Minggu, 4 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lingkungan » Hotspot Karhutla Naik, Tapi 2 Wilayah Ini Justru Turun Drastis

Hotspot Karhutla Naik, Tapi 2 Wilayah Ini Justru Turun Drastis

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
  • visibility 22
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Hotspot karhutla secara nasional kembali bertambah. Namun, perkembangan kebakaran hutan dan lahan justru menunjukkan kabar berbeda di Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kalimantan Barat (Kalbar), yang mengalami penurunan hotspot secara tajam.

Data terbaru SiPongi Kementerian Kehutanan mencatat 592 hotspot karhutla dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) hingga Minggu (13/9/2026) pukul 21.20 WIB. Sehari sebelumnya, jumlahnya tercatat 567 titik.

Kenaikan secara nasional itu tidak terjadi merata.

Di Kalteng, hotspot high confidence turun dari 197 menjadi 89 titik. Sementara di Kalbar, penurunannya jauh lebih tajam, dari 91 titik menjadi hanya 14 titik.

Perubahan tersebut menjadi salah satu perkembangan positif dalam pengendalian karhutla, meski pemerintah masih belum menganggap situasi aman.

Pasalnya, kondisi di sejumlah wilayah justru bergerak sebaliknya.

Hotspot di Kalimantan Selatan meningkat dari 7 menjadi 28 titik. Jambi yang sehari sebelumnya tidak mencatat hotspot high confidence kini terdeteksi 17 titik.

Di Sumatera Selatan, jumlah hotspot juga masih cukup tinggi meski turun dari 62 menjadi 49 titik.

Sementara Riau masih mencatat nol hotspot high confidence.

Hotspot Bukan Berarti Api Sudah Padam

Angka satelit memang menjadi salah satu indikator penting dalam memantau perkembangan karhutla. Namun, pemerintah mengingatkan bahwa hotspot tidak bisa langsung disamakan dengan jumlah titik kebakaran.

Hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang ditangkap satelit. Satu kejadian kebakaran dapat menghasilkan beberapa titik deteksi.

Karena itu, setiap hotspot tetap perlu diperiksa di lapangan.

Manggala Agni Kementerian Kehutanan bersama TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, pemerintah daerah dan unsur lainnya masih melakukan patroli serta groundcheck untuk memastikan apakah indikasi dari satelit benar-benar berkaitan dengan kebakaran.

Penanganan juga tidak berhenti setelah api terlihat padam.

Petugas melakukan pemadaman langsung, penyekatan agar api tidak menjalar, mopping up dan pendinginan. Langkah ini menjadi semakin penting ketika kebakaran terjadi di lahan gambut.

Di lahan gambut, bara dapat bertahan di bawah permukaan dan kembali muncul apabila proses pendinginan tidak dilakukan secara menyeluruh.

Itu sebabnya, penurunan hotspot karhutla belum bisa dijadikan tanda bahwa seluruh kebakaran telah selesai.

Pemadaman di Sumsel Masih Berlangsung

Salah satu gambaran kondisi tersebut terlihat di Sumatera Selatan.

Hingga 13 September, Manggala Agni masih melakukan pemadaman di salah satu lokasi karhutla yang telah memasuki hari kedelapan.

Satgas gabungan juga memperkuat penanganan kebakaran lahan gambut sekaligus menjaga kawasan konservasi agar tidak terdampak lebih luas.

Situasi ini menunjukkan adanya jarak antara data satelit dan kondisi aktual di lapangan. Hotspot dapat turun ketika kondisi tertentu berubah, tetapi bara dan titik api yang sudah ditemukan tetap harus ditangani sampai benar-benar aman.

53 Armada Udara Masih Disiagakan

Pemerintah belum mengendurkan operasi udara.

Sebanyak 53 armada udara disiapkan untuk mendukung penanganan karhutla di enam provinsi prioritas. Sebanyak 34 armada digunakan untuk water bombing, sedangkan 19 lainnya menjalankan patroli udara sekaligus mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Kekuatan operasi bertambah setelah Pemerintah Jepang mengirimkan tiga helikopter CH-47 Chinook ke Kalimantan Barat.

Helikopter tersebut dipersiapkan untuk mendukung operasi water bombing dan nantinya terintegrasi dengan operasi penanganan karhutla yang dilakukan pemerintah Indonesia.

Selain pemadaman dari udara, pemerintah juga berupaya mengurangi risiko kebakaran melalui OMC, terutama untuk membantu pembasahan wilayah gambut.

Di Kalbar, OMC Kementerian Kehutanan hingga 11 September telah menjalankan sembilan sortie dengan menggunakan 7.200 kilogram NaCl.

Operasi tersebut diperkirakan menghasilkan sekitar 87,9 juta meter kubik air hujan.

Sementara di Kalteng, tujuh sortie dilakukan dengan menggunakan 5.600 kilogram NaCl. Estimasi volume air hujan yang dihasilkan mencapai 22,9 juta meter kubik.

Asap Karhutla Masih Perlu Diwaspadai

Persoalan karhutla juga belum selesai jika dilihat dari kondisi udara.

Pemantauan PM2,5 menunjukkan kualitas udara di sebagian besar wilayah Indonesia masih berada pada kategori baik hingga sedang. Namun, beberapa wilayah di Sumatera dan Kalimantan masih mengalami kualitas udara tidak sehat hingga sangat tidak sehat.

Di sejumlah bagian Kalimantan, kualitas udara bahkan terpantau berada dalam kategori berbahaya.

BMKG juga masih menemukan kondisi udara kabur di beberapa daerah.

Di Pontianak, jarak pandang pada dini hari 13 September sekitar 3 kilometer. Sedangkan di Banjarmasin, jarak pandang berada di sekitar 2 kilometer.

Kondisi serupa terlihat di Sumatera Selatan. Di wilayah Tanjung Api-Api, jarak pandang pada dini hingga pagi hari sempat berada di kisaran 2-4 kilometer.

Kondisi ini menjadi pengingat bahwa dampak asap karhutla dan partikulat masih perlu diwaspadai meski jumlah hotspot dapat berubah setiap hari.

Presiden Minta Karhutla Ditangani Sejak Dini

Pengendalian karhutla juga terus diperkuat sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah diminta tidak menunggu hotspot berkembang menjadi kebakaran besar. Setiap indikasi harus segera ditindaklanjuti, termasuk melalui patroli, verifikasi lapangan dan pemadaman sedini mungkin.

Edukasi masyarakat hingga tingkat desa juga menjadi bagian dari pencegahan. Penegakan hukum terhadap pembakaran lahan secara sengaja, termasuk jika melibatkan korporasi, juga ditekankan.

Di tengah kondisi kemarau, kombinasi lahan kering, suhu tinggi dan vegetasi yang mudah terbakar masih menjadi faktor yang perlu diwaspadai.

Masyarakat diminta tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

Jika menemukan asap, titik api atau aktivitas pembakaran, warga diimbau segera melapor agar petugas dapat bergerak sebelum kebakaran hutan dan lahan meluas.

Bagi masyarakat yang berada di wilayah dengan kualitas udara buruk, aktivitas di luar ruangan sebaiknya dikurangi. Penggunaan masker juga dianjurkan, terutama bagi anak-anak, lansia, ibu hamil dan kelompok yang rentan terhadap gangguan pernapasan. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengaspal di Palembang, Green SM Siapkan 200 Armada Taksi Listrik

    Mengaspal di Palembang, Green SM Siapkan 200 Armada Taksi Listrik

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 45
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Green SM berencana menyiapkan 200 armada taksi listrik guna mengaspal di Palembang sebagai bagian dari ekspansi layanan transportasi berbasis kendaraan listrik di Indonesia. Armada tersebut diproyeksikan melayani sekitar 1,8 juta penduduk Kota Palembang setelah seluruh tahapan perizinan dan persyaratan operasional dinyatakan rampung. Masuknya Green SM akan menambah pilihan moda transportasi di Palembang yang […]

  • Presiden Apresiasi Kota Pagaralam Sebagai kota Energi Hijau 

    Presiden Apresiasi Kota Pagaralam Sebagai kota Energi Hijau 

    • calendar_month Senin, 24 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 665
    • 0Komentar

    PRESIDEN Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengaku bangga Kota Pagaralam Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang telah menerapkan pengembangan energi hijau pertama di Indonesia. Presiden mengakui bahwa dunia global semuanya menuju Energi Baru Terbarukan (ETB) dimana semua negara juga telah mulai merencanakan untuk menuju energi hijau, baik itu energi matahari, hydropower, energi geothermal, energi arus laut, […]

  • Pengacara Tewas di Kamar Kos

    Pengacara Tewas di Kamar Kos

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.345
    • 0Komentar

    SEORANG perempuan berstatus disebutkan sebagai pengecara, asal Bengkulu Selatan  ditemukan tak bernyawa di Kos Siganti, Jalan Dwikora Kelurahan Demang Lebar Daun, Kecamatan Ilir Barat I Palembang, Rabu (29/4/20). Diketahui perempuan yang tewas itu bernama Desmadasari alias Ema (40). Mayat Ema (40) pertama kali ditemukan tewas oleh penjaga kost Ibramsyah (47), yang langsung memberitahukan penghuni kos […]

  • DPW APSI Sumsel Apresiasi Program Keagamaan di Muba

    DPW APSI Sumsel Apresiasi Program Keagamaan di Muba

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.273
    • 0Komentar

    Dewan Pengurus Wilayah Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (DPW APSI) Provinsi Sumatera Selatan mengapresiasi program keagamaan yang dilaksanakan Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin di Kabupaten Musi Banyuasin, salah satunya adalah program Isbat nikah dan pendampingan hukum bagi masyarakat kurang mampu. Apresiasi ini disampaikan langsung oleh Ketua DPW APSI Sumsel Amrullah, SH MHI, beserta Rombongannya, […]

  • Sumsel Tambah Koleksi Penghargaan Pastika Parahita dari Kemenkes

    Sumsel Tambah Koleksi Penghargaan Pastika Parahita dari Kemenkes

    • calendar_month Kamis, 31 Mei 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 977
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Jakarta – Daftar koleksi penghargaan yang berhasil diraih Provinsi Sumsel kembali bertambah. Terbaru, Sumsel kembali  mendapatkan penghargaan Pastika Parahita dalam peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) Kamis (31/5/2018) di Aula Siwabessy Kantor Kementerian Kesehatan RI, Jakarta. Penghargaan ini diperoleh Sumsel sebagai provinsi yang memiliki peraturan daerah kawasan tanpa asap rokok (KTR) dengan implementasi KTR […]

  • Ratusan Pengemudi Wanita Grab Ikut Acara ‘Untuk Kartini Masa Kini’

    Ratusan Pengemudi Wanita Grab Ikut Acara ‘Untuk Kartini Masa Kini’

    • calendar_month Kamis, 19 Apr 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.293
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Jakarta  – Ratusan pengemudi wanita Grab ikutan acara ‘Untukmu Kartini Masa Kini’, hal itu sebagai bentuk kepedulian grab terhadap jerih payah para pengemudi wanita. Dalam acara tersebut ratusan pengemudi Grab wanita dalam sesi Yoga on the Road, Safety Riding bersama QueenRides, dan kelas kecantikan. “Pencapaian kami di hampir 125 kota di Indonesia tidak terlepas […]

expand_less
WordPress Archive Bookup Book Store Elementor Template Kit Bookworm – Bookstore & Bookshop WooCommerce Theme Boom – Single Product Shopify Theme BoomBox – Viral Magazine WordPress Theme Boomi – Environment & Ecology WordPress Theme Boos – Business Elementor Template Kit Boosin – Book Store WordPress Theme Boosted Elements – Page Builder Add-on for Elementor Booster - Digital Marketing Elementor Template Kit Booster Plus for WooCommerce