Peristiwa

Alex Himbau Kepala Daerah Bangun Kantor BPOM

Mengingat sangat penting bukan buat diri sendiri namun juga untuk generasi yang akan datang.

foto : Humas Pemprov. Sumsel

SUMSELTERKINI.ID, Palembang – Setiap daerah di 17 Kabupaten/kota di Sumsel setidaknya dibangun Kantor Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) guna mengawasi beredarnya makanan yang mengandung zat berbahaya dan obatan-obatan palsu.

“Obat-obatan palsu juga banyak beredar di masyarakat, jika tidak hati-hati obat palsu atau dipalsukan, sudah kadaluwarsa beredar luas bahkan di Apotek,”ungkapnya dalam penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) Hibah Tanah dan Nota Kesepahaman/MoU antara Gubernur Provinsi Sumsel dengan Kepala BPOM RI DR. Ir. Penny K. Lukito, MCP di Griya Agung, Senin (15/1/2018).

Menurutnya adanya kantor BPOM di setiap daerah, mengingat sangat penting bukan buat diri sendiri namun juga untuk generasi yang akan datang.

“Hari ini kita menyaksikan penandatangan MoU bukan hanya dengan Gubernur, tapi dengan 17 Bupati/ Walikota. Oleh karena itu kami hibahkan lahan kalau masih kurang luas tolong sampaikan akan ditambah lagi, masih banyak tanah. Saya minta bantuan Bupati/walikota atau coba juga tolong bantu buatkan kantor-kantor BPOM di daerah,” pesannya.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia DR. Ir. Penny K. Lukito, MCP menambahkan, BPOM siap untuk mendukung kegiatan Asian Games, sehingga bisa lancar dan membanggakan. Pada hari ini juga selain penandatanganan MOU dengan kota dan kabupaten juga ada penandatanganan BPOM dengan Universitas Sriwijaya.

“Terimakasih Pak Gubernur atas kepemimpinannya, sehingga saya kira hampir semua kota dan kabupaten alhamdulillah semua sudah mengikuti penandatanganan kesepahaman bersama antara Badan POM dengan kota dan kabupaten di lingkungan pemerintahan provinsi Sumsel. Kita melayani dan melindungi masyarakat dari aspek pengawasan tugas BPOM, melakukan pendampingan fasilitasi untuk pengembangan industri obat dan makanan itu juga termasuk untuk pengembangan ekonomi lokal,” tambahnya.

Lebih jauh jelasnya memang sudah tugas mereka meningkatkan standar kapasitasnya, kualitasnya sehingga bisa kompetitif di dalam negeri maupun menjadi produk ekspor internasional untuk kepentingan pemerintah di daerah dan juga pemerintahan nasional.

“Sekali lagi kami menyampaikan terima kasih kepada Gubernur beserta jajarannya kepada stakeholder yang terus mendukung penguatan dari pengawasan obat dan makanan.

Dia berharap  kedepan bisa meningkatkan kerjasama dalam  memberikan perlindungan yang lebih optimal pada masyarakat dan ikut mendukung pada perkembangan ekonomi Indonesia dibidang obat dan makanan.

 

 

Comments

Terpopuler

To Top