Rabu, 7 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lingkungan » Ikan Purba Coelacanth Ditemukan di Pulau Talise, 18 Ekor Ungkap Fakta Baru Habitatnya

Ikan Purba Coelacanth Ditemukan di Pulau Talise, 18 Ekor Ungkap Fakta Baru Habitatnya

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
  • visibility 49
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Penemuan 18 ekor ikan purba Coelacanth (Latimeria menadoensis) di perairan Pulau Talise, Sulawesi Utara, membuka babak baru dalam penelitian spesies laut langka yang telah bertahan sejak sekitar 400 juta tahun lalu. Jumlah individu yang berhasil didokumentasikan tersebut menjadi salah satu temuan terbesar di Indonesia dan memperkuat dugaan bahwa Pulau Talise merupakan habitat penting bagi kelangsungan hidup Coelacanth.

Temuan terbaru ini juga memberikan dasar ilmiah yang semakin kuat bagi upaya konservasi laut di Indonesia. Selain melindungi spesies langka, hasil penelitian diharapkan menjadi pijakan dalam menjaga ekosistem laut dalam yang masih menyimpan banyak misteri.

Pulau Talise Dinilai Cocok sebagai Habitat Coelacanth

Para peneliti menemukan bahwa kondisi perairan Pulau Talise memiliki karakteristik yang mendukung kehidupan Coelacanth. Salah satu buktinya adalah keberhasilan mendokumentasikan 11 ekor Coelacanth hidup di dalam satu gua bawah laut, jumlah yang jauh lebih banyak dibandingkan survei sebelumnya.

Lokasi yang sama pernah diteliti pada 2009, namun saat itu hanya ditemukan empat individu. Peningkatan jumlah temuan dalam ekspedisi terbaru menunjukkan kawasan tersebut kemungkinan menjadi salah satu tempat berlindung sekaligus habitat utama ikan purba tersebut.

Ekspedisi ini merupakan hasil kolaborasi antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), OceanX, dan NHK yang kembali mengeksplorasi gua bawah laut di Pulau Talise.

Penelitian Lebih dari Dua Dekade Terus Mengungkap Misteri Coelacanth

Riset mengenai Coelacanth di Indonesia telah dimulai sejak 2004. Selama lebih dari 20 tahun, para ilmuwan terus mempelajari persebaran, perilaku, hingga karakter biologis spesies yang sering dijuluki sebagai ikan fosil hidup.

Hingga saat ini, sedikitnya 52 individu Coelacanth telah berhasil diidentifikasi di berbagai wilayah perairan Indonesia. Selain itu, tim peneliti juga mendokumentasikan empat individu lainnya di Afrika Selatan melalui kerja sama internasional.

Data tersebut memperlihatkan bahwa Indonesia memiliki peran penting dalam upaya penelitian dan pelestarian Coelacanth di tingkat global.

Ikan Muda dan 22 Telur Jadi Petunjuk Penting

Selain menemukan kelompok Coelacanth di Pulau Talise, peneliti juga berhasil mendokumentasikan seekor Coelacanth juvenil sepanjang sekitar 26 sentimeter di Teluk Amurang.

Keberadaan ikan berusia muda itu memberikan informasi baru mengenai proses regenerasi populasi Coelacanth yang selama ini masih sedikit dipahami.

Penelitian juga memanfaatkan teknologi CT Scan terhadap salah satu spesimen. Dari hasil pemindaian tersebut, ilmuwan menemukan 22 butir telur di dalam tubuh ikan, memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai sistem reproduksi spesies purba ini.

Sementara itu, teknologi environmental DNA (eDNA) turut digunakan untuk mendeteksi keberadaan Coelacanth melalui jejak materi genetik yang terdapat di lingkungan perairan. Pendekatan ini membantu peneliti mengidentifikasi habitat tanpa harus selalu bertemu langsung dengan ikan tersebut.

Habitat Coelacanth di Indonesia Tersebar di Sejumlah Wilayah

Hasil penelitian menunjukkan habitat Coelacanth di Indonesia tidak hanya berada di Pulau Talise. Spesies ini juga telah teridentifikasi di sejumlah wilayah lain, mulai dari Biak di Papua hingga Buol, Sulawesi Tengah.

Luasnya sebaran tersebut memperlihatkan bahwa perairan Indonesia menjadi salah satu kawasan penting bagi keberlangsungan hidup Coelacanth, yang populasinya sangat terbatas di dunia.

Hasil Riset Jadi Dasar Penguatan Konservasi

Temuan terbaru mengenai Coelacanth tidak hanya menambah pengetahuan ilmiah, tetapi juga memperkuat rencana pembentukan kawasan konservasi di Pulau Talise.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersama BRIN dan Kementerian Kelautan dan Perikanan tengah menyiapkan penetapan kawasan konservasi yang difokuskan untuk melindungi habitat alami Coelacanth.

Ke depan, kawasan tersebut juga diproyeksikan mendukung pengembangan penelitian, pendidikan, serta ekowisata berbasis konservasi.

Setelah proses penetapan kawasan konservasi nasional rampung, habitat Coelacanth di Pulau Talise direncanakan akan diusulkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Lokasinya yang berada di kawasan Segitiga Terumbu Karang (Coral Triangle) semakin menambah nilai penting wilayah tersebut sebagai pusat keanekaragaman hayati laut dunia.

Penemuan 18 ekor ikan purba Coelacanth di Pulau Talise menjadi bukti bahwa laut Indonesia masih menyimpan kekayaan biodiversitas yang luar biasa. Bagi para peneliti, setiap temuan baru tidak hanya membantu mengungkap kehidupan salah satu spesies laut tertua di bumi, tetapi juga menjadi dasar penting dalam menyusun langkah-langkah konservasi agar Coelacanth tetap lestari di habitat alaminya. (***)/brin

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Serius Tangani COVID-19, Palembang Pangkas Anggaran SKPD

    Serius Tangani COVID-19, Palembang Pangkas Anggaran SKPD

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 853
    • 0Komentar

    PEMERINTAH kota Palembang  memangkas anggaran di setiap SKPD [Satuan Kerja Perangkat Daerah (biasa disingkat SKPD] guna serius penangangan Virus COVID-19. Pemkot telah melakukan pengurangan belanja langsung untuk pembayaran hutang APBD 2019 pada APBD 2020. “Pandemi Corona ini, pemerintah pusat telah memberikan kemudahan dalam regulasi penangana Covid-19 pada Pemerintah daerah dalam pergeseran anggaran,” kata Sekda kota Palembang Ratu […]

  • Tujuh Kloter,  Hari Ini Jamaah Calon Haji Berangkat ke Arab Saudi

    Tujuh Kloter, Hari Ini Jamaah Calon Haji Berangkat ke Arab Saudi

    • calendar_month Sabtu, 4 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 467
    • 0Komentar

    FASE pemberangkatan jemaah haji Indonesia 1443 Hijriah/2022 Masehi dimulai hari ini, Sabtu (04/06/2022). Total jemaah haji yang diberangkatkan adalah 2.776 jemaah yang tergabung dalam 7 kloter dari 5 embarkasi dan jemaah dari berbagai provinsi itu terbang menuju Arab Saudi. Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas saat melepas 393 jemaah kloter pertama Embarkasi Jakarta – Pondok […]

  • Dalam Pemberdayaan Perempuan, Ada Tiga Syarat Utama Yang Diperlukan

    Dalam Pemberdayaan Perempuan, Ada Tiga Syarat Utama Yang Diperlukan

    • calendar_month Rabu, 22 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 906
    • 0Komentar

    DALAM rangka mendorong pemberdayaan perempuan di dalam negeri ketika Presidensi G20 Indonesia selama satu tahun ke depan. Maka, ada tiga syarat utama yang harus dipenuhi. Tiga hal yang dimaksud adalah pemerataan infrastruktur digital, literasi digital, dan pelatihan keterampilan kewirausahaan bagi kaum perempuan di pelosok tanah air. “Memerlukan tiga syarat utama yang harus dipenuhi dalam mendukung […]

  • Badan POM Setujui Penggunaan Darurat Vaksin COVID-19 Produksi Sinovac untuk Lansia

    Badan POM Setujui Penggunaan Darurat Vaksin COVID-19 Produksi Sinovac untuk Lansia

    • calendar_month Senin, 8 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.148
    • 0Komentar

    BADAN Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM), pada tanggal 5 Februari 2021, mengeluarkan persetujuan penggunaan darurat vaksin CoronaVac produksi Sinovac untuk digunakan kepada kelompok lanjut usia (lansia) berumur 60 tahun ke atas. Meskipun sudah ada persetujuan penggunaan darurat, vaksinasi terhadap populasi lansia harus dilakukan secara hati-hati karena kelompok tersebut berisiko tinggi dan cenderung memiliki penyakit […]

  • Alex Noerdin : Tugas Terakhir Sukseskan Asian Games, Setelah Itu Saya akan Nikmati Hidup’

    Alex Noerdin : Tugas Terakhir Sukseskan Asian Games, Setelah Itu Saya akan Nikmati Hidup’

    • calendar_month Jumat, 24 Nov 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.288
    • 0Komentar

    “Kami menarik investor asing dengan cara menjaga kondusifitas daerah, mempermudah proses dan lisensi investor yang ingin berinvestasi serta meningkatkan infrastruktur seperti transportasi energy dan supply air,” jelasnya.

  • Ketika Kain Khas Muba Semarakkan Kriya Sriwijaya Fashion Parade

    Ketika Kain Khas Muba Semarakkan Kriya Sriwijaya Fashion Parade

    • calendar_month Kamis, 24 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.229
    • 0Komentar

    LENGGAK lenggok tampak model tinggi semampai jumputan Gambo Muba yang merupakan kain khas Kabupaten Muba yang terbuat dari olahan limbah getah gambir, kegiatan Kriya Sriwijaya Fashion Parade (KSFP) 2022 kemarin malam. Suasana bertambah meriah dan memukau ketika Susy Imelda Beni tampak mengenakan gamis Gambo Muba berwarna natural dengan melintasi runaway Kriya Sriwijaya Fashion Parade. “Jadi […]

expand_less
WordPress Archive Exicube Taxi App Exit Bee Jetpack CRX Addon Exmart – Minimal eCommerce WordPress Theme Exobank – Financial Elementor Template Kit Exodio Recording & Sound Studio Elementor Template Kit Exopress | Multipurpose Personal Blog WordPress Theme Expanet – Broadband & Internet Services Elementor Template Kit Experts – Business Professional Theme For Finance Firms Exponent – Modern Multi-Purpose Business WordPress theme Exposure – Personal Portfolio Elementor Template Kit