Selasa, 13 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lingkungan » Citizen Science Jadi Kunci Pemantauan Keanekaragaman Hayati Indonesia

Citizen Science Jadi Kunci Pemantauan Keanekaragaman Hayati Indonesia

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
  • visibility 55
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dari kamera ponsel hingga platform digital, masyarakat kini bisa ikut membantu ilmuwan menjaga kekayaan alam Indonesia

SUMSELTERKINI.CO.ID – Indonesia adalah salah satu negara dengan kekayaan keanekaragaman hayati terbesar di dunia, karena sari hutan tropis, pegunungan, laut, hingga lingkungan sekitar permukiman, berbagai jenis tumbuhan dan satwa hidup berdampingan dengan manusia.

Namun, mengenali dan memantau seluruh kekayaan tersebut bukan pekerjaan mudah, pasalnya wilayah Indonesia yang sangat luas membuat para peneliti menghadapi tantangan besar untuk mengumpulkan data biodiversitas secara menyeluruh, jumlah peneliti dan sumber daya yang terbatas juga membuat tidak semua wilayah dapat diamati secara rutin.

Di tengah tantangan tersebut, masyarakat kini memiliki peluang untuk ikut ambil bagian melalui pendekatan Citizen Science atau sains warga.

Konsep ini memungkinkan siapa saja berkontribusi dalam kegiatan ilmiah, termasuk membantu mendokumentasikan keberadaan berbagai jenis flora dan fauna di lingkungan sekitar. Cukup dengan kamera ponsel dan dukungan teknologi digital, masyarakat dapat mencatat temuan spesies yang mereka lihat dan membagikan informasi tersebut melalui berbagai platform biodiversitas.

Data yang terkumpul dari masyarakat dapat menjadi sumber informasi penting bagi ilmuwan. Catatan mengenai keberadaan burung, serangga, tumbuhan, atau satwa liar dapat membantu peneliti memahami persebaran spesies, perubahan habitat, hingga kondisi lingkungan dari waktu ke waktu.

Kehadiran masyarakat sebagai pengamat tambahan membuat pemantauan biodiversitas menjadi lebih luas. Jika sebelumnya pengumpulan data hanya dilakukan oleh kelompok peneliti tertentu, kini ribuan pasang mata di berbagai wilayah dapat ikut membantu memberikan gambaran tentang kondisi alam Indonesia.

Kepala Pusat Riset Sains Data dan Informasi BRIN, Esa Prakasa, menyebutkan keterlibatan masyarakat dalam pengumpulan data ilmiah menjadi salah satu cara penting untuk memperkuat basis data biodiversitas nasional.

Menurutnya, dukungan sains data dan kecerdasan buatan dapat meningkatkan kualitas data yang dihimpun masyarakat sehingga lebih bermanfaat untuk penelitian maupun penyusunan kebijakan berbasis bukti.

Mengubah Catatan Warga Menjadi Data Penting untuk Konservasi

Meski menawarkan peluang besar, pemanfaatan data dari masyarakat juga memiliki tantangan. Tidak semua jenis tumbuhan dan satwa memiliki jumlah catatan yang sama.

Spesies yang mudah ditemukan atau lebih menarik perhatian biasanya memiliki banyak laporan pengamatan. Sebaliknya, banyak spesies lain yang jarang terlihat justru memiliki data yang sangat sedikit. Dalam dunia sains data, kondisi ini dikenal sebagai data sparsity dan class imbalance.

Ketimpangan data tersebut dapat memengaruhi proses analisis, mulai dari identifikasi spesies, pemetaan persebaran satwa, hingga pengembangan sistem berbasis kecerdasan buatan.

Oleh karena itu, data yang dikumpulkan masyarakat tetap membutuhkan pengolahan dan analisis yang tepat agar dapat memberikan manfaat maksimal. Para peneliti terus mengembangkan berbagai pendekatan untuk meningkatkan kualitas data biodiversitas, termasuk memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan.

Perkembangan platform digital juga membuat informasi biodiversitas semakin mudah dikumpulkan dan dibagikan. Data dari masyarakat dapat membantu ilmuwan melihat perubahan lingkungan yang mungkin sulit terpantau jika hanya mengandalkan survei lapangan terbatas.

Upaya ini juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas. Peneliti, komunitas konservasi, akademisi, pemerintah, dan masyarakat dapat saling melengkapi dalam membangun sistem pemantauan biodiversitas yang lebih kuat.

Melalui Citizen Science, masyarakat tidak hanya menjadi penikmat kekayaan alam, tetapi juga ikut berperan dalam menjaganya. Sebuah foto sederhana, catatan pengamatan, atau laporan keberadaan suatu spesies bisa menjadi bagian kecil dari upaya besar memahami dan melestarikan biodiversitas Indonesia.

Di era digital, menjaga alam bukan lagi hanya tugas para ilmuwan, dengan teknologi dan kolaborasi, setiap orang dapat menjadi bagian dari upaya melindungi kekayaan hayati Indonesia. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peringati 10 Muharram, Santuni Anak Yatim

    Peringati 10 Muharram, Santuni Anak Yatim

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.644
    • 0Komentar

    BULAN Muharram adalah bulan yang istimewa bagi umat Islam. Selain peringatan tahun baru Hijriyah pada tanggal 1 Muharram, sebagian masyarakat juga menganggap bahwa tanggal 10 Muharram adalah Hari Raya atau lebaran anak yatim. Istilah Idul Yatama ( Hari raya anak yatim) sebenarnya hanyalah ungkapan kegembiraan bagi anak-anak yatim, sebab pada saat itu banyak orang yang […]

  • Taliban Harus Bentuk Pemerintahan Rekonsiliatif dan Harus Utamakan Kesejahteraan Rakyat

    Taliban Harus Bentuk Pemerintahan Rekonsiliatif dan Harus Utamakan Kesejahteraan Rakyat

    • calendar_month Sabtu, 21 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 702
    • 0Komentar

      PEMERINTAHAN bentuk Taliban harus rekonsiliatif guna memastikan masa depan negara tersebut, dan yang terpenting untuk segera dilakukan, upaya secepat mungkin memberikan kesejahteraan bagi masyarakat di negara itu. Hal itu merupakan beberapa kesimpulan penting dari diskusi virtual yang digelar oleh Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Aceh, Jumat (20/8/2021). Tiga narasumber, Teguh Santosa, Imam Soemarsono, dan […]

  • Soal Pergantian Pejabat di Lingkungan Pemkot, Ratu Dewa : Bekerja Seusai Tufoksi, Jabatan Itu Amanah

    Soal Pergantian Pejabat di Lingkungan Pemkot, Ratu Dewa : Bekerja Seusai Tufoksi, Jabatan Itu Amanah

    • calendar_month Minggu, 2 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 919
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kota Palembang dalam waktu dekat akan mengganti gerbongnya, pergantian tersebut masih menunggu jadwal Walikota Ratu Dewa, membenarkan bakal ada pelantikan pejabat di Pemkot Palembang. “Dalam waktu dekat akan ada pelantikan, namun kita masih menunggu jadwal dari Walikota Palembang,” kata Dewa, Sabtu (01/02/2020) Dirinya berharap, ASN di lingkungan Setda Kota Palembang dapat bekerja sesuai dengan […]

  • Bantuan PLTS untuk UGM Diresmikan

    Bantuan PLTS untuk UGM Diresmikan

    • calendar_month Jumat, 12 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.122
    • 0Komentar

    Dalam rangka mendorong transisi energi, PT Pertamina (Persero) memberikan bantuan pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap di Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan kapasitas total 326,25 kWp. Bantuan tersebut diresmikan secara simbolis pada Kamis (11/5).   Peresmian dilakukan oleh Direktur SDM & Penunjang Bisnis Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE), Direktur Utama PT Pertamina […]

  • Gambo Muba Diburu Pecinta Fashion

    Gambo Muba Diburu Pecinta Fashion

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.238
    • 0Komentar

    PERMINTAAN produk Gambo Muba yang kian tinggi baik di nasional maupun internasional membuat Ketua Dekranasda Muba yang juga inisiator produk Gambo Muba selalu berusaha maksimal untuk memenuhi permintaan pecinta fashion terhadap produk Gambo Muba. Kini, guna memenuhi permintaan pecinta fashion di Sumsel, Gambo Muba telah hadir di Kriya Sriwijaya yang merupakan gedung pusat produk UMKM […]

  • “Hijrah, Bukan Cuma Pindahan, Tapi Kayak Upgrade HP dari Nokia ke Smartphone!”

    “Hijrah, Bukan Cuma Pindahan, Tapi Kayak Upgrade HP dari Nokia ke Smartphone!”

    • calendar_month Jumat, 27 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 937
    • 0Komentar

    DENGER kata hijrah, banyak yang langsung mikir soal pindah tempat, dari Mekkah ke Madinah, dari kos-kosan lama ke kontrakan yang ada AC-nya, atau dari mantan toxic ke pasangan yang doyan ngajak kajian. Padahal, menurut Menteri Agama Nasaruddin Umar, hijrah itu bukan cuma urusan pindah-pindah lokasi macam pindahan kontrakan di akhir bulan. Ini soal transformasi, bukan […]

expand_less
WordPress Archive Chakra – Yoga Retreat & Leisure Center WordPress Theme Chakta – Auto Parts Store & Accessories Elementor Template Kit Chameleon Audio Player Addon for WPBakery Page Builder Chameleon HTML5 Audio Player With/Without Playlist ChangaLab – Currency Exchange WordPress Plugin Changelog & Custom List for Elementor – Logger Chani – Fashion And Clothing Store Theme Chaos – Responsive Bag Shop Theme Chapel – Church WordPress Theme Chardonnay – Wine Store & Vineyard WordPress Theme