Selasa, 15 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lingkungan » Ikan Purba Coelacanth Ditemukan di Pulau Talise, 18 Ekor Ungkap Fakta Baru Habitatnya

Ikan Purba Coelacanth Ditemukan di Pulau Talise, 18 Ekor Ungkap Fakta Baru Habitatnya

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
  • visibility 42
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Penemuan 18 ekor ikan purba Coelacanth (Latimeria menadoensis) di perairan Pulau Talise, Sulawesi Utara, membuka babak baru dalam penelitian spesies laut langka yang telah bertahan sejak sekitar 400 juta tahun lalu. Jumlah individu yang berhasil didokumentasikan tersebut menjadi salah satu temuan terbesar di Indonesia dan memperkuat dugaan bahwa Pulau Talise merupakan habitat penting bagi kelangsungan hidup Coelacanth.

Temuan terbaru ini juga memberikan dasar ilmiah yang semakin kuat bagi upaya konservasi laut di Indonesia. Selain melindungi spesies langka, hasil penelitian diharapkan menjadi pijakan dalam menjaga ekosistem laut dalam yang masih menyimpan banyak misteri.

Pulau Talise Dinilai Cocok sebagai Habitat Coelacanth

Para peneliti menemukan bahwa kondisi perairan Pulau Talise memiliki karakteristik yang mendukung kehidupan Coelacanth. Salah satu buktinya adalah keberhasilan mendokumentasikan 11 ekor Coelacanth hidup di dalam satu gua bawah laut, jumlah yang jauh lebih banyak dibandingkan survei sebelumnya.

Lokasi yang sama pernah diteliti pada 2009, namun saat itu hanya ditemukan empat individu. Peningkatan jumlah temuan dalam ekspedisi terbaru menunjukkan kawasan tersebut kemungkinan menjadi salah satu tempat berlindung sekaligus habitat utama ikan purba tersebut.

Ekspedisi ini merupakan hasil kolaborasi antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), OceanX, dan NHK yang kembali mengeksplorasi gua bawah laut di Pulau Talise.

Penelitian Lebih dari Dua Dekade Terus Mengungkap Misteri Coelacanth

Riset mengenai Coelacanth di Indonesia telah dimulai sejak 2004. Selama lebih dari 20 tahun, para ilmuwan terus mempelajari persebaran, perilaku, hingga karakter biologis spesies yang sering dijuluki sebagai ikan fosil hidup.

Hingga saat ini, sedikitnya 52 individu Coelacanth telah berhasil diidentifikasi di berbagai wilayah perairan Indonesia. Selain itu, tim peneliti juga mendokumentasikan empat individu lainnya di Afrika Selatan melalui kerja sama internasional.

Data tersebut memperlihatkan bahwa Indonesia memiliki peran penting dalam upaya penelitian dan pelestarian Coelacanth di tingkat global.

Ikan Muda dan 22 Telur Jadi Petunjuk Penting

Selain menemukan kelompok Coelacanth di Pulau Talise, peneliti juga berhasil mendokumentasikan seekor Coelacanth juvenil sepanjang sekitar 26 sentimeter di Teluk Amurang.

Keberadaan ikan berusia muda itu memberikan informasi baru mengenai proses regenerasi populasi Coelacanth yang selama ini masih sedikit dipahami.

Penelitian juga memanfaatkan teknologi CT Scan terhadap salah satu spesimen. Dari hasil pemindaian tersebut, ilmuwan menemukan 22 butir telur di dalam tubuh ikan, memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai sistem reproduksi spesies purba ini.

Sementara itu, teknologi environmental DNA (eDNA) turut digunakan untuk mendeteksi keberadaan Coelacanth melalui jejak materi genetik yang terdapat di lingkungan perairan. Pendekatan ini membantu peneliti mengidentifikasi habitat tanpa harus selalu bertemu langsung dengan ikan tersebut.

Habitat Coelacanth di Indonesia Tersebar di Sejumlah Wilayah

Hasil penelitian menunjukkan habitat Coelacanth di Indonesia tidak hanya berada di Pulau Talise. Spesies ini juga telah teridentifikasi di sejumlah wilayah lain, mulai dari Biak di Papua hingga Buol, Sulawesi Tengah.

Luasnya sebaran tersebut memperlihatkan bahwa perairan Indonesia menjadi salah satu kawasan penting bagi keberlangsungan hidup Coelacanth, yang populasinya sangat terbatas di dunia.

Hasil Riset Jadi Dasar Penguatan Konservasi

Temuan terbaru mengenai Coelacanth tidak hanya menambah pengetahuan ilmiah, tetapi juga memperkuat rencana pembentukan kawasan konservasi di Pulau Talise.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersama BRIN dan Kementerian Kelautan dan Perikanan tengah menyiapkan penetapan kawasan konservasi yang difokuskan untuk melindungi habitat alami Coelacanth.

Ke depan, kawasan tersebut juga diproyeksikan mendukung pengembangan penelitian, pendidikan, serta ekowisata berbasis konservasi.

Setelah proses penetapan kawasan konservasi nasional rampung, habitat Coelacanth di Pulau Talise direncanakan akan diusulkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Lokasinya yang berada di kawasan Segitiga Terumbu Karang (Coral Triangle) semakin menambah nilai penting wilayah tersebut sebagai pusat keanekaragaman hayati laut dunia.

Penemuan 18 ekor ikan purba Coelacanth di Pulau Talise menjadi bukti bahwa laut Indonesia masih menyimpan kekayaan biodiversitas yang luar biasa. Bagi para peneliti, setiap temuan baru tidak hanya membantu mengungkap kehidupan salah satu spesies laut tertua di bumi, tetapi juga menjadi dasar penting dalam menyusun langkah-langkah konservasi agar Coelacanth tetap lestari di habitat alaminya. (***)/brin

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Catatan Warna-warni dari Sumsel, Lari-lari Bahagia, Jangan Cuma Pas Dikejar Target!

    Catatan Warna-warni dari Sumsel, Lari-lari Bahagia, Jangan Cuma Pas Dikejar Target!

    • calendar_month Sabtu, 24 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 795
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -Di tengah rutinitas birokrasi yang kadang lebih kaku dari lemari arsip kelurahan, Sumatera Selatan tiba-tiba bersiap menyambut sebuah hajatan ceria, yakni PLN Mobile Color Run 2025. Bukan acara seminar formal dengan sambutan tiga halaman, tapi ajang lari-larian penuh warna yang lebih mirip pesta bubuk bedak ketimbang lomba atletik. Dan siapa sangka, Gubernur Sumsel H. […]

  • 144 Ribu Ton Sampah Menumpuk Tiap Hari, 70 Persen TPA Indonesia Masih Open Dumping

    144 Ribu Ton Sampah Menumpuk Tiap Hari, 70 Persen TPA Indonesia Masih Open Dumping

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 12
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Indonesia menghadapi persoalan sampah yang tak kecil. Setiap hari, timbulan sampah mencapai 144.562 ton, tetapi di saat yang sama sekitar 70 persen dari 522 Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) masih menggunakan sistem open dumping. Data tersebut dipaparkan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI […]

  • “Nasi Bungkus Bergizi, Janji Presiden di Ujung Sendok Anak Sekolah OKI”

    “Nasi Bungkus Bergizi, Janji Presiden di Ujung Sendok Anak Sekolah OKI”

    • calendar_month Senin, 14 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.060
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Di balik senyum ceria anak-anak SD Negeri 1 Kayuagung yang baru saja menikmati nasi bungkus gratis, terselip janji besar yang aromanya melebihi lauk rendang dalam kotak makan siang menghapus kelaparan, menendang stunting, dan menyentil ekonomi lokal agar bangkit, seperti tahu goreng yang mekar di minyak panas. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi menggelinding […]

  • Deru Ingin Dongkrak Prestasi Atlet Sumsel

    Deru Ingin Dongkrak Prestasi Atlet Sumsel

    • calendar_month Selasa, 18 Jun 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 778
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel) H.Herman Deru menerima Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dari 17 Kabupaten/Kota Sumsel di Ruang Rapat Griya Agung, Senin (17/06) malam. Pertemuan ini dilakukan dalam rangka menyamakan persepsi  meraih kembali prestasi yang lebih baik di Provinsi Sumsel. Di hadapan seluruh perwakilan dari KONI di 17 Kabupaten/Kota, Gubernur Sumsel H.Herman Deru mengatakan bahwa […]

  • He..he, Jadi Sales Sabu Andi Purnama Ngerasain Dinginnya Tidur di Hotel Predeo

    He..he, Jadi Sales Sabu Andi Purnama Ngerasain Dinginnya Tidur di Hotel Predeo

    • calendar_month Rabu, 16 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.032
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Muba – Ini pelajaran bagi yang berani jadi sales /pengedar sabu,  aparat  di Kabupaten Musi Banyuasin [Muba] pasti tidak tinggal diam dalam memberantas peredaran barang haram jenis  narkotika, seperti sabu. Guna menekan terjadinya tingkat kriminalitas, Jajaran Polsek Bayung lincir terus melakukan kegiatan KKYD (kegiatan kepolisian yang ditingkatkan). Terbukti, pada senin shubuh, kemarin, jajararan Polres […]

  • 1.748 PPPK Jabatan Fungsional Guru Tahap II di Lingkungan Pemerintah Provinsi Sumsel tahun 2022 dilantik

    1.748 PPPK Jabatan Fungsional Guru Tahap II di Lingkungan Pemerintah Provinsi Sumsel tahun 2022 dilantik

    • calendar_month Selasa, 26 Jul 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 725
    • 0Komentar

    Sebanyak 1.748 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Jabatan Fungsional Guru Tahap II di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumsel tahun 2022, dilantik dan diambil sumpahnya oleh Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru,  di The Sultan Convention Center Palembang, Selasa (26/7) pagi. Dalam kata sambutannya, Bapak Pembangunan Provinsi Sumsel mengucapkan selamat kepada seluruh pegawai yang […]

expand_less
WordPress Archive Exicube Taxi App Exit Bee Jetpack CRX Addon Exmart – Minimal eCommerce WordPress Theme Exobank – Financial Elementor Template Kit Exodio Recording & Sound Studio Elementor Template Kit Exopress | Multipurpose Personal Blog WordPress Theme Expanet – Broadband & Internet Services Elementor Template Kit Experts – Business Professional Theme For Finance Firms Exponent – Modern Multi-Purpose Business WordPress theme Exposure – Personal Portfolio Elementor Template Kit