Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lingkungan » Sampah Jadi Listrik, Tapi PR Palembang Belum Selesai di Rumah Warga

Sampah Jadi Listrik, Tapi PR Palembang Belum Selesai di Rumah Warga

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
  • visibility 84
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SAMPAH selalu punya pola hidup yang hampir sama, dikumpulkan, diangkut, lalu disingkirkan sejauh mungkin dari pandangan, selesai di jalan, selesai juga di pikiran. Tapi pola itu pelan-pelan mulai diganggu di Palembang.

Di sebuah titik di Jalan Keramasan, Kertapati, sesuatu yang dulu dianggap “akhir urusan kota” kini justru disiapkan menjadi awal energi baru. Sampah tidak lagi hanya dibuang, tapi dirancang untuk dibakar secara terkontrol dan diubah menjadi listrik melalui proyek Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL).

Wali Kota Palembang Ratu Dewa bersama Director Investment Danantara Indonesia, Fadli Rahman, meninjau langsung progres proyek tersebut pada Senin (20/4/2026). Di lokasi itu, pembangunan disebut sudah mencapai sekitar 81 persen, dengan target mulai beroperasi pada Oktober 2026.

Di atas kertas, angka itu terdengar mendekati garis akhir. Tapi dalam proyek seperti ini, garis akhir sering kali bukan soal beton dan mesin, melainkan soal apakah sistem di luarnya ikut siap berubah.

Fadli Rahman menyebut PSEL Palembang sebagai bagian dari instruksi langsung Presiden Prabowo, yang menempatkan pengelolaan sampah sebagai prioritas mendesak nasional.

Palembang masuk dalam skema Perpres 109/2025 sebagai pembaruan dari Perpres 35/2018, yang menandai perubahan pendekatan sampah bukan lagi sekadar beban yang dipindahkan, tetapi sumber energi yang bisa diolah.

Namun di balik narasi modern itu, ada realitas yang jauh lebih membumi. Sampah tidak lahir dari mesin.  Namun sampah  lahir dari dapur rumah tangga, dari pasar, dari kebiasaan harian warga kota.

Tantangan terbesar justru berada bukan di Keramasan, tapi di seluruh sudut Palembang.

Ratu Dewa menyampaikan  progres pembangunan sudah mencapai 81 persen. Secara teknis ini menunjukkan proyek berjalan sesuai jalur. Infrastruktur utama hampir berdiri, dan sistem menuju pengoperasian sudah mulai disiapkan. Namun angka itu belum menjawab satu hal penting, apakah alur dari hulu ke hilir sudah benar-benar siap.

Sebab PSEL bukan cuma pabrik pembangkit listrik. PSEL adalah sistem yang bergantung penuh pada kualitas sampah yang masuk. Semakin rapi sampah dipilah dari sumbernya, semakin stabil proses energi yang dihasilkan. Sebaliknya, jika pola lama masih bertahan campur aduk, tidak terpilah, maka teknologi canggih sekalipun akan bekerja dalam tekanan.

Oleh karena itu mesin bisa hampir selesai dibangun, tapi kebiasaan bisa saja masih tertinggal jauh di belakang.

Perubahan terbesar dari proyek ini sebenarnya bukan pada  teknologi, melainkan pada cara pandang. Sampah yang selama ini dianggap akhir dari segalanya, kini diposisikan sebagai awal dari sesuatu yang bernilai. Sampah tidak lagi hanya dibuang, tetapi diolah menjadi energi listrik.

Perubahan konsep

Namun perubahan konsep tidak otomatis mengubah kebiasaan. Di banyak wilayah, termasuk Palembang, sampah rumah tangga masih sering diperlakukan sebagai satu kesatuan tanpa pemilahan. Plastik, sisa makanan, dan limbah lain masuk dalam satu kantong yang sama. Padahal dalam sistem seperti PSEL, kualitas awal sampah menentukan kualitas akhir energi.

Kawasan Keramasan di Kertapati juga perlahan berubah peran. Dari wilayah yang selama ini berada di pinggir percakapan kota, kini menjadi salah satu titik penting dalam sistem energi Palembang. PSEL bukan hanya membawa bangunan industri, tetapi juga menggeser cara kawasan itu dipandang dari halaman belakang menjadi bagian dari pusat cerita baru kota.

Perubahan ini juga membawa dampak sosial dan ekonomi. Ratu Dewa menekankan pentingnya penyerapan tenaga kerja lokal serta keterlibatan pelaku usaha kecil. Ini membuka ruang baru, bukan hanya listrik yang dihasilkan, tetapi juga peluang kerja dan ekonomi di sekitarnya.

Kepala DLHK Palembang, Akhmad Mustain, juga menyebutkan adanya komunikasi dengan daerah penyangga seperti Ogan Ilir dan Banyuasin terkait suplai sampah.

Jika ini berjalan, PSEL Palembang tidak lagi hanya mengelola sampah satu kota, tetapi menjadi simpul regional pasalnya bisa memperkuat pasokan bahan baku, tetapi sekaligus membuat sistemnya semakin kompleks karena melibatkan lebih banyak wilayah dan kepentingan.

Di sisi lain, pengembang menyebut telah melatih tenaga kerja lokal untuk operasional PSEL. Jika berjalan konsisten, ini bisa melahirkan jenis pekerjaan baru di sektor yang selama ini tidak terlalu terlihat dari teknisi pengolahan sampah hingga operator energi limbah. Di sekitar itu, potensi ekonomi turunan seperti bank sampah dan UMKM daur ulang juga bisa ikut tumbuh.

Ada juga gagasan menjadikan fasilitas PSEL sebagai ruang edukasi bagi pelajar. Jika benar terwujud, anak-anak sekolah tidak hanya belajar soal lingkungan dari buku, tetapi melihat langsung bagaimana sampah yang mereka hasilkan bisa berubah menjadi listrik. Ini sederhana, tapi punya efek jangka panjang dalam membentuk cara pandang terhadap sampah sejak dini.

Namun di balik semua optimisme itu, satu hal tetap sama proyek seperti ini tidak pernah selesai hanya dengan pembangunan fisik. Sampah akan terus diproduksi setiap hari. Mesin bisa berdiri, tetapi sistem perilaku harus ikut berubah agar seluruh rantai bekerja.

PSEL Palembang pada akhirnya bukan hanya soal teknologi pengubah sampah menjadi listrik, juga tentang kota yang sedang memaksa dirinya belajar cara baru memperlakukan sesuatu yang selama ini dianggap tidak bernilai. Dan ujian terbesarnya bukan pada hari peresmian, tetapi pada hari-hari setelahnya ketika sampah tetap datang, dan kebiasaan lama masih harus dilawan satu per satu. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sumsel Ajak Petani Kembangkan Buah Lokal

    Sumsel Ajak Petani Kembangkan Buah Lokal

    • calendar_month Jumat, 4 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.063
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,Palembang- Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru mengajak para peneliti tanaman dan kalangan pengusaha,  petani buah di Sumsel untuk  terus mengembangkan  tanaman buah lokal dengan varietas yang unggul. Salah satunya adalah buah duku komering yang saat ini telah dipatenkan sebagai tanaman buah asli dari pesisir sungai Komering yang ada di Kabupaten OKU Timur. “Kedepan bukan hanya […]

  • Ingat..! LRT Bakal Dilaunching 18 April

    Ingat..! LRT Bakal Dilaunching 18 April

    • calendar_month Jumat, 6 Apr 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 951
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang – Sekda Sumsel H. Nasrun Umar mempimpin Rapat Koordinasi Pembahasan Persiapan Kedatangan Trainset Light Rail Transit (LRT) Sumatera Selatan di Ruang Rapat Sekda, Jumat (6/4/2018). Dalam kesempatan itu Nasrun Umar memastikan kedatangan trainset LRT dari 8 trainset yang akan dioperasikan untuk LRT Sumatera Selatan tak lama lagi. “Perdananya akan datang 2 trainset yang […]

  • Terangkan Masalah Kekayaan Intelektual, Puluhan Penyuluh Siap Edukasi Pelajar

    Terangkan Masalah Kekayaan Intelektual, Puluhan Penyuluh Siap Edukasi Pelajar

    • calendar_month Minggu, 27 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 640
    • 0Komentar

    KANTOR Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Selatan (Kanwil Kemenkumham Sumsel) menyiapkan puluhan personel terbaik untuk menjadi guru pada program Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Mengajar di sekolah tingkat SD dan SMP pada April 2022. “Tim guru Program DJKI Mengajar disiapkan untuk mengedukasi hukum terutama mengenai kekayaan intelektual bagi pelajar sejak dini,” ujar Kepala Kanwil […]

  • TP PKK Provinsi Sumsel & TP PKK Kaltara Saling Curhat

    TP PKK Provinsi Sumsel & TP PKK Kaltara Saling Curhat

    • calendar_month Jumat, 24 Nov 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.143
    • 0Komentar

    TP PKK sebagai mitra kerja provinsi bergerak cepat mengimbangi kemajuan pemerintah, dalam rangka meningkatkan  SDM

  • Mari Berdamai, Konflik Rusia–Ukraina Turut Pengaruhi APBN

    Mari Berdamai, Konflik Rusia–Ukraina Turut Pengaruhi APBN

    • calendar_month Rabu, 6 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 674
    • 0Komentar

    MENTERI Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, akibat konflik Rusia – Ukraina memicu kenaikan yang luar biasa dari harga komoditas dan itu mempengaruhi APBN. Di satu sisi memberikan daya tambah penerimaan negara, namun di sisi lain masyarakat juga merasakan pengaruh dari inflasi global tersebut. “Kalau dulu tantangan dan ancaman bagi masyarakat adalah pandemi, sekarang tantangan […]

  • Hasil Survei, Infrastruktur dan Perbaikan Jalan Jadi Prestasi Paling Berkesan pada Pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur

    Hasil Survei, Infrastruktur dan Perbaikan Jalan Jadi Prestasi Paling Berkesan pada Pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur

    • calendar_month Selasa, 19 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 976
    • 0Komentar

    TINGKAT kepuasan masyarakat Sumsel terhadap kepemimpinan Gubernur Sumsel H. Herman Deru dan Wakil Gubernur Sumsel H. Mawardi Yahya relatif tinggi. Catatan tersebut berdasarkan hasil survei lembaga Populi Center di 17 kabupaten/kota di Provinsi Sumsel terkait masalah opini dan kebijakan publik. Rerata tingkat kepuasan dalam survei ada pada angka 7,58 dari skala 1-10 dan akumulasi skor […]

expand_less
WordPress Archive Rex – Minimal WordPress Portfolio Theme Rexbiz – Corporate Agency Elementor Template Kit Rey – Fashion & Clothing, Furniture Rezolve - Business Consulting Elementor Template Kit Rezort - Hotel & Resort Booking Elementor Template Kit RH – Real Estate WordPress Theme Rhent – Motorcycle Rental Services Elementor Template Kit Rhodos – Business Portfolio Elementor Blocks & Template Kit Rhoomy – Real Estate WordPress Listing Theme Rib-Eye — Steakhouse WordPress Theme