Selasa, 11 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lingkungan » Citizen Science Jadi Kunci Pemantauan Keanekaragaman Hayati Indonesia

Citizen Science Jadi Kunci Pemantauan Keanekaragaman Hayati Indonesia

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
  • visibility 13
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dari kamera ponsel hingga platform digital, masyarakat kini bisa ikut membantu ilmuwan menjaga kekayaan alam Indonesia

SUMSELTERKINI.CO.ID – Indonesia adalah salah satu negara dengan kekayaan keanekaragaman hayati terbesar di dunia, karena sari hutan tropis, pegunungan, laut, hingga lingkungan sekitar permukiman, berbagai jenis tumbuhan dan satwa hidup berdampingan dengan manusia.

Namun, mengenali dan memantau seluruh kekayaan tersebut bukan pekerjaan mudah, pasalnya wilayah Indonesia yang sangat luas membuat para peneliti menghadapi tantangan besar untuk mengumpulkan data biodiversitas secara menyeluruh, jumlah peneliti dan sumber daya yang terbatas juga membuat tidak semua wilayah dapat diamati secara rutin.

Di tengah tantangan tersebut, masyarakat kini memiliki peluang untuk ikut ambil bagian melalui pendekatan Citizen Science atau sains warga.

Konsep ini memungkinkan siapa saja berkontribusi dalam kegiatan ilmiah, termasuk membantu mendokumentasikan keberadaan berbagai jenis flora dan fauna di lingkungan sekitar. Cukup dengan kamera ponsel dan dukungan teknologi digital, masyarakat dapat mencatat temuan spesies yang mereka lihat dan membagikan informasi tersebut melalui berbagai platform biodiversitas.

Data yang terkumpul dari masyarakat dapat menjadi sumber informasi penting bagi ilmuwan. Catatan mengenai keberadaan burung, serangga, tumbuhan, atau satwa liar dapat membantu peneliti memahami persebaran spesies, perubahan habitat, hingga kondisi lingkungan dari waktu ke waktu.

Kehadiran masyarakat sebagai pengamat tambahan membuat pemantauan biodiversitas menjadi lebih luas. Jika sebelumnya pengumpulan data hanya dilakukan oleh kelompok peneliti tertentu, kini ribuan pasang mata di berbagai wilayah dapat ikut membantu memberikan gambaran tentang kondisi alam Indonesia.

Kepala Pusat Riset Sains Data dan Informasi BRIN, Esa Prakasa, menyebutkan keterlibatan masyarakat dalam pengumpulan data ilmiah menjadi salah satu cara penting untuk memperkuat basis data biodiversitas nasional.

Menurutnya, dukungan sains data dan kecerdasan buatan dapat meningkatkan kualitas data yang dihimpun masyarakat sehingga lebih bermanfaat untuk penelitian maupun penyusunan kebijakan berbasis bukti.

Mengubah Catatan Warga Menjadi Data Penting untuk Konservasi

Meski menawarkan peluang besar, pemanfaatan data dari masyarakat juga memiliki tantangan. Tidak semua jenis tumbuhan dan satwa memiliki jumlah catatan yang sama.

Spesies yang mudah ditemukan atau lebih menarik perhatian biasanya memiliki banyak laporan pengamatan. Sebaliknya, banyak spesies lain yang jarang terlihat justru memiliki data yang sangat sedikit. Dalam dunia sains data, kondisi ini dikenal sebagai data sparsity dan class imbalance.

Ketimpangan data tersebut dapat memengaruhi proses analisis, mulai dari identifikasi spesies, pemetaan persebaran satwa, hingga pengembangan sistem berbasis kecerdasan buatan.

Oleh karena itu, data yang dikumpulkan masyarakat tetap membutuhkan pengolahan dan analisis yang tepat agar dapat memberikan manfaat maksimal. Para peneliti terus mengembangkan berbagai pendekatan untuk meningkatkan kualitas data biodiversitas, termasuk memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan.

Perkembangan platform digital juga membuat informasi biodiversitas semakin mudah dikumpulkan dan dibagikan. Data dari masyarakat dapat membantu ilmuwan melihat perubahan lingkungan yang mungkin sulit terpantau jika hanya mengandalkan survei lapangan terbatas.

Upaya ini juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas. Peneliti, komunitas konservasi, akademisi, pemerintah, dan masyarakat dapat saling melengkapi dalam membangun sistem pemantauan biodiversitas yang lebih kuat.

Melalui Citizen Science, masyarakat tidak hanya menjadi penikmat kekayaan alam, tetapi juga ikut berperan dalam menjaganya. Sebuah foto sederhana, catatan pengamatan, atau laporan keberadaan suatu spesies bisa menjadi bagian kecil dari upaya besar memahami dan melestarikan biodiversitas Indonesia.

Di era digital, menjaga alam bukan lagi hanya tugas para ilmuwan, dengan teknologi dan kolaborasi, setiap orang dapat menjadi bagian dari upaya melindungi kekayaan hayati Indonesia. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Badan POM Terbitkan EUA untuk Vaksin Sinopharm, Telah Terdaftar

    Badan POM Terbitkan EUA untuk Vaksin Sinopharm, Telah Terdaftar

    • calendar_month Sabtu, 1 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.114
    • 0Komentar

    BADAN Pengawas Obat dan Makanan (POM) Republik Indonesia telah mengeluarkan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Autorization (EUA) untuk vaksin Sinopharm. Kepala Badan POM, Penny K. Lukito, mengatakan vaksin Sinopharm ini menggunakan platform inactivated virus. Vaksin ini telah didaftarkan di Indonesia dan didistribusikan PT. Kimia Farma dengan nama SarsCov2 Vaccine Vero Cell Inactivated. “Badan POM […]

  • Cari pahala yang banyak dengan menghibur orang, he..berikut resep cinta yang bisa bikin mengelitik..

    Cari pahala yang banyak dengan menghibur orang, he..berikut resep cinta yang bisa bikin mengelitik..

    • calendar_month Minggu, 18 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 932
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Cari pahala yang banyak dengan menghibur orang, seperti mulia juga, apalagi yang dihibur itu tengah sakit atau berduka, bisa bikin mereka tertawa sudah sangat bagus, coba-coba baca resep cinta yang bisa bikin menggelitik, siapa tahu jadi referensi ente.Berikut resep cinta yang bisa bikin mengelitik.. “Resep cinta: Tambahkan secangkir perhatian, satu sendok kasih sayang, dan […]

  • Gubernur Ingin Almuni Perguruan Ternama di Bogor Ini Menular di Sumsel, Apa Itu ?

    Gubernur Ingin Almuni Perguruan Ternama di Bogor Ini Menular di Sumsel, Apa Itu ?

    • calendar_month Senin, 2 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 759
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H. Herman Deru menghadiri acara bakti sosial Donor Darah yang digelar DPD Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor HA (IPB) Sumsel di kawasan Kambang Iwak,akhir pekan lalu. Selain donor darah, dalam kegiatan itu panitia juga melakukan lelang rompi HA IPB yang sudah dibubuhi tandatangani Gubernur Sumsel dan Ketua PMI Sumsel. Sejumlah peserta yang hadir […]

  • 235 Kloter, 89.358 Jemaah Haji 2023 Indonesia Sudah Berada di Madinah

    235 Kloter, 89.358 Jemaah Haji 2023 Indonesia Sudah Berada di Madinah

    • calendar_month Rabu, 7 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.115
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Madinah – Dari 235 Kloter, sebanyak 89.358 Jemaah Haji 2023 Indonesia sudah berada di Madinah, Arab Saudi. Ini merupakan fase kedatangan jemaah haji Indonesia pada gelombang pertama sudah hampir berakhir. Kelompok terbang (kloter) terakhir akan mendarat di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah pada 8 Juni 2023. Kedatangan jemaah haji gelombang pertama dari […]

  • Genjot Produktivitas Padi, 65 ribu hektare lahan rawa OKI dioptimasi

    Genjot Produktivitas Padi, 65 ribu hektare lahan rawa OKI dioptimasi

    • calendar_month Minggu, 10 Mar 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 915
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -Tahun ini, seluas 65.000 hektare lahan rawa di Kabupaten OKI akan dioptimasi guna mengenjot produktivitas padi. Program ini bekerjasama dengan Kementerian Pertanian dan bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) melakukan percepatan optimalisasi lahan rawa lebak guna mengejar peningkatan produksi pangan utamanya beras.   Tahap awal, seluas 270 hektare lahan rawa lebak di Desa Sukapulih Kecamatan […]

  • Tidak Seperti Biasa, Cewek Pembawa Papan Ronde Tinju PON Gunakan Pakaian Tradisional

    Tidak Seperti Biasa, Cewek Pembawa Papan Ronde Tinju PON Gunakan Pakaian Tradisional

    • calendar_month Rabu, 29 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.116
    • 0Komentar

      JIKA menyaksikan setiap pertandingan tinju profesional di Las Vegas, Amerika Serikat atau pun di belahan dunia lain, maka penonton bakal terpukau dengan kehadiran round girls atau gadis pembawa papan ronde yang berlenggak-lenggok di atas ring. Di arena PON XX/2021 Papua, penonton dan hadirin juga bakal menyaksikan penampilan round girls mengenakan pakaian tradisional dari Papua. […]

expand_less
WordPress Archive Chakra – Yoga Retreat & Leisure Center WordPress Theme Chakta – Auto Parts Store & Accessories Elementor Template Kit Chameleon Audio Player Addon for WPBakery Page Builder Chameleon HTML5 Audio Player With/Without Playlist ChangaLab – Currency Exchange WordPress Plugin Changelog & Custom List for Elementor – Logger Chani – Fashion And Clothing Store Theme Chaos – Responsive Bag Shop Theme Chapel – Church WordPress Theme Chardonnay – Wine Store & Vineyard WordPress Theme