Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Properti » Backlog Rumah vs Backlog Harapan: Ketika Beton Bertemu Asa Buruh

Backlog Rumah vs Backlog Harapan: Ketika Beton Bertemu Asa Buruh

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 18 Agt 2025
  • visibility 737
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JIKA kamu pikir backlog hanya soal jumlah rumah yang belum terbangun, berarti Anda belum pernah melihat buruh bernama Pak Sumarno. Setiap pagi, Pak Sumarno menyalakan kompor minyak tanah di rumah kontrakan sempitnya, sambil menatap papan reklame perumahan subsidi yang menjanjikan “Impian Rumah Layak Huni untuk Semua Buruh”. Mata Pak Sumarno berbinar bukan karena ia paham hitungan RAB, tapi karena ia membayangkan suatu hari bisa menaruh pot bunga tanpa takut jatuh ke lantai tetangga.

Program rumah subsidi jelas membuat negara seperti tukang sulap yang menaburkan semen di atas tanah, sekaligus membuka backlog perumahan yang sudah menumpuk seperti cucian di akhir pekan. Menteri PKP Maruarar Sirait bilang, “Ini solusi strategis untuk backlog rumah.” Tapi, tunggu dulu, apakah hanya rumah fisik yang bisa menghapus backlog? Bagaimana dengan backlog harapan buruh, yang kadang lebih sulit diukur daripada jumlah bata dan semen?

Misalnya Pak Sumarno akhirnya punya rumah subsidi. Beton, genteng, dan pintu kayu sudah beres. Tapi di sebelah rumah, jalan masih berlumpur, sumur umum masih terbatas, dan fasilitas olahraga cuma sebatas lapangan kosong yang dulu jadi tempat ayam tetangga bertarung. Nah, backlog harapan mulai terasa.

Anak-anak Pak Sumarno ingin sekolah yang layak, bukan harus berenang di genangan air hujan. Istri Pak Sumarno ingin warung kopi dekat rumah, supaya bisa ngobrol sambil nyruput kopi robusta tanpa harus jalan kaki sejauh 2 kilometer.

Inilah dilema lucu tapi nyata: rumah subsidi memperbaiki backlog fisik, tapi backlog harapan kadang seperti cacing yang suka sembunyi kelihatan saat digali, hilang saat dicari. Perumpamaan lama bilang, “Tak ada gading yang tak retak, tak ada rumah subsidi yang sempurna tanpa harapan buruh.”

Namun, jangan salah sangka, kocak-kocak ini tetap ada hikmahnya. Dari backlog harapan, muncul inovasi mikro. Pak Sumarno, misalnya, membuat taman mini di halaman rumahnya yang sempit tempat anak-anak bermain bola plastik dan burung gereja ikut nimbrung. Istri Pak Sumarno membuka warung kopi sederhana di teras depan. Jalan berlumpur? Tinggal bikin papan kayu seperti jembatan mini ala desa adat. Bukannya masalah, tapi ladang kreativitas.

Sekarang coba kita lihat sisi ekonomi rumah subsidi menjadi mesin ekonomi lokal. Tukang cat tiba-tiba naik daun karena rumah subsidi warna-warni ala Instagramable, pedagang cilok di depan komplek naik omset 200%, dan tukang batu bisa ketawa lega karena proyek rumah membuat kantong mereka tidak lagi cekak. Kalau dihitung-hitung, backlog fisik rumah memicu backlog harapan, tapi sekaligus menyalakan api ekonomi rakyat seperti pepatah bilang, “Setiap tumpukan bata bisa jadi tumpukan rejeki, asal diletakkan dengan tangan yang kreatif.”

Namun, moral dari cerita ini tetap jelas rumah bukan hanya soal beton dan genteng, tapi soal kehidupan yang layak. Backlog harapan buruh menuntut perhatian sama seriusnya dengan backlog perumahan fisik.

Pemerintah, pengembang, dan masyarakat harus bersama-sama menata kawasan, membangun fasilitas umum, dan menumbuhkan lingkungan yang sehat. Sehingga rumah subsidi bukan cuma tempat berteduh, tapi pangkalan asa untuk keluarga buruh, di mana anak-anak bisa belajar, tetangga bisa bersenda gurau, dan kopi hangat bisa dinikmati tanpa harus meniti jalan becek.

Pesan terakhir? Jangan biarkan backlog harapan tertinggal di belakang beton rumah subsidi. Sebab rumah tanpa harapan ibarat perahu tanpa dayung berlayar mungkin, tapi ke mana arahnya? Jika setiap rumah subsidi dibarengi fasilitas pendidikan, olahraga, dan ekonomi mikro, maka backlog perumahan dan harapan bisa terselesaikan bersamaan. Dan Pak Sumarno? Dia bisa tersenyum lebar sambil menatap halaman rumahnya yang kini penuh bunga, warung kopi, dan tawa anak-anak, karena backlog rumah dan harapan akhirnya bertemu di satu titik: kehidupan yang lebih layak.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Alih Dukungan Tokoh Masyarakat Lempuing Jaya ke Paslon JADI

    Alih Dukungan Tokoh Masyarakat Lempuing Jaya ke Paslon JADI

    • calendar_month Kamis, 17 Okt 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.771
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Alih dukungan terus mengalir menuju pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati HM Dja’far Shodiq dan Abdi Yanto. Kali ini, Tokoh Masyarakat Lempuing Jaya, Sumarno, secara tegas mengalihkan dukungannya kepada paslon JADI. Sumarno, yang juga eks partai berkuasa di Kabupaten OKI ini juga mengaku kecewa dengan janji-janji kosong paslon lain, sementara pasangan JADI dinilai […]

  • Punya Galaxy S23 Series 5G ? Bisa Bagikan Momen Ngabuburit dengan Sangat Epic

    Punya Galaxy S23 Series 5G ? Bisa Bagikan Momen Ngabuburit dengan Sangat Epic

    • calendar_month Selasa, 11 Apr 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.386
    • 0Komentar

        Sumselterkini.co.id, – Ngabuburit selalu menjadi kegiatan favorit masyarakat Indonesia saat menjelang waktu berbuka puasa di bulan Ramadan. Beragam aktivitas pun dilakukan, seperti berolahraga, explore resep baru, hingga jalan-jalan sore sambil mencari menu takjil. Agar aktivitas ngabuburit lebih produktif dan bermanfaat, kamu bisa mengabadikan momen ngabuburit untuk dijadikan konten yang epic menggunakan Galaxy S23 Series 5G.   “Smartphone yang ada di tangan kita […]

  • Dorong Konsumsi & Produk Perumahan, Pemerintah Berikan Insentif Pajak Pertambahan Nilai

    Dorong Konsumsi & Produk Perumahan, Pemerintah Berikan Insentif Pajak Pertambahan Nilai

    • calendar_month Selasa, 2 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 760
    • 0Komentar

    GUNA melengkapi 4 kebijakan sebelumnya Pemerintah memberikan insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk penyerahan rumah tapak dan rumah susun selama 6 bulan untuk masa pajak 1 Maret hingga 31 Agustus 2021. Hal ini untuk mendorong konsumsi dan produksi perumahan di masa pandemi. Adapun besaran PPN yang Ditanggung Pemerintah (DTP) yaitu 100% untuk penyerahan harga jual […]

  • Ada Empat Modul Literasi Digital, Apa Saja

    Ada Empat Modul Literasi Digital, Apa Saja

    • calendar_month Sabtu, 17 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.381
    • 0Komentar

    MENTERI Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate, meluncurkan 4 (empat) modul literasi digital, yaitu; (1) Budaya Bermedia Digital; (2) Aman Bermedia Digital; (3) Etis Bermedia Digital; dan (4) Cakap Bermedia Digital. Keempat modul ini, lanjut Menteri Johnny, akan dilakukan di 34 provinsi, 514 kabupaten kota selama 8 bulan ke depan sampai akhir tahun, dan secara […]

  • 1.600 APD Dibagikan di Pasar Marga Sungsang

    1.600 APD Dibagikan di Pasar Marga Sungsang

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 924
    • 0Komentar

    SEBANYAK 1.600 alat pelindung diri [APD] berupa masker dan face shield dibagikan kepada masyarakat di Pasar Marga Sungsang Banyuasin. Ketua TP PKK Sumsel Feby Deru mengatakan pembagian APD bagi pedagang pasar, untuk mendukung produktivitas perekonomian di tengah situasi pandemi covid-19, agar masyarakat tetap bisa beraktivitas, khususnya sektor perekonomian. Tetap dengan mematuhi pelaksanaan protokol kesehatan. Ia […]

  • Narkoba Cukup Berbahaya, Gubernur Minta Masyarakat Menghindari

    Narkoba Cukup Berbahaya, Gubernur Minta Masyarakat Menghindari

    • calendar_month Senin, 31 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 743
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) berkerjasama dengan Duta Anti Narkoba Provinsi Sumsel,  Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumsel, Yayasan Masjid Agung Palembang, serta Klinik Rehabilitasi Al-Hayzza berupaya dalam pencegahan dan penanggulangan pengguna dan pengedar narkoba yang akhir ini trennya terus mengalami peningkatan. Gubernur Provinsi Sumsel H. Herman Deru menyampaikan,  narkoba adalah musuh terbesar bangsa bahkan […]

expand_less
WordPress Archive RnB – WooCommerce Booking & Rental Plugin RnB – WooCommerce Bookings & Rental Plugin RoadPedal – Bicycle Store Elementor Template Kit Roast – Coffee Shop WordPress Theme Robbie & Magie – Wedding Event Invitation Elementor Template Kit Robin – Cute & Colorful Blog Theme Robor – AI and Automation Integration WordPress Theme Robust – Premium Bootstrap 4 Admin, Dashboard & WebApp Kit Template Rocket Board – Metro WordPress Theme Rocket – Creative Multipurpose WordPress Theme