Jumat, 14 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kuliner » Resep Malbi Palembang Asli, Daging Empuk, Gurih, Harum, Bumbunya Meresap Sampai ke Dalam

Resep Malbi Palembang Asli, Daging Empuk, Gurih, Harum, Bumbunya Meresap Sampai ke Dalam

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month 15 menit yang lalu
  • visibility 4
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Resep malbi Palembang asli pasti punya cara sendiri untuk membuat sepiring nasi terasa jauh lebih istimewa. Daging sapi yang dimasak perlahan bersama rempah, kecap manis, bawang, dan bumbu khas menghasilkan rasa gurih-manis yang pekat, aroma harum yang menggoda perut, dan bikin lidah ingin pencicipinya, ditambah dengan tekstur daging empuk yang mudah dikunyah, menjadi makin ingin cepat-cepat menyantapnya.

Kalau biasanya masakan daging identik dengan rendang atau semur, malbi Palembang punya karakter yang berbeda.

Warnanya gelap mengilap, kuahnya tidak terlalu banyak, tetapi bumbunya begitu kaya. Sekali dicicipi, rasa manis, gurih, rempah, dan sedikit sentuhan asam berpadu dalam satu suapan.

Menariknya, rahasia malbi yang enak tak hanya banyak bumbu. Daging harus dimasak perlahan agar bumbu benar-benar meresap dan teksturnya menjadi empuk. Di sinilah kesabaran saat memasak justru menjadi salah satu kunci kelezatan malbi.

Bahan Resep Malbi Palembang Asli

Untuk membuat malbi daging sapi yang empuk dan bumbunya meresap, siapkan bahan-bahan berikut:

Bahan utama

  • 750 gram daging sapi, pilih bagian yang cocok untuk dimasak lama
  • 500–700 ml air
  • 5–7 sendok makan kecap manis
  • 2 sendok makan air asam jawa
  • 2 sendok makan minyak untuk menumis
  • 1 batang kayu manis
  • 2–3 butir cengkih
  • 2 butir kapulaga
  • 1–2 lembar daun salam
  • Garam secukupnya
  • Gula secukupnya

Bumbu halus

  • 8 butir bawang merah
  • 5 siung bawang putih
  • 5–8 buah cabai merah, sesuai selera
  • 3 butir kemiri
  • 1 ruas jahe
  • 1 ruas lengkuas
  • 1/2 sendok teh ketumbar
  • 1/2 sendok teh lada
  • Sedikit pala

Bumbu tersebut bisa disesuaikan dengan selera keluarga. Kalau ingin rasa malbi lebih kaya dan aromanya semakin kuat, jangan terlalu pelit menggunakan rempah.

Cara Membuat Malbi Palembang agar Daging Empuk

1. Siapkan dan potong daging

Cuci daging seperlunya, kemudian potong melawan arah serat menjadi ukuran sedang.

Jangan memotong daging terlalu kecil. Daging akan menyusut ketika dimasak, sehingga potongan yang terlalu kecil justru berisiko menjadi mudah hancur.

Kalau ingin hasil lebih empuk, bagian daging yang memiliki sedikit jaringan lemak juga bisa digunakan. Lemak tersebut akan membantu memberikan rasa gurih ketika malbi dimasak perlahan.

2. Haluskan semua bumbu

Haluskan bawang merah, bawang putih, cabai merah, kemiri, jahe, lengkuas, ketumbar, lada, dan pala.

Untuk mendapatkan rasa yang lebih mantap, bumbu sebaiknya benar-benar halus. Bumbu yang masih kasar biasanya membuat rasa rempah kurang menyatu dengan daging.

3. Tumis bumbu sampai matang dan harum

Panaskan minyak, kemudian masukkan bumbu halus.

Tambahkan kayu manis, cengkih, kapulaga, dan daun salam.

Tumis dengan api sedang sambil terus diaduk sampai bumbu matang. Tahap ini jangan dilewati terlalu cepat.

Bumbu yang sudah matang akan mengeluarkan aroma harum yang jauh lebih dalam. Kalau bumbu baru ditumis sebentar lalu langsung diberi air, aroma bawang dan rempahnya biasanya belum keluar maksimal.

4. Masukkan daging sapi

Masukkan potongan daging ke dalam tumisan bumbu.

Aduk hingga seluruh permukaan daging terlapisi bumbu. Masak beberapa menit sampai daging berubah warna.

Pada tahap ini, aroma bumbu biasanya mulai memenuhi dapur. Inilah salah satu momen yang membuat masakan rumahan terasa berbeda—belum selesai dimasak saja sudah membuat orang di rumah mulai bertanya, “Masak apa?”

5. Tuangkan air dan masak perlahan

Tuangkan air secukupnya, kemudian aduk rata.

Masak menggunakan api kecil sampai daging mulai empuk.

Jangan terburu-buru menggunakan api besar. Rahasia daging malbi yang empuk justru terletak pada proses memasak perlahan.

Jika air mulai menyusut tetapi daging belum empuk, tambahkan sedikit air panas dan lanjutkan memasak.

6. Masukkan kecap dan air asam jawa

Setelah daging mulai empuk, masukkan kecap manis dan air asam jawa.

Aduk sampai rata, kemudian tambahkan garam dan sedikit gula sesuai selera.

Kecap memberikan warna gelap mengilap sekaligus rasa manis gurih yang menjadi salah satu ciri khas malbi. Sementara air asam jawa memberikan sedikit rasa segar agar rasa manisnya tidak terasa berat.

7. Masak sampai kuah mengental

Lanjutkan memasak menggunakan api kecil.

Aduk sesekali agar bumbu tidak menempel di dasar wajan. Tunggu sampai kuah menyusut dan berubah menjadi bumbu kental yang melekat pada daging.

Pada tahap akhir ini jangan meninggalkan masakan terlalu lama tanpa diaduk. Kandungan kecap dan gula membuat bumbu lebih mudah mengental dan berpotensi gosong.

Malbi yang matang sempurna biasanya memiliki warna cokelat tua, permukaan daging mengilap, dan bumbu yang menempel tebal.

8. Koreksi rasa sebelum disajikan

Cicipi satu potong daging.

Kalau terasa kurang gurih, tambahkan sedikit garam. Jika ingin rasa lebih manis, tambahkan sedikit kecap. Bila rasa terlalu manis, sedikit air asam jawa dapat membantu menyeimbangkannya.

Setelah rasanya pas, matikan api dan diamkan beberapa menit sebelum disajikan.

Justru setelah sedikit didiamkan, bumbu akan semakin menempel pada daging.

Rahasia Malbi Palembang agar Empuk dan Bumbunya Meresap

Ada beberapa hal sederhana yang sering menentukan berhasil atau tidaknya malbi.

Pertama, jangan memasak daging dengan api terlalu besar. Api kecil membuat panas masuk secara perlahan sehingga daging lebih mudah menjadi empuk.

Kedua, jangan buru-buru mengentalkan kuah. Pastikan daging sudah cukup empuk sebelum kuah dibiarkan menyusut sampai pekat.

Ketiga, gunakan kecap secukupnya. Malbi memang identik dengan warna gelap dan rasa manis gurih, tetapi terlalu banyak kecap dapat membuat rasa bumbu lainnya tertutup.

Keempat, beri waktu untuk bumbu bekerja. Malbi bukan jenis masakan yang harus selesai dalam waktu singkat. Semakin sabar proses memasaknya, biasanya semakin dalam rasa yang didapat.

Malbi Palembang Dimakan dengan Apa?

Paling sederhana tentu saja disajikan bersama nasi putih hangat.

Daging malbi yang empuk dengan bumbu pekat kemudian bercampur dengan nasi panas adalah kombinasi yang sulit ditolak. Tidak perlu banyak lauk pendamping karena rasa malbi sendiri sudah cukup kuat.

Untuk acara keluarga atau hidangan istimewa, malbi juga cocok disandingkan dengan nasi minyak, acar, sambal, atau pelengkap khas Palembang lainnya.

Bahkan sering kali yang dicari bukan potongan dagingnya saja, melainkan sisa bumbu kental yang menempel di dasar wadah. Bumbu itulah yang membuat nasi putih biasa terasa seperti naik kelas.

Apa yang Membuat Malbi Berbeda dari Semur?

Sekilas malbi memang mirip semur karena sama-sama menggunakan kecap dan menghasilkan warna cokelat gelap.

Namun, karakter rasanya berbeda.

Malbi memiliki perpaduan rempah yang kuat dengan rasa gurih, manis, dan sedikit asam. Proses memasaknya juga membuat bumbu menjadi lebih pekat dan melekat pada daging.

Jadi, kalau semur terasa lebih berkuah dan ringan, malbi umumnya tampil lebih pekat, kaya rempah, dan aromanya lebih dalam.

Tips Memilih Daging untuk Malbi

Untuk hasil yang empuk, jangan asal memilih potongan daging.

Gunakan daging sapi yang memang cocok untuk dimasak perlahan. Bagian seperti paha atau bagian lain yang memiliki jaringan ikat cukup dapat menghasilkan tekstur yang lembut setelah dimasak dalam waktu lama.

Yang paling penting adalah jangan memotong daging mengikuti arah serat. Potong melawan serat agar ketika dimakan, serat daging terasa lebih pendek dan tidak alot.

Bisa Membuat Malbi Tanpa Santan?

Bisa.

Malbi tidak harus menggunakan santan untuk mendapatkan rasa gurih. Karakter gurihnya dapat dibangun dari daging, bumbu rempah, kecap, dan proses memasak yang cukup lama.

Justru dengan tanpa santan, rasa rempah dan kecap bisa terasa lebih menonjol.

Kesalahan yang Sering Membuat Malbi Tidak Empuk

Salah satu kesalahan paling umum adalah memasak menggunakan api besar karena ingin cepat selesai.

Akibatnya, bagian luar daging sudah terasa matang tetapi bagian dalam masih alot.

Kesalahan lainnya adalah membiarkan kuah mengering sebelum daging benar-benar empuk. Kalau ini terjadi, tambahkan air panas sedikit demi sedikit dan lanjutkan memasak sampai tekstur daging sesuai yang diinginkan.

Jangan pula terlalu sering menambahkan kecap sejak awal dalam jumlah banyak. Lebih mudah mengatur rasa jika kecap dimasukkan secara bertahap.

Resep Malbi Palembang, Masakan yang Cocok untuk Momen Spesial

Ada alasan mengapa malbi Palembang terasa seperti masakan yang cocok untuk meja makan keluarga.

Prosesnya memang membutuhkan waktu, tetapi hasil akhirnya sepadan. Daging yang awalnya keras perlahan berubah empuk. Bumbu yang semula encer berubah menjadi pekat dan mengilap. Aroma bawang dan rempah semakin keluar, sementara kecap memberikan warna serta rasa khas yang sulit dilupakan.

Itulah daya tarik resep malbi Palembang asli.

Bukan hanya soal memasak daging dengan kecap, melainkan tentang memberi waktu kepada bumbu untuk menyatu.

Jadi, kalau sedang ingin membuat olahan daging sapi yang gurih, manis, harum, dan terasa istimewa, resep ini layak masuk daftar masakan rumahan berikutnya.

Masak perlahan, jangan pelit bumbu, dan beri waktu sampai daging benar-benar empuk. Setelah itu, siapkan nasi hangat—karena biasanya satu piring saja belum tentu cukup. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bonus untuk Atlet Pornas Soina Sumsel

    Bonus untuk Atlet Pornas Soina Sumsel

    • calendar_month Rabu, 15 Mei 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 875
    • 0Komentar

    47 atlet  dan para pelatih Special Olympics Sumatera Selatan yang telah mengikuti Pekan Olahraga Nasional Special Olympics Indonesia (Pornas Soina ) VIII tanggal 19 sampai 23 Juni 2018 di Pekanbaru Provinsi Riau beberapa waktu lalu berhasil menyabet  29 medali terdiri dari 11 medali emas, 10 perak dan 8 perunggu. Atas keberhasilan tersebut Pemprov. Sumsel memberikan […]

  • Jendral Hoegeng & Catatan Kinerja Kepolisian Era Jokowi

    Jendral Hoegeng & Catatan Kinerja Kepolisian Era Jokowi

    • calendar_month Senin, 29 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.890
    • 0Komentar

    BULAN lalu, tepatnya tanggal 14 Oktober, merupakan hari lahir Hoegeng Imam Santoso. Nama ini mungkin bagi mereka kalangan yang berprofesi sebagai pengayom masyarakat tidaklah asing lagi. Jenderal kepolisian (purn.) Drs. Hoegeng Imam Santoso, yang lahir di Pekalongan 14 Oktober 1921 adalah mantan Kepala Kepolisian RI (Kapolri) ke-5 yang bertugas tahun 1968 hingga 1971. Sekilas tidak […]

  • Jangan Ada Korban Seperti Pemilu Lalu, KPU Sederhanakan Surat Suara

    Jangan Ada Korban Seperti Pemilu Lalu, KPU Sederhanakan Surat Suara

    • calendar_month Rabu, 23 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.387
    • 0Komentar

    KETUA Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Ilham Saputra, mengatakan bahwa melakukan penyederhanaan surat suara pada Pemilu 2024 karena berdasarkan evaluasi Pemilu 2019 yang memakan korban sakit, hingga meninggal dunia pada petugas selama proses pemilu. Hal tersebut disampaikan Ilham melalui keterangan tertulisnya usai simulasi penyederhanaan surat suara di kantor KPU RI, Jakarta, kemaren. “Itu adalah ikhtiar […]

  • Satgas di OKI Perketat lagi Protokol Kesehatan

    Satgas di OKI Perketat lagi Protokol Kesehatan

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.120
    • 0Komentar

    SATUAN Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten OKI  melaporkan munculnya klaster baru penyebaran Covid-19 di Bumi Bende Seguguk. Memperketat kembali penerapan protokol kesehatan pun dilakukan. Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), H. Iskandar, SE yang memimpin langsung rapat terbatas penguatan kembali disiplin penerapan protokol kesehatan di Kayuagung, Kamis, (27/8) menginteruksikan langkah-langkah penting penanggulangan penyebaran Covid-19 di Kabupaten […]

  • Begini Reaksi Penjual di Kantin Sekolah Saat Wawako Palembang Sidak Diam-diam

    Begini Reaksi Penjual di Kantin Sekolah Saat Wawako Palembang Sidak Diam-diam

    • calendar_month Kamis, 10 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.042
    • 0Komentar

    saya tegaskan kepada Dinas Pendidikan untuk melakukan dan menegur pihak sekolah untuk agar menjaga kebersihan lingkungan disekolah khususnya kantinya,”

  • Jaga Garis Keturunan, Wow, Bupati Muba Bakal Bangun Ini

    Jaga Garis Keturunan, Wow, Bupati Muba Bakal Bangun Ini

    • calendar_month Senin, 19 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.080
    • 0Komentar

    “Alhamdullilah secara garis keturunan saya asli putra Sekayu Kabupaten Muba, dan sekarang bertugas menjaga kampung halaman dan membangun daerah leluhur kita. Banyak keturunan dari Buyut Penghulu Muhammad Soleh sudah berpencar dimana-mana, namun meski kita berjauhan tapi keakraban kita tetap erat, “

expand_less
WordPress Archive Petz – Pet Care & Veterinary Theme Petzen – Pet Care Shop WordPress Theme Petzy – Pet Care & Veterinary Elementor Template Kit Phami – Medical & Health WooCommerce WordPress Theme PharmaBee – Pharmacy & Drug Store Website Elementor Template Kit PharmaCare – Pharmacy and Medical Store WordPress Theme Pharmacy Storefront WooCommerce Theme Pharmaton – Medical and Pharmacy WordPress Theme Phlox Pro – Elementor MultiPurpose WordPress Theme PHLY – Versatile Coming Soon Template