciptakan Karya Inovatif Ditengah Pandemi

    • calendar_month Selasa, 12 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.360
    • 0Komentar

    Peran para pemuda di Sumsel  begitu ditunggu sumbangsihnya  dalam mendorong majunya  pembangunan. Bukan saja lewat karyanya yang inovatif namun pemuda juga harus mampu menjadi contoh sebagai edukasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Utamanya di tengah  masa sulit akibat Pandemi Covid-10 sekarang ini. “Forum Komunikasi Mahasiswa dan Pemuda Daerah juga harus berperan dalam kondisi saat ini. Beri pengertian pada masyarakat agar […]

  • Sukses Gelar 2 Even Internasional, 2020, Muba Bakal Garap One Prix

    Sukses Gelar 2 Even Internasional, 2020, Muba Bakal Garap One Prix

    • calendar_month Minggu, 8 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 896
    • 0Komentar

    SETELAH pada pekan lalu berhasil menyukseskan Asia Auto Muba Gymkhana (slalom), Minggu (8/12/2019) kesuksesan dan kemeriahan berlanjut pada event Muba Internasional Supermoto Cup 2019. Tak tanggung-tanggung, di penghujung tahun 2019 pada dua event bergengsi yang di inisiasi Bupati Muba Dodi Reza melalui Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Muba itu berhasil mendatangkan pebalap internasional sedikitnya dari 11 […]

  • sandiaga-uno-palembang

    “Masa Orang Asing Jadi Bos, Orang Lokal Jadi Kuli”

    • calendar_month Rabu, 19 Sep 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 844
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Bakal Calon Wakil Presiden yang diusung koalisi partai Gerindra, Demokrat, PKS, dan PAN, Sandiaga Uno menyerap beberapa aspirasi warga yang mengeluhkan kondisi stabilitas perekonomian di kawasan Taman Kambang Iwak, Palembang, Selasa. “Saya mendengarkan aspirasi dari Ibu Ina Sumarno. Emak-emak yang merupakan pensiunan PNS. Walaupun beliau berpenghasilan tetap namun ia mengeluhkan ketika mau […]

  • kiper-persela-lamongan-Choirul-Huda

    Tabrakan dengan Rekan Sendiri, Kiper Persela Meninggal

    • calendar_month Minggu, 15 Okt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.738
    • 0Komentar

    Naas, memang setelah bertabrakan dengan rekan sendiri saat menghalau bola, penjaga gawang Persela Lamongan Choirul Huda meninggal dunia. Insiden tersebut saat pertandingan Liga 1, Minggu (15/10/2017). Pemain kelahiran Lamongan itu wafat pada usia 38 tahun.

  • Relawan Minta Tokoh Masyarakat Jangan Abai Protokol Kesehatan

    Relawan Minta Tokoh Masyarakat Jangan Abai Protokol Kesehatan

    • calendar_month Senin, 16 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.182
    • 0Komentar

    PANDEMI COVID-19 yang melanda Indonesia membawa dampak yang begitu dahsyat bagi seluruh lapisan masyarakat. Pemerintah kerapkali menghimbau masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan 3M, yaitu Mencuci Tangan Dengan Sabun, Memakai Masker dan Menjaga Jarak Aman Minimal 1 Meter. Namun, masih banyak ditemukan anggota masyarakat yang tidak mengindahkan dan menganggap protokol kesehatan sebagai sesuatu yang sepele […]

  • Dihadapan Peserta Andalas Forum II, Bupati Muba Paparkan Inovasi dari Sawit

    Dihadapan Peserta Andalas Forum II, Bupati Muba Paparkan Inovasi dari Sawit

    • calendar_month Kamis, 13 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.029
    • 0Komentar

    RATUSAN peserta Andalas Forum II asal  Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi dan Sumatera Selatan terpukau oleh ide pengembangan sawit di Musi Banyuasin [Muba]. Acara  digelar oleh Gabungan  Pengusaha Kelapa Sawit (Gapki) Sumatera Selatan di Ballroom Hotel Harper Palembang, Kamis (13/2/2020). Rangkaian acara yang digelar selama dua hari ini membahas  promosi dan […]

expand_less
WordPress Archive CSS Igniter Amaryllis WordPress Theme CSS Igniter Andros WordPressTheme CSS Igniter Beaute WordPress Theme CSS Igniter Benson WordPress Theme CSS Igniter Berliner WordPress Theme CSS Igniter Blockchain WordPress Theme CSS Igniter Brittany WordPress Theme CSS Igniter Business3ree WordPress Theme CSS Igniter BusinessTwo WordPress Theme CSS Igniter Coastline WordPress Theme