Senin, 26 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lingkungan » Hotspot Karhutla Naik, Tapi 2 Wilayah Ini Justru Turun Drastis

Hotspot Karhutla Naik, Tapi 2 Wilayah Ini Justru Turun Drastis

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
  • visibility 45
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Hotspot karhutla secara nasional kembali bertambah. Namun, perkembangan kebakaran hutan dan lahan justru menunjukkan kabar berbeda di Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kalimantan Barat (Kalbar), yang mengalami penurunan hotspot secara tajam.

Data terbaru SiPongi Kementerian Kehutanan mencatat 592 hotspot karhutla dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) hingga Minggu (13/9/2026) pukul 21.20 WIB. Sehari sebelumnya, jumlahnya tercatat 567 titik.

Kenaikan secara nasional itu tidak terjadi merata.

Di Kalteng, hotspot high confidence turun dari 197 menjadi 89 titik. Sementara di Kalbar, penurunannya jauh lebih tajam, dari 91 titik menjadi hanya 14 titik.

Perubahan tersebut menjadi salah satu perkembangan positif dalam pengendalian karhutla, meski pemerintah masih belum menganggap situasi aman.

Pasalnya, kondisi di sejumlah wilayah justru bergerak sebaliknya.

Hotspot di Kalimantan Selatan meningkat dari 7 menjadi 28 titik. Jambi yang sehari sebelumnya tidak mencatat hotspot high confidence kini terdeteksi 17 titik.

Di Sumatera Selatan, jumlah hotspot juga masih cukup tinggi meski turun dari 62 menjadi 49 titik.

Sementara Riau masih mencatat nol hotspot high confidence.

Hotspot Bukan Berarti Api Sudah Padam

Angka satelit memang menjadi salah satu indikator penting dalam memantau perkembangan karhutla. Namun, pemerintah mengingatkan bahwa hotspot tidak bisa langsung disamakan dengan jumlah titik kebakaran.

Hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang ditangkap satelit. Satu kejadian kebakaran dapat menghasilkan beberapa titik deteksi.

Karena itu, setiap hotspot tetap perlu diperiksa di lapangan.

Manggala Agni Kementerian Kehutanan bersama TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, pemerintah daerah dan unsur lainnya masih melakukan patroli serta groundcheck untuk memastikan apakah indikasi dari satelit benar-benar berkaitan dengan kebakaran.

Penanganan juga tidak berhenti setelah api terlihat padam.

Petugas melakukan pemadaman langsung, penyekatan agar api tidak menjalar, mopping up dan pendinginan. Langkah ini menjadi semakin penting ketika kebakaran terjadi di lahan gambut.

Di lahan gambut, bara dapat bertahan di bawah permukaan dan kembali muncul apabila proses pendinginan tidak dilakukan secara menyeluruh.

Itu sebabnya, penurunan hotspot karhutla belum bisa dijadikan tanda bahwa seluruh kebakaran telah selesai.

Pemadaman di Sumsel Masih Berlangsung

Salah satu gambaran kondisi tersebut terlihat di Sumatera Selatan.

Hingga 13 September, Manggala Agni masih melakukan pemadaman di salah satu lokasi karhutla yang telah memasuki hari kedelapan.

Satgas gabungan juga memperkuat penanganan kebakaran lahan gambut sekaligus menjaga kawasan konservasi agar tidak terdampak lebih luas.

Situasi ini menunjukkan adanya jarak antara data satelit dan kondisi aktual di lapangan. Hotspot dapat turun ketika kondisi tertentu berubah, tetapi bara dan titik api yang sudah ditemukan tetap harus ditangani sampai benar-benar aman.

53 Armada Udara Masih Disiagakan

Pemerintah belum mengendurkan operasi udara.

Sebanyak 53 armada udara disiapkan untuk mendukung penanganan karhutla di enam provinsi prioritas. Sebanyak 34 armada digunakan untuk water bombing, sedangkan 19 lainnya menjalankan patroli udara sekaligus mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Kekuatan operasi bertambah setelah Pemerintah Jepang mengirimkan tiga helikopter CH-47 Chinook ke Kalimantan Barat.

Helikopter tersebut dipersiapkan untuk mendukung operasi water bombing dan nantinya terintegrasi dengan operasi penanganan karhutla yang dilakukan pemerintah Indonesia.

Selain pemadaman dari udara, pemerintah juga berupaya mengurangi risiko kebakaran melalui OMC, terutama untuk membantu pembasahan wilayah gambut.

Di Kalbar, OMC Kementerian Kehutanan hingga 11 September telah menjalankan sembilan sortie dengan menggunakan 7.200 kilogram NaCl.

Operasi tersebut diperkirakan menghasilkan sekitar 87,9 juta meter kubik air hujan.

Sementara di Kalteng, tujuh sortie dilakukan dengan menggunakan 5.600 kilogram NaCl. Estimasi volume air hujan yang dihasilkan mencapai 22,9 juta meter kubik.

Asap Karhutla Masih Perlu Diwaspadai

Persoalan karhutla juga belum selesai jika dilihat dari kondisi udara.

Pemantauan PM2,5 menunjukkan kualitas udara di sebagian besar wilayah Indonesia masih berada pada kategori baik hingga sedang. Namun, beberapa wilayah di Sumatera dan Kalimantan masih mengalami kualitas udara tidak sehat hingga sangat tidak sehat.

Di sejumlah bagian Kalimantan, kualitas udara bahkan terpantau berada dalam kategori berbahaya.

BMKG juga masih menemukan kondisi udara kabur di beberapa daerah.

Di Pontianak, jarak pandang pada dini hari 13 September sekitar 3 kilometer. Sedangkan di Banjarmasin, jarak pandang berada di sekitar 2 kilometer.

Kondisi serupa terlihat di Sumatera Selatan. Di wilayah Tanjung Api-Api, jarak pandang pada dini hingga pagi hari sempat berada di kisaran 2-4 kilometer.

Kondisi ini menjadi pengingat bahwa dampak asap karhutla dan partikulat masih perlu diwaspadai meski jumlah hotspot dapat berubah setiap hari.

Presiden Minta Karhutla Ditangani Sejak Dini

Pengendalian karhutla juga terus diperkuat sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah diminta tidak menunggu hotspot berkembang menjadi kebakaran besar. Setiap indikasi harus segera ditindaklanjuti, termasuk melalui patroli, verifikasi lapangan dan pemadaman sedini mungkin.

Edukasi masyarakat hingga tingkat desa juga menjadi bagian dari pencegahan. Penegakan hukum terhadap pembakaran lahan secara sengaja, termasuk jika melibatkan korporasi, juga ditekankan.

Di tengah kondisi kemarau, kombinasi lahan kering, suhu tinggi dan vegetasi yang mudah terbakar masih menjadi faktor yang perlu diwaspadai.

Masyarakat diminta tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

Jika menemukan asap, titik api atau aktivitas pembakaran, warga diimbau segera melapor agar petugas dapat bergerak sebelum kebakaran hutan dan lahan meluas.

Bagi masyarakat yang berada di wilayah dengan kualitas udara buruk, aktivitas di luar ruangan sebaiknya dikurangi. Penggunaan masker juga dianjurkan, terutama bagi anak-anak, lansia, ibu hamil dan kelompok yang rentan terhadap gangguan pernapasan. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Angkat Produk Unggulan NTT dengan Gernas BBI

    Angkat Produk Unggulan NTT dengan Gernas BBI

    • calendar_month Rabu, 24 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.712
    • 0Komentar

    KEMENTRIAN Komunikasi dan Informatika mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) untuk meningkatkan inovasi dan kreasi perajin Indonesia. Salah satu upaya yang dilakukan dengan mengangkat produk unggulan perajin tenun di Nusa Tenggara Timur. “Gernas BBI dicanangkan oleh Bapak Presiden Joko Widodo. Salah satu kegiatan yang menyukseskan gerakan ini adalah webinar dan workshop yang bersama-sama kita […]

  • DPRD Sumsel Dapil IX Dukung Program Kerja Pemkab Muba

    DPRD Sumsel Dapil IX Dukung Program Kerja Pemkab Muba

    • calendar_month Jumat, 20 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.029
    • 0Komentar

    BUPATI Musi Banyuasin H Dodi Reza Alex menerima audiensi kunjungan Reses Dapil IX Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan, di Ruang Rapat Bupati Muba, Kamis (19/12/2020). Rombongan Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi Sumsel itu yakni Kartika Sandra Desi SH, H Fatra Radezayansyah ST MM, Drs Thamrin MSi, Abusari SH MSi, Susi Imelda Frederika, Ahmad […]

  • Pemasang Mahkota Raja Jokowi  Sudah Diketahui, BPN Prabowo-Sandi Minta PDIP Minta Maaf

    Pemasang Mahkota Raja Jokowi  Sudah Diketahui, BPN Prabowo-Sandi Minta PDIP Minta Maaf

    • calendar_month Sabtu, 17 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.130
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA  – Pemasang alat peraga kampanye bergambar capres nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) dengan atribut mahkota raja di sekitar wilayah Banyumas, sempat menjadi teka-teki namun akhirnya diketahui ternyata adalah pendukung Jokowi. Atas hal itu, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meminta PDIP meminta maaf. Juru Bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Habiburokhman, mengatakan terkait pengakuan […]

  • Pelabuhan Tanjung Carat Segera Dibangun, Pastikan Ekonomi Tumbuh Pesat di Kawasan KEK TAA

    Pelabuhan Tanjung Carat Segera Dibangun, Pastikan Ekonomi Tumbuh Pesat di Kawasan KEK TAA

    • calendar_month Sabtu, 13 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.252
    • 0Komentar
  • Hujan Deras, Halaman dan Lorong Rumah Warga Banyak Terendam Air

    Hujan Deras, Halaman dan Lorong Rumah Warga Banyak Terendam Air

    • calendar_month Sabtu, 17 Feb 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.332
    • 0Komentar

    Hampir setiap hujan deras yang turun lebih dari satu jam pasti mengenangi lorong dan halaman rumah.

  • Kerjasama Koramil 02, Ratusan Masyarakat Ikut Vaksin di PWI Sumsel

    Kerjasama Koramil 02, Ratusan Masyarakat Ikut Vaksin di PWI Sumsel

    • calendar_month Kamis, 11 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 862
    • 0Komentar

    DALAM rangka memperingati Hari Pahlawan 10 November 2021, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Peduli Sumatera Selatan (Sumsel) bekerjasama Koramil 02 Pakjo Palembang menggelar suntik Vaksin Sinovac 1 dan 2, Kamis (11/11/2021) bertempat di markas besar PWI Sumsel, Jl.Supeno No. 11 Talang Semut Palembang. Vaksinasi ini dibuka untuk seluruh keluarga anggota PWI dan juga terbuka untuk umum […]

expand_less
WordPress Archive Bookup Book Store Elementor Template Kit Bookworm – Bookstore & Bookshop WooCommerce Theme Boom – Single Product Shopify Theme BoomBox – Viral Magazine WordPress Theme Boomi – Environment & Ecology WordPress Theme Boos – Business Elementor Template Kit Boosin – Book Store WordPress Theme Boosted Elements – Page Builder Add-on for Elementor Booster - Digital Marketing Elementor Template Kit Booster Plus for WooCommerce